You are on page 1of 2

apa Tujuan analisa SC,transien ?

apa Beda MVAR dan Voltage control pada generator ? Mana yg baik?

Analisa aliran daya (Load Flow Analysis) dilakukan untuk mengetahui besarnya tegangan bus,
faktor daya dari cabang, arus dan aliran daya yang terjadi pada saluran dalam sistem.
Percobaan aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran daya yang
berupa pengaruh dari variasi beban dan rugi-rugi transmisi pada aliran daya dan juga
mempelajari adanya tegangan jatuh di sisi beban .
Studi aliran daya adalah studi yang memberikan analsis aliran daya pada suatu sistem
tenaga listrik yang bertujuan untuk :
1. Memeriksa tegangan dan pengaturan tegangan

2. Memeriksa semua peralatan (transformator dan saluran distribusi) apakah mampu
untuk mengalirkan daya yang diinginkan.
3. Memperoleh kondisi awal (eksisting) untuk memperoleh studi studi : operasi
ekonomis, hubung singkat, stabilitas dan perencanaan pengembangan sistem.

Short-Circuit Analysis pada Etap PowerStation menganalisa gangguan hubung singkat tiga
phasa, satu phasa ke tanah, antar phasa dan dua phasa ke tanah pada sistem tenaga listrik.
Program Short-Circuit Analysis Etap PowerStation menghitung arus total hubung singkat yang
terjadi.

Program Transient Stability Analysis PowerStation digunakan untuk menyelidiki batas
kestabilan sistem tenaga sebelum, selama dan setelah terdapat perubahan sistem atau terdapat
gangguan. Program ini memodelkan karakteristik dinamis sistem tenaga, menerapkan events
dan tindakan yang diinginkan user, menyelesaikan persamaan sistem dan persamaan turunan
mesin untuk mengetahui respon sistem dan mesin dalam daerah waktu. Dari respon ini user
dapat menentukan sifat transient sistem, membuat perkiraan kestabilan, men-setting peralatan
pengaman dan melakukan perbaikan stabilitas sistem.


generator difungsikan sebagai MVAR Control apabila beban-beban generator adalah beban yang
menggunakan daya reaktif yang cukup tinggi (misalnya motor)

sedangkan generator difungsikan sebagai voltage control jika bus-bus pada rangkaian mengalami
drop tegangan sehingga perlu dilakukan kontrol tegangannya

Adapun mana yang lebih baik, maka hal tersebut tergantung penggunaanya

a. Swing
Pada mode ini sumber dimodelkan sebagai penyuplai beban sistem yang dinamis.Artinya besar
pembangkitan daya aktif maupun daya reaktifnya bergantung dari berapa kekurangan daya
pembangkitan sumber yang mode operasinya selain swing.Sehingga dalam prakteknya sumber
daya dengan mode swing memiliki respon perubahan daya yang cepat.Syarat utama dalam
melakukan analisis aliran daya, dalam sistem harus ada minimal satu sumber tenaga yang
memiliki mode swing.Utamanya adalah sumber yang memiliki kapasitas terbesar.
b. Voltage Control
Sumber daya ini memiliki karakteristik yang telah fix sesuai setting yang diinginkan operator.
Pengisian data untuk sumber tenaga dengan mode ini adalah dengan mengeset nilai daya aktif
dan range pembangkitan daya reaktifnya.
c. MVar Control
Secara umum mode ini sama dengan mode voltage control. Di dalam sistem tenaga listrik real
mode ini tidak ada. Mode MVar control berfungsi sebagai pengontrol tegangan suatu bus yang
ditentukan dengan mengatur besar pembangkitan daya reaktif sesuai dengan ratingnya.
Dalam praktek analisis aliran daya, sumber tenaga grid selalu dioperasikan sebagai mode swing
karena memiliki kapasitas yang sangat besar dibanding beban total sistem.