You are on page 1of 3

Eruption Styles, scales, and Frequencies

Berbagai macam erupsi vulkanik menunjukkan berbagai jenis karakter, hasil, dan frekuensi erupsi yang berbeda-beda. Setiap erupsi vulkanik bersifat unik, yang berarti jelas berbeda dengan erupsi lainnya. Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa walaupun setiap erupsi memiliki karakter yang berbeda-beda, tetapi setiap erupsi tersebut memiliki mekanisme fisika yang hampir sama. Erupsi vulkanik sangat bervariasi tidak hanya dalam hal karakter saja tetapi dalam hal skala dan frekuensi aktivitasnya. Sebagai contoh pengamatan terhadapa erupsi gunung Stromboli yang teramati mengalami erupsi setiap 1 menit 1! menit, sebaliknya erupsi yang terjadi di kaldera "ellowstone terjadi dalam interval waktu yang sangat lama yaitu sekitar #!!,!!! tahun. $alam bab ini akan dibahas mengenai segala proses fisika yang mempengaruhi frekuensi dan skala erupsi vulkanik. 10.2 Komposisi Kimia dan Karakter Aktivitas Vulkanik seperti yang kita ketahui bahwa tipe erupsi, secara garis besar dapat dibedakan menjadi tipe efusif atau eksplosif. %amun, para ilmuwan membuat klasifikasi yang lebih rinci untuk tiap erupsi, misalnya pengamatan pada erupsi &unung 'awaii yang dinamai dengan erupsi 'awaii yang digunakan untuk menunjukkan erupsi yang terjadi hanya berupa lelehan . jenis erupsi ini tidak hanya digunakan untuk menamai erupsi pada gunung hawai saja, namun setiap gunung yang tipe letusannya seperti gunung hawaii. (etika para vulkanologis mendeterminasi dan memberi nama pada tipe erupsi yang berebda-beda tersebut, mereka menemukan bahwa terdapat hubungan antara komposisi kimia magma dengan tipe erupsinya. Sebagai contoh, tipe 'awaii dengan Strombolian, tipe magma yang terdeterminasi cenderung bersifat basaltic) tipe vulcanian menghasilkan lava basaltic andesit dasit dan tipe *linian menghasilkan lava dengan komposisi silica tinggi sndesit rhyolit. 'al tersebut dapat dilihat dari diagram berikut +

'ubungan antara komposisi magma dan tipe letusan merupakan pola umum, tetapi bisa saya terjadi sebagai contoh tipe *linian basaltic yang terjadi karena magma yang tererupsi memiliki lebih banyak volatile dari biasanya atau magma tersebut mengandung air yang berasal dari air tanah. Bagaimanapun, hubungan antara komposisi magma dengan tipe erupsi memiliki pengaruh besar terhadap tipe erupsi yang lebih spesifik. (etika komposisi magma mempengaruhi tipe erupsi, dua sifat magma yaitu viskositas dan kandungan gas memiliki peranan penting terhadap faktor yang mempengaruhi erupsi secara lebih terperinci lagi. (andungan gas mempengaruhi apakah suatu erupsi bersifat efusif atau eksplosif, selain itu juga memainkan peranan penting dalam viskositas magma. $alam kenyataannya, viskositas magma dipengaruhi oleh kandungan silica dari magma, temperature, kandungan (ristal, dan kandungan gas di dalam magma. (andungan silica yang tinggi dan temperature yang rendah membuat magma menjadi lebih kental. ,danya (ristal pada magma membuat viskositas magma menjadi lebih tinggi. ,danya gas gelembung gas juga mempengaruhi viskositas magma, gelembung gas pada magma akan meningkatkan viskositas magma, tetapi pada tingkat potong -shear. yang rendah, adanya gelembung gas akan mengurangi viskositas magma. $iagram dibawah ini, akan menjelaskan pengaruh kandungan silica dan temperature terhadap viskositas magma.

Sekar /isma /iridiana 1!01222110*,013!45