You are on page 1of 26

Company

LOGO

Internet Sebagai Medium Komunikasi Massa: Tantangan Baru Media Massa

E-mail : achmadphilip@yahoo.com

Rancangan Pemaparan

1 3
2 3
4 4

Agenda Setting Model Agenda Setting Era Konvergensi Media


Fenomena Baru: Jurnalisme Internet

4 3 5 3

Tantangan Baru

Definisi Agenda Setting

MODEL AGENDA SETTING


ROGERS DAN DEARING

Ada tiga jenis agenda menurut Rogers dan Dearing: Media Agenda : Isinya adalah tentang priorotas perhatian dalam isi media kepada satu isu dan event Public Agenda : Berbagai macam isu dalam opini publik dan pengetahuan Policy Agenda : Menggambarkan isu dan kebijakan politisi.

Conceptual Model

Agenda-setting Source: McQuail & Windahl (1993)

daya publik yang lebih daripada isu lain. Proses agenda setting dalam studi analisa kebijakan publik, dipahami secara berbeda-beda, tergantung pilihan mana di antara teknokratis, pluralis, konflik, atau deliberative yang dipakai.

Tugas di kelas secara kelompok : Diskusikan bagaimana proses sebuah isu berhasil mendapatkan status sebagai masalah publik menurut : perspektif administratif perspektif teknokratis perspektif governance perspektif democratic-governance perspektif konflik perspektif advokasi

Makna Issue dan Agenda Kebijakan


Issue kabar burung. Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga sebagai masalah kebijakan (policy problem). Policy issues lazimnya muncul karena telah terjadi silang pendapat diantara para aktor mengenai arah tindakan yang telah atau akan ditempuh, atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan itu sendiri. Dunn (1990) : Issue kebijakan merupakan produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik tentang rumusan, rincian, penjelasan maupun penilaian atas suatu masalah tertentu.

Hogwood & Gunn (1986) : Issue bukan hanya mengandung makna adanya masalah atau ancaman, tetapi juga peluang-peluang bagi tindakan positif tertentu dan kecenderungan-kecenderungan yang dipersepsikan sbg memiliki nilai potensial yg signifikan. Alfrod & Friedland (1990) : Issue merupakan kebijakan-kebijakan alternatif (alternative policies), atau suatu proses yang dimaksudkan untuk menciptakan kebijakan baru atau kesadaran suatu kelompok mengenai kebijakankebijakan tertentu yg dianggap bermanfaat bagi mereka

Issue kebijakan muncul karena telah terjadi konflik atau perbedaan persepsional diantara para aktor atau suatu situasi problematik yang dihadapi oleh masyarakat pada suatu waktu tertentu :
Issue kebijakan bersifat subyektif, karena dipengaruhi persepsi. Adanya persepsi mempengaruhi status peringkat dari suatu issue kebijakan. Dari segi peringkat, issue kebijakan dapat dibagi menjadi 4 kategori besar (Dunn, 1990) :

Kategori Issue (Dunn, 1990)

Issue Utama Issue Sekunder

Issue Fungsional
Issue Minor

Kriteria Issue menjadi Agenda Kebijakan


Tidak semua issue secara otomatis menjadi kebijakan publik Kriteria issue bisa dijadikan agenda kebijakan publik (Kimber, 1974 ; Salesbury 1976; Sandbach, 1980; Hogwood & Gunn, 1986) : 1. telah mencapai titik kritis tertentu jika diabaikan, akan menjadi ancaman yang serius; 2. telah mencapai tingkat partikularitas tertentu berdampak dramatis; 3. menyangkut emosi tertentu dari sudut kepent. orang banyak (umat manusia) dan mendapat dukungan media massa;

4. menjangkau dampak yang amat luas ; 5. mempermasalahkan kekuasaan dan keabsahan dalam masyarakat ; 6. menyangkut suatu persoalan yang fasionable (sulit dijelaskan, tetapi mudah dirasakan kehadirannya)

MAKNA AGENDA SETTING

Mengedepankan masalah untuk ditangani pemerintah (Charles O. Jones)

Pencarian dan penyaringan issue

(Hogwood & Gunn)

Makna Agenda Setting

Pengarah dan jendela kebijakan (Kingdon)

Aktifitas-2 fungsional
Persepsi

Kedudukan Kategori dlm sistem

Output
Keharusan -keharusan untuk menyelesai kan masalah

Pendefinisian Mengedepankan Identifikasi Agregasi masalah ke masalah Pengorganisa hadapan sian pemerintah Perwakilan

inisiator
Terciptanya issue

Perangkat pemicu

Masalah privat

Masalah publik

Issue kebijakan Agenda sistemik

Agenda institusional

Pengarah dan jendela kebijakan (Kingdon)


Membahas mengapa beberapa persoalan muncul sbg agenda pemerintah, sedangkan yang lain tidak. Membahas ttg siapa saja yang mempengaruhi agenda pemerintah, dan mengapa mereka melakukan itu. Aliran proses yang memungkinkan hal itu terjadi : 1. Problems stream (persoalan) 2. Policies stream (kebijakan) 3. Politics stream (politik) Dalam setiap aliran proses, keterlibatan para partisipan sama kuatnya.

Problems Stream : Suatu permasalahan diperhatikan oleh pemerintah, karena : a. Alat dan cara yg digunakan utk mendefinisikan kondisi sebagai masalah; b. Merupakan kejadian khusus. c. Aktor pemerintah memahami kondisi melalui feed-back dari program yang pernah ada. Kondisi sesuatu yang berlangsung setiap hari. Kondisi menjadi masalah, jika : Merasa harus merubah Merusak nilai-nilai penting

Politics Stream : Perkembangan pada wilayah politik dapat memicu adanya agenda kebijakan yang kuat. Misal : Adanya perubahan mood/selera nasional Adanya pemerintahan baru hasil pemilu Distribusi ideologi dalam lembaga perwakilan Peran berbagai kelompok kepentingan yang berhasil/gagal mengarahkan permintaan mereka thd pemerintah

Policies Stream : Terkait dengan proses mengkaitkan masalah dengan solusi, karena seringkali dalam perumusan kebijakan pemerintah sering abai mengkaitkannya. Dalam proses ini, teknokrat dan akademisi berupaya meyakinkan pihak birokrat atau politisi, melalui alternatif-alternatif solusi masalah Teknokrat dan akademisi inilah yang disebut dengan policy entrepreneur.

Coupling (perangkaian) dan Policy Windows : Tiga aliran tersebut sangat berbeda satu dengan yang lain, tapi suatu ketika akan bergabung menjadi satu ideal. Tapi seringkali, penggabungan hanya terjadi sebagian Misal : Solusi dan masalah sama, tapi tidak didukung iklim politik. Problem/proposal dan politik, tapi tidak ada kesadaran untuk menyelesaikan masalah/solusi

Policy Windows : Suatu peluang, dimana ketiga aliran (problems, policies dan politics) bisa bertemu bersamaan, sehingga issue-issue bisa menjadi agenda. Proses policy windows jendela dibuka oleh kejadiankejadian, baik dalam aliran masalah atau dalam aliran politik. Policy entrepreneur s begitu ada kesempatan yang muncul (policy windows), maka issue dapat diangkat menjadi agenda, jika ada pihak-pihak yang mampu mempertemukan ketiga aliran tersebut ini yang oleh Kingdon disebut sbg policy entrepreneurs.

Policy Entrepreneurs : Policy entrepreneurs terdiri dari pejabat pemerintah, PNS karir, pelobi, akademisi atau wartawan Arah dan tujuan dari policy entrepreneurs adalah : 1. Mendesakkan masalah tertentu ke agenda yang lebih tinggi. 2. Mendesakkan masalah seiring dengan proses memperlunak sistem. 3. Membuat penggabungan

Company

LOGO