You are on page 1of 1

ABSTRAK

Latar belakang. Prevalensi Osteoporosis di Indonesia mencapai 41,75% dimana setiap 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki resiko untuk terkena osteoporosis. Hal ini lebih tinggi di dunia hanya 1 dari 3 terkena osteoporosis. Kejadian osteoporosis di 3 desa terbesar di Solokan jeruk, Majalaya, dan Desa panyadap termasuk kedalam jumlah kejadian osteoporosis terbesar di majalaya. Banyak faktor yang menyebabkan angka kejadian osteoporosis pada lansia yakni, usia, jenis kelamin, menopause, kadar kolesterol rendah, genetik, penyakit lain, obatobatan, berat badan rendah, pola makan buruk, merokok, kurang olah raga, dan kebiasaan minum susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor osteoporosis dan angka kejadian osteoporosis pada lansia di Desa Panyadap wilayah kerja puskesmas Padamukti Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung. Faktor-faktor yang diteliti meliputi: kebiasaan minum susu, kebiasaan olah raga, dan kebiasaan merokok. Metode penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian dilakukan selama 5 hari pada tanggal 16-21 agustus 2013 di Desa Panyadap, dan didapatkan 96 responden, diantaranya 63 responden terdiagnosa osteoporosis, dan 33 responden terdiagnosa bukan osteoporosis, pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner yang berisi kolom isian dan analisa data yang digunakan adalah presentase. Hasil Penelitian. hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara faktor kebiasaan minum susu dengan angka kejadian osteoporosis (Chi Square 0,084>0,05), tidak ada hubungan faktor kebiasaan olah raga dengan angka kejadian osteoporosis (Chi Square 0,656>0,05), tidak ada hubungan kebiasaan merokok dengan angka kejadian osteoporosis (0,104>0,05)