You are on page 1of 2

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

PATHOLO RENGGINANG SINGKONG


Febria Setiana (09769), Arum Baasithu (09797), Dewi Widowati (09901),
Dena Prischa Putri (09925)

Abstrak

Patholo adalah produk berbahan dasar ketela atau singkong. Selama ini
produk Patholo Rengginang Singkong dipasarkan sebagai produk oleh oleh khas
dari Gunung Kidul. Penyajian patholo dalam bentuk kering dengan pengemasan
plastik sederhana dan belum terdapat label yang memberi keterangan produk
secara jelas. Selain itu, bentuknya yang kering membuat produk menjadi tidak
praktis karena harus digoreng dahulu sebelum dapat dikonsumsi. Dalam hal ini
kami mencoba untuk melakukan pengembangan produk Patholo Rengginang
Singkong dengan menambah fungsi kepraktisan dari produk. Fungsi kepraktisan
yang dimaksud adalah fungsi produk sebagai camilan siap makan yang tidak perlu
digoreng dahulu dengan menambah proses penggorengan pada rangkaian proses
pembuatan. Untuk mendukung fungsi produk tersebut juga dilakukan
pengubahan ukuran produk menjadi lebih kecil (diameter dan ketebalan) untuk
memudahkan konsumen saat mengkonsumsi produk dan lebih menyesuaikan
produk dengan fungsinya sebagai camilan.
Dalam mengembangkan produk ini, tahapan yang kami lakukan adalah
menentukan misi yang ingin dicapai, pengumpulan data atribut mutu melalui
kuesioner, kemudian mengukur tingkat kepentingan dan bobot dari atribut mutu.
Dari hasil pembobotan diperoleh target spesifikasi produk yang akan digunakan
untuk melakukan pengembangan produk. Selanjutnya, berdasarkan target
spesifikasi tersebut dan dengan mempertimbangkan kemampuan industri, maka
diperoleh atribut mutu yang akan digunakan untuk menyusun alternatif konsep
produk. Atribut mutu yang dipilih adalah bentuk bulat patholo, kerenyahan
patholo, ketebalan patholo (4 cm dan 5 cm), dan diameter patholo sehingga
diperoleh dua alternatif konsep, yaitu patholo renyah, bulat, tipis dengan ukuran
diameter 4 cm dan patholo renyah, bulat, tipis dengan ukuran diameter 5 cm.
Selanjutnya, dibuat prototype untuk menguji kedua konsep produk kepada
konsumen. Selain itu, dilakukan juga pembandingan konsep pengembangan
dengan produk awal. Performansi dan biaya pembuatan produk dihitung untuk
menentukan value dari produk awal dan kedua konsep pengembangan.
Pembandingan value dilakukan untuk menentukan alternatif konsep
pengembangan terbaik dan menilai apakah pengembangan dapat meningkatkan
value produk awal.
Berdasarkan value konsep produk, konsep terbaik adalah konsep 2 yaitu
patholo renyah, bulat, tipis dengan ukuran diameter 5 cm. Rancangan
pengembangan produk yang dibuat dapat meningkatkan nilai value dari produk
awal.

Kata kunci: patholo, pengembangan produk, value engineering