You are on page 1of 6

IV.

MANAJEMEN PERSEDIAAN

A. Pengertian Persediaan adl sejumlah barang atau bahan yg dimiliki oleh perusahaan yg tujuannya untuk dijual dan diolah kembali. Persedian perush dagang : berupa persediaan barang dagangan, persediaan bahan penolong dan persediaan perlengkapan kantor. Persediaan perush jasa : berupa persediaan bahan pembantu/persediaan bahan habis pakai (kertas, tinta, meterai,dll) dan persediaan yg berhub dg jasanya. Persediaan perush manufaktur : a. Persediaan bahan baku b. Persediaan bahan setengah jadi c. persediaan barang jadi Tujuan persediaan untuk menjaga kelancaran operasi perush. B. Biaya Persediaan 1. Biaya Pesan Adl semua biaya yg timbul sbagai akibat pemesanan Bersifat variabel/berubah-ubah perubahannya sesuai dengan frekuensi pesanan Yang termasuk dlm biaya ini adl biaya mulai bahn baku dipesan sampai dengan masuk ke gudang

Terdiri dari biaya persiapan pemesanan, biaya penerimaan, biaya pengecekan, biaya penimbangan dan biaya 2 lainnya hingga barang masuk ke gudang. Besarnya biaya pesan dihitung dengan rumus : R Biaya Pesan = --------- x O Q Keterangan : R = besarnya bahan baku yg dibeli Q = banyaknya barang yg dipesan setiap kali pesan O = Biaya setiap kali pesan 2. Biaya Simpan Adl biaya yg dikeluarkan oleh perush untuk menyimpan persediaan selama periode tertentu agar bahan baku yg disimpan kualitasnya sesuai dengan yang diinginkan. Bersifat variabel perubahnnya tergantung dari juml bahan baku yg disimpan. Terdiri dari biaya sewa gudang, biaya pemeliharaan bahan baku, biaya asuransi, pajak, biaya modal, dsb. Biaya simpan dihitung dg rumus : Q Biaya Simpan = ------ x C 2

Keterangan : Q = Banyaknya barang yg disimpan setiap kali pesan C = Biaya simpan dari rata-rata bahan yg disimpan C. Economical Order Quantity (EOQ) Adalah jumlah kuantitas bahan yg dibeli pada setiap kali pembelian dengan biaya yg paling minimal. Merupakan metoda untuk menentukan persediaan yg paling optimal EOQ tercapai pada saat biaya pesan sama dengan biaya simpan Jumlah pemesanan optimal sebesar : EOQ = 2 RO/C

Contoh : Perusahaan tapioka Mawar merencanakan pembelian bahan baku singkong pada tahun 2005 sebesar 12.000 ton. Biaya pesan untuk setiap kali pesan sebesar Rp75.000,- dan biaya simpan sebesar Rp200,- dari rata2 bahan yg disimpan. Berapakah besarnya biaya persediaan pada saat EOQ?

Jawab : EOQ = 2 RO/C = 2 x 12.000 x 75.000 / 200 = 3.000 ton besarnya biaya persediaan = biaya pesan + biaya simpan = (12.000/3000)x75.000 +(3000/2)x 200 = Rp600.000,D. Reorder Point Kapan perush harus memesan kembali persediaan agar tidak kehabisan bahan baku? Reorder point Reorder Point adl : Titik dimana perush harus memesan kembali agar kedatangan bahan baku tepat pada saat persediaan bahan di atas safety stock sama dengan nol. Pada saat reorder point inilah perush harus memesan kmbali agar kedatangan bahan tidak sampai melanggar persediaan pengaman (safety stock) Besarnya reorder point = safety stock + kebutuhan pada saat lead time Contoh :
Sebuah perusahaan alat2 pertanian AGROMEDIKA merencanakan pembelian bahan bakunya pada tahun 2002. Perush merencanakan penjualannya selama satu tahun sebanyak 16.000 unit yang dijual dengan harga Rp25.000,- per unitnya. Pada awal

tahun persediaan produk jadi sebesar 2.500 unit dan direncanakan persediaan produk jadi di akhir tahun sebesar 1.500 unit. Untuk membuat satu unit produk jadi dibutuhkan 3 bal bahan baku yg harus dipesan 2 minggu sebelumnya dg harga Rp5.400,- per bal. Biaya pesan bahan baku sebesar Rp150.000,- setiap kali pesan. Untuk menjaga kualitas bahan baku maka harus disimpan dengan biaya simpan yang terdiri dari biaya sewa gudang 5%, biaya asuransi 3% dan biaya pemeliharaan 2% dari rata2 bahan baku yg disimpan. Perusahaan memutuskan untuk menjaga persediaan pengamannya sebesar 1.200 bal. Diminta : a. Menghitung besarna biaya persediaan pada saat EOQ b. Menghitung Reorder Point Jawab : a. Menghitung EOQ Persediaan akhir produk jadi 1.500 unit Rencana penjualan 16.000 unit + Produk hrs tersedia 17.500 unit Persediaan awal 2.500 unit Rencana produksi 15.000 unit Rencana pembelian bahan baku = 15.000 x 3 bal = 45.000 bal Biaya pesan (O) = Rp150.000,Biaya simpan (C) = 5% + 3% + 2% = 10% x Rp5.400,- = Rp540,EOQ = 2x 45.000 x 150.000 / 540 = 5.000 bal Biaya persediaan pada saat EOQ adalah = biaya pesan + biaya simpan = (45.000/5.000) 150.000 + (5.000/2) 540,= Rp2.700.000,-

b. Menghitung reorder point Safety stock = 1.200 bal Kebutuhan selama lead time = 2/50 x 45.000 = 1.800 bal Reorder Point (ROP) = 3.000 bal