You are on page 1of 3

PEMADATAN LOGAM Pengenalan Adapun tujuan dari Bab ini adalah untuk mempertimbangkan masalah Mayoritas yang mendasar

yang ada hubungannya dengan penuangan campuran logam . dan sebelum kita beralih kebab tersebut, ada baiknya kalau kita mengulang sedikit beberapa factor yang terlibat. Jika perhatian kita dibatasi pada waktu yang menjadi system pasangan logam,* hal ini jelas bahwa pemadatan dapat diproses dengan : 1. Pada suhu konstan (logam murni dan logam-logam eutectic). 2. Melebihi rentangan suhu (larutan padat) 3. Dengan kombinasi pemadatan diatas rentangan suhu yang diikuti dengan suhu beku konstan ( sebelum eutectic setelah eutectic tipe pembekuan ) Pemadatan terjadi dengan adanya nukleasi dari butiran-butiran kecil dan kristal yang berkembang dibawah pengaruh kristalografik dan kondisi thermal yang berlaku . Ukuran dan sifat dari butiran ini dikontrol oleh komposisi logam dan tingkat pendinginan. Perkembangan akan berhenti ketika semua logam cair yang tersedia telah dipadatkan. Perubahan lain juga dapat terjadi selama proses pembekuan. Panas akan diperoleh dari logam cair dengan segera setelah logam masuk kedalam cetakan. Panas ini biasanya berhubungan dengan pemanasan tinggi , karena kehadirannya harus dipindahkan sebelum pemadatan dimulai. Penyebaran panas tersembunyi juga terlibat disini. Yang mana harus ditransfer kesekitar cetakan sebelum pemadatan telah sempurna. Akhirnya logam padat akan mentransfer panas kedalam cetakan, kemudian ke atmosfer yang mana akan dingin didalam ruangan bersuhu. Selama tiga tahap pendinginan, cairan, cairan-padat, dan padat, penyusutan juga akan terjadi. Konstruksi logam akan mengalami pemanasan tinggi, yang selanjutnya berbentuk padat, dan pemadatan dingin akan terjadi didalam temperature ruangan. Terdapat 3 point utama yang perlu dipertimbangkan selama casting solidifies. 1. Perkembangan butiran-butiran padat. 2. Evaluasi panas dan pemindahannya 3. Perubahan dimensi Variabel tambahan yang ada, dapat ditambahkan untuk kelengkapan proses yang dilakukan, yang termasuk didalamnya adalah pengaruh dari bahan-bahan cetakan dan ketebalannya, geometri cetakan, ketebalan logam, dan sifat-sifat logam sebagaimana konduktivitas panasnya serta pemadatan rentangan suhu, panas diperoleh dari cetakan ke atmosfer, pengontrolan ukuran butiran dengan menggunakan Inokular dan vibrasi dan sebagainya. Sebab variabel-variabel ini bekeerja melalui pengaruhnya pada proses pemadatan dan perhatian penuh perlu dilakukan pada prose situ sendiri. Pengaruh dari variable yaqng ada merupakan pertimbangan yang tidak terlalu penting atau dapat disimpulkan melalui suatu diskusi. Hubungan dari sifat-sifat yang lain, seperti cairan,

penuangan panas, dan evaluasi gas terhadap proses pemadatan yang juga terdapat dalam bab ini. PEMBEKUAN LOGAM MURNI Pengaruh kulit, pemadatan didalam cetakan. Suhu pembekuan (atau pencairan) dari logam-logam murni telah diperlakukan dengan sangat akurat, dan kenyataaanya, bahwa point-point ini disediakan sebagai suatu cara untuk standarisasi termokoppel. Ketika logam murni dibiarkan membeku di dalam cetakan , maka protein dari cairan yang pertama kali mencapai suhu beku akan mulai memadat. Hal ini biasanya terjadi pada daerah yang dekat dengan dinding cetakan , dimana ekstraksi panas sangat besar. Pendinginan pada dinding cetakan mengakibatkan terjadinya formasi pada kulit yang tipis dan pada kulit keras, pada logam padat di sekitar cairan dengan ekstraksi panas yang cukup melalui dinding logam yang tipis ini, cairan mulai membeku dan perkembangan secara progresif kearah pusat, sebagai mana yang telah ditentukan dengan keberadaan gradient sudu permukaan bagian dalam antara cairan dan padat secara relative akan menjadi lembut sebab logam akan terdapat sedikit perubahan pada sifat dari permukaan sebagai bagian depan, sebagaimana yang akan digambarkan nanti. Permukaan bagian dalam akan mengakibatkan permukaan isothermal akan keluar dari dinding cetakan gambar 8.1 menggambarkan bagaimana dinding logam yang padat menjadi tebal selama proses pembekuan 2-dari 12-dari 12-dalam. Sekitar 99.8 % tuangan aluminium ke dalam cetakan pasir. Contoh yang telah dihasilkan dengan cara penuangan cairan yang tersisa setelah interval waktu yang telah ditentukan. Gambar 8.1 Bagian menyilang yang melalui pusat 2-dari12-dari 12-dalam . 99.8 % tuangan aluminium ke dalam cetakan pasir yang telah dibakar dan dituangi setelah interval waktu yang ditentukan, Bagian yang benar akan di Macroetasikan ( dari H.Y Hunsker ) Telah diketahuibahwa ketebalan kulit yang telah membeku pada beberapa waktu yang diberikan dapat dikurangi dengan m,enggunakan rumus. D=k tC Dimana k, c = konstan t = waktu D = ketebalan Besarnya nilai konstan k ditentukan oleh ukuran permangan dan seberapa cepat panas dapat diserap oleh cetakan . Nilai konstan c ditentukan oleh derajat superheat . selama pertumbuhan dari kulit ini, Cairan yang tersisa dekat dengan suhu pembekuan, dan tergantung pada nilai dimana panas dipindahkan dari dinding-dinding yang akhirnya bisa saja di nukleasikan dengan cara penggolongan, dengan pemadatan akhir yang terjadi melalui perkembangan yang seragam dari penyebaran nuclei didalam cairan. Pada pembekuan yang cepat, penurunan yang umum pada suhu akan mengiringi proses pemadatan yang dipecahakan sebagai logam padat pertama yang melepaskan panas tersembunyi yang lebur. Pelepasan energi ini dengan cara pembekuan logam yang juga memiliki pengaruh equalisasi suhu cairan yang tinggal dekat titik bekunya serta

peningkatan kelebihan waktu yang diperlukan untuk cairan didalam interior penuangan untuk dibekukan , sebab cairan biasanya menyerap panas dari logam padat yang mengelilinya. Hanya setelah panas yang lebur telah diserap dan menjadi normal ( dalam keadaan dingin ) lagi sebagaiman yang kita harapkan . Adapun pengaruh yang digambarkan diatas dapat dilihat pada gambar 8.2. Nukleasi dan pertumbuhan Bagian dari penuangan yang dekat dengan dinding cetakan akan berpengaruh pada supercool dan pemadatan sebagai fine-axed grains . Nukleasi dari supercooled grain ditentukan oleh dua factor ; Faktor pertama adalah energi bebas yang tersedia dari proses pemadatan yang mana tergantung pada volume partikel yang terbentuk. Faktor kedua adalah energi yang dibutuhkan untuk membentuk interface cairan. Padat yang tergantung pada daerah permukaan partikel . Hal ini dapat dilihat bahwa pengaruh utama dari kedua factor tersebut ialah bahwa total energi partikel mencapai nilai maksimum pada pemberian ukuran partikel kritis yang harus diciptakan sebelum nucleus tersebut stabil untuk suhu supercooling particular. Ketika derajat supercooling meningkat, energi bebas yang tersedia pun dari transformasi cair-padat juga meningkat, dan akhirnya, ukuran partikel kritis dibutuhkan untuk stabilitas penurunan, tetapi secara serentak fluktuasi thermal cendrung untuk menciptakan nuklea stabil yang juga mengalami pengurangan . Sebagai akibat,m nilai dari nukleasi menjadi maksimum dengan peningktan supercooling dan selanjutnya akan jatuh Gambar 8.2 (a) bagian menyilang melalui permangan pembekuan logam murni didalam cetakan dengan permukaan yang terbuka ; (b) representasi skematis dari pendinginan melengkung yang menunjukkan point di dalam penuangan logam murni yang ditunjukkan pada gambar a. Pada penjelasan yang terdahulu