You are on page 1of 4

ABSTRACT A Study of birth assistancy need and demand at health centers (Puskesmas) was carried out in Puskesmas Pamulang

,South Tangerang,Banten, the study covered 298 respondents. This study objectives were to measure mothers need on birth assistancy at Puskesmas and to determine affecting factors; to measure mothers demend on birth assistancy at Puskesmas and to determine affecting factors; to determine factors affecting the change of mothers need into mothers demand on birth assistancy. In this study, birth assistancy by traditional birth attendant (TBA), paramedics and private phycisians were included, analyzed and to be compared to the health center birth assiatancy service. Logistic Regression was used for analytical study development. The results indicated that mothers need on birth assiatancy at Puskesmas was still low and mothers demend on birth assistancy was low too. In addition, the result also indicated that factors affecting monthers need and mothers demand on services were varied, depending on different treatment of services. Basically, the community preference on birth assistancy was the most important factor affecting monthers need. Specific for service by Puskesmas, factors affecting mothers need were the community preference on birth assistancy and knowledge of monthers. Monthers need and the distance between the mothers house and location for birth assistancy were the factors that influence monthersdemend, excluding monthers demand on birth assistancy by TBA. Whereas, house to birth care location distance and complication risk on birth delivery become the factors that influence the change of monthers need to monthers demand of birth assiatancy. Key Words : mothers need, monthers demand and the change of mothers need into monthers demand.

ABSTRAK Studi tentang pola kebutuhan dan permintaan pertolongan persalinan di Puskesmas Pamulang Kabupaten Tangerang Selatan,Propinsi Banten,studi ini mencakup 298 responden yang terdiri dari 168 ibu bersalin dan 130 ibu hamil .Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling). Uji statistic yang dipergunakan dalam studi ini adalah regresi logistic. Tujuan studi adalah untuk mengukur besarnya kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan di Puskesmas dan factor apa yang mempengaruhinya, mengukur besarnya permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas dan factor apa yang mempengaruhinya serta melihat factor apa yang mempengaruhi perubahan kebutuhan ibu menjadi permintaan ibu teerhadap pertolongan persalinan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas masih rendah (8%), dan hal ini menyebabkan permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas juga rendah (8,1%). Kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan yang tertinggi tertuju pada tenaga kesehatan di luar Puskesmas (64,1%), demikian juga dengan permintaannya (68,1%) Faktor yang berpengaruh pada kebutuhan dan permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan bervariasi, tergantung pada jenis fasilitas pertolongan persalinannya. Secara umum, kebiasaan masyarakat dalam melakukan persalinan merupakan factor paling penting dalam mempengaruhi kebutuhan ibu dan jarak rumah tempat persalinan merupakan factor yang mempengaruhi permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan dukun bayi. Sedangkan jarak rumah-tempat persalinan da adatidaknya penyulit pada saat persalinan merupakan factor yang mempengaruhi perubahan kebutuhan ibu menjadi permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan.

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil studi dan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas, masih sangat rendah(8,0%). Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentang kehamilan dan persalinan serta rendahnya tingkat kebiasaan masyarakat dalam melakukan persalinan di Puskesmas. Kebutuhan ibu terhadap pelayanan pertolongan persalinan yang tertinggi tertuju pada tenaga kesehatan di luar Puskesmas (64,1%), sedangkan kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan dukun baayi masih cukup besar (21,5%). 2. Permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas, masih sangat rendah (8,1%). Hal ini disebabkan karena rendahnya kebutuhan ibu terhadap pertolongan perslinan Puskesmas. Permintaan ibu terhadap pelayanan pertolongan persalinan yang tertinggi tertuju pada tenaga kesehatan di luar puskesmas (68,1%), sedangkan permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan dukun bayi masih cukup besar (23,8%). Hal ini sesuai dengan besarnya kebutuhan ibu untuk masing-masing pelayanan, dan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sudah semakin baik (angka pertolongan persalinan tenaga kesehatan di Propinsi Banten sebesar 42,3%). 3. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas adalah tingkat pengetahuan ibu dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan persalinan. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan dukun bayi adalah tingkat pendidikan ibu, penghasilan keluarge, suku bangsa dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan persalinan. Sedangkan yang mempengaruhi kebutuhan ibu terhadap pertolongan persalinan tenaga kesehatan di luar Puskesmas adalah factor umur ibu, paritas ibu, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan keluarga, suku bangsa dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan persalinan. 4. Faktor yang mempengaruhi permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan Puskesmas adalah kebutuhan ibu dan jarak tempuh antara rumah dengan tempat persalinan. Faktor kebutuhan ibu, jarak tempuh antara rumah dengan tempat persalinan, sistim birokrasi, keikutsertaan Askes dan kepuasan konsumen mempunyai pengaruh pada besarnya permintaan terhadap pertolongan persalinan tenaga kesehatan di luar Puskesmas. Sedangkan untuk permintaan terhadap pertolongan persalinan dukun bayi, terbukti tidak ada satupun dari variable yang diteliti yang mempengaruhinya. 5. Semakin professional tenaga penolong persalinan yang diminta, semakin banyak kriteria ekonomi yang dijadikan bahan pertimbangan. Kriteria yang dipakai bahan pertimbangan dalam permintaan pertolongan persalinan dukun bayi, lebih bersifat behavioral (perilaku/kebiasaan) 6. Jarak tempuh antara rumah dengan tempat persalinan dan ada-tidaknya penyulit pada saat persalinan, terbukti mempengaruhi perubahan kebutuhan ibu menjadi permintaan ibu terhadap pertolongan persalinan. 7. Prinsip-prinsip fungsi permintaan dan penawaran untuk barang konsumsi dapat diterapkan pada jasa pertolongan persalinan, meskipun dengan alastisitas harga yang sangat kecil.

8. Prinsip-prinsip hokum permintaan dan penawaran untuk menentukan harga atau besarnya tariff pada barang konsumsi, dapat diterapkan dalam penetapan tariff untuk biaya pertolongan persalinan, meskipun ada campur tangan dan pengaturan dari pihak pemerintah. 9. Dalam Studi ini, persyaratan yang ada pada fungsi permintaan dapat dipenuhi. Kendala-kendala yang ada dalam menerapkan fungsi permintaan pada pelayanan kesehatan pada umumnya, dapat diabaikan. Karena sifat persalinan itu sendiri yang bukan merupakan penyakit tetapi merupakan kejadian alami. SARAN Dari hasil studi dan kesimpulan, maka dianjurkan saran sebagai berikut : 1. Perlu diadakan penyuluhan kepada masyarakat, melalui opinion leader (tokoh masyarakat), untuk meningkatkan pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan serta kaitannya dengan Puskesmas. Perlu diinformasikan pula pada masyarakat tentang risikonya melahirkan dengan pertolongan dukun bayi, sehingga pada akhirnya pertolongan persalinan oleh dukun bayi dapat dialihkan ke Puskesmas atau tenaga kesehatan di luar Puskesmas. 2. Dibutuhkan bantuan dana dari pihak ketiga, untuk menjaring ibu hamil risiko tinggi yang tidak mampu agar dapat dirujuk untuk bersalin pada tenaga kesehatan. Hal ini bias dilaksanakan dengan sistim kartu bersalin.