You are on page 1of 38

Arthrologi

Oleh : Eva Rachmi

Apakah arthrologi ?
Yunani Arthron + Logos Articulation Arthrologi : cabang ilmu yang mempelajari persendian Fungsi :
Kinesiology (ilmu gerak tubuh manusia) Ilmu bedah Ilmu penyakit dalam

Sendi
Sendi adalah pertemuan antar permukaan tulang Pertemuan :
tulang dengan tulang tulang dengan gigi

Sendi berfungsi pada stabilitas dan mobilitas

Klasifikasi Fungsional
Kemampuan gerak/mobilitas Synarthrosis = immovable/ tak bergerak Amphiarthrosis = slightly movable/ pergerakan sedikit Diarthrosis = freely movable/ pergerakan bebas

Klasifikasi Struktural
Berdasar : struktur pengikat ada/tidak ruang sendi

Junctura Fibrosae :
tulang diikat oleh jaringan ikat fibrous tipis. Tak ada kavitas sinovial

Junctura Cartilagineae :
tulang diikat oleh kartilago. Tak ada kavitas sinovial

Junctura Synoviales :
tulang diliputi oleh capsula articularis, membentuk kavitas sinovial

Klasifikasi Struktural
Junctura Fibrosae : synarthroses
tulang diikat oleh jaringan ikat fibrous tipis. Tak ada kavitas sinovial

Junctura Cartilagineae : amphiarthroses


tulang diikat oleh kartilago. Tak ada kavitas sinovial

Junctura Synoviales : diarthroses


tulang membentuk sendi dengan kavitas sinovial, dan disatukan oleh jaringan ikat

Synarthroses (Junctura Fibrosae)


Permukaan sendi berhimpitan, gerak (-) Sutura : jar ikat tipis, menyatukan tulang atau tengkorak. Dewasa beberapa sutura diganti tulang:synostosis Schindylesis :tulang pipih dg celah dr lempeng tulang lain. lamina perpendiculare ossis ethmoidale-vomer os maxillaris os palatina

Synarthroses (Junctura Fibrosae)


Gomphosis : art. Dentoalveolaris tulang berbentuk conus yang melekat pas ke soket. hubungan akar gigi dengan alveolus (os maxilla/ mandibula) Synchondrosis: antar tulang dihubungkan jar. kartilago hyaline os costae dg sternum epiphysis tulang panjang pars petrosa ossis temporalis dg proc. Jugularis ossis occipitalis

Amphiarthroses (junctura cartilagineus)


Dihubungkan jaringan fibrocartilago yang lebar Symphisis : discus intervertebralis Syndesmosis : articulatio tibiofibulare inferior

Diarthroses ( junctura synovialis)


KOMPONEN : Caput articulare Capsula articulare Cavitas articulare Ligament

Komponen Diarthroses
Caput Articulare (tlg rawan hyalin) Capsula Articulare
Eksterna: jaringan fibrosa (stratum fibrosum) Interna : membrana synovialis jar. Ikat kendor pemb. darah >> mesotelium (penghasil cairan synovial)

Komponen Diarthroses
Cavitas Articulare
Ruang potensial

Ligament
Fungsi : cegah dislokasi membatasi gerak sendi Macam :
Intracapsularis Capsularis Extracapsularis

Struktur untuk mengatasi diskongruensi sendi


Discus articularis Art. Temporomandibularis Labrum articularis Art. Art.Sternoclavicularis Humeri (Labrum Plica synovialis glenoidale) Art. Acromioclavicularis
Coxae (Labrum Art.Genu Genu Art. acetabulare) Plica alares Art. Radiocarpea
Plica infrapatellaris

Bentukan Lain di Sekitar Sendi


~ permukaan dlm dilapisi membran synovial Vaginae synoviales (vaginae mucosae)
Fungsi : tendon mudah meluncur

Bentukan Lain di Sekitar Sendi


Bursa synoviales (bursae mucosae)
Kantong tertutup antara tendon, otot, ligamentum, tulang Fungsi : tendon mudah meluncur cegah kerusakan otot/tendon Bisa berhubungan dg cavitas articularis, mis : bursa synovialis suprapatelaris Nama sesuai lokasi :
Bursa subcutaneus Bursa subfacialis Bursa submuscularis Bursa subtendineus

GERAKAN DIARTHROSES
GLIDING ANGULAR CIRCUMDUKSI ROTASI

GERAKAN DIARTHROSES
GLIDING
Pergerakan hanya dari sisi ke sisi. Art. Intertarsalia dan intercarpalia

GERAKAN DIARTHROSES
ANGULAR
Flexi : pengecilan sudut antar 2 tulang pembentuk sendi Extensi : pembesaran sudut / kembali ke posisi anatomis hyperextensi Abduksi: menjauhi bidang median/ sumbu tengah longitudinal Adduksi: mendekati bidang median / sumbu tengah longitudinal

Fleksi, Ekstensi & Hyperekstensi

Fleksi, Ekstensi & Hyperekstensi

Fleksi, Ekstensi & Hyperekstensi

Figure 8.5c, d

Abduksi dan Adduksi

GERAKAN DIARTHROSES
Circumduksi gerak simultan fleksi, ekstensi, adduksi dan abduksi pada satu sendi kerucut

Tulang bergerak mengelilingi sumbu rotasi, pada


Sumbu panjang tulang
art. humeri

Rotasi

Luar sumbu panjang tulang


Art. coxae

Tulang lain
Art. Atlanto axialis mediana

Tidak sejajar sumbu panjang tulang


art. Radius-ulna

Special Movements
Inversi dan eversi

Figure 8.6a

Special Movements
Protraksi dan retraksi

Figure 8.6c

Special Movements
Elevasi dan depresi

Figure 8.6d

Special Movements
Opposisi

Figure 8.6e

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Mono/uniaxial Biaxial Polyaxial Arthroidea

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Mono/Uniaxial
Sumbu gerak memotong satu ujung tulang / kedua ujung tulang Sumbu gerak transversal thd sumbu panjang tulang (gynglimus) Sumbu gerak serong terhadap sumbu panjang Sumbu gerak berhimpit sumbu panjang (art. trochoidea/ pivot joint)

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Mono/Uniaxial
Sumbu gerak transversal thd sumbu panjang tulang (gynglimus/hinge joint)
Art. Angularis (art. Interphalangeales) Art. Trochlearis (art. Humeroulnaris)

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Mono/Uniaxial
Sumbu gerak serong terhadap sumbu panjang
Art. Spiralis (art. Genu)

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Mono/Uniaxial
Sumbu gerak memotong satu ujung tulang (art. Interphalangeales) / kedua ujung tulang (art. Talocrurale)

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Mono/Uniaxial
Sumbu gerak berhimpit sumbu panjang (art, trochoidea/ pivot joint) art. Radioulnaris, art. Atlanto axialis

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Biaxial (dua sumbu
horisontal yg membentuk sudut)
Art. Ellipsoidea (condylaris) :bentukan oval berpadu dengan cekungan elips
(fleksi-ekstensi abduksi-adduksi circumduksi)

Art. Sellaris (saddle joint): 2 caput cekung dan cembung


(fleksi-ekstensi abduksi-adduksi circumduksi opposisi)

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Polyaxial : satu
caput bulat dan satu caput bentuk mangkuk ball and socket joint/ enarthrosis

TIPE DIARTHROSES (berdasar gerakan)


Arthroidea (gliding joint)
Sumbu gerak (-) Permukaan sendi datar

SEKIAN KULIAH HARI INI