You are on page 1of 2

ABSTRAK Pengolahan air adalah cara menghilangkan senyawa toksik dan berbahaya atau untuk menon-aktifkan organisme yang

menyebabkan penyakit yang ada didalam air serta menurunkan kualitas air Proses sedimentasi adalah proses pengendapan partikelpartikel zat padat dalam suatu cairan sebagai akibat gaya gravitasi baik individu atau bersama-sama sehingga menghasilkan cairan yang jernih dan suspense yang lebih kental. Prinsip sedimentasi adalah mengendapkan partikulat-partikulat pengotor air berdasarkan gaya gravitasi serta dengan bantuan bahan kimia tawas. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sedimentasi adalah waktu detensi, debit air, jumlah plat, jumlah endapan serta luas dari bak sedimentasi. Tujuan dari praktikum pengolahan air adalah menjelaskan proses pengolahan air bersih (sedimentasi), menghitung efisiensi bahan pencemar dari sumber air, serta menganalis hubungan variable perlakuan terhadap penyisihan bahan pencemar. Dari percobaan pengolahan air diperoleh nilai TSS, TDS, dan TS sebelum dan sesudah penambahan koagulan. Sebelum penambahan koagulan diperoleh 0,03 gram, 0,115 gram dan 283 mg/L. Setelah penambahan koagulan dan lumpur pada debit air 10 liter/jam adalah 0,01 gram, 0,079 gram dan 1670 mg/L sedangkan debit air pada 18 liter/jam adalah mg/L, mg/L, dan mg/L. Sehingga didapat nilai efisiensi TSS, dan TS saat debit 10 liter/jam sebesar 33%, dan 68,6%. Sedangkan pada debit air 18 liter/jam adalah 100% dan 56,62%. Pada percobaan ini, waktu detensi yang digunakan adalah 30 menit pada setiap debit air 10 liter/jam dan 18i liter/jam dengan penambahan koagulan sebanyak 1,4 kilogram.

Kata kunci : debit air, detensi, efisiensi, pencemaran, sedimentasi, waktu

BAB IV KESIMPULAN 1. Dalam percobaan ini pengolahan air dilakukan dengan proses sedimentasi dengan menggunakan bak sedimentasi (bak pengendapan). 2. Pengujian sampel sebelum dilakukan sedimentasi didapat Berat TSS, TS, dan TDS secara berturut-turut 0.03 gram, 0,115 gram, dan 283 mg/L dan setelah pemberian koagulan berupa tawas (Al2(SO4)3) dan lumpur pada debit air 10 liter/jam memiliki berat TSS, TS dan TDS secara berturut-turut 0,01 gram, 0,079 gram dan 1670 mg/L sedangkan pada debit air 18 liter/jam adalah 0,03 gram, 0,065 dan 1690 mg/L. 3. Efisiensi penyisihan oleh tawas (Al2(SO4)3) dari masing-masing TSS, dan TS yang didapat pada debit air 10 liter/jam adalah 33%, dan 68,69% Sedangkan pada debit air 18 liter/jam adalah 100%, dan 56,52%. Hasil dari perhitungan mencari TS tidak akurat, karena sampel yang diambil untuk mengukur nilai TS sangat sedikit.