You are on page 1of 14

KELOMPOK 13 ISTY RIANI 1102136185 NIA NOVITA 1102136189 NOVIRA DELLA 1102136203 ROZI FITRIWAHYUNI 1102136143

DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA)

Pengertian DIPA
Sesuai PMK 80/PMK.05/2007, DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendahaan atas nama Menteri Keuangan dan berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran negara dan pencairan dana atas beban APBN serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah.

Dasar Hukum DIPA


UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara UU No. 19 Tahun 2012 tentang APBN TA 2013

Fungsi DIPA
1. Pedoman pelaksanaan anggaran bagi Kementerian Negara/Lembaga sebagai Pengguna Anggaran 2. Pedoman pencairan dana bagi Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara 3. Pedoman pengawasan/ pemeriksaan bagi Aparat Pengawasan Fungsional dan BPK

Penyusunan dan Pengesahan DIPA


Ketentuan mengenai petunjuk penyusunan dan pengesahan DIPA sebagaimana dimaksud dalam PMK No.160/PMK.02/2012, digunakan untuk penyusunan dan pengesahan DIPA mulai Tahun Anggaran 2013.

JENIS DIPA
DIPA Kementerian/Lembaga, meliputi : 1. DIPA Induk 2. DIPA Petikan DIPA petikan K/L meliputi : DIPA Satker Pusat (KP) DIPA Satker Vertikal (Kantor Daerah) DIPA Dana Dekonsentrasi (DK) DIPA Tugas Pembantuan (TP) DIPA Urusan Bersama (UB)

JENIS DIPA (lanjutan)


DIPA BUN (Bendahara Umum Negara) 1. DIPA Induk untuk BA-BUN terdiri atas : DIPA Induk Pengelolaan Utang Pemerintah, Hibah, Investasi, Penerusan Pinjaman, Transfer ke daerah, Belanja Subsidi, Belanja Lainnya, Transaksi Khusus.
2. DIPA Petikan BUN terdiri atas : DIPA Petikan Utang dan Belanja Hibah DIPA Petikan Investasi Pemerintah dan Penerusan Pinjaman DIPA Petikan Transfer ke Daerah DIPA Petikan Subsidi dan Pengelolaan Belanja Lainnya DIPA Petikan Pengelolaan Transaksi Khusus

FORMAT DIPA INDUK


DIPA Induk terdiri atas 4 (empat) bagian yaitu : Lembar Surat Pengesahan DIPA Induk (SP DIPA Induk); Halaman I memuat Informasi Kinerja dan Anggaran Program; Halaman II memuat Rincian Alokasi Anggaran per Satker; Halaman III memuat Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Penerimaan Halaman IV memuat Catatan dan Syarat.

FORMAT DIPA PETIKAN


DIPA Petikan terdiri atas 5 (lima) bagian yaitu : Lembar Surat Pengesahan DIPA Petikan(SP DIPA Petikan ); Halaman I memuat Informasi Kinerja dan Sumber Dana : Halaman I A mengenai Informasi Kinerja; Halaman I B mengenai Sumber Dana; Halaman II memuat Rincian Pengeluaran; Halaman III memuat Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Penerimaan; Halaman IV memuat Catatan.

Penyusunan DIPA
Dokumen yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan DIPA, yaitu : a. Keputusan Presiden mengenai RAPBN, b. Daftar Hasil Penelahaan (DHP) RKA-KL yang telah ditetapkan oleh Direktur Anggaran I/II/III, c. Daftar Hasil Penelahaan Rencana Dana Pengeluaran Bendahara Umum Negara (DHP RDPBUN) yang telah ditelaah dan ditetapkan oleh Direktur Anggaran III, d. Bagan Akun Standar

Pengesahan DIPA
Pengesahan DIPA pada prinsipnya merupakan penetapan oleh Menteri Keuangan atas DIPA yang disusun oleh PA dan memuat pernyataan bahwa rencana kerja dan anggaran pada DIPA berkenaan tersedia dananya dalam APBN dan menjadi dasar pembayaran/pencairan dana oleh Kuasa BUN atas beban APBN.

Pengesahan DIPA (lanjutan)


Surat Pengesahan DIPA harus memuat : 1. Dasar Hukum Pengesahan DIPA 2. Kode dan uraian identitas unit, meliputi bagian anggaran, unit organisasi, dan Satker. 3. Pagu anggaran DIPA 4. Pernyataan syarat dan ketentuan (disclaimer). 5. Tanda tangan Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan untuk SP DIPA Induk dan kode pengaman berupa digital stamp sebagai pengganti tanda tangan pengesahan.

Penandatanganan DIPA
1. Untuk DIPA Induk, yang menandatangani adalah sekretaris jendral/sekretaris utama/sekretatis atau pejabat eselon I sebagai penanggung jawab Program dan memiliki portofolio pada Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, atas nama Menteri/Pimpinan Lembaga. 2. Untuk DIPA Petikan, secara formal tidak ditandatangani. Sebagai pengganti fungsi pengesahan, setiap DIPA Petikan diberi kode pengaman berupa digital stamp sebagai pengganti tanda tangan pengesahan (otentifikasi).