You are on page 1of 2

Risalah Rapat BPD Lewoloba

Selasa, 22 Juli 2014



Peserta : 7 (Tujuh) Orang
Pemimpin Rapat : Ketua BPD
Agenda :
1. Pembagian Komisi-komisi BPD Lewoloba
2. Sosialisasi Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2014

Berdasarkan kesepakatan BPD, 9 (Sembilan) anggota BPD Lewoloba
dibagi ke dalam 2 (dua) Komisi, yaitu Komisi I (satu) dan Komisi II (dua). Adapun
Komisi I membidangi Pembangunan dan Keuangan, dan Komisi II membidangi
Pemerintahan dan Kemasyarakatan. Mengingat terbatasnya jumlah personil BPD
Lewoloba, maka pimpinan BPD Lewoloba pun dilibatkan masuk dalam Komisi-
komisi BPD Lewoloba. Untuk meningkatkan partisipasi dan peran seluruh anggota
BPD maka pimpinan BPD yang masuk dalam Komisi-komisi tidak menjadi pimpinan
di tingkat komisi.
Berikut ini hasil pembagian personil BPD Lewoloba dalam Komisi I dan
Komisi II BPD Lewoloba.
a. Komisi I :
1) Ketua: Bpk. Agustinus Nara Koten
2) Sek. : Ibu Yosefina Buku Kelen
3) Anggota 1 : Bpk. Mateus Belang
4) Anggota 2 : Bpk. Paulus Gatu Koten
5) Anggota 3 : Bpk. Lodofikus S. Uhe Koten
b. Komisi II :
1) Ketua : Bpk. Laurensius Kia Kelen
2) Sek. : Bpk. Dominikus Ibi Doren
3) Anggota 1 : Bpk. Hendrikus Laba Kelen
4) Anggota 2 : Bpk. Nikolaus Deka Doren
Pembagian Komisi tersebut di atas diselaraskan dengan jumlah Kepala
Urusan yang ada di dalam Struktur Pemerintah Desa Lewoloba. Pembagian Komisi
dimaksudkan untuk mempertajam fungsi pengawasan BPD Lewoloba terhadap
keseluruhan proses penyelenggaraan Pemerintah Desa Lewoloba.
Setelah proses pembagian Komisi-komisi BPD, rapat dilanjutkan dengan
agenda tentang sosialisasi Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2014. Produk hukum
yang mendasari ADD Tahun 2014 adalah Surat Keputusan Bupati Flores Timur No.
124 Tahun 2014 yang memuat besaran dana ADD, dan Peraturan Bupati Flores
Timur No. 10 Tahun 2014 yang memuat Petunjuk Teknis Operasional (PTO)
penggunaan dana ADD Tahun 2014.
Besaran dana ADD Tahun 2014 untuk Desa Lewoloba adalah
Rp55.250.000,-. Dari keseluruhan dana tersebut, 30% dari ADD (Rp16.570.000)
akan dialokasikan untuk bidang operasional, dan 70% dari ADD (Rp38.680.000)
akan dialokasikan untuk bidang pemberdayaan. Alokasi dana ADD untuk bidang
operasional antara lain untuk membiayai insentif BPD, Perjalanan Dinas Perangkat
Desa, Operasional Kepala Desa, Operasional BPD, dan Administrasi BPD.
Sedangkan alokasi dana ADD untuk bidang pemberdayaan antara lain untuk
membiayai lembaga kemasyarakatan, insentif pengelola anggaran di desa, dan
operasional TPK. Untuk lebih jelas mengenai pemanfaatan dana ADD dapat dilihat
dalam produk hukum yang mendasarinya.
Selain membahas dua agenda utama rapat, BPD Lewoloba pun
membahas persoalan-persoalan lain, di antaranya mengenai kinerja Pemerintah
Desa Lewoloba setelah sekitar dua bulan Perangkat Desa dilantik. BPD menyoroti
kewajiban masuk kantor desa dan volume kerja perangkat desa. Terksesan
perangkat desa kurang bekerja maksimal karena ketiadaan program kerja jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang disiapkan oleh Pemerintah
Desa Lewoloba.
BPD sepakat untuk mengagendakan sebuah Rapat Kerja bersama
Pemerintah Desa untuk membahas persiapan Ranperdes Pemekaran Dusun IV
(empat) dan persiapan pencairan dan pemanfaatan ADD Tahun 2014.