You are on page 1of 2

(Oleh : Erez Pablo Stanza / XII-G / 10)

Actually, Young Leader is Better


Kecil-kecil cabai rawit, adalah sebuah kata-kata yang merujuk kepada generasi muda yang luar biasa. Namun, jika seorang pemuda mampu menjadi seorang pemimpin, apakah itu luar biasa? Tentu ya asalkan yang dipimpin adalah yang baik dan memiliki arah tujuan yang jelas. Apapun itu yang dipimpin, jika pemimpin nya itu adalah seorang Young Leader, perlulah kita acungi dia jempol. Sekarang, persoalannya adalah mampukah pemuda-pemuda Indonesia memimpin di negara kita tercinta ini? Realitas sekarang tentu tidak. Jarang sekali pemuda-pemuda Indonesia yang mau mengambil peran di negara kita ini. Jadi, apakah perlu adanya pembelajaran kepemimpinan untuk kaum muda Indonesia supaya mampu membanggakan negara tercinta ini? Leader, atau pemimpin yang baik itu adalah seseorang yang mampu memegang kendali dan mengatur sekelompok atau sebuah organisasi yang bergerak di bidang tertentu dan memiliki tanggung jawab besar yang disertai intregitas yang tinggi. Lalu, apakah syarat-syarat itu sudah ada pada diri kita sebagai kaum muda? Jika jawabannya tidak, tentu itu merupakan jawaban yang subjektif. Tapi, lihatlah dari realitas hidup kita saat ini. Pemuda-pemuda bangsa ini tidak mampu untuk menjadi seorang pemimpin. Kebanyakan dari mereka, tidak bisa memimpin diri mereka sendiri. Kaum muda Indonesia mudah terbawa dan terjerumus pada hal-hal duniawi yang praktis dan spontan didapatkan. Mereka lebih memilih untuk hidup di dalam kesenangan tanpa melihat apa yang ada dibelakang hal-hal yang mereka kerjakan sehari-hari. Lebih parah lagi, sebagian dari mereka terjerumus ke dalam narkoba ataupun dunia malam. Mereka terlihat tidak mampu untuk memimpin diri mereka sendiri. Jika mereka tidak bisa, siapa yang akan memimpin diri mereka sendiri? Realitas yang berkembang saat ini perlulah diubah, dibangun ulang, dan dirombak sedemikian rupa untuk menciptakan pemimpin-pemimpin muda yang benar. Pemimpin-pemimpin muda itu bisa muncul Inner Spirit, yang biasanya sudah mulai menghilang dari diri kaun-kaum tua. Spirit inilah yang menggebugebu dari dalam diri kaum muda. Mereka menjadi memiliki target, tujuan, dan arah yang jelas dalam membawa apa yang mereka pimpin. Dengan penuh

semangat, dia akan membawa kepemimpinannya untuk berkembang menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sikap inilah yang muncul dari jiwa kaum muda karena tentu saja mereka merasa bahwa mereka masih muda dan memiliki banyak mimpi dan impian. Tentu saja, dengan diberinya kepemimpinan, pastilah kaum muda mau bekerja sebaik mungkin demi dirinya juga demi apa yang ia pimpin. Sekarang, bagaimana kita harus memilih kaum muda yang mampu menjadi seorang pemimpin? Untuk mengetahui sejauh mana seseorang mampu menjadi pemimpin, berilah ia posisi dan jabata. Jika ia memang pantas dan sanggup, sudah pasti kepemimpinannya akan lancar dan mengarah ke arah yang baik. Pemimpin yang handal seperti ini sudah pasti tidak memiliki masalahmasalah terkait kemajemukan rakyat dan juga keadaan bangsa. Apapun dan siapapun yang ia pimpin, jika ia mampu, tentulah akan berhasil. Realitas yang berkembang saat ini justru berkebalikan dengan yang

diharapkan. Realitas itu perlulah diubah, dibangun ulang, dan dirombak sedemikian rupa untuk menciptakan pemimpin-pemimpin muda yang benar. Perubahan atau Revolusi perlu diadakan untuk kaum muda Indonesia. Mereka harus diberikan kesadaran untuk memberanikan diri dan mau menunjuk dirinya sendiri sebagai seorang Leader. Pendidikan pemimpin itu tidak dimulai dari luar, tetapi dari diri sendiri. Jika ia sadar, kepemimpinan oleh kaum muda tentu bukan hal yang mustahil. Memang selain dari kesadaran diri sendiri, atmosfer dan pengaruh lingkungan juga perlu dibentuk didalam negara kita ini. Oleh karenanya, kaum muda itu perlu untuk memulai menjadi seorang pemimpin dari hal-hal kecil seperti memberikan contoh positif dalam menjaga kebersihan. Pendidikan inilah yang perlu disadari kaum muda dan perlu ditekankan lebih banyak lagi. Kerja sama orang tua dan sekolah menjadi faktor utama pendorong keberhasilan ini. Jadi, mana yang lebih baik, yang tua atau yang muda? Sekali lagi saya katakan bahwa seorang pemimpin muda itu lebih baik dari pemimpin yang tua. Hanya saja, pemimpin yang muda itu harus mampu memimpin dirinya sendiri, hanya itu saja. Jika ia bisa, pastilah tidak sulit untuk dirinya mengembangkannya ke orang lain yang ia pimpin. Yang sulit bagi generasi muda itu justru bagaimana ia mampu memimpin dirinya sendiri. Kesadaran dan logika nalar kaum muda harus ada sebagai seorang pemimpin. So, how about you as a young generation?