You are on page 1of 20

JULIYA 08310161 Pembimbing dr. Pinto Yusneni Pulungan Sp.

Mata

adalah salah satu organ yang mempunyai fungsi sangat penting bagi manusia Sebagai indra penglihatan dalam kehidupan sehari-hari. Kornea merupakan bagian anterior dari mata sebagai membran pelindung dan jendela yang harus dilalui cahaya, dalam perjalanan pembentukan bayangan di retina.

Kornea

memiliki beberapa lapisan-lapisan dan mempunyai fungsi berbeda-beda, apabila terjadi kerusakan atau fungsinya menurun pada setiap lapisan tersebut maka dapat menyebabkan gangguan pada kornea

2.1

Bola Mata Dinding bola mata 1. Sclera 2. Kornea


1. 2. 3. 4.

Isi bola mata Lensa Uvea Badan kaca Retina

2.2 Anatomi dan Fisiologi Kornea Kornea merupakan bagian selaput mata yang tembus cahaya, bersifat transparan, berukuran 1112 mm horizontal dan 10-11 mm vertikal, tebal 0,6-1 mm. Indeks bias kornea 1,375 dengan kekuatan pembiasan 80%. Sifat kornea yang dapat ditembus cahaya ini disebabkan oleh struktur kornea yang uniform, avaskuler dan diturgesens atau keadaan dehidrasi relatif jaringan kornea yang dipertahankan oleh pompa bikarbonat aktif pada endotel dan oleh fungsi sawar epitel dan endotel.

Batas

antara sclera dan kornea disebut limbus kornea. Kornea merupakan lensa cembung dengan kekuatan refraksi sebesar + 43 dioptri. Kornea bersifat avaskuler, maka sumbersumber nutrisi kornea berasal dari pembuluhpembuluh darah limbus, humor aquaeus dan air mata. Kornea superfisial juga mendapatkan oksigen sebagian besar dari atmosfer.

Kornea

dipersarafi oleh banyak serat saraf sensorik yang didapat dari percabangan pertama (oftalmika) dari nervus kranialis V yang berjalan supra koroid, masuk kedalam stroma kornea, menembus membran bowman dan melepaskan selubung schwannya. Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan didaerah limbus

Kornea

merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah depan dan terdiri atas lima lapisan dari anterior ke posterior yaitu

Lapisan

epitel kornea tebalnya 50m berbentuk pipih berlapis tanpa tanduk, ada satu lapis sel basal dan sel polygonal yang bersifat fat soluble substance. sel basal berikatan erat dengan sel basal disampingnya dan sel polygonal didepannya melalui desmosom dan macula okluden. Ikatan ini menghambat pengaliran air, elektrolit dan glukosa melalui barrier.

Ujung

saraf kornea berakhir di epitel, oleh karena itu kelainan pada epitel akan menyebabkan gangguan sensibilitas korena dan rasa sakit dan mengganjal

Terletak

di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma. Lapisan ini tidak mempunyai daya regenerasi. Kerusakan pada lapisan ini akan berakhir dengan terbentuknya jaringan parut.

Stroma

merupakan lapisan yang paling tebal dari kornea, 90% dari ketebalan kornea. Bersifat water soluble substance. Terdiri atas jaringan kolagen yang tersusun atas lamellamel, pada permukaannya terlihat anyaman yang teratur sedang dibagian perifer serat kolagen bercabang. Stroma bersifat higroskopis yang menarik air, kadar air diatur oleh fungsi pompa sel endotel dan penguapan oleh sel epitel.

Merupakan

membran aselular yang tipis, kenyal, kuat dan bening, terletak dibawah stroma dan pelindung atau barrier infeksi dan masuknya pembuluh darah. Membran ini sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup, mempunyai tebal 40m

Merupakan

lapisan kornea yang penting untuk mempertahankan kejernihan kornea, mengatur cairan didalam stroma kornea dan tidak mempunyai daya regenerasi, sehingga endotel mengkompensasi sel-sel yang mati dengan mengurangi kepadatan seluruh endotel dan memberikan dampak pada regulasi cairan,

jika

endotel tidak lagi dapat menjaga keseimbangan cairan akibat gangguan sistem pompa endotel, maka stroma akan bengkak karena kelebihan cairan (edema kornea) dan hilangnya transparansi (kekeruhan) akan terjadi.

2.2 Gangguan pada kornea Ulkus kornea Keratokonjungtivitis vernalis Kertitis pungtata superfisialis Keratitis ulserative perifer Keratomalasia Keratokonus Keratopati bulosa Infeksi herpes simplek pada kornea Infeksi herpes zoster pada kornea Keratokonjungtivitis sikka

Kornea

merupakan selaput pelindung bola mata bagian depan dan merupakan jendela masuknya berkas cahaya ke retina. lapisan epitel (yang bersambung dengan lapisan epitel konjungtiva bulbaris), lapisan membran bowman, lapisan stroma, lapisan membran descemet dan lapisan endotel.

Apabila

terjadi gangguan pada kornea pada setiap lapisanya maka akan menyebabkan gangguan penglihatan. Banyak macam-macam gangguan pada kornea yang dapat menurunkan fungsi penglihatan bahkan bisa sampai menyebabkan kebutaan apabila tidak cepat di terapi