You are on page 1of 4

Agonis Adrenergik kerja lama a. Contoh obat b.

Mekanisme kerja : epinefrin, albuterol,terbutalin :

Katecholamin bekerja sebagai transmitter dengan mengikat diri pada reseptor yang berada di luar membran sel. Penggabungan antara katecholamin dan reseptor ini

mengaktifkan suatu enzim di bagian dalam sel untuk meningkatkan pengubahan adenosintriphosphate. Katecholamin pada Agonis Adrenergik kerja lama ini bekerja secara langsung terhadap reseptor dari organ tujuan (Tjay, 2009). c. Farmakokinetik :

Absorpsi epinefrin pada penyuntikan SC bersifat lambat karena adanya vasokonstriksi lokal. Absorpsi dapat lebih cepat jika pemberian dilakukan dengan penyuntikan IM. Pada pemberian lokal seperti inhalasi efeknya terbatas pada saluran nafas. Epinefrin bersifat stabil di dalam darah. Sebagian besar epinefrin mengalami metabolisme di hati. Eksresi dari metabolisme ini dikeluarkan bersama urin. d. Farmakodinamik :

Pemberian Epinefrin pada umumnya akan menyebabkan efek mirip stimulasi saraf adrenergik. Efek paling menonjol terlihat pada jantung, otot polos pembuluh darah, dan otot polos lain. Zat ini mempengaruhi pernafasan dengan merelaksasikan otot bronkus melalui dan menghambat pelepasan mediator inflamasi dari sel mast reseptor 2, juga mengurangi sekresi bronkus dan kongesti mukosa. e. Indikasi f. Efek Samping Obat : shock anafilaktik, asma akut, sesak nafas, pendarahan ulkus peptik : gelisah, tremor, nyeri kepala, palpitasi, aritmia. : :

g. Sediaan h. Dosis

Agonis Adrenergik kerja singkat a. Contoh obat b. Mekanisme kerja : terbutalin sulfate :

Katecholamin bekerja sebagai transmitter dengan mengikat diri pada reseptor yang berada di luar membran sel. Penggabungan antara katecholamin dan reseptor ini

mengaktifkan suatu enzim di bagian dalam sel untuk meningkatkan pengubahan adenosintriphosphate. Katecholamin pada Agonis Adrenergik kerja lama ini bekerja secara langsung terhadap reseptor dari organ tujuan (Tjay, 2009). c. Farmakokinetik :

Absorpsi epinefrin pada penyuntikan SC bersifat lambat karena adanya vasokonstriksi lokal. Absorpsi dapat lebih cepat jika pemberian dilakukan dengan penyuntikan IM. Pada pemberian lokal seperti inhalasi efeknya terbatas pada saluran nafas. Epinefrin bersifat stabil di dalam darah. Sebagian besar epinefrin mengalami metabolisme di hati. Eksresi dari metabolisme ini dikeluarkan bersama urin. d. Farmakodinamik :

Pemberian Epinefrin pada umumnya akan menyebabkan efek mirip stimulasi saraf adrenergik. Efek paling menonjol terlihat pada jantung, otot polos pembuluh darah, dan otot polos lain. Zat ini mempengaruhi pernafasan dengan merelaksasikan otot bronkus melalui dan menghambat pelepasan mediator inflamasi dari sel mast reseptor 2, juga mengurangi sekresi bronkus dan kongesti mukosa. e. Indikasi f. Efek Samping Obat : shock anafilaktik, asma akut, sesak nafas, pendarahan ulkus peptik : gelisah, tremor, nyeri kepala, palpitasi, aritmia. : tablet 2,5 mg Ampl 0,5mg/ml Turbuhaler 0,5mg Respules 2,5 mg h. Dosis Tablet : : dewasa: 1-2 tab/ hari, Anak 7-15 thn 1tab/hri

g. Sediaan

Serbuk inhalasi : dewasa& anak > 12 tahun 1inhalasi/ hari 4x sehari

dr. Lita DOKTER UMUM SIP. 05/DU/PWT/2013 Jln. berkoh Telp. 085728888888

Bandung , 12 Maret 2013 R/ terbutalin sulfate tab mg 2,5 No. XIV

Pro Umur

: Andi : 22 tahun

Alamat : Jalan Madura Sehat No56

Agonis Adrenergik kerja singkat a. Contoh obat b. Mekanisme kerja : terbutalin sulfate :

Katecholamin bekerja sebagai transmitter dengan mengikat diri pada reseptor yang berada di luar membran sel. Penggabungan antara katecholamin dan reseptor ini

mengaktifkan suatu enzim di bagian dalam sel untuk meningkatkan pengubahan adenosintriphosphate. Katecholamin pada Agonis Adrenergik kerja lama ini bekerja secara langsung terhadap reseptor dari organ tujuan (Tjay, 2009). c. Farmakokinetik :

Absorpsi epinefrin pada penyuntikan SC bersifat lambat karena adanya vasokonstriksi lokal. Absorpsi dapat lebih cepat jika pemberian dilakukan dengan penyuntikan IM. Pada pemberian lokal seperti inhalasi efeknya terbatas pada saluran nafas. Epinefrin bersifat stabil di dalam darah. Sebagian besar epinefrin mengalami metabolisme di hati. Eksresi dari metabolisme ini dikeluarkan bersama urin. d. Farmakodinamik :

Pemberian Epinefrin pada umumnya akan menyebabkan efek mirip stimulasi saraf adrenergik. Efek paling menonjol terlihat pada jantung, otot polos pembuluh darah, dan otot polos lain. Zat ini mempengaruhi pernafasan dengan merelaksasikan otot bronkus melalui dan menghambat pelepasan mediator inflamasi dari sel mast reseptor 2, juga mengurangi sekresi bronkus dan kongesti mukosa. e. Indikasi f. Efek Samping Obat : shock anafilaktik, asma akut, sesak nafas, pendarahan ulkus peptik : gelisah, tremor, nyeri kepala, palpitasi, aritmia. : tablet 2,5 mg Ampl 0,5mg/ml Turbuhaler 0,5mg Respules 2,5 mg h. Dosis Tablet : : dewasa: 1-2 tab/ hari, Anak 7-15 thn 1tab/hri

g. Sediaan

Serbuk inhalasi : dewasa& anak > 12 tahun 1inhalasi/ hari 4x sehari