You are on page 1of 3

Penyebab Penyakit TBC

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert o!h pada tanggal "# Maret $%%"& sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil o!h. Bahkan& penyakit TBC pada paru'paru kadang disebut sebagai o!h Pulmonum ( P). Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi kronis yang disebabkan olehMycobacterium tuberculosis& sejenis bakteri berbentuk batang tahan asam dengan ukuran panjang $' #(m dan tebal ).*').+(m. Bakteri ini akan tumbuh optimal pada suhu sekitar *, oC dengan tingkat P- optimal pada +&# sampai ,&). .ntuk membelah dari satu sampai dua (generation time) bakteri membutuhkan /aktu $#'") jam. uman TB terdiri dari lemak dan protein. 0emak merupakan komponen lebih dari *)1 berat dinding bakteri dan terdiri dari asam stearat& asam mikolik& my!osides& sulfolipid serta cord factor& sementara komponen protein utamanya adalah tuberkuloprotein (tuberkulin). Menurut 2ilson dkk karakteristik dinding Mycobacterium tuberculosis meliputi$&*&34

5inding lipid -eterotrimetri! antigen %6 !omple7 (ag%6) * jenis protein yaitu 8bpA& 8bpB& dan 8bpC" Protein berperan penting dalam patogenesis TB 0ipid dan protein mempertahankan cell-wall integrity

9:Bakteri ini juga dapat tahan hidup pada udara kering maupun dalam keadaan dingin karena bakteri berada dalam sifat dormant&dari sifat dormant ini bakteri dapat bangkit kembali dan menjadikan TB aktif lagi*.

Cara Penularan Penyakit TBC


Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang ter!emar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk& dan pada anak'anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC de/asa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru'paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah)& dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. ;leh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti4 paru'paru& otak& ginjal& saluran pen!ernaan& tulang& kelenjar getah bening& dan lain'lain& meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru'paru.

<aat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru'paru& maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel'sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk'bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik& bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. <edangkan pada orang'orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang& bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru'paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). <eseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC. Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini& banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan& antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi& belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat& meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi -=>. 5isamping itu daya tahan tubuh yang lemah?menurun& @irulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC. Gejala Penyakit TBC Aejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Aambaran se!ara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru& sehingga !ukup sulit untuk menegakkan diagnosa se!ara klinik. Gejala sistemik/umum

5emam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama& biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. adang'kadang serangan demam seperti influenBa dan bersifat hilang timbul. Penurunan nafsu makan dan berat badan. Batuk'batuk selama lebih dari * minggu (dapat disertai dengan darah). Perasaan tidak enak (malaise)& lemah.

Gejala khusus

Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena& bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru'paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar& akan menimbulkan suara CmengiC& suara nafas melemah yang disertai sesak.

alau ada !airan dirongga pleura (pembungkus paru'paru)& dapat disertai dengan keluhan sakit dada. Bila mengenai tulang& maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya& pada muara ini akan keluar !airan nanah. Pada anak'anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak)& gejalanya adalah demam tinggi& adanya penurunan kesadaran dan kejang'kejang.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala& TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC de/asa. ira'kira *)'6)1 anak yang kontak dengan penderita TBC paru de/asa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia * bulan : 6 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru de/asa dengan BTA positif& dilaporkan *)1 terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi?darah.

PATOGENESIS TUBERKU OSIS PARU Tuberkulosis primer terjadi pada indi@idu yang terpapar pertama kali dengan kuman tuberkulosis& sedangkan tuber'kulosis paru kronik (reakti@asi atau pas!a primer) adalah hasil reakti@asi infeksi tuberkulosis pada suatu fokus dorman yang terjadi beberapa tahun lalu. 8aktor'faktor yang berpengaruh terhadap reakti@asi belum dipahami se!ara keseluruhan ;rgan tubuh yang paling banyak diserang tuber!ulosis adalah paru. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kenaik'an limfosit al@eolar& netrofil pada sel bronkoal@eolar dan -0A'5R pada pasien tuberkulosis paru (3)Patogenesis tuberkulosis dimulai dari masuknya kuman sampai timbulnya berbagai gejala klinis yang digambarkan sebagai berikut (+) 4bakteri yang terhirup bakteri men!apai paru& masuk ke makrofag bakteri berkembang dalam makrofag mulai terbentuk lesi (!aseous ne!rosis) akti@asi makrofag bakteri berhenti tumbuh& lesi mengeras lesi men!air bakteri keluar le/at sputum menurunnya imunitas reakti@asi menyebar ke darah& organ lain kematian