You are on page 1of 2

Aglutinasi Antara antibodi khusus dengan antigen partikulat seperti bakteria, sel dll.

Prinsip- prinsip
reaksi pembekuan adalah sama seperti reaksi pelarutan. Di dalam percobaan diatas antibodi spesifik
terhadap antigen dicairkan dalam satu set telaga piring mikrotiter (baris atas), kemudian antigen pada
kepekatan yang sama ditambah kepada setiap telagayang mengandung antibodi. Selepas eraman untuk
jangka masa yang sesuai telaga-telaga dicerap untuk melihat sama ada terdapat pembentukan aglutinat
(baris kedua).Keputusan yang diperolehi menunjukkan terdapat aglutinat terbentuk dalam telaga 2 -
5dan tidak dalam telaga-telaga lain. Dalam telaga pertama aglutinat tidak terbentuk walaupun terdapat
banyak antibodi kerana nisbah antigen:antibodi tidak optimum untuk pembentukan aglutinat.
Kepekatan antibodi adalah terlalu tinggi berbanding antigen. Inidipanggil sebagai fenomenon prozon.
Dalam telaga 6 dan 7 kepekatan antibodi adalahterlalu rendah dan tidak cukup untuk untuk
menghasilkan aglutinat. Dalam percubaan diatas titer antibodi terdapat pada telaga 5 kerana ini ialah
cairan tertinggi yangmenghasilkan tindak balas positif, iaitu penglutinatan. Rajah sebelah
bawahmenunjukkan mekanisme tindak balas penghemaglutinatan tak terus (indirecthemagglutination
reaction).Dalam kaedah ini antigen larut diselaputkan ke permukaan eritrosit dan kehadiranantibodi
terhadap antigen tersebut dikesan
Pembesaran Hati (Hepatomegali) adalah membesarnya hati melebihi
ukurannya yang normal.
Hepatomegali Pembesaran Hati adalah pembesaran organ hati yang
disebabkan oleh berbagai jenis penyebab seperti infeksi virus hepatitis,
demam tifoid, amoeba, penimbunan lemak (fatty liver), penyakit keganasan
seperti leukemia, kanker hati (hepatoma) dan penyebaran dari keganasan
(metastasis). Keluhan dari hepatomegali ini gangguan dari sistem
pencernaan seperti mual dan muntah, nyeri perut kanan atas, kuning
bahkan buang air besar hitam. Pengobatan pada kasus hepatomegali ini
berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

1. Purpura
Purpura adalah : 1) setiap kelompok penyakit yang dicirikan oleh ekimosis atau perdarahan
kecil lain di kulit, membran mukosa, atau permukaan serosa; kemungkinan penyebab terdiri dari
kelainan darah, abnormalitas vaskuler, dan trauma. 2) setiap dari beberapa kondisi yang
menyerupai gugus purpura tradisional, yang dapat disebabkan karena penurunan perhitungan
trombosit, abnormalitas trombosit, defek vaskular, atau reaksi terhadap obat.

2. Petekie
Petekie adalah bintik merah keunguan kecil dan bulat sempurna yang tidak menonjol
akibat perdarahan intradermal atau submukosa.
Petekie merupakan lesi perdarahan keunguan, mendtar 1 sampai 4 mm, bulat, tidak
memucat, berdarah, dan dapat bergabung menjadi lesi yang lebih besar yang dinamakan
purpura. Dapat ditemukan pada membran mukosa dan kulit, khususnya di daerah yang bebas
atau daerah tertekan. Petekie umumnya menggambarkan kelainan trombosit.

3. Ekimosis
Ekimosis adalah bercak perdarahan yang kecil, lebih lebar dari petekie, pada kulit atau
selaput lendir, membentuk bercak biru atau ungu yang rat, bulat atau irregular.
Ekimosis adalah tanda memar atau tanda biru kehitaman, merupakan daerah makula besar
akibat ekstravasasi darah ke dalam jaringan subkutan dan kulit. Perdarahan yang baru berwarna
biru kehitaman dan berubah warna menjadi hijau kecoklatan dan menjadi kuning bila mengalami
resolusi. Walaupun ekimosis sering ditemukan pada trauma, tetapi ekimosis yang luas dapat
menggambarkan kelainan trombosit atau gangguan pembekuan.

4. Hematochezia
Hematochezia adalah pengeluaran tinja berdarah.

5. Melena
Melena adalah keluarnya feses gelap dan pekat diwarnai oleh pigmen darah atau darah
yang berubah.