You are on page 1of 54

Anatomi payudara A. Struktur Anatomi Payudara 1.

Struktur Payudara Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram. Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu : 1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar. 2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah. 3. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara. Gambar 1. Anatomi payudara a. Korpus Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah. Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobuspada tiap payudara. ASI dsalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus). b. Areola Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapatotot polos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar. c. Papilla Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/ datar, panjang dan terbenam(inverted).

2.

Anatomi normal payudara

Payudara tersusun dari jaringan lemak yang mengandung kelenjarkelenjar yang bertanggung jawab terhadap produksi susu pada saat hamil dan setelah bersalin. Setiap payudara terdiri dari sekitar 15-25 lobus berkelompok yang disebut lobulus, kelenjar susu, dan sebuah bentukan seperti kantung-kantung yang menampung air susu (alveoli). Saluran untuk mengalirkan air susu ke puting susu disebut duktus. Sekitar 15-20 saluran akan menuju bagian gelap yang melingkar di sekitar puting susu (areola) membentuk bagian yang menyimpan air susu (ampullae) sebelum keluar ke permukaan. Kedua payudara tidak selalu mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Bentuk payudara mulai terbentuk lengkap satu atau dua tahun setelah menstruasi pertamakali.Hamil dan menyusui akan menyebabkan payudara bertambah besar dan akan mengalami pengecilan (atrofi) setelah menopause. Payudara akan menutupi sebagian besar dinding dada. Payudara dibatasi oleh tulang selangka (klavikula) dan tulang dada (sternum). Jaringan payudara bisa mencapai ke daerah ketiak dan otot yang berada pada punggung bawah sampai lengan atas (latissimus dorsi). Kelenjar getah bening terdiri dari sel darah putih yang berguna untuk melawan penyakit. Kelenjar getah bening didrainase oleh jaringan payudara melalui saluran limfe dan menuju nodul-nodul kelenjar di sekitar payudara samapi ke ketiak dan tulang selangka. Nodul limfe berperan penting pada penyebaran kanker payudara terutama nodul kelenjar di daerah ketiak. 3. Patologi Anatomi Tumor/ Kanker Payudara Patologi anatomi atau kelainan anatomi payudara yang paling sering terjadi disebabkan oleh tumor. Tumor terdiri dari tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak memiliki karakter sel yang sangat mirip dengan jaringan asalnya dan relatif tidak berbahaya karena umumnya tumor jinak tetap dilokalisasi, tidak dapat menyebar ke tempat lain, dan mudah untuk dilakukan pengangkatan tumor dengan pembedahan lokal. Tumor dikatakan ganas apabila dapat menembus dan menghancurkan struktur yang berdekatan dan menyebar ke tempat yang jauh (metastasis) dan umumnya dapat menyebabkan kematian. Sifat ini sesuai dengan penamaannya kanker yang berasal dari bahasa

Latin yang berarti kepiting, melekat pada setiap bagian dan mencengkeram dengan erat seperti seekor kepiting. Tumor jinak memiliki berbagai bentuk, antara lain : Kelainan fibrokistik Terdiri dari bentukan kista (kantung) yang bisa dalam jumlah banyak dan pembentukan jaringan ikat. Keluhan yang paling sering adalah nyeri. Fibroadenoma Tumor jinak yang banyak terdapat pada wanita muda. Fibroadenoma teraba sebagai tumor benjolan bulat dengan permukaan yang licin dan konsistensi padat kenyal. Tumor ini tidak melekat ke jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan. Benjolan ini biasanya tidak nyeri, bisa tumbuh banyak (multipel). Pertumbuhan tumor bisa cepat sekali selama kehamilan dan menyusui atau menjelang menopause saat rangsangan estrogen tinggi tapi setelah menopause tumor jenis ini tidak ditemukan lagi.

Tumor filoides Tumor jinak yang bersifat menyusup secara lokal dan seperti tumor ganas. Tumor ini biasanya terjadi pada umur 35-40 tahun. Kulit diatas tumor mengkilap, regang, tipis, merah dengan pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang melebar dan panas. Meskipun mirip dengan kanker, tumor ini tidak mengalami penyebaran (metastasis) hanya merusak jaringan lokal. Tumor ini pertumbuhannya cepat dan sering timbul kematian sel (nekrosis) dan radang pada kulit dan kambuhan.

Papiloma intraduktus Tumor jinak dari saluran air susu (duktus laktiferus) dan 75% tumbuh di bawah areola payudara. Gejalanya berupa keluarnya cairan berdarah dari puting susu.

Adenosis sklerosis Secara klinis, tumor ini teraba seperti kelainan fibrokistik tetapi secara histopatologi tampak proliferasi jinak.

Mastitis sel plasma

Tumor ini merupakan radang subakut yang didapat pada sistem saluran di bawah areola payudara. Gambarannya sulit dibedakan dengan tumor ganas yaitu berkonsistensi keras, bisa melekat ke kulit, dan menimbulkan retraksi puting susu akibat pembentukan jaringan ikat (fibrosis) sekitar saluran dan bisa terdapat pembesaran kelenjar getah bening ketiak.

Nekrosis lemak Biasanya disebabkan oleh cedera berupa massa keras yang sering agak nyeri tetapi tidak membesar. Kadang terdapat retraksi kulit dan batasnya biasanya tidak rata. Secara klinis, sukar dibedakan dengan tumor ganas.

Kelainan lain Tumor jinak lemak (Lipoma), tumor jinak otot polos (leimioma), dan kista sebasea (kelenjar minyak) merupakan tumor yang mungkin terdapat di payudara tetapi tidak bersangkutan dengan jaringan kelenjar payudara.

Tumor ganas atau kanker payudara juga memiliki beberapa tipe, antara lain : Ductal Carcinoma In-Situ (DCIS) Merupakan tipe kanker payudara yang paling dini dan terbatas hanya di dalam sistem duktus. Infiltrating Ductal Carcinoma (IDC) Tipe yang paling sering terjadi, mencapai 78% dari semua keganasan. Pada pemeriksaan mammogram didapatkan lesi berbentuk seperti bintang (stellate) atau melingkar. Apabila lesi berbentuk seperti bintang maka prognosis atau angka kesembuhan pasien sangat rendah.

Medullary Carcinoma Tipe ini paling sering terjadi pada wanita berusia akhir 40 tahun dan 50 tahun. Menghasilkan gambaran sel seperti bagian abu-abu (medulla) pada otak. Terjadi sebanyak 15% dari kasus kanker payudara.

Infiltrating Lobular Carcinoma (ILC) Tipe kanker payudara yang biasanya tampak sebagai penebalan di kuadran luar atas dari payudara. Tumor ini berespon baik terhadap terapi hormon. Terjadi sebanyak 5% dari kasus kanker payudara.

Tubular Carcinoma Tipe ini banyak ditemukan pada wanita usia 50 tahun keatas. Pada pemeriksaan mikroskopik gambaran struktur tubulusnya sangat khas. Terjadi sebanyak 2% dari kasus kanker payudara dan angka 10 ysr (year survival rate) mencapai 95%.

Mucinous Carcinoma (Colloid) Kanker payudara yang angka kesembuhannya paling tinggi. Perubahan yang terjadi terutama pada produksi mucus dan gambaran sel yang sulit ditentukan. Terjadi sebanyak 1%-2% dari seluruh kasus kanker payudara.

Inflammatory Breast Cancer (IBC) Tipe kanker payudara yang paling agresif dan jarang terjadi. Kanker ini dapat menyebabkan saluran limfe pada payudara dan kulit terbuntu. Disebut inflammatory (keradangan) karena penampakan kanker yang membengkak dan merah. Di Amerika, terjadi 1%-5% dari seluruh kasus kanker payudara.

B.

Struktur Mikroskopis Payudara Cauda axillaris Adalah jaringan payudara yang meluas ke axilla. Areola Daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi dan masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm. Areola berwarna merah muda pada wanita yang berkulit cerah, lebih gelap pada wanita yang berkulit cokelat, dan warna tersebut menjadi gelap pada waktu hamil. Didaerah areola ini terletak kira-kira 20 glandula sebacea. Pada kehamilan areola ini membesar dan disebut tuberculum montgomery. Papila mammae

Terletak di pusat areola mammae setinggi iga ( costa ) ke-4. papilla mammae merupakam suatu tonjolan dengan panjang kira- kira 6 mm, tersusun atas jaringan erektil berpigmen dan merupakan bangunan yang sangat peka. Permukaan papilla mammae berlubang- lubang berupa ostium papillare kecil- kecil yang merupakan muara duktus lactifer. Duktus latifer ini di lapisi oleh epitel. Struktur mikroskopis Payudara terutama etrsusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung sejumlah jaringan lemak dan di tutupi oleh kulit. Jaringan kelenjar ini di bagi menjadi kira-kira 18 lobus yang di pisahkan secara sempurna satu sama lain oleh lembaran- lembaran jaringan febrosa. Struktur didalamnya dikatakan menyerupai segmen buah anggur atau jeruk yang dibelah. Setiap lobus merupakan satu unit fungsional yang berisi dan tersusun atas bangun sebagai berikut : Alveoli Yang mengandung sel-sel yang mensekresi air susu. Setiap alveolus dilapisi oleh sel-sel yang mensekresi air susu, disebut acini. Yang mengekstraksi faktor-faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Di sekeliling setiap alveolus terdapat sel-sel mioepitel yang kadang disebut sel keranjang (basket cell)atau sel laba-laba (spider cell). Apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitosin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu kedalam duktus lactifer. Tubulus lactifer, Saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli Ductus lactifer, Saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer Ampulla, Bagian dari ductus lactifer yang melebar, yang merupakan tempat menyimpan air susu. Ampulla terletak dibawah areola. Lanjutan masing-masing ductus lactifer Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae Vaskularisasi Suplai darah (vaskulaisasi) ke payudara berasal dari arteria mammaria iterna, arteria mammaria eksterna, dan arteria-arteria intercostalis superior. Drainase vena melalui pembuluh-pembuluh

yang sesuai, dan akan masuk kedalam vena mammaria interna dan vena axillaris. Drainase limfatik Drainase limfatik terutama kedalam kelenjar axillaris dan sebagian akan dialirkan kedalam fissura portae hepar dan kelenjar mediasanum. Pembluh limfatik dari masing-masing payudara berhubungan satu sama lain. Persyarafan Funfsi payudara terutama dikendalikan oleh aktivitas hormon.pada kulit dipersyarafi oleh cabang-cabang nervus thoracalis. Juga terdapat sejumlah saraf simpatis, terutama disekitar areola dan papilla mammae. C. Tahap Perkembangan Payudara Payudara wanita adalah salah satu struktur tubuh yang rumit dan luar biasa. Payudara wanita mulai tumbuh pada masa puber dan terus berubah seiring dengan fluktuasi hormonnya. Biasanya payudara mulai kendur pada akhir usia 40-an. Seperti apa kondisi payudara payudara dalam setiap tahapan usia? 1. Usia 20-an Pada masa pubertas ketika tubuh seorang gadis remaja pertama menghasilkan estrogen dalam jumlah cukup, payudaranya akan berkembang pesat, membentuk dua kerangka jaringan ikat serta sistem kelenjar, saluran, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan saraf. Secara bersamaan, payudara juga mengembangkan sel-sel lemak yang membentuk gumpalan kelenjar payudara. Payudara juga lebih cepat terpengaruh gaya gravitasi. Untuk mencegahnya, kenakan bra yang mampu menyangga "aset" Anda ini dengan sempurna. Usia 30-an Selama kehamilan, payudara secara bertahap akan membesar. Boleh jadi bobot kedua payudara akan bertambah sebanyak setengah kilogram. Peregangan kulit di sekitar payudara akibat kenaikan berat badan juga bisa mengganggu produksi kolagen sehingga membuat kulit di sekitar payudara menjadi kendur, terutama setelah persalinan. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri sekali setiap bulan. Jika ibu

2.

atau saudari Anda memiliki riwayat kanker, lakukan mamografi di usia 35 tahun.

3.

Usia 40-an Walaupun Anda belum pernah hamil dan melahirkan, di usia ini kelenjar penghasil susu (lobule) akan mengecil sehingga payudara terlihat kendur. Penurunan berat badan yang drastis juga bisa membuat payudara terlihat kendur akibat lapisan lemak pada payudara menyusut.Push up bra bisa menyiasati hal tersebut. Mamografi disarankan setahun sekali. 4. Usia 50-an Pada saat menopause, perubahan pada payudara yang biasanya terjadi selama siklus haid tidak terjadi lagi. Namun, risiko kanker payudara akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan payudara menjadi lebih penting lagi dilakukan setelahmenopause. D. Kolostrum payudara (Beberapa Faktor Pelindung Dalam ASI Air Susu Ibu) Pada waktu lahir sampai bayi berusia beberapa bulan, bayi belum dapat membentuk kekebalan sendiri secara sempurna. ASI mampu memberi perlindungan baik secara aktif maupun pasif. ASI tidak saja menyediakan perlindungan yang unik terhadap infeksi dan alergi, tetapi juga merangsang perkembangan sistem kekebalan bayi itu sendiri. ASI memberikan zat kekebalan yang belum dapat dibuat oleh bayi. Dengan adanya zat anti-infeksi dari ASI maka bayi ASI eksklusif akan terlindung dari berbagai macam infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. ASI juga ternyata mengandung zat anti-infeksi. Sel darah putih Setiap tetes ASI mengandung berjutajuta sel hidup yang menyerupai sel darah putih sehingga dinamakan sel darah putih dari ASI. Sel-sel ini beredar dalam usus bayi dan membunuh kuman-kuman jahat. Sel yang sangat protektif ini jumlahnya sangat banyak pada minggu-minggu pertama kehidupan, saat sistem kekebalan tubuh bayi belum mampu membentuk antibodi dalam jumlah yang cukup. Setelah sistem kekebalan bayi matang maka jumlah sel-sel ini berangsur-angsur berkurang, walaupun tetap akan ada dalam ASI sampai setidaknya 6 bulan setelah melahirkan. Selain membunuh kuman, sel-sel yang sangat berharga ini akan menyimpan

dan menyalurkan zat-zat yang penting seperti enzim, faktor pertumbuhan, dan protein yang melawan kuman atau imunoglobulin. Imunoglobulin atau antibiotik alami ASI juga mengandung imunoglobulin, suatu protein yang beredar dan bertugas memerangi infeksi yang masuk dalam tubuh bayi. Dapat disamakan dengan suatu antibiotik alami yang tersebar di seluruh tubuh dan akan membunuh kuman-kuman jahat. Antibodi dari ASI akan melindungi bayi sampai saat sistem kekebalan tubuh bayi matang. Proses ini akan terus terjadi sampai akhir tahun pertama kehidupan bayi. Demikianlah bila sewaktu di kandungan janin mendapatkan makanan dan perlindungan dari plasenta, setelah lahir makanan dan perlindungan itu diperoleh melalui payudara. Immunisasi Pasifdan Aktif Oleh Asi Kolostum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman dalam jumlah yang paling tinggi. Kolostrum dihasilkan pada saat sistem pertahanan tubuh bayi paling rendah. Jadi, dapat dianggap bahwa kolostrum adalah imunisasi pertama yang diterima oleh bayi. Selain itu ASI akan merangsang pembentukan daya tahan tubuh bayi sehingga ASI berfungsi pula sebagai imunisasi aktif. Contoh imunisasi pasif oleh ASI adalah SIgA (Secretory Immunoglobulin A). SIgA adalah suatu anggota imunoglobulin yang penting. Pada minggu- pertama kehidupan ususnya masih seperti saringan yang akan membocorkan kumankuman dan benda as ing lainnya. Di sinilah SIgA ASI akan melindungi dengan jalan menutupi kebocoran-kebocoran pada dinding usus tersebut. Sitem Perlindungan Tubuh Yg Selalu Di Perbaharui ASI akan memberikan perlindungan terhadap kuman-kuman sekitar bayi kita. Kuman-kuman sekitar kita akan terus berubah. Bila ada kuman baru yang masuk tubuh ibu maka tubuh akan membuat antinya. Melalui ASI, anti terhadap kuman baru ini dialirkan ke bayi sehingga bayi menjadi kebal juga terhadap bakteri baru yang akan selalu berubah. Proses imunisasi oleh ASI ini selalu akan beradaptasi untuk menghasilkan pasangan ibu-bayi dengan sistem pertahanan tubuh yang terbaik.

ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGIS PAYUDARA PADA PROSES LAKTASI PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI : Anatomi dan fisiologis laktasi, Manfaat ASI Lengkap, Komposisi ASI

A. Pengertian laktasi Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diprosuksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI

B. 1.

Anatomi dan Fisiologi Payudara Anatomi payudara

anatomi payudara

Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram. Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu : 1. 2. 3. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah Papilla atau puting, yaaitu bagian yang menonjol di puncak payudara

1.

Korpus Korpus alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus)

2.

Areola Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat ototpolos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar.

3.

Papilla atau puting

Bagian yang menojol yang dimasukan ke mulut bayi untuk aliran air susu

2.

Fisiologis laktasi

skema reflek pada laktasi

Selama kehamilan, hormone prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI Biasanya belum keluar karea masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca perasalinan, kadar estrogen dan progestero menurun drastic, sehingga prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis, sehingga sekresi ASI lebih lancer.

Dua reflek pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi yaitu prolaktin dan reflek aliran timbul karena akibat perangsangan putting susu karena hisapan oleh bayi. 1) Reflek prolaktin

Pada akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat kolostrum, terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang masih tinggi. Pasca oersalinan, yaitu lepasnya plasenta dan berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan progesteron juga berkurang. Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara karena ujungujung syaraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin. Faktor pemacu sekresi prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu. Kadar prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan ada peningkatan prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung. Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi normal pada minggu ke 2-3. Sedangkan pada ibi menyusui prolaktin akan meningkat dalam keadaan seperti : stress atau pengaruh psikis, anestesi, operasi dan rangsangan puting susu. 2) Reflek let down

Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi dilanjutkan ke

hipofise posterior (neurohipofise) yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah hormon ini menuju uterus sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah terbuat keluar dari alveoli dan masuk melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi.Kontraksi.dari.sel.akan.memeras.air.susu.yang.telah.terbuat, keluar.dari.

Sumber: : http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/anatomipayudara-dan-fisiologis.html#ixzz2dR8rYXcg

Proses Laktasi Oleh: Lusa Rochmawati Di: Asuhan Kebidanan III

Laktasi atau menyusui mempunyai dua pengertian, yaitu produksi ASI (prolaktin) dan pengeluaran ASI (oksitosin).

Produksi ASI (Prolaktin) Pembentukan payudara dimulai sejak embrio berusia 18-19 minggu, dan berakhir ketika mulai menstruasi. Hormon yang berperan adalah hormon esterogen dan progesteron yang membantu maturasi alveoli. Sedangkan hormon prolaktin berfungsi untuk produksi ASI. Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena pengaruh hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesteron akan menurun pada saat hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI. Pada proses laktasi terdapat dua reflek yang berperan, yaitu refleks prolaktin dan refleks aliran yang timbul akibat perangsangan puting susu dikarenakan isapan bayi. Refleks Prolaktin Akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat kolostrum, tetapi jumlah kolostrum terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang masih tinggi. Pascapersalinan, yaitu saat lepasnya plasenta dan berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan progesteron juga berkurang. Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara, karena ujung-ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin. Faktor pemacu sekresi prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormon ini merangsang selsel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu. Kadar prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada

saat tersebut tidak akan ada peningkatan prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung. Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi normal pada minggu ke 2 3. Sedangkan pada ibu menyusui prolaktin akan meningkat dalam keadaan seperti: stress atau pengaruh psikis, anastesi, operasi dan rangsangan puting susu Refleks Aliran (Let Down Reflek) Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi dilanjutkan ke hipofise posterior (neurohipofise) yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormon ini menuju uterus sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah terbuat, keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus dan selanjutnya mengalir melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi. Faktor-faktor yang meningkatkan let down adalah: melihat bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi, memikirkan untuk menyusui bayi. Faktor-faktor yang menghambat reflek let down adalah stress, seperti: keadaan bingung/ pikiran kacau, takut dan cemas. Refleks yang penting dalam mekanisme hisapan bayi: 1. Refleks menangkap (rooting refleks) 2. Refleks menghisap 3. Refleks menelan Refleks Menangkap (Rooting Refleks) Timbul saat bayi baru lahir tersentuh pipinya, dan bayi akan menoleh ke arah sentuhan. Bibir bayi dirangsang dengan papilla mamae, maka bayi akan membuka mulut dan berusaha menangkap puting susu. Refleks Menghisap (Sucking Refleks)

Refleks ini timbul apabila langit-langit mulut bayi tersentuh oleh puting. Agar puting mencapai palatum, maka sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi. Dengan demikian sinus laktiferus yang berada di bawah areola, tertekan antara gusi, lidah dan palatum sehingga ASI keluar. Refleks Menelan (Swallowing Refleks) Refleks ini timbul apabila mulut bayi terisi oleh ASI, maka ia akan menelannya. Pengeluaran ASI (Oksitosin) Apabila bayi disusui, maka gerakan menghisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat pada glandula pituitaria posterior, sehingga keluar hormon oksitosin. Hal ini menyebabkan sel-sel miopitel di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong ASI masuk dalam pembuluh ampula. Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang terletak pada duktus. Bila duktus melebar, maka secara reflektoris oksitosin dikeluarkan oleh hipofisis. Referensi Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 10-11) Arianto, 2004. Anatomi Payudara dan Fisiologi Payudara. Diunduh Ahad, 6 September 2009; pukul 10:55 WIB sobatbaru.blogspot.com/2009/02/anatomi-payudara-danfisiologi-laktasi.html botefilia.com/index.php/archives/2009/01/10/asi-laktasi/ diunduh Ahad, 6 September 2009; pukul 10:50 WIB. Program Manajemen Laktasi, 2004. Buku Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta. (hlm:3-5) Roesli, U., 2005. Panduan Praktis Menyusui. Jakarta: Puspaswara. (hlm: 10-17) Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta:

Salemba Medika (hlm: 11-18) Image, babies.sutterhealth.org Sumber tulisan: Proses Laktasi

PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI Setiap manusia pada umumnya memiliki payudara, tetapi antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam fungsinya. Payudara yang matang adalah sal;ah satu tanda pertumbuhan sekunder dari seorang perempuan dan merupakan salah satu organyang indah dan menarik. Lebih dari itu, untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya, maka organ ini menjadi sumber utama kehidupan, karena air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi.

2. 1 ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA a) di Anatomi payudara Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi yang dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil600 gram dan pada saat menyusui 800 gram.

1. Struktur makroskopik Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu : 1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar. 2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah. 3. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncakpayudara.

2.struktur mikroskopik Terdiri dari: 1. Kelenjar susu (lobulus) yang menghasilkan susu 2. Duct atau saluran yang mengangkut susu dari kelenjar susu (lobulus) ke puting Putting 3. Areola (daerah berpigmen merah muda atau coklat di sekitar puting susu) 4. Jaringan ikat (fibrous) yang mengelilingi lobulus dan duct 5. Lemak

b)

Fisiologi payudara Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI di

namakan laktasi.ketika bayi mengisap payudara, hormone yang bernama oksitosin membuat ASI mengalir dari dalam

alveoli, melalui saluran susu (ducts/milk canals)menuju reservoir susu (sacs) yang berlokasi di belakang areola, lalu kedalam mulut bayi. Pengaruh hormonal bekerja mulai dari bulan ketiga kehamilan, yang di mana tubuh wanita ASI memproduksihormon menstimulasi munculnya

dalam system payudara. Persiapan pemberian ASI di lakukan bersamaan dengan kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak, serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara dan dirasakan tegang dan sakit. dan agar Segera setelah terjadi untuk dapat kehamilan, maka korpus luteum berkembang terus dan mengeluarkan mempersiapkan memberikan ASI. estrogen payudara progesterone pada waktunya

2. 2 DUKUNGAN BIDAN DALAM PEMBERIAN ASI

Bidan mempunyai peranan yang sangat istimewa dalam menunjang pemberian ASI. Peran bidan dapat membantu ibu untuk memberikan ASI dengan baik dan mencegah masalahmasalah umum terjadi. Peranan awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah :

1. Meyakinkan 2. Membantu Bidan dapat dengan : ibu

bahwa bayi memperoleh makanan yang sedemikian rupa sehingga ia ASI,

mencukupi dari payudara ibunya. mampu menyusuibayinya sendiri. memberikan dukungan dalam pemberian

1. Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam pertama. 2. Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum yang timbul. 3. Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI. 4. Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung). 5. Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin. 6. Memberikan kolustrum dan ASI saja. 7. Menghindari susu botol dan dot empeng. 2. 3 MANFAAT PEMBERIAN ASI Berikut ini adalah manfaat yang di dapatkan dengan menyusui bagi bayi, ibu, keluarga, dan Negara. 1. Manfaat bagi bayi

Komposisi sesuai kebutuhan

Kalori dari ASI memenuhi kebutuhan bayi sampai usia enam bulan ASI mengandung zat pelindung Perkembangan psikomotorik lebih cepat Menunjang perkembangan kognitif Menunjang perkembangan pengelihatan Memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak Dasar untuk perkembangan emosi yang hangat Dasar untuk perkembangan kpribadian yang percaya diri

2.

Manfaat bagi ibu Mencegah perdarahan pascapersalinan dan

mempercepatkembalinya rahim ke bentuk semula Mencegah anemia defisiensi zat besi Mempercepat ibu kembali ke berat badan sebelum hamil Menunda kesuburan Menimbulkan perasaan di butuhkan Mengurangi kemungkinan kanker payudara dan ovarium

3.

Manfaat bagi keluarga

Mudah dalam proses pemberiannya Mengurangi biaya rumah tangga Bayi yang mendapat ASI jarang sakit, sehingga dapat menghemat biaya untuk berobat

4. obatan

Manfaat bagi Negara

Penghematan untuk subsidi anak sakit dan pemakaian obat Penghematan devisa dalam hal pembelian susu formula dan perlengkapan menyusui Mengurangi polusi Mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas

2. 4 KOMPOSISI GIZI DALAM ASI Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energy dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Proses laktasi Proses ini timbul setelah ari-ari atau plasenta lepas. Plasenta mengandung hormone penghambat prolaktin (hormone plasenta) yang menghambat pembentukan ASI.

Setelah plasenta lepas, hormone plasenta tersebut tak ada lagi, sehingga susu pun keluar.

Pengaruh hormonal Mulai dari bulan ketiga kehamilan, tubuh wanita memproduksi hormone yang menstimulasi munculnya ASI dalam system payudara. Proses bekerjanya hormone dalam menghasilkan ASI adalah sebagai berikut. 1. Saat bayi menghisap, sejumlah sel syaraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke hipotalamus. 2. Ketika menerima pesan itu, hipotalamus melepas rem penahan prolaktin. 3. Untuk mulai menghasilkan ASI, prolaktin yang dihasilkan kelenjar pituitary merangsang kelenjar-kelenjar susu dipayudara ibu. Hormone-hormon yang terlibat dalam proses pembentukan ASI adalah sebagai berikut. 1. Progesterone:memengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Kadar progesterone dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi ASI secara besarbesaran.

2.

Estrogen membesar.

:menstimulasi

system

saluran

ASI

untuk

3. Prolaktin: berperan dalam membesarnya alveoli pada masa kehamilan. 4. Oksitosin: mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. 5. Human placental lactogen (HPL): sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL yang berperan dalam pertumbuhan payudara, putting, dan areola sebelum melahirkan.

Proses pembentukan laktogen 1. Laktogenesis I Pada fase terakhir kehamilan, payudara wanita memasuki fase Laktogenesis I. Saat itu payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental yang kekuningan. Pada saat itu, tingkat progesterone yang tinggi mencegah produksi ASI yang sebenarnya. Namun, hal ini bukan merupakan masalah medis. Apabila ibu hamil mengeluarkan (bocor) kolostrum sebelum bayinya lahir, hal ini bukan merupakan indikasi sedikit atau banyaknya prodiksi ASI sebenarnya nanti.

2. Laktogenesis II Saat melahirkan, keluarnya plasenta menyebabkan turunnya tingkat hormon progesteron, estrogen, dan HPL secara tiba-tiba, namun hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan produksi ASI besar-besaran yang dikenal dengan fase Laktogenesis II. Apabila payudara dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam periode 45 menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian. Keluarnay hormone prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI, dan hormone ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengindikasikan bahwa jumlah prolaktin dalm susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak, yaitu sekitar pukul 02.00 dini hari hingga 06.00 pagi, sedangkan jumlah prolaktin rendah saat patudara terasa penuh. 3. Laktogeneses III Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai. Fase ini dinamakan Laktogenesis III. Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI dengan banyak pula. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi oleh seberapa

sering dan seberapa baik bayi menghisap, juga seberapa sering payudara di kosongkan. Proses produksi air susu Pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat kompleks antara rangsangan mekanik, saraf, dan bermacammacam hormone. Pengaturan hormone terhadap pengeluaran ASI dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu: 1. Produksi air susu ibu (prolaktin) Dalam fisiologi laktasi, prolaktin merupakan suatu hormone yang disekresi oleh gandula pituitary. Hormone ini memiliki peranan penting untuk memproduksi ASI, kadar hormone ini meningkat selama kehamilan. Kerja hormone ini dihambat estrogen oleh dan hormone plasenta. Dengan lepas atau keluarnya plasenta pada akhir proses persalinan, maka kadar progesterone berangsur-angsur menurun sampai tingkat dapat dilepaskan dan diaktifkannya prolaktin. Peningkatan kadar prolaktin akan menghambat ovulasi, dan dengan demikian juga mempunyai fungsi kontrasepsi. Pada seorang ibu yang hamil dikenal dua reflex yang masingmasing berperan dalam pembentukan dan pengeluaran air susu, yaitu: a.Refleks prolaktin Pada ibu yang menyusui, prolaktin akan meningkat dalam keadaan-keadaan seperti:

Stress atau pengaruh psikis Anestesi Operasi Rangsangan putting susu Tabungan kelamin Obat-obatan trangulizer hipotalamus seperti reserpin, klorpromazin,dan fenitiazid. b. Refleks let down Faktor-faktor yang meningkatkan reflex ini: Melihat bayi Mendengarkan suara bayi mencium bayi memikirkan untuk menyusui bayi beberapa refleks yang memungkinkan bayi baru lahir untuk memperoleh ASI adalah: a.Refleks rooting: memungkinkan bayi baru lahir untuk menemukanputing susu apabila ia diletakkan di payudara. b.Refleks menghisap: saat bayi mengisi mulutnya dengan putting susu atau pengganti putting susu sampai ke langit keras dan punggung lidah. Refleks ini melibatkan rahang, lidah, dan pipi.

c.Refleks menelan: yaitu gerakan pipi dan gusi dalam menekan areola, sehingga refleks ini merangsang pembentukan rahang bayi.

2.

Pengeluaran air susu ibu (oksitosin) Apabila bayi disusui, maka gerakan menghisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat didalam glandula pituitary posterior. Akibat langsung refleks ini adalah dikeluarkannya oksitosin dari pituitary posterior. Hal-hal ini akan menyebabkan sel-sel miopitel (sel keranjang atau sellaba-laba) di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong air susu masuk ke dalam pembuluh ampulae. Pengeluaran oksitosin ternyata disamping dipengaruhi oleh osapan bayi juga oleh suatu reseptor yang terletak pada system duktus.

3.

Pemeliharaan air susu ibu/pemeliharaan laktasi Dua factor penting untuk pemeliharaan laktasi

a.

Rangsangan Pengisapan oleh bayi akan memberikan rangsangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan memeras air susu dari payudara atau menggunakan pompa.

b.

Pengosongan sempurna payudara Bayi sebaiknya mengosongkan payudara sebelum diberikan payudara lain. Apabila air susu yang diproduksi tidak dikeluarkan, maka laktasi akan tertekan (mengalami hambatan) karena terjadi pembengkakan alveoli dan sel keranjang tidak dapat berkontraksi. Air susu ibu tidak dapat dipaksa masuk kedalam duktus laktifer.

ASI dibedakan dalam tiga stadium yaitu: 1. Kolustrum : Kolostrum mnegandung sel darah 2. Air susu transisi/ masa peralihan, 3. Air susu matur.

Kolustrum Kolustrum adalah air hari ntal pertama , sampai lengket susu yang hari ke dan pertama kali keluar. Kolustrum ini disekresi oleh kelenjar payudara pada empat pasca berwarna persalinan. Kolustrum merupakan cairan denganviskositas ke kekuningan. Kolustrummengandung tinggi protein, mineral,

garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang

tinggi

daripada ASI

matur.

Selain

itu,kolustrum masih

mengandung

rendah lemak dan laktosa. Protein utama

pada kolustrum adalah imunoglobulin (IgG, IgA dan IgM), yang digunakan sebagai zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. Meskipun kolostrum yang keluar sedikit menurut ukuran kita, tetapi volume kolostrum kapasitas yang ada dalam payudara mendekati jam. Kolostrum baru juga lahir merupakan pencahar ideal dan mempersiapkan untuk saluran membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang pencernaan makanan bagi bayi makanan yang akan datang. lambung bayi yang

berusia 1-2 hari. Volume kolostrum antara 150-300 ml/24

ASI Transisi/ Peralihan ASI peralihan adalah sampai hari ke-10. ASI yang dua keluar setelah volume air serta kolostrum sampai sebelum ASI matang, yaitu sejak hari ke-4 Selama dan minggu, susu bertambah komposisinya. banyak berubah warna

Kadar imunoglobulin dan protein menurun,

sedangkan lemak dan laktosa meningkat.

ASI Matur ASI matur disekresi pada hari ke sepuluh dan tidak seterusnya. ASI putih. Kandungan ASI matur tampak matur relatif berwarna konstan,

menggumpal bila dipanaskan. Air susu yang mengalir pertama kali atau saat lima menit pertama disebut foremilk. Foremilk lebih encer. Foremilk mempunyaikandungan rendah lemak dan tinggi laktosa, gula, protein, mineral dan air. Selanjutnya, air susu berubah menjadi hindmilk. Hindmilk kaya lebih akan lemak dan nutrisi. Hindmilk membuat bayi akan keduanya, baikforemilk maupun hindmilk. Dibawah ini bisa kita lihat perbedaan komposisi antarakolustrum, ASI transisi dan ASI matur.

cepat kenyang. Dengan demikian, bayi akan membutuhkan

Tabel. Kandungan kolustrum, ASI transisi dan ASI matur

Kandungan Energi (kgkal)

Kolustrum 57,0

Transisi 63,0

ASI matur 65,0

Laktosa (gr/100 ml) Lemak (gr/100 ml) Protein (gr/100 ml) Mineral (gr/100 ml) Immunoglubin :

6,5 2,9 1,195 0,3

6,7 3,6 0,965 0,3

7,0 3,8 1,324 0,2

Ig A (mg/100 ml) 335,9 Ig G (mg/100 ml) 5,9 Ig M ml) (mg/100 17,1 14,2-16,4 420-520

119,6 2,9 2,9 24,327,5 250270

Lisosin (mg/100 ml) Laktoferin

3. 5 UPAYA MEMPERBANYAK ASI Upaya memperbanyak ASI 1) Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on

demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi. 2) Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui.Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar. 3) Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran duh ASI peras saya cukup gak ya? maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah.Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar.Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari menyemangati istrihingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya. 4) Hindari pemberian susu formula.Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahalpemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu

formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi. 5) Hindari penggunaan DOT, empeng, dkknyaJika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap disekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit sajadotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya. 6) Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optima. 7) Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi. 8) Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

Berikut ini adalah persiapan yang perlu dilakukan untuk memperlancar pengeluaran ASI Membersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk. Putting susu di tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi Bila putting susu belum menonjol, dapat menggunakan pompa susu atau dengan jalan operasi Keberadaan putting susu dalam mulut bayi mempunyai keuntungan tersendiri, yaitu sebagai berikut Rangsangan putting susu lebih mantap, sehingga reflex pengeluaran ASI lebih sempurna Menghindari kemungkinan lecet pada putting susu Kepuasan bayi saat menghisap ASI lebih besar Semprotan ASI lebih sempurna dan menghindari terlalu banyak udara yang masuk ke dalam lambung bayi

Produksi ASI yang rendah adalah akibat dari : 1. 2. kurang sering menyusui atau memerah payudara. Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, hal ini terjadi akibat hal-hal berikut ini

Struktur mulut dan rahang yang kurang baik Tekhnik perlekatan yang salah Kelainan endokrin ibu (jarang yang terjadi) Jaringan payudara hipoplastik Kelainan metabolism atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI 3. Kurangnya gizi ibu Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah sebagai berikut Frekuensi pemberian susu Berat bayi saat lahir Usia kehamilan saat melahirkan Usia ibu dan paritas Stress dan penyakit akut Mengkonsumsi rokok Mengkonsumsi alcohol Pil kontrasepsi

4. 6 TANDA BAYI CUKUP ASI

Bayi usia 0-6 bulan, dapat dinilai mendapat kecukupan ASI bila mencapai keadaan sebagai berikut: 1. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama. 2. Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah lahir. 3. Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 x sehari. 4. Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI. 5. Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI telah habis. 6. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal. 7. Pertumbuhan berat 8. Perkembangan motorik 9. Bayi kelihatan puas, dantidur dengan cukup. 10. Bayi menyusu dengan kuat (rakus), kemudian melemah dan tertidur pulas. Untuk mengetahui banyak nya produksi ASI, beberapa kriteria yang dapat di gunakan sebagai patokan untuk mengetahui iumlah ASI cukup atau tidak adalah sebagai berikut baik badan (BB) bayi dan tinggi (bayi aktif dan saat motoriknya bangun badan (TB)bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan. sesuai dengan rentang usianya). sewaktu-waktu lapar

a. ASI yang banyak dapat merembes keluar melalui putting b. Sebelum di susukan, payudara terasa tegang c. Berat badan naik sesuai dengan usia

kenaikan berat badan rata-rata usia 1-3 bulan : 700 gr/bulan usia 4-6 bulan : 600gr/bulan usia 7-9 bulan : 400 gr/bulan usia 10-12 bulan : 300 gr/bulan 5 bulan : dua kali berat badan waktu lahir 1 tahun : tiga kali berat badan waktu lahir

d. Jika ASI cukup, setelah menyusui bayi akan tertidur/ tenang selama 3-4 jam e. Bayi lebih sering berkemih, sekitar 8 kali sehari

Ternyata, hanya ada dua tanda yang menunjukan bayi kurang mendapat cukup ASI, seperti yang di jelaskan di bawah ini

Air seni bayi berwarna kuning pekat, berbau tajam, dan jumlah nya sedikit. Bayi buang air kecil kurang dari 6 kali sehari. Ini menunjukan bahwa bayi kekurangan cairan, sehingga menunjukan bahwa bayi kurang mendapat cukup ASI. Perkembangan berat badan bayi kurang dari 500 gram perbulandan ini menunjukan bahwa bayi kurang mendapatkan asupan yang baik selama 1 bulan terakhir. Apabila di berikan ASI secara ekslusif (0-6 bulan) dapat mencukupi semua kebutuhan bayi.

5. 7 ASI EKSKLUSIF ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja, termasuk kolostrum tanpa tambahan apapun sejak dari lahir, dengan kata lain pemberian susu formula, air matang, air gula, dan madu untuk bayi baru lahir tidak di benarkan Setiap ibu menghasilkan air susu yang kita sebut ASI sebagai makanan alami yang di sediakan untuk bayi. Pemberian ASI eksklusif serta proses menyusui yang benar merupakan sarana yang dapat diandalkan untuk membangun SDM yang berkualitas. Seperti kita ketahui, ASI adalah makanan satu-satunya yang paling sempurna untuk menjamin tumbuh kembang bayi pada enam bulan pertama. Selain itu, dalam proses menyusui yang benar, bayi akan mendapatkan

perkembangan jasmani, emosi, maupun spiritual yang baik dalam kehidupan nya berikut adalah manfaat ASI Ekslusif enam bulan daripada hanya empat bulan. Untuk Bayi Melindungi dari infeksi gastrointestinal Bayi yang ASI ekslusif selama enam bulan tingkat pertumbuhannya sama dengan yang ASI eksklusif hanya empat bulan. ASI eksklusif enam bulan ternyata tidak menyebabkan kekurangan zat besi Untuk Ibu Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga o Memberi jarak antar anak yang lebih panjang aliasmenunda kehamilan berikutnya o Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak membutuhkan zat menstruasi Ibu lebih cepat langsing. Penelitian membuktikan bahwa ibu menyusui enam bulan lebih langsing setengah kg dibanding ibu yang menyusui empat bulan. lebih ekonomis besi sebanyak ketika mengalami

INISIASI MENYUSUI DINI INISIASI Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi. Tahap-tahap dalam Inisiasi Menyusu Dini 1. Dalam 30 menit pertama: stadium istirahat/diam dalam keadaan siaga (rest quite alert stage). Bayi diam tidak bergerak. Sesekali matanya terbuka lebarmelihat ibunya. Masa tenang yang istimewa ini merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan. Bonding (hubungan kasih saying)ini merupakan dasar pertumbuhan bayi dalam suasana aman. 2. Antara 30-40 menit :mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti ingin minum, mencium, dan menjilat tangan. Bau dan rasa ini akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan putting susu ibu. 3. Mengeluarkan air liur: saat menyadari bahwa ada makanan di sekitarnya, bayi mengeluarkan air liurnya.

4. Bayi mulai bergerak kea rah payudara. Areola sebagai sasaran, dengan kaki menekan perut ibu. Ia menjilat-jilat kulit ibu, menghentak-hentakkan kepala ke dada ibu, menoleh kekanan dan kekiri, serta menyentuh dan meremas daerah putting susu dan sekitarnya dengan tangan nya yang mungil. 5. Menemukan, menjilat, mengulum putting, membuka mulut lebar, dan melekat dengan baik.

Manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu 1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko kematian karenahypothermia (kedinginan). 2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi. 3. Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan. 4. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan

zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan. 5. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi. 6. Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi. 7. Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah 6 bulan. 8. Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnyaoksitosin yang penting karena: Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkanplasenta dan mengurangi perdarahan ibu. Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/bahagia. Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar. Manfaat Inisiasi

Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI ekslusif akan menurunkan kematian. ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak merebut enzim anak. Yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan deman. Jika diambil banyak, akan diberikan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya. Inti dari semua itu adalah, ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun karena informasi ASI yang kurang, tanpa kita sadari sudah menggangu proses kehidupan manusia mamalia. Inisiasi menyusui dini memang hanya 1 jam, tapi mempengaruhi bayi seumur hidupnya.

2. 8 CARA MERAWAT PAYUDARA a.Perawatan payudara ibu hamil untuk persiapan menyusui si kecil:

1. Bila bra sudah mulai terasa sempit, sebaiknya ganti dengan bra yang pas dan sesuai dengan ukuran untuk memberikan kenyamanan dan juga support yang baik untuk payudara. Bila berencana untuk menyusui bayi, dapat memulai menggunakan bra untuk menyusui pada akhir kehamilan. Pilihlah bra yang ukurannya sesuai dengan payudara. Karena kalau tidak dapat menyebabkan infeksi seperti mastitis (suatu infeksi pada kelenjar susu di payudara). 2. Jangan membersihkan payudara dan puting dengan mengunakan sabun karena dapat menyebabkan daerah tersebut kering. Cukup gunakan air, lalu keringkan dengan handuk. 3. Pada tahap akhir kehamilan, cobalah untuk memijat lembut payudara di daerah yang berwarna gelap (areola) dan puting susu, mungkin akan mengeluarkan beberapa tetes kolostrum (cairan kental bewarna kekuningan dari puting). Hal ini bertujuan untuk membantu membuka saluran susu yang tersumbat. 4. Dengan lembut putar puting susu dengan telunjuk dan ibu jari sekitar 10 detik sewaktu mandi. Jika ibu mendapatkan puting susu rata atau masuk ke dalam, konsultasikan ke dokter, sehingga hal ini dapat diatasi sedini mungkin untuk mencegah kesulitan menyusui nantinya. 5. Jangan ragu untuk mendatangi klinik laktasi guna mengetahui bagaimana cara

b. Cara perawatan payudara setelah melahirkan (post partum) Cara perawatannya yaitu bisa dilakukan sambil ibu duduk dibangku atau bisa juga saat ibu sebelum mau mandi sambil berdiri, sebelum memulai kita harus terlebih dahulu mempersiapkan sedikit peralatan seperti : - Handuk 2 buah - Waslap 2 buah - Waskom 2 buah masing-masing berisi air hangat dan air dingin - Kapas minimal 4 buah - Minyak kelapa/baby oil - Tempat sampah - 3 buah peniti - Mangkok plastic untuk menampung air susu Caranya yaitu : - Menempatkan handuk didaerah pundak ibu dan satunya lagi dibawah payudara lalu disatukan dengan yang dipundak, kalau perlu jepit dengan peniti agar tidak jatuh. - Dekatkan tempat untuk menampung air susu, kalu-kalu ada airv susu yang menetes pada saat pengurutan nanti, bila perlu ditampung pada mangkok plastic

- Kompres putting susu dengan kapas yang sudah diberi minyak kelapa atau baby oil selama kurang lebih 5 menit, setelah itu bersihkan daerah aerola dan putting susu dengan menggunakan kapas tadi, lalu buang kapas kotor ketempat sampah. - Licinkan kedua tangan dengan minyak lalu tempatkan kedua telapak tangan tadi diatas kedua payudara. - Pengurutan 1 Lakukan pengurutan, arah pengurutan dimulai kearah atas kemudian kesamping, telapak tangan kiri dan telapak tangan kanan kearah sisi kanan. Selanjutnya diteruskan kearah bawah samping. Lakukan pengurutan ini sebanyak 15-30 kali. Selanjutnya letakkan kedua telapak tangan disalah satu payudara bagian bawahnya edengan posisi telapak tangan yang satu diatas dan yang satu dibawah (posisi bertumpuk). Lalu digerakkan secara bergantian keatas sambil menyentuh sedikit payudara dan dilepas perlahan-lahan, lakukanlah sebanyak 15-30 kali. Dilanjutkan dengan arah garukan yang terakhir adalah melintang yaitu tempatkan kedua telapak tangan dibawah kedua payudara kiri dan kanan, kemudian secara bersamaan digerak-gerakan keatassambil menyentuh sedikit payudara dan dilepas perlahan-lahan, lakukanlah sebanyak 15-30 kali. - Pengurutan II

Salah satu tangan menopang payudara sedang tangan yang lainnya mengurut payudara dari pangkal menuju putting susu dengan tangan dikepalkan. Lakukanlah sebanyak 15-30 kali. - Pengurutan III Satu payudara dan telapak tangan menopang yang lainnya mengatur payudara dari pangkal menuju ke putting susu. Lakukanlah secara bergantian pada payudara kiri dan kanan, lakukanlah sebanyak 15-30 kali.

- Pengurutan IV Merangsang payudara dengan mengompreskan air hangat dan air dingin secara bergantian dengan memakai waslap, dilakukan sebanyak 15-30 kali. Bisa juga dilakukan oleh ibu pada saat mandi dikamar mandi dengan menggunakan Waskom kecil berisi air hangat diguyur atau dicipratcipratkan ke payudara dan untuk air dinginnya bisa dilakukan saat ibu mandi dengan air dingin. Selanjutnya dikeringkan dengan handuk dan alat-alat yang dipakai dibereskan Pakailah BH khususu untuk menyusui bayi (BH yang menyangga Penting ; Jangan membersihkan putting susu dengan sabun atau alcohol karena dapat menyebabkan putting susu lecet/sakit. payudara)

Perawatan dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi.

Anatomi dan Fisiologi Payudara Sep 23, 20092 Commentsby lusa Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjarpayudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram. Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu : 1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar. 2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah. 3. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.

Gambar 1. Anatomi payudara Korpus Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah. Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 1520 lobus pada tiap payudara. ASI dsalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus). Areola Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat ototpolos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar. Papilla Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/

datar, panjang dan

terbenam(inverted).

Gambar 2. Bentuk puting susu normal

Gambar 3. Bentuk puting susu pendek

Gambar 4. Bentuk puting susu panjang

Gambar 5. Bentuk puting susu terbenam/ terbalik Referensi Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 6-9)

Arianto, 2004. Anatomi Payudara dan Fisiologi Laktasi. Ahad, 6 September 2009; pukul 10:55 WIB http://sobatbaru.blogspot.com/2009/02/anatomi-payudaradan-fisiologi-laktasi.html Program Manajemen Laktasi, 2004. Buku Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta. (hlm:1-5) Pusdiknakes, 2003. Buku 4: Asuhan Kebidanan Post Partum. (hlm: 14-17) Roesli, U. 2005. Panduan Praktis Menyusui. Jakarta: Puspaswara. (hlm: 4-8) Kata Kunci anatomi payudara, anatomi dan fisiologi payudara, anatomi fisiologi payudara, gambar anatomipayudara, anatomi, struktur payudara, fisiologi payudara, bagianbagian payudara, anatomifisiologi, bagian bagian payudara, anatomi payudara wanita, bagian payudara, anatomi mammae, bentuk puting payudara, duktus laktiferus, anatomi mamae, anatomi payudarah, kelenjarmammae, bentuk puting susu, Anfis Payudara, struktur payudara dan fisiologi laktasi, fisiologi,anatomi dan fisiologi, bentuk puting, gambar anatomi. Askeb III (Nifas)