You are on page 1of 7

Kajian Potensi Asal Api Kebakaran Laboratorium TPSDP Jurusan Teknik Eektro Universitas Negeri Yogyakarta

Disusun Oleh: CHOIRIL MUSTOFA 04506131030

TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008


1

Kajian Potensi Asal Api Kebakaran Laboratorium TPSDP Jurusan Teknik Eektro Universitas Negeri Yogyakarta
1. Pendahuluan Api hanya akan terjadi dengan kondisi dimana komponen segitiga api terpenuhi, yaitu adanya sumber api, adanya bahan bakar dan oksigen. Listrik dapat menghasilkan sumber api dan oksigen diperoleh dari udara lingkungan, hanya saja komponen sumber api dan oksigen saja belum cukup untuk mengakibatkan kebakaran. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi asal api yang diduga dari arus listrik sebagai penyebab terjadinya kebakaran. Percikan bunga api dapat timbul sebagai akibat hubung singkat atau pun kurang baiknya kontak listrik antara sumber tegangan dengan beban.

Gambar 1. Arus listrik tidak mengalir saat kontak terbuka.

Gambar 2. Arus listrik mengalir saat kontak tertutup.

Kedua gambar di atas memberikan model dasar dari suatu rangkaian listrik dengan sumber tegangan bolak-balik (AC Voltage). Saat kontak dalam kondisi terbuka (gambar 1), arus listrik tidak mengalir. Kondisi ini pada praktiknya dapat berupa saklar listrik dalam kondisi OFF . Arus listrik akan mengalir hanya jika beban listrik terhubung dengan sumber listrik dimana kondisi seperti saklar dalam keadaan ON (gambar 2). Rumus dasar listrik yang umum dapat dipakai untuk memberikan justifikasi ini, yaitu : i= v R (Rumus 1)

i = arus yang mengalir pada rangkaian, v = tegangan sumber listrik R =adalah tahanan beban listrik. Pada kondisi yang ditunjukkan oleh gambar 1, nilai tahanan/resistansi beban mendekati nilai tak terhingga oleh sebab rangkaian yang terbuka, sehingga hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada arus yang mengalir pada rangkaian. Berbeda pada gambar 2, nilai resistansi beban listrik adalah suatu nilai tertentu (bergantung dari beban listriknya). Maka arus listrik mengalir pada rangkaian. Sehingga, peralatan pengaman seperti FUSE atau Mini Circuit Breaker (MCB)/Termis harus dirancang untuk dapat dialiri arus sesuai dengan bebannya.

2. Pembahasan potensi Asal Api Secara umum, listrik dapat menghasilkan bunga api dari dua mekanisme yaitu hubung singkat dan kurang baiknya hubungan/kontak listrik antara sumber tegangan dengan beban. a. Hubung Singkat Hubung singkat terjadi pada kondisi dimana dua konduktor dengan tegangan listrik yang berbeda berada dalam keadaan bersentuhan secara langsung , sehingga memungkinkan mengalirnya arus listrik dari satu konduktor menuju konduktor lainnya langsung tanpa melalui beban. Sehingga energi listrik dari sumber tidak dikonversi menjadi bentuk energi lainnya yang bermanfaat (cahaya pada lampu, panas pada setrika, putaran rotor pada motor maupun jenis beban lainnya). Jika dilakukan pendekatan dengan Rumus 1, maka nilai resistansi atau tahanan (R) mendekati nol, karena konduktor yang terhubung singkat memiliki nilai resistansi yang mendekati nol pula. Dengan pengertian bahwa arus listrik akan cenderung mengalir pada jalur yang mempunyai nilai resistansi yang lebih kecil, maka hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada arus listrik yang mengalir melalui beban listrik. Maka dapat dipastikan bahwa hampir semua arus listrik yang mampu diberikan oleh sumber listrik akan mengalir melalui jalur hubung singkat.

Gambar 3. Hubung Singkat pada Rangkaian Listrik Pada kondisi ini, arus listrik tidak akan mengalir melalui beban listrik, sehingga semua potensi energi listrik yang mengalir dalam arus listrik hanya akan mengalir melalui jalur hubung singkat. Energi yang dihasilkan melalui hubungan ini (besar atau kecilnya bunga api dan panas yang timbul) tergantung dari besarnya energi

listrik yang diberikan oleh sumber (pada praktiknya dibatasi oleh pembatas misalkan FUSE atau Mini Circuit Breaker (MCB)/Termis). Namun demikian, jika pengaman listrik bekerja dengan baik, hubung singkat tidak akan terjadi dalam waktu yang lama seiring dengan bekerja peralatan pengaman atau pembatas arus (MCB) yang mendeteksi adanya lonjakan arus yang melampaui batas nominal yang diizinkan melalui peralatan pengaman tersebut. Dari pendekatan ini, kebakaran mungkin saja terjadi jika peralatan pengaman listrik tidak bekerja dengan baik. b. Kontak/hubungan listrik yang kurang baik Potensi asal api yang lain adalah kondisi dimana hubungan listrik atau kontak yang kurang baik karena kendor atau loss. Potensi ini menjadi mungkin hanya jika sumber listrik ada (listrik PLN nyala) dan beban sedang terhubung dengan sumber listrik dan dalam keadaan nyala dan adanya kontak yang agak kendor sehingga status hubungan beban dengan sumber listrik pada keadaan agak tersambung dan bukannya tersambung penuh.

Gambar 4. Kontak Listrik yang Kurang Baik

E = i 2 .R.t
dimana :

(Rumus 2)

E = energi panas yang timbul pada jalur percikan bunga api akibat kontak listrik yang kurang baik i =arus listrik yang mengalir melalui jalur tersebut R = nilai resistansi yang timbul akibat mengalirnya arus listrik melalui kontak listrik yang kurang baik t = waktu dimana kontak listrik yang kurang baik ini terjadi.

Akibat kontak yang kurang baik, maka muncul seolah-olah sebuah resistor yang tersambung seri antara sumber listrik dengan beban listrik. Pada jalur ini sesungguhnya terjadi dua gejala yaitu mengalirnya arus listrik melalui udara yang menimbulkan percikan bunga api kecil dan panas yang timbul. Fenomena ini akan terus terjadi sampai rangkaian listrik terputus yaitu kondisi sumber listrik padam atau kontak listrik (saklar) terbuka atau beban listrik padam (OFF). Semakin lama fenomena yang ditunjukkan pada gambar 4 terjadi, maka panas yang dihasilkan pun semakin besar sebagai akibat akumulasi energi yang timbul. Panas yang timbul dapat melelehkan isolasi maupun perlengkapan pendukungnya (seperti mangkok plastic pada stop kontak) yang mungkin saja dapat berfungsi sebagai bahan bakar bagi percikan bunga api. Dengan demikian komponen segitiga api menjadi terpenuhi, sehingga dari fenomena inilah kemungkinan terjadi kebakaran sangat besar. c. Tersulut bara api / api terbuka Suatu bahan yang terbakar dapat langsung memunculkan api atau hanya berupa bara. Dalam kehidupan sehari-hari bara api dapat kita jumpai pada obat nyamuk bakar , puntung rokok, atau arang kayu yang terbakar. Obat nyamuk bakar biasanya digunakan untuk mengusir nyamuk dalam suatu ruangan sedangkan puntung rokok biasanya banyak terdapat di ruang yang penggunanya juga merokok. Waktu yang diperlukan segelintir rokok yang terbakar hingga habis biasanya tidak lebih dari 20 menit. Sedangkan api terbuka dimungkinkan bila dilakukan pembakaran pada bahanbahan yang mudah terbakar, seperti kertas, plastic, bahan sintetis, atau kayu. Api yang ada pada bahan yang mudah terbakar akan membesar dengan cepat hingga bahan tersebut habis. Bila pembakaran dilakukan terhadap bahan yang sulit terbakar biasanya diperlukan bahan bakar lain untuk menyulutnya, misalnya bensin. Apabila kita analisa dari kondisi ruang TPSDP, sangat kecil kemungkinan terjadinya kebakaran akibat bara api atau api terbuka. Beberapa alasannya adalah sebagai berikut : 1. Ruang TPSDP dalam kesehariannya menggunakan AC dan relative tidak akan ada nyamuk sehingga tidak akan pernah menyulut obat nyamuk bakar. 6

2. Di ruang TPSDP dilarang merokok, sehingga tidak akan ada bara api rokok disekitar ruang kerjanya. 3. Terakhir kali ruang tersebut di gunakan sekitar pukul 15.00 pada hari Jumat dan kemudian ditutup. Bila terjadi api terbuka yang sengaja disulut dalam ruang maka tidak lama dari ruang terakhir dipakai, maka api akan membesar dan segera diketahui. Sedangkan potensi api terbuka yang sengaja disulut dari luar ruang tidak mungkin terjadi karena menurut informasi, api yang paling besar berada di dalam ruang TPSDP.

3. Kesimpulan 1. Kemungkinan terbesar sebagai sumber api pada persitiwa kebakaran Laboratorium TPSDP adalah kontak listrik yang kurang baik pada kondisi sumber listrik menyala dan terhubung dengan beban dalam kondisi menyala dalam waktu yang cukup lama. 2. Kemungkinan lain adalah terjadi hubung singkat listrik sehingga menimbulkan percikan bunga api dalam waktu yang relative lama dikarenakan peralatan pengaman yang bekerja kurang optimal atau bahkan tidak bekerja.