You are on page 1of 11

METABOLISME KARBOHIDRAT

Sebagai salah satu sumber energi bagi tubuh, karbohidrat merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh yang terpenting. Namun untuk bisa menggunakan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi, karbohidrat harus melalui beberapa proses. Karbohidrat yang kita makan berada dalam bentuk polisakarida, atau yang biasanya disebut sebagai karbohidrat kompleks, sedangkan karbohidrat yang bisa digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi adalah karbohidrat sederhana.Oleh sebab itu ada proses

pencernaan/digestif yang digunakan untuk memecah karbohidrat yang kompleks itu menjadi karbohidrat yang sederhana. Setelah suatu senyawa berada di dalam bentuk yang paling sederhana, yaitu dalam bentuk monosakarida untuk karbohidrat, maka senyawa tersebut akan masuk ke dalam suatu rantai pemecahan yang berikutnya, yaitu tahapan penghasilan energi. Pada dasarnya, terdapat enam jalur oksidasi karbohidrat, yang terdiri atas : 1. Glikolisis anaerob Sering pula dikenal sebagai jalur Embden Meyerhof. Merupakan proses glikolisis yang terjadi karena sedikitnya jumlah oksigen. 2. Glikolisis aerob Biasanya dikenal sebagai Siklus Krebs atau TCA cycle(Tri-carbocylic acid cycle atau siklus asam trikarboksilat). Merupakan proses glikolisis yang terjadi dikarenakan banyaknya jumlah oksigen. 3. Jalur glikogenesis dan glikogenolisis 4. Jalur asam glukoronat 5. Jalur HMP-Shunt 6. Jalur glukoneogenesis Namun saya hanya akan membahas tiga dari enam cara yang disajikan tersebut, yang akan saya bahasa adalah proses glikolisis anaerob, jalur glikogenesis, dan glikogenolisis, dan jalur glukoneogenesis.

Glikolisis Biasanya juga disebut sebagai jalur Embden-Meyerhof, berlangsung di dalam sitosol sel pada jaringan-jaringan tubuh. Biasanya proses ini dibagi menjadi dua kelompok deretan reaksi, yaitu : 1. Kelompok deretean reaksi heksosa dengan kelengkapannya
1

Dimulai pada saat terjadinya perubahan glukosa menjadi glukosa-6-fosfat, dan berakhir pada pembentukkan fruktosa-1,6-bisfosfat dari fruktosa-6-fosfat. Reaksi ini dikatalis oleh dua enzim, yaitu enzim glukokinase, dan enzim heksokinase. Enzim glukokinase bekerja spesifik pada glukosa(terjadi pada hepar), dan enzim heksokinase bekerja secara umum pada semua jenis heksosa(terjadi pada otot) dan mengaitkan ATP sebagai sumber gugus fosfat atom C6(carbon ke-6) molekul glukosa-6-fosfat yang dihasilkannya. 2. Kelompok deretean reaksi triosa dengan kelengkapannya Dimulai pada saat pembentukkan 1 molekul gliseraldehid-3-fosfat, dan 1 molekul dihidroksiaseton fosfat yang berasal dari pemecahan molekul fruktosa-1,6-bisfosfat dan berakhir pada pemebntukkan asam laktat dari asam piruvat. Mula-mula proses ini terjadi pada saat dihidroksi aseton fosfat diubah menjadi gliseraldehid-3-fosfat, reaksi ini dikatalis dengan menggunakan enzim isomerase yang bersifat reversibel. Secara umum reaksi ini menggambarkan bahwa 1 molekul glukosa-6-fosfat akan menghasilkan 2 buah molekul gliseraldehid-3-fosfat(1 molekul heksosa akan menghasilkan 2 molekul triosa). Berikut ini adalah gambar rangkaian reaksi yang terjadi di dalam glikolisis, yaitu :

Deretan reaksi heksosa dan pelengkapnya

Judoasetat Deretan reaksi triosa dan pelengkap nya Fluorida 2

Beberapa tahapan reaksi yang terjadi pada jalur Embden Meyerhof dapat dihambat oleh beberapa senyawa tertentu, diantaranya adalah : 1. Judoasetat menghambat kerja enzim gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase. 2. Fluorida menghambat kerja enzim enolase

Glikogenesis Glikogenesis merupakan suatu tahapan yang berkaitan dengan kadar gula dalam darah seseorang. Tugas utamanya adalah untuk menjaga kestabilan gula dalam darah tubuh seseorang. Glukosa-6-fosfat merupakan senyawa intermediet yang menjadi titik temu antara jalur glikogenesis, dan glikogenolisis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses glikogenesis.

Awal reaksi ini mirip dengan reaski yang terjadi pada jalur Embden Meyerhof, yaitu reaksi pembentukkan glukosa-6-fosfat dari glukosa yang dikatalis oleh enzim heksokinase atau enzim glukokinase, dimana reaksinya bersifat irreversibel.

Gugus fosfat karbon-6 dimutasi intermolekuler ke karbon-1 molekul glukosa yang menghasilkan glukosa-1-fosfat dari glukosa-6-fosfat(perpindahan nomor atom karbon yang berikatan dengan fosfat). Reaksi ini dikatalis oleh enzim fosfoglukomutase yang bersifat irreversibel.

Glukosa-1-fosfat dikatalis dengan enzim UDPG pirofosforilase yang bersifat reversibel, dan menghasilkan UDPG(Uridin Di Phosphat Glukosa) yang dikenal pula sebagai glukosa aktif.

Atom karbon-1 molekul glukosa dari molekul UDPG dengan dikatalis oleh enzim glikogen sintase, akan membentuk ikatan glukosidat dengan karbon-4 residu glukosa terminal dari molekul glikogen primer(yang sudah tersedia sebelumnya), ini merupakan reaksi awal dari reaksi pemebentukkan glikogen yang seutuhnya. Jika rantai glukosida tersebut telah mencapai panjang rantai yang minimal terdiri dari 11 residu glukosa, maka dibentuklah suatu titik pencabangan yang dikatalis oleh branching enzyme(amilo 1,4-1,6-transglukosidase).

Cabang baru ini memperpanjang rantai glukosa dengan cara yang pertama tadi, hingga rantai yang terbentuk minimal berjumlah 11 residu glukosa. Hal ini berlangsung terus menerus hingga pohon molekul glikogen terbentuk secara tuntas.

Gambar pohon glikogen

Glikogenolisis Sama seperti pada glikogenesis, glikogenolisis berperan dalam pengaturan kadar gula di dalam darah seseorang, namun proses glikogenolisis bukan merupakan suatu proses yang berkebalikan dengan glikogenesis karena kerja enzim yang bersifat reversibel, melainkan keduanya merupakan proses yang berbeda dengan mempunyai jalurnya masing-masing. Pemecahan ikatan glukosida-1,4- yang dimulai dari bagian terminal setiap rantai cabang yang mengarah ke pangkal percabangan rantai, hingga dihasilkannya 4 residu glukosa tersisa dari titik percabangan rantai. Reaksi ini dikatalis oleh enzim fosforilase spesifik dan dihasilkan glukosa-1-fosfat.
5

Unit trisakarida dari residu 4 molekul glukosa yang tersisa tadi dipindahkan ke rantai cabang lainnya, reaksi ini dikatalis oleh enzim glukan transferase, yang mengakibatkan titik cabang -1,6- menjadi terbuka. Selanjutnya titik cabang -1,6- glukosida yang terbuka ini di hidrolisis oleh debranching enzyme yang bersifat spesifik, berupa enzim amino -1,6glukosidase. Selanjutnya gugus fosfat pada atom C-1(atom karbon ke-satu) dari molekul glukosa-1-fosfat dimutasi intermolekuler membentuk glukosa-6-fosfat, reaksi ini dikatalis oleh enzim fosfoglukomutase yang bersifat irreversibel. Enzim adenilat siklase dapat mempengaruhi proses glikogenolisis, dan glikogenesis secara tidak langsung, karena adenilat siklase merangsang pembentukan AMP siklis dari ATP yang bersifat merangsang fosforilasi, dan menekan glikogen sintase.

Gambar proses glikogenolisis

Gambar hubungan antara jalur glikogenolisis, dengan glikogenesis

Jalur glukoneogenesis Berdasarkan namanya, jalur glukoneogenesis merupakan suatu reaksi pembentukan glukosa yang berasal dari senyawa-senyawa non-karbohidrat, misalnya adalah asam-asam amino, dan senyawa-senyawa intermediet yang dijumpai di jalur-jalur metabolisme. Glukoneogenesis berlangsung pada keadaan tubuh yang sedang mengalami kekurangan glukosa untuk memenuhi energi yang diperlukan oleh tubuh. Pada jalur glikolisis anaerob, yang berlangsung di sitosol, terdapat satu kendala yang tidak mungkin untuk proses pembentukkan kembali glukosa, karena enzim-enzim piruvat kinase yang mengkatalis perubahan PEP menjadi keto-piruvat, bersifat irreversibel dan tidak dijumpai enzim lain yang membalikkan secara langsung reaksi yang dikatalisnya tersebut. Hal ini dapat diatasi dengan cara dimana asam piruvat dari sitosol memasuki mithokondria lebih dahulu. Selanjutnya di dalam mithokondria, asam piruvat membentuk oksaloasetat yang dikatalis oleh enzim piruvat karboksilase. Proses berikutnya adalah oksaloasetat tersebut membentuk malat yang dikatalis oleh enzim malat dehidrogenase dengan Ko-DH-ase, dan NADH. Selanjutnya, malat akan keluar menembus mithokondria ke dalam sitosol, dan di dalam sitosol, malat membentuk oksaloasetat kembali yang dikatalis oleh eznim malat DHase(malat dehidrogenase) dengan Ko-DH-ase, dan NAD+. Proses terakhir terjadi di sitosol, dimana oksaloasetat membentuk fosfoenolpiruvat yang dikatalis oleh enzim fosfoenol piruvat karboksikinase dengan GTP, sebagai sumber gugus fosfat di terikat di dalam molekul PEP, dengan demikian untuk selanjutnya jalur glikolisis anaerob EM(Embden Meyerhof) dapat dikembalikan sampai terbentuknya glukosa yang diperlukan. Perlu diingat, bahwa proses ini tidak terjadi pada glukosa yang terdapat di dalam otot, karena setelah terbentuknya glukosa-6-fosfat dari reaksi balik glikolisis anaerob EM(Embden Meyerhof) tidak dapat membentuk glukosa, karena otot tidak mengandung enzim glukosa-6fosfatase, yang mengkatalis perubahan glukosa-6-fosfat menjadi glukosa. Glukoneogenesis pada mamalia, terjadi terutama di hati, dan ginjal.

Gambar proses jalur glukoneogenesis

Gambar hubungan antara siklus krebs dan glukoneogenesis

10

Daftar Pustaka
Murray Robert K, Granner Daryl K, Mayes Peter A, Rodwell Victor W. Biokimia Harper. Edisi-25. Jakarta : EGC, 2000 Hardjasasmita Panjita. Ikthisar Biokimia Dasar B. Edisi-8. Jakarta : Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1999. Iskandar Yul. Biokimia BAG I. Edisi-8. Jakarta : Yayasan Dharma Graha, 1980 Hardjasasmita Panjita. Ikthisar Biokimia Dasar A. Jakarta : Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2000

11