You are on page 1of 2

1

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengkajian pada lansia di PTSW Budi Mulya 03 Cirasas, khususnya di ruang Anggrek, lansia yang menderita hipertensi terdapat sebanyak 28.7% . Intervensi atau tindakan keperawatan mandiri yang telah dilakukan beberapa diantaranya, yaitu mengobservasi tanda-tanda vital (ttv) setiap hari, mengajarkan lansia tekhnik relaksasi progresif untuk mengurangi rasa nyerinya dan pendidikan kesehatan tentang pengertian hipertensi, ciri-ciri jika tekanan darahnya sedang tinggi, obat apa yang dikonsumsi dan makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Terdapat 38.1% lansia yang mengalami keterbatasan gerak (muskoloskeletal), selain memotivasi para lansia untuk melakukan aktivitas secara bertahap, kelompok juga memonitor TTV para lansia dan mengajarkan ROM aktiv untuk meningkatkan fungsi otot. Untuk mengatasi masalah nyeri akut pada lansia, Kelompok melakukan TAK tekhnik relaksasi progresif. Kelompok mengangkat TAK tekhnik relaksasi progresif karena aspek ini penting untuk diperhatikan dan diintervensi.

B. SARAN 1. Praktisi Keperawatan Panti - Agar lebih memperhatikan keluhan dan derajat kesehatan lansia - Agar dapat turun langsung dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap lansia oma yang memang membutuhkan intervensi keperawatan secara mandiri, dengan memberikan obat/antipiretik.

2. Petugas panti

Agar petugas panti lebih memperhatikan keadaan kamar lansia dan kamar mandi khususnya untuk masalah penerangan dan keadaan lantai. Agar petugas panti lebih memperhatikan fasilitas yang ada dikamar lansia seperti : kain keset untuk didepan kamar mandi, supaya lansia tidak terpeleset karena lantai licin. Perlu mengorientasikan fasilitas dan lingkungan panti terhadap lansia yang baru memasuki panti tersebut, agar tidak merasa asing tinggal ditempat yang baru. Agar lebih memperhatikan aspek spiritual pada lansia seperti kemampuan untuk melakukan tata cara beribadah seperti wudhu, adzan, baca quran, dan sholat. Agar lebih memotivasi lansia yang mempunyai keterbatasan gerak untuk tetap melakukan ibadah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh lansia.