You are on page 1of 4

Jenis jenis Leukosit

Leucocytus
Merupakan sel darah putih, yang tidak berwarna, karena tidak mengandung pigmen hemoglobin. Leukosit terdiri atas 2 jenis, yaitu Agranulocytus dan Granulocytus. A. Agranulocytus = yaitu sel yang tidak menunjukkan gambaran granula. Terdiri dari : 1. Lymphocytus ( 25 % )

Limfosit lebih umum terdapat pada sistem limfa. Peranannya dalam tubuh adalah sebagai pertahanan tubuh, dan dibagi menjadi : Sel B : Sel B membuat antibodi ( humoral immunity ) yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. Tidak hanya membuat antibodi yang mengikat patogen, tapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistim memory. Sel T (thymus) : Berperan dalam imunitas seluler, fungsinya adalah mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi. Terdapat juga CD 4+ T cell ( Helper T cell ), yang berfungsi membantu sel B memproduksi antibodi dan membantu sel sel fagosit menghancurkan mikroba dalam sel. Ada juga CD8+ cell, yang berfungsi membunuh sel yang menjadi tempat berlabuh mikroba interseluler. Natural Killer cell ( NK cells ) : fungsinya membunuh mikroba yang menginfeksi sel dan mengaktifkan sel sel fagosit. 2. Monocytus ( 6% )

Fungsi dari monosit adalah dalam jaringan, sel dapat berubah menjadi phagocytus, melawan microorganisme yang masuk, dan bekerja sama melakukan fagosit dengan neutrofil. Pada jaringan, atau setelah meninggalkan aliran darah, monocyt akan berdeferensiasi menjadi makrofag. Berbeda dengan neutrofil, monocyt yang keluar dari pembuluh darah akan survive dalam jangka waktu lama. B. Granulocytus = Sel yang berisi granulum Terdiri dari : 1. Neutrofil ( 65% )

Neutrofil Batang ( ditunjuk panah merah )

Neutrofil Segmen Disebut juga dengan Polymorphonuclear leukosit ( PMN ). Jenis ini merupakan jenis terbanyak di leukosit. Fungsinya adalah memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri dan jamur. Neutrofil memakan mikroba dalam sirkulasi darah. Neutrofil juga dapat keluar dari sirkulasi darah menuju jaringan yang terinfeksi lalu memakan mikroba tersebut dan setelah itu akan mati dalam beberapa jam ( perbedaannya dengan monocyt ) 2. Eosinofil ( 4% )

Berfungsi menawarkan pengaruh degranulasi mastocytus pada alergi. Eosinofil Juga berhubungan dengan infeksi parasit, dengan meningkatnya eosinofil menandakan banyaknya parasit. 3. Basofil ( < 1% )

demikian

Leukosit ini berfungsi memacu pembentukkan IgE Basofil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

Semoga bermanfaat~

Diambil Dari Berbagai Sumber.