You are on page 1of 20

Anatomi dan Fisiologi Kornea

by: Ferda Puspalina NIM: 70. 2008. 048

Pembimbing: dr. Septiani N. Indawati, Sp. M

Pendahuluan
Kornea adalah selaput bening mata, yang tembus cahaya, merupakan lapisan jaringan yang menutup bola mata sebelah depan dan terdiri atas 5 lapis. Kornea merupakan tempat pembiasan cahaya terbesar di media refraksi mata.

keratitis merupakan penyebab kedua terbanyak (24,5%) untuk tindakan keratoplasti setelah edema kornea (24,8%). Insiden ulkus kornea tahun 1993 adalah 5,3 juta per 100.000 penduduk di Indonesia

Kelainan pada kornea merupakan kegawatdaruratan pada bidang oftalmologi, jika terlambat ditangani, maka destruksi jaringan pada kornea dapat menimbukan kebutaaan permanen

Anatomi kornea

Lapisan kornea
Click to add text

Gambaran kornea normal

Fisiologi kornea
Membran pelindung dan "jendela yang dilalui berkas cahaya menuju retina. 40 dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar masuk kornea dilakukan oleh kornea.1

Fisiologi gejala
Nyeri fotofobia
Penurunan daya penglihatan
Kornea mempunyai banyak serabut saraf nyeri Akibat kontraksi iris meradang yang sakit. Media refraksi mata mengalami kekeruhan

Resistensi kornea terhadap infeksi


Epitel adalah sawar yang efisien terhadap masuknya mikoroorganisme ke dalam kornea.

Stroma yang avaskuler dan lapisan bowman mudah terinfeksi berbagai macam organisme

Gangguan transparansi kornea


1. Tumbuhnya vaskularisasi ke dalam jaringan kornea 2. Gangguan pada integritas struktur jaringan kornea 3. Disfungsi endotel

Neovaskularisasi kornea

Pemeriksaan pada kornea


1. Uji fluoreseins berguna untuk menilai kerusakan epitel kornea

2. Uji festel mengetahui letak dan adanya kebocoran kornea). + jika: pengaliran cairan mata yang berwarna hijau mulai dari lubang fistel.

3. Uji sensibilitas kornea untuk menilai fungsi nervus trigeminus. 4. Uji Plasido Uji plasido untuk melihat kelengkungan kornea

Papan plasido

Gambaran lingkaran plasido

Interpretasi:
Lingkaran konsentris permukaan kornea licin dan reguler Lingkaran lonjong adanya astigmatisme kornea Garis lingkaran tidak beraturan astigmatisme Kurang tegas edema kornea keruh

Pemeriksaan laboratorium Kultur bakteri: identifikasi penyebab infeksi

Kelainan pada kornea Kelainan kongenital


Disgenesis kornea

Kelainan herediter
Distrofi kornea

Infeksi kornea
Keratitis
Ulkus kornea

Penyakit degeneratif kornea


Penyakit terrien keratokonus

Pigmentasi kornea
Pewarnaan oleh darah (blood staining)

Spindel krukenberg

Cincin Kayser-Flescher

Ulkus dengann hipopion

Terima kasih