You are on page 1of 27

Panjang antara 6-8 cm dan 7-10 cm Bentuk dalam berlipat-lipat rugae Epitel gepeng tidak bertanduk Saat hamil,

mil, dinding vagina berwarna kebiruan lividae Bagian atas vagina dari ductus mulleri, bagian bawah dari sinus urogenitalis

Depan uretra dan kandung kemih (septum vesicovaginalis) Belakang rektum (septum rektovaginalis), Cavum Douglas Kanan dan kiri musculus levator ani Atas serviks, terbentuk forniks anterior, posterior, lateralis kanan dan kiri.

A. Uterina 1/3 atas A. Vesikalis 1/3 tengah A. Hemoroidalis mediana dan a. Pudendus interna 1/3 bawah pleksus pampiniformis v. Hipogastrica + v. Iliaca ke atas

Bentuk seperti buah alpukat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah depan dan belakang Sebesar telur ayam dan berongga Dinding : otot polos Panjang : 7-7,5 cm Lebar : 5,25 cm Tebal : 2,5 cm Tebal dinding : 1,25 cm Letak normal : anteversiofleksio

Lig. Lig. Lig. Lig. Lig.

Cardinal kiri dan kanan Sakro-uterina kiri dan kanan Rotundum kiri dan kanan Latum kiri dan kanan Infundibulo-pelvicum kiri dan kanan

Di sudut kiri dan kanan belakang fundus uteri ada lig. Ovarii propium kiri dan kanan untuk menahan ovarium

Fundus uteri Corpus uteri Serviks uteri :


Pars vaginalis serivisis uteri portio Pars supravaginalis servisis uteri bagian serviks yang berada di atas vagina

Pembagian secara histologis : Endometrium di corpus uteri dan endocerviks di serviks Otot polos Lapisan serosa peritoneum viserale

A. Uterina kiri dan kanan berasal dari a. Iliaca interna (a. Hipogastrica).
Pembuluh darah ini melalui dasar lig. Latum masuk ke uterus di daerah serviks kira-kira 1,5 cm di atas forniks lateralis vagina.

A. Ovarica kiri dan kanan :


Berjalan dari dinding lateral dinding pelvis, melalui ligamentum infundibulo-pelvicum mengikuti tuba Falloppi, beranastomosis dengan ramus ascendens a.uterina di lateral, kanan dan kiri uterus.

Pleksus vena v. hipogastrica

Simpatik :

Parasimpatik :

ke rongga panggul sebagai pleksus hipogastrikus melalui bifurcatio aorta dan promontorium ke bawah menuju ke pleksus Frankenhauser. Memberi inervasi pada myometrium dan endometrium Kontraksi dan konstriksi di dalam panggul kiri dan kanan os sacrum, berasal dari S2-3 masuk ke pleksus Frankenhauser Mencegah kontraksi dan menimbulkan vasodilatasi Uterus Thoracal 11-12 Serviks dan bagian atas vagina Sakral 2-4 Bagian bawah vagina n. Pudendus dan n. ieloinguinalis

Saraf Sensoris :

Bagian :
Pars interstitialis Pars istmica Pars ampullaris Infundibulum + fimbriae

Bagian luar tuba diliputi peritoneum viscerale (bag. lig. Latum). Otot dinding tuba : otot longitudinal dan otot sirkular Sel-sel sekresi dan bersilia untuk menyalurkan telur hasil konsepsi ke arah cavum uteri.

(A) Isthmus, (B) Ampulla, (C) Infundibulum

Mesovarium menggantung ovarium di bagian belakang ligamentum latum kiri dan kanan. Ukuran 4 cm, tebal 1,5 cm. Ligamen :
Struktur ovarium :
Lig. Ovarii propium menghubungkan dengan uterus Cortex epitel germinativum. Isi folikel dan stroma Medula pembuluh darah, saraf dan sedikit otot polos

A. Renalis sinistra a. Ovarica sinistra A. Ovarica masuk ke ovarium dan tuba melalui ligamentum infundibulo-pelvicum.

Merupakan ancaman robekan rahim, terjadi bila ketuban pecah dan pembukaan lengkap tetapi bagian depan anak maju. Gejala :
Lingkaran retraksi naik sampai sedikit di bawah pusat atu lebih tinggi His kuat atau tetani uteri Lig. Rotundum tegang Nyeri spontan dan nyeri tekan Pasien gelisah, nadi cepat Darah dalam urine

Appleton & Lange. 2010. William Obstetri : Anatomy and Physiology. 23rd editions. USA : The McGraw-Hill Companies, Inc Praiwiro Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan : anatomi alat reproduksi. Edisi 4. Jakarta. Hal. 115 Obstetri Patologi : Distosia. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. 1983. Bandung : Elstar