You are on page 1of 2

Leukosit adalah nama lain dari sel darah putih.

Leukosit berfungsi melindungi tubuh dari infeksi dan bekerja sama dengan protein respon imun, imunoglobulin, dan komplemen. Neutrofil, eosinofil, basofil, dan monosit merupakan fagosit. Fagosit ditarik ke arah bakteri di tempat peradangan oleh zat kemotaktik yang dilepaskan oleh jaringan rusak atau komponen komplemen (Hoffbrand et Mehta, 2008). Neutrofil merupakan leukosit perifer yang paling banyak. Sel ini memiliki masa hidup singkat, sekitar 10 jam dalam sirkulasi. Neutrofil memasuki jaringan dengan cara bermigrasi sebagai respons terhadap faktor kemotaktik. Migrasi, fagositosis, dan pembunuhan adalah fungsi yang bergantung pada energi (Hoffbrand et Mehta, 2008). Eosinofil memiliki kinetika produksi, diferensiasi, dan sirkulasi yang serupa dengan kinetika pada neutrofil. Sel ini memiliki inti bilobus dan granul yang terwarnai menjadi merah oranye (mengandung histamin). Sel ini sangan penting dalam respon terhadap penyaki parasitik dan penyakit alergi. Pelepasan isi granulnya ke patogen yang lebih besar membantu destruksinya dan fagositosis berikutnya (Hoffbrand et Mehta, 2008). Basofil Basofil sangan terkait dengan sel mast. Keduanya berasal dari prekursor granulosit dalam sumsum tulang. Sel-sel ini memiliki granul ungu gelap besar yang berisi hitamin dan heparin dan dilepaskan setelah pengikatan IgE ke reseptor permukaan. Sel-sel ini berperan penting pada reaksi hipersensitivitas segera. Sel mast juga berperan penting dalam pertahanan melawan alergen dan patogen parasitik (Hoffbrand et Mehta, 2008) Monosit Monosit bersirkulasi selama 20-40 hari, kemudian masuk ke dalam jaringan sebagai makrofag. Di tempat ini monosit matang dan menjalankan fungsi utamanya yaitu fagositosis dan pembunuhan. Sel ini berinti satu dan memiliki sitoplasma keabuan dengan vakuola dan granul berukuran kecil. Dalam jaringan, monosit sering memiliki proyeksi sitoplasma panjang yang menyebabkannya dapat berkomunikasi secara luas dengan sel-sel lain (Hoffbrand et Mehta, 2008). 1 Eos Bas 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Staf

1 5 3 1 10 2 2 1 5

Segmen 2 Limf Mono 4 1 10

Eosinofil Basofil Staf Segmen Limfosit Monosit

: 4% : 4% : 8% : 36% : 36% : 8%

Penghitungan jenis leukost masih dalam batas normal. Namun, didapatkan kenaikan jumlah monosit. Hal ini seharusnya tidak terjadi karena preparat yang dipakai adalah preparat normal. Kenaikan ini bisa terjadi karena ada kesalahan. Seperti salah hitung atau salah tafsir, sehingga leukosit yang bukan jenis monosit dinyatakan sebagai monosit. Dapus : Hoffbrand, Victor., Atul Mehta. 2008 At a Glance Hematologi. Jakarta : Erlangga