You are on page 1of 25

PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING

Setyoko, S.Pd

Program Pascasarjana S-2 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang November, 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karuniaNYA, buku berjudul pembelajaran berbasis Mobile Learning yang berisi tentang pengembangan model pembelajaran masa kini yang dilengkapi beberapa aplikasi pendukung pembelajaran yang tersedia didalam Mobile Learning. Semoga buku sederhana ini bermanfaat untuk kalangan pendidikan, terutama untuk mening - katkan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis Mobile Learning. Pembuatan buku ini dapat saya selesaikan dengan baik dengan bantuan dari beberapa pihak, oleh karena itu tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Landasan Pendidikan dan Pembelajaran. Penulis menyadari buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun dari para pembaca saya harapkan demi sempurnanya buku yang saya buat. Malang, November 2012

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................... i KATA PENGANTAR ......................................................ii DAFTAR ISI .................................................................... iii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .............................................. 4 1.2 Rumusan Masalah........................................................ 7 1.3 Tujuan .......................................................................... 8 BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Mobile Learning .................................. 9 2.2 Pengembangan Mobile Learning ................................ 11 2.3 Perangkat Pendukung Mobile Learning ...................... 14 2.4 Persyaratan Perancangan Mobile Learning ................ 16 2.5 Komponen Konten Mobile Learning .......................... 18 2.6 Fungsi Pembelajaran Mobile Learning ........................ 21 2.7 Tujuan dan Manfaat Mobile Learning ......................... 23 2.8 Implementasi Mobile Learning .................................... 26 2.9 Kelebihan Mobile Learning ......................................... 29 2.10 KekuranganMobile Learning ..................................... 29 2.11 Alternatif Efesiensi Mobile Learning .......................... 30 BAB 3 PENUTUP 3.1 Simpulan ................................................................... .. 32 3.2 Saran............................................................................. 32 DAFTAR PUSTAKA

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu biologi merupakan pembelajaran yang berkaitan dengan bidang sains dan tekonolgi, dimana keterkaitan hubungan antara alam dan seisinya yang dipelajari peserta didik dalam semua jenjang pendidikan formal. Dalam implementasinya banyak peserta didik merasa menjemukan belajar biologi karena mereka banyak menghafal konsep dan teori-teori yang berhubungan dengan ilmu ilmiah. Dari hal tersebut pendidik perlu mencari alternatif pembelajaran agar aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan seperti dengan mengubah pembelajaran dari yang biasa kearah pembelajaran yang diminati oleh peserta didik, seperti menggunakan pembelajaran berbasis mobile learning yang dapat mempermudah peserta didik untuk belajar biologi dimanapun dan kapanpun dengan beberapa fitur applikasi yang tersedia. Pada saat sekarang ini handphone bukanlah barang mewah lazim, sebagian orang mungkin berfikir bahwa handphone hanya memiliki sisi negatif dalam dunia pendidikan dan sebagian orang lagi mengatakan bahwa sebenarnya penggunaan handphone pada kalangan pelajar itu tidak perlu. Pada awalnya handphone diciptakan untuk mempermudah manusia dalam bidang komunikasi. Namun, saat ini telah beredar berbagai macam handphone dengan harga murah yang sudah dilengkapi berbagai layanan fitur dan fasilitas-fasilitas konten canggih yang dapat mendukung proses pembelajaran (Hussein, 2010). Berdasarkan dari survei data bahwa sebanyak 70% dari total jumlah seluruh penduduk di Indonesia menggunakan perangkat seluler/handphone atau sekitar 150 juta penduduk

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

Indonesia menggunakan perangkat seluler yang juga dapat dikatakan sebagai perangkat bergerak/mobile devices, Suleman (2011). Kenyataan ini dapat menjadi peluang bagi institusi pendidikan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat bergerak sebagai media atau yang lebih dikenal sebagai mobile learning (Miftah, 2010). Pembelajaran mobile learning mampu menjadikan handphone yang awalnya hanya untuk sms, telepon atau internet, saat ini bisa menjadi alat belajar lengkap yang berisi pelajaran yang terdiri dari materi, soal, contoh dan soal dilengkapi berbagai fitur. Mobile learning merupakan model pembelajaran alternatif yang memiliki karakteristik yang unik yaitu tidak tergantung tempat dan waktu. Dengan handphone konten pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk yang lebih menyenangkan. Mobile learning dikembangkan dengan format multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio, dan animasi (Budidar, 2008). Tamimuddin (2007), menjelaskan bahwa teknologi Informasi yang semakin pesat sekarang ini dapat dirasakan hampir di setiap bidang kehidupan, terutama dibidang pengembangan aplikasi perangkat lunak khususnya untuk perangkat mobile. Dengan banyaknya pilihan dan fitur-fitur yang disediakan dari sebuah perangkat mobile, orang akan semakin mudah dalam melakukan suatu pekerjaan, seperti mengakses informasi dengan cepat dan bisa mendapatkan hiburan. Teknologi berbasis mobile device merupakan salah satu alternatif pilihan yang menarik untuk pengembangan perangkat pembelajaran dalam dunia pendidikan karena penggunaanya yang relatif lebih praktis dan mudah dalam pengoperasiannya. Mobile learning merupakan salah satu teknologi yang mengalami perkembangan secara terus-

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

menerus dan tidak ada matinya, sehingga nantinya akan menjadi pembelajaran berbasis elektronik yang mampu menyeimbangan proses pembelajaran biologi yang lebih efektif dan efesien (Tamimuddin, 2007). Pengembangan pembelajaran mobile learning diharapkan dapat mendorong terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot. Potensi dan prospek pengembangan mobile learning kedepan sangat terbuka lebar mengingat kecenderungan peserta didik yang semakin dinamis. Mobile learning serta tuntutan kebutuhan pendidikan yang berkualitas dan beragam. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah: 1. Apakah konsep dasar mobile learning ? 2. Bagaimanakah pengembangan mobile learning ? 3. Apakah perangkat pendukung mobile learning ? 4. Apakah persyaratan perancangan mobile learning ? 5. Apakah kompo nen konten mobile learning ? 6. Bagaimana fungsi mobile learning ? 7. Apakah tujuan dan manfaat mobile learning ? 8. Bagaimana implemenatsi mobile laeraning ? 9. Apakah Kelebihan mobile learning ? 10. Apakah Kekurangan mobile learning ? 11. Alternatif efesiensi mobile learning ? 1.3 Tujuan Adapun tujuan: 1. Memahami konsep dasar mobile learning 2. Mengetahui pengembangan mobile learning 3. Megetahui perangkat pendukung mobile learning 4. Memahami persyaratan perancangan mobile learning 5. Mengetahui komponen konten mobile learning

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

6. Memahami fungsi mobile learning 7. Memahami tujuan dan manfaat mobile learning 8. Memahami implemenatsi mobile laeraning 9. Mengetahui Kelebihan mobile learning 10. Mengetahui Kekurangan mobile learning 11. Memahami Alternatif efesiensi mobile learning

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Mobile Learning Istilah mobile learning mengacu kepada penggunaan perangkat atau devais teknologi informasi/TI genggam dan bergerak seperti: PDA/Personal Digital Assisant, telepon seluler/handphone, laptop dan tablet PC, dalam perkembangan pembelajaran mobile learning merupakan bagian dari electronic learning sehingga, dengan sendirinya, juga merupakan bagian dari distance learning. Beberapa kemampuan penting yang harus disediakan oleh perangkat pembelajaran mobile learning adalah adanya kemampuan untuk terkoneksi ke peralatan lain terutama komputer, kemampuan menyajikan informasi pembelajaran dan kemampuan untuk merealisasikan komunikasi bilateral antara pengajar dan pembelajar (Tamimuddin, 2007). Mobile learning adalah pembelajaran yang berbasis teknologi, dimana pembelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapanpun dan dimanapun. Hal ini akan meningkatkan perhatian pada materi pembelajaran, membuat pembelajaran menjadi pervasif dan dapat mendorong motivasi pesertadidik kepada pembelajaran sepanjang hayat. Selain itu dibandingkan pembelajaran konvensional, mobile learning memungkinkan adanya lebih banyak kesempatan untuk kolaborasi dan berinteraksi secara informal diantara pembelajar (Tamimuddin, 2007).

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

Gambar 1. M-Learning Berawal dari E-Learning Dijelaskan oleh Taryadi (2010), bahwa mobile learning merupakan model pembelajaran yang dilakukan antar tempat atau lingkungan dengan menggunakan teknologi yang mudah dibawa pada saat belajar dengan membawa telpon genggam (mobile) dengan berbagai fitur dan aplikasi yang ada. Pembelajaran yang berbasiskan ponsel ini yaitu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi didalam dunia pendidikan terus berkembang dalam berbagai strategi dan pola, yang pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam sistem Electronic learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital. Mobile learning sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak.

Distance Learning Electonic Learning


Mobile Learning

Gambar 2. Skema Konsep dari Mobile Learning Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

2.2 Pengembangan Mobile Learning Tingkat penetrasi perangkat bergerak yang sangat tinggi, tingkat penggunaan yang relatif mudah, dan harga perangkat yang semakin terjangkau, dibanding perangkat komputer personal, merupakan faktor pendorong yang semakin memperluas kesempatan penggunaan atau penerapan mobile learning sebagai sebuah kecenderungan baru dalam belajar, yang membentuk paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun (Miftah, 2010) Pengembangan terhadap sistem mobile learning diharapkan dapat memiliki prospek yang cukup baik sebagai variasi dalam belajar siswa. Mobile learning tidak dapat menggantikan proses belajar konvensional karena sifat dari mobile learning bukan untuk memahamkan sebuah konsep tetapi lebih cenderung untuk mengingatkan materi yang telah didapat pada model konvesional (Hasyim, 2002). Selanjutnya beberapa dasar pengembangan mobile learning adalah: 1) Penggunaan atau kepemilikan telepon seluler lebih banyak dibanding kepemilikan personal computer. 2) Tuntutan akan pengembangan pembelajaran yang praktis dan mudah diakses dikaitkan dengan gaya hidup modern sekarang ini. Tujuan dari pengembangan mobile learning sendiri adalah proses belajar sepanjang waktu, peserta didik dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, menghemat waktu karena apabila diterapkan dalam proses belajar maka pesertadidik tidak perlu harus hadir di kelas hanya untuk mengumpulkan tugas, cukup tugas tersebut dikirim melalui aplikasi pada mobile phone, dengan ini secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri (Hasyim, 2002).

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

10

Mobile learning dapat menggunakan infrastruktur yang telah disediakan operator seluler, yang pada prinsipnya merupakan aplikasi 3-tier di mana terdapat layer front-end, application server, dan database Berikut ini merupakan skematis pengembangan mobile learning (Budidar, 2008).

Gambar 3. Pengembangan mobile learning Keegen (2010), dalam konsep skematis tersebut materi-materi pembelajaran melalui mobile learning harus diunggah unggah di internet misalnya: www.m-learning.net yang dapat secara gratis diunduh oleh siswa secara gratis, tujuannya agar siswa dapat secara gratis mendapatkan media pembelajaran mobile learning yang baik dan bermutu. File materi yang diunggah di mobile learning harus memiliki memori yang kecil sehingga apabila diunduh dengan telfon genggam (hp) tidak memerlukan waktu yang lama. Rata-rata memori yang dimiliki media pembelajaran mobile learning yang diunggah berkisar antara 100-300 Kb (kilobait). 2.3 Perangkat Pendukung Mobile Learning Selanjutnya menurut Keegen (2010), perangkat pendukung mobile learning merupakan prasyarat dasar bagi

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

11

berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan mobile learning. Beberapa peralatan yang digunakan yaitu: 1) Telepon Seluler (Ponsel) Telepon seluler (ponsel) sudah bukan asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. Ponsel memiliki kemampuan standar untuk komunikasi suara dan short message service (SMS). Ponsel dengan kemampuan lebih dapat digunakan untuk komunikasi internet melalui Wireless Application Protocol (WAP) atau bahkan dapat digunakan untuk melakukan video conference. 2) Personal Digital Assistant (PDA) PDA merupakan alat bantu organisasi yang berukuran kecil tetapi memiliki kemampuan lebih tinggi dari pada ponsel. PDA juga dikenal dengan nama lain, seperti: handheld computer, palmtop computer, pocket computer. PDA memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut: dapat digunakan untuk mendeteksi lokasi dengan menggunakan Global Posisioning System (GPS), melakukan kalkulasi data akses internet, mengirim dan menerima e-mail, merekam video. 3) Smart Phone Smart Phone merupakan kombinasi antara kemampuan yang dimiliki oleh ponsel dengan kemampuan yang dimiliki oleh PDA atau dengan kata lain smart phone adalah PDA yang dapat berfungsi sebagaimana halnya sebuah ponsel untuk komunikasi suara dan data. Jenis-jenis smartphone: Nokia E series, Blackberry, iPhone. 2.4 Persyaratan Perancangan Mobile Learning Dijelaskam oleh Husein, (2010) persyaratan sistem untuk perancangan mobile learning dilakukan dengan menguraikan input, Process, Output, dan kinerja yang harus dipenuhi oleh sistem. 1) Input

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

12

Sistem mobile learning dipergunakan untuk memberikan alternatif sumber belajar yang praktis, aktifitas administrator mobile learning tersebut meliputi : memasukkan data user, guru, kontent, quiz, topik, forum, FAQ, dan beberapa permasalahan baru. 2) Process Sistem mobile learning mempunyai fungsi yang standar dalam pengelolaan database yaitu yang meliputi fungsi tambah data (insert), memperbaiki data (update), hapus (delete), untuk kemudahan dalam pengendalian diperlukan fungsi pencarian (searching), penggabungan tabel dalam basis data pada sitem ini sehingga dihasilkan Output yang dijadikan format untuk laporan-laporan. 3) Output Output yang diharapkan dalam sistem mobile learning ini adalah untuk mendapatkan data sebagai berikut: informasi peserta didik sebagai user, nara sumber sebagai guru, kontent pembelajaran, FAQ, nilai quiz, problem asking, topik forum serta forum. 4) Permormance Sistem mobile learning yang dirancang akan mempunyai keistimewaan sebagai berikut. a) Konten didisain secara khusus untuk lingkungan mobile dan tidak dengan serta merta mentransfer dari konten yang ada b) Sistem mobile learning dengan memperhatikan karakteristik pengguna c) Memanfaatkan waktu yang dapat terhenti dan diteruskan sewaktu-waktu d) Tujuan konten mobile learning bukan untuk memahamkan tapi lebih ke mengingatkan

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

13

e) Sistem keamanan sistem perangkat lunak dengan membatasi (membagi hak) akses pemakai yang diaplikasikan pada fungsi login f) Perangkat lunak dapat diakses secara multi user (client server) g) Penggunan mobile learning tidak terbatas oleh waktu dan ruang h) Mobile learning yang dikembangkan adalah sistem yang user friendly. 2.5 Komponen Konten Mobile Learning Konten pembelajaran dalam mobile learning memiliki jenis bermacam-macam. Konten sangat terkait dengan kemampuan peran mobile learning untuk menampilkan atau menjalankannya. Keragaman jenis konten ini mengharuskan pengembang untuk membuat konten-konten yang tepat dan sesuai dengan karakteristik perangkat bergerak maupun pengguna (Suleman, 2011). 1) Teks Kebanyakan mobile saat ini telah mendukung penggunaan teks. Hampir semua telepon seluler yang beredar saat ini telah mendukung penggunaan SMS. Kebutuhan memori yang relatif kecil memuat konten berbasis teks lebih mudah diimplementasikan. Namun, keterbatasan jumlah karakter yang dapat ditampilkan harus menjadi pertimbangan dalam menampilkan konten pembelajaran sehingga perlu strategi khusus agar konten pembelajaran dapat disampaikan secara tepat dan efektif meskipun dengan keterbatasan ini. Salah satu contoh aplikasi pembelajaran berbasis teks/SMS. 2) Gambar Perangkat bergerak yang ada sekarang telah banyak mendukung pemakaian gambar. Kualitas gambar yang dapat ditampilkan dapat beragam dari tipe monokrom (hitam putih)

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

14

sampai gambar berwarna berkualitas tinggi tergantung kemampuan perangkatnya. File gambar yang didukung oleh perangkat umumnya bertipe PNG, GIF, JPG. Penggunaan gambar sebagai konten pembelajaran biasanya digabungkan dengan konten lain, misalnya teks. 3) Audio Banyak perangkat bergerak saat ini telah mendukung penggunaan audio. Beberapa tipe file yang biasanya digunakan di lingkungan perangkat bergerak antara lain RM, MP3, AMR dan lain-lain. Oleh karena file audio biasanya memiliki ukuran yang cukup besar, menyebabkan file audio tersebut harus diolah terlebih dahulu sehingga dapat digunakan di lingkungan perangkat bergerak yang memiliki kapasitas memori yang relatif kecil. 4) Video Meski dalam kualitas dan ukuran yang terbatas, beberapa tipe perangkat bergerak telah mampu memainkan file video. Format file yang didukung oleh perangkat bergerak antara lain adalah 3GP, MPEG, MP4, dan lain-lain. Sama seperti file audio, kebanyakan file video memiliki ukuran yang cukup besar sehingga harus dikonversi dan disesuaikan dengan keterbatasan perangkat. 5) Aplikasi Perangkat Lunak Konten yang cukup menarik adalah aplikasi perangkat lunak yang dipasang pada perangkat bergerak. Perangkat lunak dapat didigunakan sesuai kebutuhan sehingga akan lebih mudah dan intuitif untuk digunakan. Aplikasi perangkat lunak mampu menggabungkan konten-konten lain seperti teks, audio dan video sehingga menjadi lebih interaktif. Jenis aplikasi yang saat ini banyak digunakan aplikasi berbasis Wap/Wml, Aplikasi Java, Aplikasi Symbian, dan lain-lain. Dapat ditarik kesimpulan bahawa mobile learning akan cukup tepat jika diterapkan di lingkungan dimana

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

15

computer aided learning tidak tersedia. Hal ini dikarenakan pengguna yang telah terbiasa dengan penggunaan PC sebagai media belajarnya, ternyata lebih suka tetap memakai PC, sedangkan mereka yang tidak familiar dengan PC merasa penggunaan divais bergerak lebih atraktif dan lebih dapat diterima. Sistem yang optimal adalah menggabungkan mobile learning dengan mobile learning, dimana ada alternatif proses pembelajaran dilakukan dengan perangkat komputer dan atau perangkat bergerak atau digabungkan dengan sistem tradisional. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan mobile learning adalah bahwa tidak semua konten pembelajaran konvensional maupun konten pembelajaran mobile learning akan dapat ditransformasikan ke dalam konten mobile learning. Pengembangan pembelajaran mobile learning merupakan wacana baru yang masih perlu dieksplorasi dan dikaji lebih jauh sehingga nantinya dapat dihasilkan model pembelajaran berbasis mobile yang efektif, murah dan terjangkau. 2.6 Fungsi Mobile Learning Menurut Yulianto, (2011), mobile learning dapat mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan pendidik maupun antara sesama peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagi hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Pendidik dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat dan waktu tertentu. Sesuai dengan kebutuhan, pendidik dapat pula memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soalsoal ujian yang dapat diakses.

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

16

Terdapat tiga fungsi mobile learning dalam kegiatan pembelajaran didalam kelas yaitu sebagai tambahan (supplement), pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi). Penjelasan sebagai berikut: 1) Tambahan (Suplement) Mobile learning berfungsi sebagai suplement (tambahan) yaitu peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi mobile learning atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban atau keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi. Mobile learning sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. 2) Pelengkap (Komplemen) Mobile learning sebagai komplemen (pelengkap) yaitu materinya diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik didalam kelas, disini berarti materi mobile learning diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (penguatan) atau remedial bagi peserta didik didalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. 3) Pengganti (Substitusi) Mobile learning dijadikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas sehari-hari peserta didik. Ada tiga alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik yaitu: a) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional) b) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet c) sepenuhnya melalui internet. 2.7 Tujuan dan Manfaat Mobile Learning

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

17

Mobile learning bertujuan untuk membantu program pendidikan di Indonesia pada khususnya untuk memecahkan permasalahan pendidikan. Selain itu program mobile learning merupakan salah satu pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendidikan. Inovasi tersebut tentunya dapat menjadikan siswa lebih antusias dan mudah dalam memahami pelajaran. Mobile learning juga dapat dijadikan ajang pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi dimana teknologi yang berkembang harus disikapi dengan baik untuk menciptakan peluang dan kemanfaatan bagi banyak orang (Hasyim, 2002) Manfaat mengenai mobile learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu: dari peserta didik dan pendidik. 1) Peserta didik Mobile learning dapat berkembang secara fleksibilitas belajar yang lebih tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengaskses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan pendidik setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah pedesaaan, maka kegiatan belajar dari mobile learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik: a) Belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah tertinggal untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya b) Mengikuti program pendidik di rumah (home schoolers) untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orang tuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer c) Merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat dirumah sakit maupun di rumah, yang putus

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

18

sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri dan d) Tidak tertampungnya peserta didik di sekolah untuk mendapatkan pendidikan. 2) Pendidik Mobile learning memberikan beberapa manfaat pendidik, antara lain yang dipeoleh adalah: a) Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawab pendidik sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi b) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasaa karena waktu luang yang dimiliki relatif banyak c) Mengontrol kegiatan belajar peserta didik, dan juga pendidik dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari dan diulang d) Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soalsoal latihan setelahmempelajari topik tertentu e) Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik. 2.8 Implementasi Mobile Learning Mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pada konsep pembelajaran tersebut mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Hal penting yang perlu diperhatikan bahwa tidak setiap materi pengajaran cocok memanfaatkan mobile learning (Miftah, 2010).

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

19

Penerapan mobile learning perlu memperhatikan faktor bahwa tidak semua level pendidikan cocok dengan konsep mobile learning. Hal ini terkait dengan materi ajar dan kebutuhan pendidikan itu sendiri. Materi ajar yang tidak cocok mengadopsi konsep mobile learning antara lain materi yang membutuhkan pengungkapan ekspresi dan materi yang bersifat keterampilan. Contohnya: seni musik khususnya mencipta lagu, interview skills, team work seperti marketing maupun seperti tarian. Mempertimbangkan hal hal tersebut diatas maka penerapan mobile learning lebih baik pada jenjang pendidikan tinggi (Miftah, 2010). Ada beberapa pilar kesuksesan implementasi mobile learning dalam pembelajaran yaitu : 1) Koordinasi koordinasi mengacu pada adanya dorongan agar peserta didik berpartisipasi secara aktif melakukan koordinasi aktifitas belajar 2) Komunikasi komunikasi menjamin ketersediaan saluran komunikasi antara peserta didik dan pendidik 3) Mobilitas mobilitas berkaitan dengan pemanfaatan perangkat portabel untuk menjamin mobilitas dari peserta didik 4) Antar aktifitas Antar aktifitas mengacu pada dorongan agarpeserta didik dapat saling bertukar informasi di antara mereka 5) Organisasi materi organisasi materi berkaitan dengan pengaturan materi belajar mobile learning 6) Negosiasi negosiasi mengharuskan adanya negosiasi diantara peserta didik di dalam menyelesaikan konflik dan mengambil kesimpulan

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

20

7) Motivasi motivasi mengacu pada proses penciptaan lingkungan belajar yang dapat menimbulkan keinginan belajar bagi peserta didik 8) Kolaborasi kolaborasi yang dimaksud adalah adanya kerjasama antara pendidik dan peserta didik. 2.9 Kelebihan Mobile Learning Menurut Yulianto, (2011) adapun beberapa kelebihan mobile learning dibandingkan dengan pembelajaran lain adalah sebagai berikut: 1) Mobile learning digunakan dimanapun dan kapanpun oleh pendidik dan peserta didik dalam mengakses informasi pelajaran 2) Diperkirakan dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar dalam ruang lingkup yang tidak terbatas karena mobile learning memanfaatkan teknologi yang bisa digunakan dalam eraglobalisasi saat ini. 3) Kebanyakan device bergerak memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding harga PC atau laptop. Dengan ukuran perangkat yang kecil dan ringan dari pada PC atau laptop 2.10 Kekurangan Mobile Learning Mobile learning memiliki keterbatasan-keterbatasan terutama dari sisi perangkat atau media belajarnya. Keterbatasan perangkat bergerak antara lain sebagai berikut (Yulianto, 2011): 1) Kemampuan prosesor yang dan terbatasnya berbagai fiturfitur pendukung mobile leraning

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

21

2) Kapasitas memori internal yang masih minim, sehingga terbatasnya penyimpanan data 3) Layar tampilan yang masih belum maksimal 4) Catu daya baterai yang cepat habis 5) Sistem operasi pada device tertentu yang terbatas 2.11 Alternatif Efesiensi Mobile Learning Menurut Keegen (2010), kekurangan mobile learning sendiri sebenarnya lambat laun akan dapat teratasi khususnya dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Kecepatan prosesor pada device semakin lama semakin baik, sedangkan kapasitas memori, terutama memori eksternal, saat ini semakin besar dan murah. Layar tampilan yang relatif kecil akan dapat teratasi dengan adanya kemampuan device untuk menampilkan tampilan keluaran ke TV maupun ke proyektor. Masalah media input/output yang terbatas (hanya terdiri beberapa tombol) akan teratasi dengan adanya teknologi layar sentuh (touchscreen) maupun virtual keyboard. Keterbatasan dalam ketersediaan catu daya akan dapat teratasi dengan pemanfaatan sumber daya alternatif yang praktis, mudah didapat dan mudah dibawa, seperti baterai cair, tenaga gerak manusia, tenaga matahari dan lain-lain (Keegen, 2010).

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

22

BAB 3 PENUTUP 3. 1 Kesimpulan Mobile learning mengacu ke penggunaan perangkat teknologi informasi (TI) genggam dan bergerak, seperti PDA, telepon genggam, laptop dan tablet PC, dalam pengajaran dan pembelajaran. Konten pembelajaran dalam mobile learning memiliki jenis yang bermacam-macam. Adapaun beberapa fungsi utama mobile learning antara lain dapat sebagai suplemen, komplemen, dan atau substitusi. Program mobile learning bertujuan untuk membantu program pendidikan di Indonesia. 3.2 Saran Saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan paparan kajian pustaka diatas yaitu pembelajaran berbasis mobile learning dapat pendidik dan peserta didik untuk menambah pemahaman dan dapat mengingat materi-materi yang sudah dipelajari dan dapat pula belajar dari jarak jauh membantu mempermudah akses informasi pendidikan didaerah tertinggal.

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

23

DAFTAR PUSTAKA Budidar. 2008. Mobile Learning (online) http://mobilelearning/.html wordpress. com/2008/10/30/. com. (online) Diakses tanggal 01 November 2012 El Hussein, M. O. M., & Cronje, J. C. 2010. Defining Mobile Learning in the Higher Education Landscape. Educational Technology & Society, 13 (3), 1221. (online) www ifect info journal 13/3/1 mobile leranning. Pdf.html. Diakses 1 November 2012 Hasyim, Fuad. 2002 .Mobile Learning Menggagas SocioPreneurship Berbasis Teknologi Demi Kemajuan Pendidikan Purworejo dan Indonesia (online) http://dppm. uii.ac.id dokumen dikti files dpp, uii 05/39/44 paper lustrum xi final.pdf.html. Diakses 1 November 2012 Miftah, M. 2010. Pengembangan Model Mobile Learning Sebagai Strategi Pengembangan E-learning. (online). http://hasanmiftah-Pengembangan-modelmobile /sebagai strategi Penegembangan/eLearning/leraning.wordpres.com.html. Diakses tanggal 01 November 2012. Keegan, D. 2005. The incorporation of mobile learning into mainstream education and training. Paper presented at the World Conference on Mobile Learning, Cape Town. (online) http://www.eurodl.org//article.357.pdf. Diakses tanggal 10 November 2012 Sulaeman. 2011. Revolusi Dan Inovasi Pembelajaran MelaluiMobileLearning. (onlinehttp://www.ispi.or.id /2011/03/20/revolusi-dan-inovasi-pembelajaran-melaluimobile learning/.html.com. Diakses 10 November 2012

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

24

Tamimuddin, Muh. 2007. Mobile Leraning/Bab II Tinjauan Pustaka (online) http://m-edukasi.net/artikelmobile.php/2010/html.com Diakses 10 November 2012 Taryadi. 2010. Mobile Learning Alternatif Pembelajaran. (oline). http://suara merdeka.html.com. diakses tanggal 01 November 2011 Yulianto, Aan. 2011. Mobile Learning. (online). http://Student.uny.ac.id/aanyulianto/2011/01/06/mobilelearning/. html. Diakses tanggal 01 November 2012

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning

25