You are on page 1of 32

Mankiw CH 11- CH 12

AD I & AD II
Marita Eituna
Building the IS-LM Model
Aggregate Demand I
PENDAHULUAN
Great Depression pada tahun 1930-an fluktuasi ekonomi yang besar dan
menyengsarakan

Keabsahan teori ekonomi klasik dipertanyakan karena tidak mampu menjelaskan
depresi tersebut

Banyak ekonom percaya bahwa perlu ada model baru

Pada tahun 1936, John Maynard Keynes melakukan revolusi terhadap ilmu ekonomi
melalui bukunya The General Theory of Employment, Interest, and Money

Keynes menyatakan bahwa permintaan yang rendah bertanggung jawab terhadap
kemerosotan ekonom

Ia mengkritik teori klasik karena mengasumsikan bahwa hanya penawaran agregat-
modal, tenaga kerja, dan teknologi- yang menentukan pendapatan nasional

Para ekonom dewasa ini menggabungkan kedua pandangan ini dengan model
permintaan agregat dan penawaran agregat yang diperkenalkan pada bab 9
slide 4
The Big Picture :
Teori Fluktuasi Jangka-Pendek
Keynesian
Cross
Theory of
Liquidity
Preference
IS
curve
LM
curve
IS-LM
model
Agg.
demand
curve
Agg.
supply
curve
Model of
Agg.
Demand
and Agg.
Supply
Explanation
of short-run
fluctuations
Permintaan Agregat I
Pada bab ini kita meneruskan materi tentang fluktuasi
ekonomi dengan model permintaan agregat yang
merupakan interpretasi dari teori Keynes, yaitu model IS-
LM

IS investment dan saving. Kurva IS menyatakan
apa yang terjadi pada pasar barang dan jasa

LM liquidity dan Money. Kurva LM menyatakan apa
yang terjadi pada pasar uang
PASAR BARANG DAN
KURVA IS :
Keynesian Cross
Pasar Barang dan Kurva IS
Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga
serta tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang
dan jasa

Keynesian Cross adalah model dasar untuk menjelaskan
hubungan ini

Actual expenditure (Y): jumlah uang yang dikeluarkan
rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah atas barang
dan jasa (real GDP)

Planned expenditure (E): jumlah uang yang akan
dikeluarkan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah
atas barang dan jasa

The Economy in Equilibrium
Actual expenditure = Planned expenditure
Y = E
slide 8
Keynesian Cross
income, output, Y
E
planned
expenditure
Y =E
E =C +I +G
A
Actual Expenditure
Planned
expenditure
Titik A
merupakan
keseimbangan
Keynesian
Cross

Di titik A, actual
expenditure
sama dengan
planned
expenditure
slide 9
An increase in government purchases
(G)
Y
E
E =C +I +G
1
E
1
= Y
1
G Y

The government-
purchases multiplier:


G
Looks like
Y>G

E =C +I +G
2
A
B
E
2
= Y
2
Y
slide 10
An increase in taxes
Y
E
E =C
1
+I +G

E
1
= Y
1
Tax Multiplier :


C
Tax C Y
E =C
2
+I +G

A
B
Y
slide 11
Y
2
Y
1
Y
2
Y
1
Deriving the IS curve
r I Y

Y
E
r
Y
E =C +I (r
1
)+G
E =C +I (r
2
)+G
r
1
r
2
E =Y
IS
I(r)
I(r
1
) I(r
2
)
r
2
r
1
Intere
st
rate, r
Investment,
I
I
slide 12
Y
2
Y
1
Y
2
Y
1

Kebijakan Fiskal dan Pergeseran Kurva IS : G
Pada tingkat r
tertentu,
G E Y
Y
E
r
Y
E =C +I (r
1
)+G
1

E =C +I (r
1
)+G
2

r
1
E =Y
IS
1

IS
2

Maka, IS bergeser ke
kanan
G
PASAR UANG DAN
KURVA LM :
The Theory of Liquidity Preference
slide 14
Keseimbangan di Pasar Uang
The Theory of
Liquidity Preference :
mengasumsikan
bahwa keseimbangan
suplai uang real
adalah tetap



Tingkat bunga
menyesuaikan untuk
menyeimbangkan
permintaan dan
penawaran uang:
M/P
real money
balances
r
interest
rate

s
M P
M P
L (r )
slide 15
Cara Bank Sentral Menaikan Tingkat
Bunga
Untuk
meningkatkan r,
Bank sentral
mengurangi M
M/P
real money
balances
r
interest
rate
1
M
P
L (r )
r
1
r
2
2
M
P
Ketika M (turun) r (naik)
Ketika M (naik) r (turun)
slide 16
The LM curve
Now lets put Y back into the money demand
function:
The LM curve is a graph of all combinations of
r and Y that equate the supply and demand
for real money balances.
The equation for the LM curve is:

d
M P L r Y ( , )
slide 17
Deriving the LM curve
M/P
r
1
M
P
L (r , Y
1
)
r
1
r
Y
Y
1
r
1
LM
(a) The market for
real money balances
(b) The LM curve
L (r , Y
2
)
r
2
r
2
Y
2
slide 18
How M shifts the LM curve
M/P
r
1
M
P
L (r , Y
1
)
r
1
r
2
r
Y
Y
1
r
1
r
2
LM
1
(a) The market for
real money balances
(b) The LM curve
LM
2
1
M
P
MODEL IS-LM
Dengan model IS-LM, kita aplikasikan
tiga kasus berikut :

1) Penyebab fluktuasi pendapatan
nasional

2) How IS-LM fits into the model of
aggregate supply and aggregate
demand in Chapter 9

3) The Great Depression
r
Y
LM(P
0
) IS
r
0

Y
0

PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL
TERHADAP KURVA IS DAN
KESEIMBANGAN EKONOMI
Perpotongan kurva IS dan kurva LM menentukan tingkat
pendapatan nasional dan tingkat bunga pada tingkat
harga tertentu.

Jika kurva IS atau LM bergeser, keseimbangan
perekonomian jangka pendek berubah dan pendapatan
nasional berfluktuasi.

Kita akan menganalisis bagaimana perubahan dalam
kebijakan dan guncangan menyebabkan kurva IS dan LM
bergeser.
Explaining Economic Fluctuation with
IS-LM Model
LM
r
Y
IS
A
+G
Kenaikan pengeluaran pemerintah akan menaikan tingkat
Pendapatan sebesar G/(1- MPC).
IS
B
Kurva IS bergeser ke kanan sebesar G/(1- MPC) yang akan menaikkan
pendapatan dan tingkat bunga
G IS ke
kanan Y r
LM
r
Y
IS
A
-T
Penurunan pajak akan menaikan tingkat pendapatan sebesar
T MPC/(1- MPC).
IS
B
Kurva IS bergeser ke kanan sebesar T MPC/(1- MPC) yang akan menaikan
pendapatan dan tingkat bunga
T IS ke
kanan Y r
PENGARUH KEBIJAKAN
MONETER TERHADAP KURVA IS
DAN KESEIMBANGAN EKONOMI
IS
r
Y
LM
A
LM

B
+M

Jika money supply dinaikan, kurva LM akan bergeser ke kanan,
tingkat bunga turun dan pendapatan naik
M orang menggunakan kelebihan uang untuk ditabung atau membeli
obligasi tingkat bunga (r) turun investasi yang direncanakan (I) naik
pengeluaran yang direncanakan, produksi dan pendapatan naik
keseimbangan berubah dari A ke B
M LM ke
kanan r Y
Pada chapter sebelumnya, ditunjukkan bahwa dalam jangka pendek, ketika
harga-harga kaku, kenaikan money supply akan menaikkan pendapatan, tp
tidak menjelaskan bagaimana kebijakan moneter menaikan permintaan
terhadap barang & jasa.

Model IS-LM menunjukkan pengaruh kebijakan moneter terhadap
pendapatan dan tingkat bunga :

M r I permintaan terhadap barang & jasa Y



monetary transmission mechanism
(Mekanisme transmisi kebijakan moneter)


Monetary Transmission Mechanism
MODEL IS-LM SEBAGAI
TEORI AD
slide 29
Y
1
Menurunkan Kurva AD dari Kurva IS-
LM
Y
r
Y
P
IS
LM(M/P
1
)
AD
P
1
Y
1
r
1


P (M/P ) LM
ke kiri r Y
LM (M/P
2
)
r
2
P2
Y
2
Y
2
slide 30
Monetary policy and the AD curve
Y
P
IS
LM(M
1
/P
1
)
AD
1
P
1
Y
1
Y
1
r
1
Bank sentral dapat menaikan
AD dengan cara:

M LM ke kanan
Y
r

r Y P tetap
AD bergeser ke kanan
LM(M
2
/P
2
)
Y
2
Y
2
AD
2
r
2
slide 31
Y
1
Y
1
r
1
Fiscal policy and the AD curve
Y
r
Y
P
IS
1
LM
AD
1
P
1
Expansionary fiscal policy
(G and/or T )
increases agg. demand:
T IS ke kanan
Y r

Y at each value of P
IS
2
AD
2
Y
2
Y
2
r
2
INTERAKSI ANTARA KEBIJAKAN
FISKAL DAN MONETER