You are on page 1of 1

8

ABSTRAK

Perdagangan orang merupakan suatu perbuatan yang menyerupai perbudakan yang
melanggar harkat dan martabat manusia, yang bertentangan dengan tata hukum, merugikan
masyarakat dan antisosial yang terjadi baik dalam tingkat nasional dan internasional. Dengan
berkembangnya teknologi informasi, komunikasi dan transformasi maka modus kejahatan
perdagangan orang semakin canggih. Setiap korban perdagangan orang berhak mendapat
bantuan hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. Hak
atas korban meliputi memperoleh rehabilitasi baik fisik maupun psikis akibat perdagangan
orang, dan berhak diintegrasikan atau dikembalikan kepada lingkungan masyarakat
sekitarnya.
Tindak pidana perdagangan orang dirasakan sebagai ancaman bagi masyarakat,
bangsa dan negara, serta terhadap norma norma kehidupan yang dilandasi penghormatan
hak asasi manusia. Selama ini penanganan perkara pidana terlalu berorientasi pada tersangka
atau terdakwa sementara hak hak korban sering diabaikan. Oleh karena itu, perlu disadari
perlunya perlindungan hukum bagi korban khususnya korban perdagangan orang, maka
dikeluarkannya Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Perdagangan Orang yang mempunyai semangat perlindungan terhadap korban.
Kebijakan hukum pidana yang dilakukan meliputi aspek hukum pidana materill,
aspek hukum pidana formal, aspek hukum pelaksanaan pidana, dan melalui kebijakan
legislasi, kebijakan yudikasi dan kebijakan eksekusi serta melalui pembaruan
hukum/kriminalisasi dengan cara menemukan gagasan baru, regulasi dan revitalisasi terhadap
peraturan yang sudah ada, yang bersumber pada nilai nilai yang hidup dalam masyarakat.






Universitas Sumatera Utara