You are on page 1of 7

PERMINTAAN AKAN INPUT

PASAR OUTPUT DAN PASAR INPUT


Apa yang akan kita bahas sampai tahap ini adalah mengenai pasar input. Output
berasal dari Sektor rumah tangga sabagai konsumen , sadang penawaran akan output
berasal dari sektor industri.
Pasar Input atau pasar faktor produksi menyoroti sisi lain dari hubungan antar
sektor rumah tangga dengan sektor produksi inpu atau sektor produksi dimiliki oleh
mereka yang tinggal di sektor rumah tangga dan digunakan ( dibeli atau disewa ) oleh
sektor produksi. Permintaan akan output timbul karena orang- orang disektor rumah
tangga :
a. Memerlukan barang-barang konsumsi (ouput) untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya,
b. Memiliki daya beli (uang) yang berasal dari “penjualan” jasa input-input yang
mereka miliki kepada sektor produksi. Jadi arus kegiatan ekonomi merupakan
urutan perputaran ( circular flow ) yang lengkap, seperti yang terlihat pada
gambar berikut :

1
INPUT ANTARA DAN INPUT PRIMER
Dari segi suatu perusahaan ,kita bisa membedakan dua macam input yaitu :
a. Input antara ( intermediate inputs ) dan
b. Input primer ( primary inputs )

Input antara adalah input yang digunakan oleh suatu perusahaan, yang merupakan
output dari perusahaan lain ( misalnya : kapas untuk pabik tekstil, pupuk bagi petani
dan sebagainya ).
Input primer adalah input yang bukan merupakan output perusahaan lain manapun
dalam berbagai perekonomian. Dalam golongan ini termasuk tenaga kerja, tanah
kapital dan kepengusahaan. Jadi input primer adalah identik dengan apa yang
sering kita sebut faktor- faktor produksi.
PERMINTAAN AKAN INPUT
Suatu faktor produksi “diminta “ karena dibutuhkan dalam suatu proses produksi.
Proses produksi tyersebut dilakukan karena suatu alasan, yaitu karena ada permintaan
akan output yang dihasilkannya. Jadi permintaan akan input akan timbul karena ada
permintaan akan output. Permintaan akan input disebut oleh ahli ekonomi Alfred
Marshall sebagi Derived demand atau Permintaan Turunan. Permintaan akan output itu
sendiri dianggap sebagi “ permintaan asli” karena timbul langsung karena adanya
kebutuhan manusia.
Bagimanakah permintaan akan input bisa “diturunkan “? Untuk mudahnya ambil
kasus sederhana dimana proses produksi hanya memerlukan satu input variabel,
katakanlah , tenaga kerja. Bagi kasus lebih dari satu input variabel, dalil-dalil yang
didapatkan berikut ini perlu diubah sedikit. Untuk tingkat pengantar, kasus lebih dari
satu input variabel kita kesampingkan, karena substansinya sudah terungkapdalam
kasus dalam satu input variabel.
Dari teori prilaku produsen kita tahu bahwa posisi keuntungan maksimum ( posisi
keseimbangan ) produsen tercapai apabila dipenuhi persyaratan bahwa :
MR = MC……………(1)

Syarat keseimbangan produsen ini bisa dijabarkan lebih lanjut. Kita jabarkan MC lebih
dahulu
MC = ∆TC / ∆Q = ( ∆TC / ∆X) (∆X / ∆Q )……..(2)

2
Di mana TC = total Cost, Q = Output , X = Input.
Sekarang anggap abahwa si produsen merupakan pembeli “ kecil” di pasar input X.
artinya ia bisa membeli input X berapapun jumlahnya pada harga yang berlaku dipasar
(tindakanya tidak mempengaruhi harga pasar ).
Dengan kata lain , ia beroperasi sebagai pesaing sempurna di pasar input tersebut.
Apabila demikian, dan X adalah satu-satunya input variabel, maka dengan tambahan 1
unit input x , TC akan naik sebesar harga 1 unit X tesebut, atau
∆TC / ∆X = Px……………..……(3)

Sekarang perhatikan suku (∆X / ∆Q ) dalam persamaan (2) di atas. Ini adalah kebalikan
dari ∆Q / ∆X ( yang tidak lain adalah MPPx yaitu kenaikan output yang di akibatkan
oleh kenaikan penggunaan satu unit input (X).
∆X / ∆Q = 1 / MPPx ……………..(4)
Jadi persamaan (2) menjadi :
MC = Px / MPPx………………….(5)
Sekarang kita jabarkan MR .
Apabbila kita menganggap bahwa si produsen beroperasi di pasar output yang
berbentuk persaingan sempurna,maka MR = PQ dimana PQ adalah harga output.
(ia berhadapan dengan kurva permintaan output yang horisontal, yang berarti
AR = MR = PQ ). Syarat keuntungan maksimum [persamaan (1) ] bisa ditulis sebagai :

PQ = PxMPPx …………………(6)
Yang apabila dibalik menjadi :

MPPxPx = 1PQ ………………….(7)

Ingat bahwa ini tidak lain adalah syarat penggunaaan input yang optimum (keuntungan
maksimum ) dalam bab V, dan ternyata dalil tersebut adalah dalil MR = MC yang
dinyatakan secara lain ;
Pernyataan (7) juga bisa dinyatakan sebagai :
MPPx . PQ = Px ………………………..(8)
Dalam Bab V , MPPx . PQ disebut value of marginal product dari X (= VMPx ), yaitu
MPPx yang dinilai dalam satuan uang ( bukan dalam satuan fisik ). Persamaan (8) bisa
ditulis sebagai :
VMPx = Px ……………………………….(9)
3
Produsen akan menggunakan input X Sampai jumlah tertentu sehingga VMPx sama
dengan harga perunit X . ini adalah tingkat penggunaan input X yang Optimal karena
menghasilkan keuntungan maksimum baginya.
Kurva VMPx Bisa digambar dari kurva MPPx dengan mengubah skala sumbu dari
satuan fisik menjadi satuan nilai uang.
Rp

4
apabila harga input X adalah P’ x, maka jumlah input X yang diminta si produsen 0X1(
agar memnuhi syarat VMPx = Px ). Apabila harga X adalah P”x , jumlah X yang diminta
adalah 0X2 ( sekali lagi agar syarat VMPx = Px tetap terpenuhi ). Demikian seterusnya
untuk tingkat harga X yang lain, si produsen akan selalu menyamakan VMPx, dengan
Px,yang berlaku agar keuntungannya maksimum. Jelaslah dari uraian ini bahwa kurva
VMPx adalah kurva permintaan produsen akan input X. kita telah “ menurunkan “ kurva
permintaan akan input . namun perhatikan bahwa dalil tersebut berlaku atas dasar
3 hal :
a) Produsen di anggap sebagai pembeli “kecil” di pasar input X
b) Produsen beroperasi dalam persaingan sempurna di pasar outputnya, dam
c) Kurva VMP yang berlaku adalah bagian yang menurun ( sebab bagian VMP
yang menaik mencerminkan MPP yang menaik dan ( kalau dilihat pada Bab V )
bagian ini tidak akan pernah dipilih oleh produsen yamg kita lihat sebagai
Irrational stage ).
Jadi lengkapnya dalil kita berbunyi :
Dalam kasus suatu input variabel dan produsen beroperasi dalam persaingan
sempurna baik dipasar input maupun dipasar outputnya, maka bagian yang menurun
dasri kurva VMPnya adalah juga kurva permintaanya akan input variabel tersebut.
MONOPOLI DI PASAR OUTPUT
Bagaimanakah nseandainya si produsen beroperasi sebagai monopolis atau
perusahaan persaingan monopolistis di pasar outputnya ,tetapi tetap dalam persaingan
sempurna dalam pasar inputnya??
Apabila demikian, dalil diatas akan sedikit berubah .
Kita ingat bahwa syarat keuntungan maksimum MR = MC masih tetap berlaku di
pasar monopoli maupun pasar persaingan monopolistis. Yang bebeda disini adalah
bahwa MR tidak lagi sama dengan PQ , sebab produsen menghadapi kurva permintaan
yang menurun bagi outputnya. Syarat keuntungan maksimum tersebut berbunyi :

MR = Px / MPPx………………….(10)
Atau

5
MPPx . MR = Px…………………(11)
MPPx .MR ini disebut disebut marginal revenue Product dari X (= MRPx ) yaitu MRPx
yang dinilai atas dasar MRnya ( bukan PQ nya). Atau :
MRPx = Px
Kurva MRPx bisa digambar asal kita tahu kurva MPPx dan MR untuk Q. (kurva MR itu
sendiri bisa diturunkan dari kurva permintaan akan Q ). Hubungan antara VMP dan
MRP ditunjukan oleh gambar :
Rp

Sifat hubungannya adalah persis sama dengan sifat hubungan antar kurva permintaan
( AR ) dengan kurva MR . kurva MRP terletak di bawah kurva VMP ,karena untuk kasus
kurva permintaan yang menurun MR < PQ .

Jadi dalil lengkapnya berbunyi :


Dalam kasus satu input variabel dan produsen beroperasi dalam persaingan
sempurna di pasar inputnya, tetapi dalam pasar monopoli atau persaingan monopolistis
di pasar outputnya , maka bagian yang menurun dari kurva MRPnya adalah kurva
permintaan nya akan input variabel tersebut.
FAKTOR - FAKTOR DALAM PERMINTAAN INPUT

6
Faktor-faktor ini penting untuk diingatkarena ( melaui permintaan akan input )
mepengaruhi pola distribusi pendapatan antara warga masyarakat.
Kita telah lihat di atas bahwa kurva permintaan akan input adalah kurva VMP
atau kurva MRP, tergantung bentuk pasar outputnya. Kita tahu pula bahwa VMPx dan
RMPx adalah perkalian antara MPPx dengan harga output (atau MR). Kurva MPPx
berasal dari kurva TPPx atau fungsi produksi Q = f(x) dari produsen.apabila fungsi
kurva dari MPPx berubah dan kurva VMPx (atau MRPx ) juga berubah . harga atau MR
dari output berasal dari fungsi permintaan akan output .bentuk dan posisi kurva dari
permintaan akan output menentukan bentuk dan posisi dari kurva VMPx (atau MRPx ).
Bentuk kurva permintaan akan output tergantung antara lain pada bentuk pasarnya,
dalam pasar persaingan sempurna kurva permintaan yang dihadapi produsen adalah
horisontal , sedang dalam pasar monopoli atau persaingan monopolistis berbentuk
kurva yang menurun .posisi (dan bentuk 0 dari kurva permintaan akan output
dipengaruhi pula oleh faktor-faktor lain, antara lain : selera konsumen , income
konsumen , jumlah konsumen , harga barang- barang lain, distribusi pendapatan antar
a konsumen lain. Semua faktor ini apabila berubah , merubah pula posisi (dan bentuk )
kurva permintaan akan output, dan selanjutnya merubah bentuk VMPx (atau MRPx ).
Jadi secara ringkas permiontaan akan input dipengaruhi :
a) Teknologi , kemajuan teknologi atau penigkatan produktivitas suatu input
menggeser permintaan akan input kekanan .
b) Bentuk pasar, semakin “ sempurna” persaingan dalam pasar output, semakin
“landai “ (semakin elastis ) kurva permintaan akan input tersebut.

c) Semua faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen (akan output ). Seperti


selera, income, jumlah penduduk , harga barang- barang lain , distribusi
pendapatan ,. Apabila selera meningkat , income meningkat dan harga barang
subtitusi output naik, maka permintaan akan input yang digunakan dalam proses
produksi barang tersebut meningkat ( bergeser ke kanan ). Sebaliknya akan
terjadi apabila selera, income dan harga barang subtitusi turun.