You are on page 1of 2

a) Anatomi

Gambar 2.1. Anatomi Sistem Pernapasan (Syaifuddin, 2012) Saluran penghantar udara hingga mencapai paru adalah hidung, faring, laring, trachea, bronkhus, bronkheolus, dan lveolus. Udara mengalir melalui hidungmasuk ke faring, laring. Laring terdiri dari rangkaian tulang rawan yang di hubungkan oleh otot-otot dan terdapat pita suara. Di antara pita suara itu terdapat ruang yang berbentuk segi tiga, yang bermuara ke dalam trakhea yang di namakan glottis. Pada waktu menelan laring akan bergerak ke atas, glottis akan menutup dan epiglotis yang berbentuk seperti daun mempunyai gerakan seperti pintu masuh laring. Trakhea disokong oleh cincin tulang rawan. Struktur trakhea dan bronkus di analogkan dengan sebuah pohon, oleh karena itu di namakan trakheobronkhial. Tempat trakhea bercabang menjadi bronkus utama kiri dan kanan di kenal sebagai karina. Karina memiliki banyak saraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan batuk berat jika saraf-saraf itu terangsang. Sebagai lanjutan dari trakhea adalah bronkhus. Bronkus terdapat pada ketinggian vertebrae torakalis IV dan V. bronkus mempunyai struktur sama

dengan trakhea dan di lapisi oleh sejenis sel yang sama dengan treakea dan berjalan ke bawah ke arah tampuk paru. Bagian bawah trakea mempunyai cabang dua kiri dan kanan yang di nbatasi oleh garis pembatas. Setiap perjalanan cabang utama tenggorokan ke sebuah lekuk yang panjang di tengah permukaan paru. (blom Sleseee)