You are on page 1of 18

ABSTRAK

Buah mengkudu adalah buah yang dapat menyembuhkan penyakit Kanker. Buah mengkudu juga dikenal sebagai obat menambah nafsu makan. Cara mengonsumsi antara lain terdapat pada resep berikut : Buah mengkudu muda dibuat jus dengan cara diblender bersama air masak secukupnya. Untuk menambah rasa bisa dibubuhi dengan madu dan diminum tiga puluh menit sebelum sarapan. Resep ini berkhasiat untuk membersihkan lemak darah sehingga menyembuhkan stroke. Resep kedua, buah mengkudu matang dihaluskan, dicampur dengan rumpang lempuyang parut, dan beberapa sendok air masak. Peras kemudian diminum, khasiat untuk mengurangi penyebaran kanker.

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Buah mengkudu sangat bagus kasiatnya. karena kandungan senyawa senyawa yang ada dalam buah tersebut dapat menormalkan kondisi seseorang yang terkena tekanan darah tinggi maupun darah rendah senyawa tersebut adalah Xeronine senyawa ini mempunyai sifat yang kontradiktif yaitu saat tekanan darah rendah senyawa ini menaikannya , tetapi apabila tekanan darah tinggi senyawa ini akan bekerja untuk menurunkan tekanan darah. Dari hasil penelitian terdapat 61 lebih senyawa yang berkasiat dalam kandungan buah mengkudu. Senyawa senyawa tersebut bekerja secara sinergis dan saling menguatkan antara senyawa satu dengan yang lainnya. Senyawa yang ada dalam buah tersebut antara lain Morindin senyawa ini berkasiat dalam meningkatkan system pertahanan tubuh, GUM, asam Malat asam Nitrat dan senyawa anti septic, Scopolotine senyawa yang bekerja membersihkan endapan penyebab Arteroclerosis (penyumbatan dinding pembulu darah akibat kotoran sisa metabolisme) sehingga pembuluh darah menjadi lentur dan kerja jantung memompa darah tidak begitu berat. Mengkudu matang banyak mengandung GUM dan berbagi glukosa yang punya daya anti Tumor dan menstimulir kekebalan tubuh. Adalagi senyawa yang unik yang ada dalam kandungan mengkudu yaitu Aerta senyawa ini merangsang Pineal mengeluarkan Serotine dan Endhorpine (Morfin tubuh) sehingga mengkudu dapat digunakan untuk terapi narkoba. Tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia) sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tumbuhan berbuah kuning pucat tersebut bisa ditemui di berbagai daerah. Biasanya tumbuh secara liar di pekarangan atau pinggir jalan. Selain mengkudu, nama lokal lain adalah pace, bentis, kemudu (Jawa), cangkudu (Sunda), kondhuk (Madura), bangkudu (Batak), neteu (Mentawai), keumudee (Aceh), tibah (Bali) atau rewonang (Dayak). Namun secara

internasional, mengkudu lebih dikenal sebagai noni yang merupakan sebutan khas orang Hawaii. Sayangnya, karena kebodohan dan ketidaktahuan kita, buah mengkudu nyaris tidak mendapat perhatian. Apalagi bentuk buahnya yang cenderung bak si buruk rupa dan baunya kurang sedap menjadikan mengkudu seperti seorang penderita kusta yang tercampakan. Hanya sedikit orang yang mengonsumsinya, itu pun hanya dijadikan bahan rujak coel selingan karena bosan dengan buah lain. Untuk sekian lama, mengkudu seperti musnah dalam kehidupan orang Indonesia dan nyaris tak ada orang yang merasa kehilangan. Pohon yang tersisa pun banyak ditebang. Baru kemudian ketika para ahli mengumumkan bahwa mengkudu sesungguhnya memiliki sifat multiguna sebagai tanaman obat, kita tersentak. Si buruk rupa pun kini banyak dicari orang dan menjadi salah satu primadona bisnis dengan omset miliaran rupiah. Dari uraian data diatas saya tertarik untuk menyusun Jurnal ilmiah dengan judul MANFAAT BUAH MENGKUDU BAGI KESEHATAN MANUSIA.

1.2 Tujuan Penelitian Tujuan umum dari penelitian karya ilmiah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui manfaat dan kandungan gizi buah mengkudu. 2. Mengetahui cara mengolah buah mengkudu agar bermanfaat bagi tubuh Tujuan Khusus dari penelitian karya ilmiah ini yaitu: 1. Untuk memenuhi tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia 2. Sebagai bahan diskusi karya ilmiah

1.3 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian jurnal ilmiah ini adalah : 1. Memberikan informasi tentang buah mengkudu. 2. Memberi informasi tentang kandungan gizi buah mengkudu. 3. Memberi informasi tentang khasiat atau manfaat buah mengkudu.

BAB II Kajian Teori

2.1 SEJARAH BUAH MENGKUDU Pohon mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Tinggi pohon berkisar 5 meter. Memiliki akar tunggang yang jauh menancap dalam tanah. Ukuran daun mengkudu besar. Berwarna hijau mengkilap. Tepi daun rata. Membulat dengan ujung runcing pendek. Daunnya dapat dimakan, bahkan di Aceh dijadikan sebagai makanan khas buka puasa. Buah mengkudu memiliki bentuk yang khas. Bulat melonjong dengan permukaan berbintik dan kasar. Bau buah mengkudu sangat khas, tajam menusuk. Tapi banyak orang yang tidak suka. Itu karena mereka belum menyadari manfaat buah mengkudu bagi kesehatan Asal usul mengkudu tidak terlepas dengan keberadaan bangsa Polinesia yang menetap di Kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa Polinesia dipercaya berasal dari (Asia Tenggara). Pada tahun 100 SM, bangsa yang terkenal berani \ mengembara. Tanpa sebab yang jelas mereka menyeberangi lautan, meninggalkan tanah air mereka. Ada kesan para pengembara itu di kecewakan oleh suatu hal dan maksud menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya. Setelah lama mengembara, mereka sampai di sekitar Polinesia, yaitu kepulauan di sekitar Pasifik Selatan. Para petualang tersebut langsung jatuh hati saat melihat indahnya pemandangan, kondisi pantai, dan pulaunya. Uniknya, mereka seakan telah mempersiapkan diri untuk berpindah ke pulau lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah tumbuhan dan hewan yang ikut dibawa, karena dianggap penting untuk mempertahankan hidup. Beberapa tumbuhan asli, seperti pisang, talas, ubi jalar, sukun, tebu, dan mengkudu, dibawanya. Di antara yang dibawa itu, masih ada yang berupa stek dan tunas. Salah satu tumbuhan itu, yakni mengkudu, dianggap barang keramat. Sejak 1500 tahun lalu penduduk kepulauan yang kini disebut hawaii itu

mengenal mengkudu dengan sebutan noni. Mereka menduga tumbuhan bernama latin Morinda citrifolia tersebut memiliki banyak manfaat. Mereka memandangnya sebagai Hawaii magic plant, karena buah ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Klasifikasi buah mengkudu yaitu : Kerajaan Plantae Ordo Gentianales Famili Rubiaceae Genus Morinda Spesies M. citrifolia

2.2 CIRI CIRI UMUM MENGKUDU 1. Pohon Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuningkuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

2. Daun Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

3. Bunga Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih dan harum.

4. Buah Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buahbuah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik. Jenis buah ini umumnya dihindari banyak orang karena memiliki bau yang kurang sedap. Namun dibalik itu, mengkudu memiliki khasiat kesehatan. Mengkudu juga dikenal dengan nama Pace, Lengkudu, Noni, Bangkudu, Cangkudu, dan Magic Plant. Buah mengkudu yang telah matang berwarna putih dan lunak. Tanaman mengkudu termasuk tumbuhan dari keluarga kopi-kopian (Rubiceae) merupakan tanaman daerah yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Salah satu khasiat buah mengkudu yang sampai sekarang masih dimanfaatkan orang sebagai jamu tradisional ialah mengobati radang tenggorokan yang menimbulkan demam dan tekanan darah tinggi. Juga radang usus yang menimbulkan efek yang sama dapat diturunkan dengan buah ini.

Mengkudu (Morinda tinctoria; Morinda citrifolia) boleh dijadikan jus untuk diminum. Buah mengkudu dikenali dengan pelbagai nama mengikut negara. Contohnya Noni (Hawaii, Polynesia); Nono (Tahiti); Lada (Guam); Indian Mulberry (India); Painkiller tree (Kepulauan Caribbean); Nhau (Sebahagian di Asia Tenggara); Cheesefruit (Australia); Bumbo (Afrika) dan Kura (Fiji). Ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai Morinda citrifolia. Buah mengkudu yang telah dewasa dapat mencapai ketinggian 20 kaki (sekitar 6 meter). Mengkudu sering dikonsumsi sebagai makanan, hampir semua bagian tanaman mengkudu dapat digunakan untuk jamu juamuan selama ribuan tahun yang lalu mulai dari kepulaun Polinesia dan berbagai wilayah tropis dan sub tropis lainnya. Para tabib Bangsa tradisional Polynesian telah menggunakan mengkudu selama ratusan tahun untuk menolong penyembuhan banyak penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, arthritis/penyakit tulang, penyakit karena pencernaan, bruises,sprains, skin afflictions, kram menstruasi, kondisi aging, dan banyak lagi. Diyakini buah mengkudu sebagai pembersih darah dari bakteri yang berbahaya.

Berikut ini deskripsi buah mengkudu Pokok Mengkudu ialah pokok malar hijau dengan silara berbentuk kun, tumbuh setinggi 7 m. Daun Daun tersusun dalam pasangan yang bertentangan, dan berbentuk bujur-tirus. Daun berwarma hijau tua berkilat, licin dan hujungnya runcing. Rata rata ukuran daun ialah 30-35 cm panjang dan 13-15 cm lebar. Di setiap pangkal tangkai daun terdapat ketumbuhan berbentuk seperti lidah berwarna hijau berukuran lebih kurang 1.5 cm panjang. Batang Kulit batang pokok berwarna kelabu dan mempunyai dahan empat segi.

Bunga Bentuk bunga tumbuh pada batang yang bentuknya menyerupai ketuat. Bunga adalah bisexual dan berbau wangi. Buah Buahnya berisi, jenis biji yang sangat banyak dan berbentuk bujur. Apabila masak buahnya berubah warna menjadi krim keputih-putihan. Bagian yang digunakan Buah, daun dan akar

2.3 KESEHATAN TUBUH Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan
8

sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi. Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosialekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat. Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut: 1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. 2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. a) Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. b) Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk

mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya. c) Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai. 4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

2.4 KANDUNGAN BUAH MENGKUDU

1) Senyawa-senyawa Terpenoid Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik yang juga terdapat pada lemak/minyak esensial (essential oils), yaitu sejenis lemak yang sangat penting bagi tubuh. Zat-zat terpen membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

2) Zat Anti-bakteri Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat-zat yang terdapat di dalam buah mengkudu telah terbukti menunjukkan kekuatan melawan golongan bakteri infeksi: Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kegiatan zat anti-bakteri dalam buah mengkudu dapat mengontrol dua golongan bakteri yang mematikan (pathogen), yaitu: Salmonella dan Shigella. Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari buah mengkudu mendukung

10

kegunaannya untuk merawat penyakit infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.

3) Asam Asam askorbat yang ada di dalam buah mengkudu adalah sumber vitamin C yang luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas (partikelpartikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan tubuh). Asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah mengkudu.

4) Nutrisi Secara keseluruhan mengkudu merupakan bahan makanan yang bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa lampau maupun sekarang, menggunakan buah mengkudu sebagai makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan mengkonsumsi buah mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan untuk mengkonsumsi buah mengkudu untuk menambah kekuatan dan tenaga. Zat-zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh antara lain: karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral-mineral esensial juga tersedia dalam buah maupun daun mengkudu. Selenium adalah salah satu contoh mineral yang banyak terdapat pada mengkudu dan merupakan antioksidan yang hebat.

5) Scopoletin Pada tahun 1993, peneliti universitas Hawaii berhasil memisahkan zatzat scopoletin dari buah mengkudu. Zat-zat scopoletin ini mempunyai khasiat pengobatan, dan sebagai tambahan para ahli percaya bahwa scopoletin adalah salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah mengkudu yang dapat

11

mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia. Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium, sp dan juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.

6) Zat Anti-kanker (Damnacanthal) Beberapa penelitian terbaru tentang mengkudu dilakukan untuk mengetahui kandungan zat-zat antikanker (damnacanthal ). Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti kanker pada ekstrak mengkudu ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal dari selsel abnormal K-ras-NRK (sel pra kanker) pada 500 jenis ekstrak tumbuhan, Ternyata zat anti kanker pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.

7) Xeronine dan Proxeronine Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah mengkudu adalah xeronine. Xeronine dihasilkan juga oleh tubuh manusia dalam jumlah terbatas yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi protein di dalam sel. Xeronine ditemukan pertama kali oleh Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia). Walaupun buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi mengandung bahan-bahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam koloid yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya dengan bobot molekul relatif besar, lebih dari 16,000. Apabila kita mengkonsumsi proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh akan meningkat. Di dalam tubuh manusia (usus) enzim proxeronase dan zat-zat lain akan mengubah proxeronine menjadi xeronine. Fungsi utama xeronine adalah mengatur bentuk dan rigiditas (kekerasan) protein-protein spesifik yang terdapat di dalam sel. Hal

12

ini penting mengingat bila protein-protein tersebut berfungsi abnormal maka tubuh kita akan mengalami gangguan kesehatan. Secara keseluruhan mengkudu merupakan bahan makanan yang bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa lampau maupun sekarang, menggunakan buah mengkudu sebagai makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan mengkonsumsi buah mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan untuk mengkonsumsi buah mengkudu untuk menambah kekuatan dan tenaga.

8. Zat Pewarna Kulit akar tanaman mengkudu mengandung zat pewarna (merah), yang diberi nama morindon dan morindin.

2.5 MANFAAT BUAH MENGKUDU

1) Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Buah bernama latin Morinda citrifolia ini bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh. Itu disebabkan karena adanya kandungan yang dapat mengaktifkan kerja kelenjar tiroid dan kelenjar timus. Pengaktifan kedua kelenjar ini menyebabkan peningkatan reaksi tubuh terhadap ancaman infeksi dan masalah yang berhubungan dengan fungsi kekebalan tubuh.

2) Menormalkan Tekanan Darah Manfaat buah mengkudu bagi kesehatan juga untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Hal tersebut dimungkinkan karena zat fitonutrien scopoletin yang berfungsi melebarkan pembuluh darah. Akibatnya pelebaran tersebut, jantung tidak bekerja keras memompa darah. Akibatnya tekanan darah menjadi normal.

13

3) Mengobati Tumor dan Kanker Zat aktif dalam mengkudu dapat berfungsi menghambat aliran darah menuju sel kanker dan tumor. Karena suplai darah terhambat, maka sel-sel kanker dan tumor dapat dimatikan.

4) Menghilangkan Rasa Sakit Manfaat buah mengkudu bagi kesehatan sejak dahulu dipercaya bangsa Polinesia, tempat asal mula tanaman ini. Mereka bahkan memberi julukan pada mengkudu sebagai Hawai Magic Plant karena ampuh menghilangkan segala rasa sakit.

5) Memperbaiki Fungsi Pencernaan Konsumsi buah mengkudu juga dapat membantu memperbaiki fungsi pencernaan. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan pencernaan seperti perut kembung, muntah, luka pada usus halus dan radang lambung dapat diobati dengan mengkudu.

6) Berkhasiat Anti Bakteri Kandungan beberapa unsur zat antraquinon dalam mengkudu terbukti bersifat anti bakteri. Karena itu buah mengkudu dapat mengobati penyakitpenyakit yang disebabkan infeksi bakteri seperti pilek, demam dan beberapa jenis penyakit kulit.

7) Mengobati Penyakit Defisiensi Vitamin C Buah Mengkudu memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Karena itu dapat digunakan untuk penyakit akibat kekurangan vitamin C seperti sariawan, gusi berdarah, dan lain-lain. Vitamin C tersebut juga penting untuk membantu menangkal radikal bebas dan merupakan salah satu zat antioksidan yang ampuh. Melihat manfaat buah mengkudu bagi kesehatan yang sangat banyak, tentu Anda tertarik untuk mencoba mengkonsumsi buah ini. Salah satu caranya

14

adalah dengan membuat jus mengkudu. Sayangnya, bau yang sangat menyengat membuat orang tidak tertarik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda dapat mengkonsumsi buah mengkudu dalam bentuk minuman kesehatan atau yang telah dikemas dalam bentuk kapsul.

8) Khasiat-khasiat Tambahan Mengkudu memiliki khasiat-khasiat lain yang belum dibuktikan secara medis, namun secara empiris telah banyak orang yang mengalami perbaikan dan peningkatan kesehatan setelah mengkonsumsi sari buahnya. Beberapa problem kesehatan yang dapat diatasi dengan menggunakan Mengkudu: a. Sistem pencernaan: Perut kembung, luka pada usus halus, radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan. b. Sistem pernapasan: Batuk, bronchitis, sakit tenggorokan, TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma. c. Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot jantung,

meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel. d. Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit, cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, dan masalah-masalah pada kulit lainnya. e. Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah, batuk, sariawan, sakit gigi. f. Gangguan menstruasi: Sindrom pramenstruasi, siklus haid yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid. g. Awet muda: Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik untuk mengatasi keriput akibat proses penuaan. h. Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, ganguan pada hormon tiroid.

15

BAB III Analisa Masalah

3.1 Identifikasi Masalah Masalah yang dibahas dalam Jurnal ilmiah ini yaitu : 1) Apa sajakah kandungan gizi yang terkandung dalam buah mengkudu? 2) Apa manfaat buah mengkudu terhadap kesehatan manusia?

3.2 Pembatasan Masalah Dari judul diatas dengan pemahaman yang begitu luas, saya membatasi masalah agar terfokus dan jelas karena keterbatasan waktu dan kemampuan. Selanjutnya masalah yang menjadi objek penelitian dibatasi hanya pada manfaat buah mengkudu bagi kesehatan, dan melalui pemahaman yang terkait didalamnya.

3.3 Hipotesis Menurut Hipotesis saya bahwasanya Buah Menkudu Dapat

Meningkatkan Kesehatan Bagi Tubuh, dan juga selain dapat menyehatkan tubuh, buah mengkudu juga dapat Meningkatkan Metabolisme Dalam Tubuh.

16

BAB IV Pembahasan Hasil Penelitian

4.1 Buah Mengkudu Berdampak Baik Bagi Tubuh Kandungan zat-zat yang terdapat dalam buah mengkudu sangat berdampak baik untuk kesehatan tubuh serta berkhasiat untuk mengobati penyakit. Berikut ini dampak baik dari buah Mengkudu: Mengkudu dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Mengkudu bermanfaat untuk menormalkan tekanan darah. Bermanfaat untuk melawan tumor dan kanker. Mengkudu berkhasiat sebagai anti peradangan dan anti alergi, sebagai anti bakteri, berguna untuk mengatur siklus energi tubuh, dll.

4.2 Khasiat Buah Mengkudu Untuk tubuh dan Mental Buah mengkudu selain berdampak baik bagi tubuh juga dapat memberikan kesehatan bagi tubuh dan mental berikut adalah hasil pembahasan untuk tubuh dan mental: 1) Melancarkan sistem pencernaan dengan cara memecah enzim-enzim dalam makanan sehingga lebih mudah diserap serta membuat tubuh memeroleh nutrisi makanan dan minuman secara lebih lengkap. 2) Mengkudu dapat meningkatkan produksi serotonin secara alami; serotonin merupakan hormon yang menimbulkan rasa senang serta meningkatkan kewaspadaan. 3) Mengkudu merupakan buah yang kaya akan antioksidan; selain bermanfaat untuk menjaga ketahanan tubuh, antioksidan juga bermanfaat menangkal efek buruk dari stres terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan atau sering terpapar polusi. 4) Mengkudu memiliki khasiat melenturkan pembuluh darah sehingga

menurunkan tekanan darah; ini dapat menurunkan resiko hipertensi sekaligus membuat pikiran menjadi lebih rileks.

17

BAB V Penutup

5.1 Kesimpulan Kesimpulan dari Jurnal Ilmiah ini yaitu : 1) Kandungan gizi yang terkandung dalam buah mengkudu yaitu senyawasenyawa terpenoid, zat anti-bakteri, asam, nutrisi, scopoletin zat antikanker (Damnacanthal), xeronine dan proxeronine, dan zat pewarna. 2) Manfaat buah mengkudu diantaranya yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, mengobati tumor dan kanker, menghilangkan rasa sakit, memperbaiki fungsi pencernaan, berkhasiat anti bakteri, mengobati penyakit defisiensi Vitamin C, dan khasiatkhasiat tambahan lainnya.

5.2 Saran Semoga dengan karya Ilmiah ini dapat memberikan pengetahuan lebih tentang Manfaat buah mengkudu, juga membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa buah mengkudu dapat memberikan kesehatan dan masyarakat mengkonsumsi buah mengkudu untuk kesehatan.

18