You are on page 1of 3

BAB 3.

PEMBAHASAN
3.1 Analisis Jurnal
Myocarditis adalah sindroma klinik ditandai dengan peradangan miosit yang
diakibatkan dari infeksi, beracun dan penyakit autoimun dengan etiologi. Infeksi
virus yang berkelanjutan dapat menyebabkan infark miokard dan dampak merugikan
dapat menyebabkan disfungsi ventrikel dan kardiomyopathi. Myocarditis adalah
suatu peradangan pada daerah miokardium yang merupakan tempat otot-otot jantung
berada, dan tentunya akan menimbulkan permasalahan pada kontraktilitas jantung
yang dapat berpengaruh pada curah jantung.
Jurnal ini menceritakan tentang salah satu bentuk terapi farmakologi pada anak
dengan myocarditis menggunakan natrium tanshinon IIA silate. Dalam penelitian
Effect of sodium tanshinon IIA silate on heart function of children with myocarditis para
peneliti menggunakan natrium tanshinon IIA silate untuk diujicobakan pada
sekelompok anak penderita myocarditis. atrium tanshinon IIA silate merupakan
ekstraksi dari akar serta ri!oma tanaman Salvia Miltiorrhiza yang berfungsi sebagai
obat penyakit arteri coroner, infeksi myocarditis maupun permasalahan hepar di
"hina.
#enelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari natrium tanshinon IIA
silate pada fungsi jantung anak dengan myocarditis. Metode tang digunakan adalah
dengan melakukan penelitian terhadap $% anak. Anak-anak itu secara acak dibagi ke
dalam kelompok penderita myocarditis tanpa pengobatan dan kelompok dengan
pengobatan natrium tanshinon IIA silate. &' Anak yang sehat lain sebagai kelompok
kontrol normal. (esponden menggunakan $% pasien, )* pasien +kelompok II, *, laki-
laki dan *' perempuan- sebagai kelompok myocarditis yang tidak diobati dengan
natrium tanshinon IIA silate. ). pasien +kelompok III, &) laki-laki dan */ perempuan-
sebagai kelompok miokarditis yang menggunakan pengobatan natrium tanshinon IIA
silate +&0 mg- sekali setiap hari dengan menggunakan metode injeksi intramuskular
selama $ minggu. 1emua pasien memperoleh beberapa pemeriksaan +misalnya, kartu
en!im jantung, troponin I, fungsi hati +2eft atrial 3nd Diastole +2A3D-, 2eft
ventricular ejection fraction +2435-, left ventricular fraction shortening +2451- dan
heart rate variability +6(4- dan pasien dipantau perkembangannya le7at pengukuran
fungsi jantung menggunakan 4rije 8niversiteit Ambulatory Monitoring 1ystem +48-
AM1-.
#enelitian terhadap pengobatan myocarditis dengan penggunaan natrium
tanshinon IIA silate memperoleh hasil yang baik yaitu pengobatan dengan
menggunakan natrium tansgion IIA silate dapat meningkatkan fungsi jantung secara
signifikan pada penderita myocarditis. #emberian natrium tansgion IIA silate dapat
meningkatkan produksi creatine kinase +"9-. 1ebenarnya, peningkatan creatine
kinase dalam jumlah tertentu menandakan bah7a telaha ada permasalahan pada
jantung seperi infark miokard ataupun myocarditis. "9-M: +creatine kinase pada
jantung- adalah sebuah protein en!im yang dapat membantu performa sel jantung
bekerja. #emberian natrium tanshinon IIA silate dapat mengakibatkan "9-M:
meningkat sehingga performa kontraktilitas jantung meningkat, indeks domain 7aktu
6(4 +1D, 1DA, indeks 1D, rM11D dan #/0- secara signifikan
meningkat. Dalam penelitian tersebut juga dipantau perkembangan kerja jantung
kelompok anak yang diberikan natrium tanshinon IIA silate meningkat. #emantauan
tersebut dilakukan malalui 48-AM1 serta echocardiogram dengan hasil 2A3D +2eft
Atrium 3nd Diastole- berkurang serta 2435 +2eft ventrikel ejection fraction- dan
2451 +left ventrikel end systole- meningkat seperti pada kerja jantung normal bila
dibandingkan dengan dengan kelompok anak yang tidak diberi pengobatan natrium
tanshinon IIA silate. Jadi dapat disimpulakan bah7a selain pemberian atibiotik untuk
mengatasi infeksi, pemberian natrium tanshinon IIA silate juga bermanfaat bagi
penderita myocarditis untuk meningkatkan kerja jantung yang menurun akibat infeksi
yang terjadi.