You are on page 1of 4

ANATOMI FUNGSIONAL DASAR PANGGUL

Organ pelvis terutama disangga oleh aktivitas otot dasar panggul, dibantu oleh ligamen- ligamen (tulang
pelvis tidak berperan). Otot dasar panggul (musc.levator ani) berkontraksi untuk mempertahankan
kontinensia urin dan alvi, serta berelaksasi utk mengosongkan vesiko urinaria dan rektum.
Musc.levator ani
mrp kumpulan otot-otot dasar panggul. Terdiri atas dua bagian :
a. iliococcygeus (diafragma)
b. pubococcygeus (pubovisceral) lebih penting.
aat otot pubovisceralis berkontraksi, rektum, vagina, dan uretra tertarik ke depan (ke arah tulang pubis)
dan organ tersebut men!adi sempit. "ontraktilitas inilah yg memegang peranan penting untuk
mempertahankan kontinensia urine dan alvi serta menyangga organ organ genital (vagina, serviks dan
uterus). #ubovisceralis $ puborektalis sebagian besar memiliki serat tipe % (slo&-t&ich) yang berkontraksi
secara tonik untuk mempertahankan kelenturan penyangga uretra. #ada saat yang sama, serat tipe %% (fast-
t&ich) memungkinkan puboviseralis bereaksi secara cepat terhadap perubahan mendadak tekanan intra
abdominal (batuk, bersin) serta mempertahankan penutupan uretra pada keadaan tersebut. 'efleks
berkontraksi yang dimiliki oleh kedua tipe otot tersebut membantu menyangga isi pelvis. elain itu
bersama musc.sfingter ani eksternus, musc.levator ani memiliki tonus basal (untuk mempertahankan organ
pelvis pada tenpatnya) yang berbeda dengan kemampuannya berkontraksi dengan kekuatan penuh.
Ligamen-ligamen elvis (mempertahankan scr pasif)
ering dianggap bah&a ligamen-ligamen pelvis yang berperan penting dalam menyangga organ pelvis,
padahal ligamen tersebut hanya untuk mempertahankan agar struktur pelvis tetap pada tempatnya dan
untuk peran tersebut dibantu oleh aktivitas otot. (ilangnya fungsi penyangga otot pelvis menyebabkan
hiatus urogenital kendor dan melebar, shg mrp predisposisi ter!adinya prolaps organ pelvis. #eran lain
ligamen : dalam operasi digunakan utk mengikat atau dipendekkan.
Anatomi Fungsional Dasar Panggul
)
!aringan i"at
*erupakan +lem, tubuh. Terdiri atas serat serat elastin dan kolagen. *embentuk kapsul yang
mempertahankan integritas struktur organ dan membentuk fasia untuk membungkus otot dan tendon serta
menghubungkan satu organ dengan organ lainnya (apabila otot tak memiliki !ar ikat otot men!adi lemah).
-ar ikat mrp !ar yang dinamis yang mengalami pergantian (turn over) dan pembentukan kembali
(remodeling) secara konstan sebagai reaksi thd stres (penting dalam proses penyembuhan luka dan
operasi). #erubahan hormonal berpengaruh thd kolagen (penting selama kehamilan dan persalinan, !uga
dalam proses penuaan) terbukti prolaps banyak ter!adi pada usia menopause. .atihan fisik meningkatkan
proses turn over. /utrisi (vit 0) mempertahankan integritas !ar ikat. 1bnormalitas !ar ikat menyebabkan
prolaps (ada hubungan antara +!oint hypermobility, dengan prolaps rektum $ genital.
0at : pada &anita habis melahirkan, banyak otot yang robek, namun bila penyembuhan baik dan !ar ikat
turn overnya baik, maka !arang ter!adi prolaps kelak.
Prolas organ elvi"
2efinisi : prolaps adalah bergesernya (ke ba&ah atau ke depan) organ pelvik dari tempatnya yang normal.
emua bentuk prolaps genital pada &anita, digambarkan dengan patokan terhadap vagina .
istokel : prolaps vesika urinaria.
istouretrikel : sistokel yang disertai prolaps uretra.
#rolaps uteri : turnnya uterus dan serviks melalui vagina menu!u introitus vagina.
'ektokel : protrusi rektum ke dalam lumen vagina posterior.
3nterokel : herniasi usus ke dalam lumen vagina
4ang harus diamati selama pemeriksaan adalah perubahan anatomi vagina : penurunan dinding anterior,
posterior dan defek lateral, penurunan serviks, (pada pasien pasca histerektomi). 5ila mungkin diskripsi
prolaps berdasarkan suatu titik anatomi yang tetap, misalnya : bidang himen atau spina isiadika (contoh :
prolaps uteri adalah protrusi serviks 6 cm diba&ah cincin hymen)
Anatomi Fungsional Dasar Panggul
6
"alsifikasi klasik prolaps uteri :
). imptomatik (masih belum masuk vagina).
6. 2i dalam vagina namun belum mele&ati introitus vagina.
7. udah keluar introitus vagina.
8e!ala :
1simptomatik ( t9 (-), namun penderita diberitahu adanya kelemahan penyangga pelvik dan kelak
memerlukan t9)
8e!ala yang paling sering : perasan adanya tekanan atau sesuatu yang keluar dari vagina. #9 merasa
seperti duduk di atas telur, nyeri pinggang ba&ah atau perasaan berat. 5iasanya ge!ala ini membaik
dengan berbaring, kurang dirasakan pada pagi hari, makin parah dengan ber!alannya hari terutama
pada penderita yang berdiri lama. 1da beberapa ge!ala spesifik :
a. %nkontinensia urine stress : kelemahan dinding anterior (hipermobilitas uretra).
b. "esukaran pengosongan urine : prolaps dinding anterior yang besar di ba&ah uretra (sehingga
menekan uretra atau menyebabkan kinking uretra pengosongan tidak tuntas).
c. #engosongan rektum yang tidak efisien (konstipasi): protrusi rektum kedalam vagina (rektokel).
5ila parah timbul kantong dimana feses tertahan.
#emeriksaan p9 dengan prolaps
#emeriksaan dilakukan dengan posisi berdiri atau litotomi dorsal.
5ila penderita berdiri: dilakukan pemeriksaan rektovaginal (dilakukan terhadap cav 2ouglassi
dg !ari telun!uk dan ibu !ari)
5ila posisi litotomi : menggunakan spekulum agar dapat mekihat dengan baik dinding
posterior, anterior dan lateral untuk melihat defek spesifik penyangga vagina.
#engobatan prolaps organ pelvik
#rolaps yang asimptomatik tidak memerlukan t9, kecuali bila ada inkontenesia urine stres atau
prolaps yang akan dilakukan operasi +bladder neck suspension,.
#rolaps yang simptomatik dapat konservatif atau pembedahan.
Anatomi Fungsional Dasar Panggul
7
.atihan otot pelvik dapat berguna pada inkontinensia urin stres, namun tidak berati pada prolaps
yang berat.
#essarium : salah satu bentuk terapi konservatif :
a. yarat : vagina harus mengandung estrogen yang baik $ cukup. #ada &anita menopause harus
mendapat ('T atau krim estrogen intravaginal (untuk memperkuat epitel vagina, lebih licin $
basah) yang digunakan ; < mgg sebelum pemasangan pessarium, sehingga nyaman dan tahan
lama.
b. "omplikasi pemakaian pesarium : iritasi dan erosi vesika urinaria dan kadang kadang
menimbulkan fistula vesiko vaginal (bila tak pakai estrogen).
c. *acam pesarium : silikon berbentuk donat (dapat berbulan bulan tanpa diganti) atau pesarium
kubus (dilepas setiap malam sebelum tidur).
d. =aktu kontrol : seminggu setelah pemasangan, untuk selan!utnya setiap ; < bulan. (pesarrium
dapat dipakai seumur hidup dan ('T $ krim estrogen dipakai terus) (synopause atau ovestin) 6 9
seminggu.
Anatomi Fungsional Dasar Panggul
;