You are on page 1of 3

DETERGENT

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Zat Pembantu Tekstil yang dibimbing oleh Ibu Hariyanti R., S. Teks., M.T. dan Bapak Budy H., S. ST., M.T.

Disusun oleh:

Dwi Pratiwi Endah Setiawati Nur Yunita Rachmawati Rosita Merdekawati Shinta Herawati
Group:

(12020068) (12020058) (12020071) (12020069) (12020076)

2K3

Kementrian Perindustrian Republik Indonesia

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL


Jl. Jakarta No. 31. Bandung Tel. 022-7272580 Faks. 022-7271694 | www.stttekstil.ac.id

2013

ABSTRAK
Dalam dunia pertekstilan sudah dipastikan bahwa detergen sangat dibutuhkan baik untuk keperluan tekstil ataupun yang lainnya (untuk keperluan mencuci bahan-bahan tekstil, dll). Dan sudah menjadi rahasia umum tentunya mengenai detergen ini. Namun tidak semua masyarakat dapat mengetahui kandungan-kandungan apa saja yang terdapat dalam detergen ini. Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pencuci tidak dapat dikurangi. Setiap barang tekstil, sandang atau bukan, jika kotor, maka barang tersebut harus dicuci. Dalam proses pencucian ini tentunya digunakanlah detergen sebagai penghilang kotoran atau lemak yang terkandung dalam bahan tekstil tersebut. Detergent dalam arti umum adalah semua zat yang di gunakan sebagai bahan pembantu pada pencucian. Ada dua macam detergent, yaitu soapy detergent dan non-soapy detergent. Detergent tersusun atas 4 komponen, yaitu surfaktan, builder, brightener dan parfume. Dan perlu diketahui juga bahwa detergent dapat mencemari air, yaitu pencemaran oleh busa dan pencemaran karena eutrofikasi. Tetapi kita dapat menanggulangi pencemaran tersebut dengan cara kembali kepenggunaan sabun dan mengganti surfaktan garam ABS yang lebih mudah berbiodegradasi. Cara tersebut dilakukan untuk menanggulangi pencemaran oleh busa. Sementara untuk menanggulangi pencemaran karena eutrofikasi yaitu terbagi menajdi dua sistem yaitu sistem output dan sistem input. Penggunaan detergent pada industri tekstil yaitu untuk pencucian proses pencelupan dan untuk proses persiapan penyempurnaan tekstil. Selain itu kita juga akan mengenal detergenesi, detergensi adalah proses membersihkan suatu permukaan benda padat, dengan bantuan larutan pencuci dengan suatu proses kimiafisika. Sifat utama kerja detergensi adalah membasahi permukaan sehingga menurunkan tegangan permukaan dan juga melepaskan kotoran dengan cara pencucian itu sendiri. Prinsip dari melepaskan kotoran yaitu dengan cara mendispersikan serta mengemulsikan kotoran dipermukaan serat dengan bantuan gerakan mekanik. Ada 4 faktor yang dapat mempengaruhi daya detergensi, yaitu: (1) Substrat, yaitu benda padat yang akan dibersihkannya (2) Kotoran, seperti minyak atau lemak, dapat berupa padatan atau cairan atau mungkin (3) Ikatan kotoran dan substrat (4) Detergent dan kandungannya. Adapun tahapan dari detergensi yaitu, udara yang teradsorpsi pada permukaan zat padat / serat

diganti oleh cairan lewat pembasahan, lalu kotoran dilepas lewat proses penggulungan, kotoran dipertahankan dalam larutan dalam bentuk suspensi yang tidak mengendap kembali, dan terakhir pembilasan untuk menghilangakan semua zat yang tidak diinginkan ( kotoran, sabun berlebih). Kita juga harus mengetahui mekanisme dari detergensi yang meliputi beberpa proses yaitu, proses pembasahan, proses pelepasan kotoran, anti redeposisi kotoran, dan proses pembusaan.