You are on page 1of 9

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM UROGENITALIA 1.

Ginjal Sepasang organ yang terletak di rongga retroperitonial Bentuk seperti kacang dengan sisi cekung menghadap ke arah medial Dibungkus oleh jaringan fibrus tipis dan mengkilat kapsula fibrosa Terbagi menjadi 2 bagian yaitu korteks yang banyak mengandung nefron dan medula yang mengandung duktuli ginjal Fungsi : Membuang sisa sisa metabolisme tubuh melalui urine Mengontrol sekresi hormon hormon aldosteron dan ADH untuk mengatur jumlah cairan tubuh Mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D Menghasilkan beberapa hormon : Eritropoetin pemebentukan sel darah merah Renin mengatur tekanan darah Prostaglandin 2. Ureter

organ berbentuk tabung kecil berfungsi mengalirkan urine dari pielum ginjal ke dalam buli buli panjangnya 20 cm, pada dinding terdiri mukosa yang dilapisi sel transisional, otot polos sirkuler dan longitudinal guna gerakan peristaltik untuk mengeluarkan urine

terdapat penyempitan fisiologis guna mencegah arus balik urine dari buli buli ke ureter : perbatasan antara pelvis renalis dan ureter (pelvi ureter junction) tempat ureter menyilang arteri iliaca di rongga pelvis pada saat ureter masuk ke dalam buli buli

3. Buli buli Trigonum buli buli : Kedua muara ureter pada dasar buli buli Meatus uretra internum Fungsi Menampung urine dari ureter Mengeluarkan urine melalui uretra dalam proses miksi Kapasitas

Dewasa : 300 450 ml Anak Koff : Umur (tahun) + 2 }X 30ml Tempat Jika sedang kosong terletak dibelakang simpisis pubis Jika sedang penuh diatas simpisis pubis 4. Uretra Menyalurkan urine ke luar dari buli buli melalui proses miksi Anatomis Uretra anterior Uretra posterior Panjang pada laki laki 23 25 cmsedangkan pada wanita 3 5 cm

5. Kelenjar prostat Terletak di sebelah inferior buli buli, di depan rektum, membungkus uretra posterior Terdiri atas :

Fibromuskular Glandular : Zona perifer Zona sentral Zona transisional Zona preprostatik sfingter Zona anterior Secara histopatologik Kelenjar Stroma : Otot polos Fibroblas Pembuluh darah Saraf Jaringan penyanggah lain

Prostat menghasilkan cairan cairan ejakulat Inervasi plexus prostatikus Simpatis N. Hipogastrium (T10 L2) : Pengeluaran cairan prostat ke dalam uretra posterior Parasimpatis korda spinalis (S2 4) : Meningkatkan sekresi kelenjar pada epitel prostat

6. Testis Organ genitalia yang terletak pada scrotum Testis : Tubulus semineferus: Sel spermatogonia proses spermatozoa Sel sertoli memberi nutrisi pada bakal sperma Sel leydig atau sel interstisial menghasilkan hormon testosteron Vaskularisasi:

A. spermatika interna cabang dari aorta A. deferensialis cabang dari A.Epigastrika A. kremasterika cabang dari A.epigastrika 7. Epididimis Terdiri atas : Caput dihubungkan dengan testis Corpus Cauda mematangkan sperma yang berlanjut ke vas deferens Vaskularisasi A. testikularis A. deferensialis 8. Vas Deferens Organ berbentuk tabung kecil panjang 30 35 cm bermula dari cauda epididimis dan berakkhir pada ductus ejakulatorius di uretra posterior Ductus terdiri oleh

Otot polos Inervasi simpatik berkontraksi untuk menyalurkan sperma dari epididimis ke uretra posterior Vas deferens terbagi menjadi : Pars tunika vaginalis Pars scrotalis Pars inguinalis Pars pelvikum Pars ampularis 9. Vesikula seminalis 10. Penis Terdiri atas : 2 buah korpora kavernosa yang berpasangan Sebuah korpus spongiosum Terletak didasar buli buli dan disebelah kranial dari kelenjar prostat Menghasilkan cairan fruktusa untuk menutrisi sperma

Korpora kavernosa Dibungkus oleh Jaringan fibroelastik tunika albuginea satu keasatuan Sebelah proximal terpisah menjadi 2 krura penis

Kurpus spongiosum Membungkus uretra mulai dari diafragma urogenitalis dan sebelah proximal dilapisi musculus bulbo kavernosus, berakhir pada sebelah distal sebagai glans penis

Ketiga korpora dibungkus oleh tunika albuginea terdapat jaringan erektil berupa jaringan kavernesus (berongga) seperti spon