You are on page 1of 12

PENGANTAR ILMU POLITIK

ARTIKEL POLITIK
UJIAN AKHIR SEMESTER
Disusun oleh:
Darul Fikri
!"#!"$#$$!!!$"%&
A'POL'!
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNI(ERSITAS )RA*IJA+A
KONFLIK DAN PENGATURAN KONFLIK DALAM PROSES POLITIK
DARUL FIKRI
ILMU POLITIK,!"#!"$#$$!!!$"%&
A-s.ark
Konflik mengandung pengertian benturan, seperti perbedaan pendapat, persaingan, dan
pertentangan antara individu dan individu, kelompok dan kelompok, individu dan kelompok, dan antara
individu atau kelompok dengan pemerintah .Secara luas konflik dapat disebabkan oleh masalah-masalah
ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah-masalah sosial,budaya,politik dan
ekonomi.secara sempit konflik terjadi antar kelompok yang memperebutukan hal yang sama,tetapi
konflik akan selalu menuju kearah kesepakatan.konflik dalam suatu masyarakat dan negara sangat
diperlukan.hal itu karena konflik baik pendapat,aspirasi maupun ide akan memperkaya gagasan yang
dapat dikembangkan ke arah kemajuan.pengajuan pemikiran pemikiran yang berlainan dan bervariasi
merupakan sumber inovasi,perubahan dan kemajuan apabila perbedaan itu dapat dikelola melalui
mekanisme penyelesaian yang baik.konflik juga dapat difungsikan untuk menghilankan penggagu dalam
suatu hubungan.

Istilah konflik dalam ilmu politik secara luas dirumuskan sebagai perbedaan pendapat, persaingan,
dan pertentangan diantara sejumlah individu, kelompok ataupun organisasi dalam upaya mendapatkan
atau mempertahankan sumber-sumber dari keputusan yang dibuat dan dilaksanankan oleh
pemerintah.emerintah disini meliputi lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.emerintah merupakan
salah satu dimensi penting dalam proses politik karena pemerintah terlibat dalam penyelesian ataupun
pengaturan konflik politik..Istilah konflik dalam ilmu politik secara sempit dirumuskan sebagai kegiataan
kolektif !arga masyarakat yang diarahkan untuk mennentang kebijakan umum pelakasaaannya,juga
perilaku penguasa,berserta segenap aturan, struktur ,dan prosedur yang mengatur hubungan- hubungan di
antara partisipan politik. enyelesaian konflik. "ebih merujuk pada sebab-sebab konflik dari pada
manifestasi konflik. #engan asumsi selama ada antagonisme kepentingan dalam masyarakat ,konflik
selalu terjadi maka konflik tidak pernah dapat diselesaikan .lalu penyelesaian konflik lebih merujuk pada
manifestasi konflik dari pada sebab sebab konflik. #alam jangkah pendek konflik dapat di selesaikan
dengan cara kekerasan tetapi dengan jangka panjang tidakakan dapat di selesaikan tetapi dengan cara
penyelesain seperti ini akan memicu semakin banyak konflik.dengan asumsi konflik tidak dapat
diselesaikan maka konflik dapat diatur sehingga konflik tidak menyebabkan perpecahan #alam ilmu-ilmu
sosial dikenal dua pendekatan yang saling bertentangan untuk memandang masyarakat. Kedua
pendekatan ini meliputi pendekatan struktural-fungsional $konsensus% dan pendekatan struktural konflik.
endekatan konsensus berasumsi masyarakat mencangkup bagian-bagian yang berbeda fungsi tapi
berhubungan satu sama lain secara fungsional. Kecuali itu, masyarakat terintegrasi atas dasar suatu nilai
yang disepakati bersama sehingga masyarakat selalu dalam keadaan keseimbangan dan harmonis. "alu
pendekatan konflik berasumsi masyarakat mencangkup berbagia bagian yang memiliki kepentingan yang
saling bertentangan. Kecuali itu, masyarakat terintergasi dengan suatu paksaan dari kelompok yang
dominan sehingga masyarakat selalu dalam keadaan konflik. Kedua pendekatan ini mengandung
kebenaran tetapi tidak lengkap.
Konflik terjadi antar kelompok yang memperebutukan hal yang sama,tetapi konflik akan selalu
menuju kearah kesepakatan $ konsensus%.Selain itu, masyarakat tidak mungkin terintegrasikan secara
permanen dengan mengandalkan kekuasaan paksaan dari kelompok yang dominan. Sebaliknya
masyarakat yang terintegrasi atas dasar konsensus sekalipun, tak mungkin bertahan secara permanen
tanpa adanya kekuasaan paksaan
Istilah konflik dalam ilmu politik sering kali dikaitkan dengan kekerasan, seperti kerusuhan, kudeta,
terorisme, dan revolusi. Konflik mengandung pengertian benturan, seperti perbedaan pendapat,
persaingan, dan pertentangan antara individu dan individu, kelompok dan kelompok, individu dan
kelompok, dan antara individu atau kelompok dengan pemerintah.
&asing-masing berupaya keras untuk mendapatkan dan atau mempertahankan sumber yang sama.
'amun, guna mendapatkan dan atau mempertahankan sumber yang sama itu kekerasan bukan satu-
satunya cara. ada umumnya, kekerasan cenderung digunakan sebagai alternatif yang terakhir. #engan
demikian, konflik dibedakan menjadi dua, yaitu konflik yang ber!ujud kekerasan dan konflik yang tidak
ber!ujud kekerasan.
Konflik yang mengandung kekerasan, pada umumnya terjadi dalam masyarakat-negara yang
belum memiliki konsensus dasar mengenai dasar dan tujuan negara dan mengenai mekanisme pengaturan
dan penyelesaian konflik yang melembaga. (ura-hara $riot%, kudeta, pembunuhan atau sabotase yang
berdimensi politik $terorisme%, pemberontakan, dan separatism, serta revolusi merupakan sejumlah contoh
konflik yang mengandung kekerasan.
Konflik yang tidak ber!ujud kekerasan pada umumnya dapat ditemukan dalam masyarakat-
negara yang memiliki konsensus mengenai dasar dan tujuan negara, dan mengenai mekanisme pengaturan
dan penyelesaian konflik yang melembaga. )dapun contoh konflik yang tidak ber!ujud kekerasan, yakni
unjuk-rasa $demonstrasi%, pemogokan $dengan segala bentuknya%, pembangkangan sipil $civil
disobedience%, pengajuan petisi dan protes, diaog $musya!arah%, dan polemik melalui surat kabar.
Sementara itu, konflik tidak selalu bersifat negatif seperti yang diduga orang banyak. )pabila
ditelaah secara seksama, konflik mempunyai fungsi positif, yakni sebagai pengintegrasi masyarakat dan
sebagai sumber perubahan.
KONFLIK
Konflik mengandung pengertian benturan, seperti perbedaan pendapat, persaingan, dan
pertentangan antara individu dan individu, kelompok dan kelompok, individu dengan kelompok yang
masing masing mempunyai kepentingan yang berbeda berbeda.
*
Konflik adalah perbedaan pendapat,
perdebatan, persaingan, bahkan pertentangan dan perebutan dalam upaya mendapatkan dan atau
mempertahankan nilai-niai
+
ada dasarnya konflik politik disebabkan oleh dua hal.konflik mencakup kemajemukan horisontal
dan kemajemukan vertikal.kemajemukan horisontal ialah struktur masyarakat majemuk secara kultural
dan secara sosial.kemajemukan horisontal kultural dapat menimbulkan konflik karena masing masiung
unsur kultural berupaya mempertahankan identitas dan karakteristik budayanya dari ancaman kultur
lain.konflik ini akan menimbulkan perang saudara ataupun gerakan separatissme.kemajemukan horisontal
dapat menimbulkan konflik sebab masing masing kelompok yang berdasarkan perkerjaan dan profesi
serta tempat tinggal tersebut memiliki kepentingan berbeda bahkan saling bertentangan.kemajemukan
vertikal ialah struktur masyarakat yang terpolariskan menurut pemilikan kekayaan,pengetahuan,dan
kekuasaan.kemajemukan vertikal dapat menimbulkan konflik sebab sebagian besar masyarakat yang tidak
memiliki atau tudak hanya memiliki sedikit kekayaan,pengetahuan,dan kekuasaan akan memiliki
kepentigan yang bertentangan dengan kelompok kecil masyarakat yang mendominasi ketiga sumber
pengaruh.jadi ketiga sumber tersebut merupakan penyebab utama timbulnya konflik.perbedaan
kepentingan karena kemajemukan verikal dan horisontal merupakan kondisi yang harus ada bagi
timbulnya konflik,tetapi perbedaan kepentingan itu bukan kondisi yang memadai untuk menimbulkan
konflik. ,aktor penyebab konflik pertama perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan
perasaan.Setiap manusia adalah individu yang unik. )rtinya, setiap orang memiliki pendirian dan
perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. erbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau
lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani
hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.kedua perbedaan latar belakang
kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.Seseorang sedikit banyak akan
terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. emikiran dan pendirian yang
berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.ketiga
perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.&anusia memiliki perasaan, pendirian maupun
latar belakang kebudayaan yang berbeda. -leh sebab itu, dalam !aktu yang bersamaan, masing-masing
orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan
hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.dan yang terakhir perubahan-perubahan nilai yang
cepat dan mendadak dalam masyarakat.erubahan adalah sesuatu yang la.im dan !ajar terjadi, tetapi jika
perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya
konflik sosial.
Konflik dikelompokkan menjadi dua tipe, kedua tipe ini meliputi konflik positif dan konflik
negatif. yang dimaksud dengan konflik positif adalah konflik yang tak mengancam eksistensi system
politik, yang biasanya disalurkan le!at mekanisme penyelesaian konflik yang disepakati bersama dalam
konstitusi. &ekanisme yang dimaksud adalah lembaga-lembaga demokrasi, seperti partai politik, badan-
badan pe!akilan rakyat, pengadilan, pemerintah, pers, dan forum-forum terbuka lainnya. /untutan seperti
inilah yang dimaksud dengan konflik yang positif. Sedangkan konflik yang negatif adalah penyaluran
melalui tindak anarki, kudeta, saparatisme, dan revolusi
0
.berdasarkan uraian diatas disimpulkan bah!a
untuk menentukan suatu konflik bersifat positif atau bersifat negatif sangat bergantung pada persepsi
kelompok yang terlibat dalam kelompok yang terlibat dalam konflik,terutama pada siakp masyarakat
umum terhadap sistem politik yang berlak.sehubungan dengan konflik positif dan negatif maka
sessungguhnya masyarakat dapat dikelompokkan secara umum menjadi dua tipe.pertama masyarakat
yang mapan artinya masyarakat yang memiliki dan mendayagunakan struktur kelembagaan yang diatur
dalam konstitusi.kedua masyarakat yang belum mapan artinya masyarakat yang belum memiliki struktur
kelembgaan yang dapat mendukung penuh dari seluruh masyarakat
&enurut paul conn,
1
situasi konflik ada dua jenis, pertama Konflik menang-kalah $.ero-sum-
confict% dan konflik menang-menang$non- .ero-sum-confict%. Konflik menang kalah adalah konflik yang
bersifat antagonistik sehingga tidak tidak mungkn tercapainya suatu kompromi antara masing-masing
pihak yang bersangkutan. 2iri dari konflik ini adalah tidak mengadakan kerjasama, hasil kompetensi akan
dinikmati oleh pemenang saja dan yang dipertarukan biasanya menyangkut hal hal yang dianggap
prinsipil,seperti harga diri,iman kepercayaan masalh hidup atau mati dan jabatan penting di pemerintahan.
Konflik menang-menang adalah suatu konflik dalam mana pihak-pihak yang terlibat dalam
konflik masih mungkin mengadakan kompromi dan kerjasama sehingga semua pihak akan mendapatkan
konflik tersebut.yang dipertarukan dalam situasi konflikbukan hal-hal yang prinsipil,tetapi juga bukan hal
yang penting.namun,justru hal itu dianggap penting maka diaadakan dialog,kompromi dan kerja sama
yang menguntungkaan kedua pihak .ciri struktur konlik ini adalah kompromi dan kerja sama,hasil dari
kompetisi dinikmati oleh kedua belah pihak tetapi tidak secara maksimal
Konflik yang intens tidak selalu sama artinya dengan konflik yang mengangdung
kekerasaan.intensitas konflik lebih merujuk pada besarnya energy yang dikeluarkan dan tingkat
keterlibatan partisipan dalam bentuk konflik.sebaliknya konflik yang mengandung kekerasaan lebih
merujuk pada akibat konflik dari pada sebab-sebabnya.dalam hal ini.menyangkut senjata yang digunakan
oleh pihak pihak yang berkonflikuntuk menyatakan permusuhan.dimensi lamanya konflik dapat terjadi
baik pada konflik intens maupun konflikyang mengandung kekerasaan karena kekerasaan akan dibalas
dengan kekerasaan sehingga konflik akan terjadi berkepanjangan.ada dua factor yang mempengaruhi
intensitas atau mengandung kekerasaan tidaknya suatu konflik. pertama segi eksternal.aspek ini meliputi
kondisi organisasi yang mana kondisi organisasi kelompok yang berkonflik secara sah terorganisasikan
maka konflik cenderung tanpa kekerasaan apabila tidak terorganisasikan secara sah maka
kencenderunagan konflik semakin besar,dari segi stratafikasisosial ekonomi,pertentangan antara pihak
pihak yang berkonflikmencakup berbagai jenis profesi maka konflik cenderung bersifat intens sedangkan
bila konflik terjadi sesama jenis profesi maka konflik tidak akan intens.dari segi kelas yang mendomonasi
dan yang didomonasikanpertentangan itu mencakup beberapa sector,seperti kelas yang dominan di dalam
'egara.industri,partai dan agama berhadapan dengan kelas yang mendominasi maka konflik cenderung
mengandung kekerasaan sebaliknya,pertentangangan yang bersifat kelas terjadi didalam satu sector maka
konflik cenderung bersifat intens.selanjutnya apabila pihak yang berkonflik memnadang kemungkinan
perubahan ststus tidak hanya terjadi pada keturunannya tetpai terjadi pada dirinya sendiri maka konflik
tidak bersifat intens apabila yang bersankutan menilai tidak terjadi peningkatan ststus bagi dirinya dan
keturunanya maka konflik tidak cenderung intens tapi senderung kekerasaan.kedua segi internal atau yang
dipertaruakan dalam konflik terdapat dua factor yang mempengaruhi intensitas sutu konflik,yakni besar-
kecilnya resiko yang timbul dari konflik tersebut.apabila pihak yang terlibat memandang sumber sumber
yang diperebutkan begitu besar artinya bagi dirinya maka kemungkinan terjadinya konflik yang
intens.besr kecilnya resiko yang timbul juga menentukan intensitas konflik.apabila konteks konflik
menilai keuntungan yang akan diperoleh lebih besar artinya dari pada resiko yang mungkin terjadi maka
konflik yang tajam dapat terjadi..
Secara umum ada dua tujuan dasar setiap konflik,yakni mendapatkan dan3atau mempertahankan
sumber sumber.tujuan konflik untuk mendapatkan sumber sumber merupakan ciri manusia yang hidup
bermasyarakat karena manusia memerlukan sumber sumber tertentu yang bersifat materil-jasmaniah
manupun spiritual rohaniah untuk hidup secara layak dan terhormat di masyarakat.yang ingin diperoleh
manusia meliputi hal-hal yang sesuai dengan kehendak bebas dan kepentingannya.tujuan konflik utuk
mempertahankan sumber sumber yang selama ini sudah dimiliki juga merupakan kecenderungan hidup
manusia.manusia ingin memelihara sumber sumber yang menjadi miliknya,dan berupaya
mempertahankan dari pihak lain merebut atau mengurangi sumber sumber tersebut erbedaan tujuan
konflik ini merupakan perbedaan yang bersifat analitissebab dalam kenyataannya jaran terjadi konflik
yang bertujuan untuk menapatkan atau mempertahankan saja.yang terjadi sekarang adalah perpaduan
keduannya.tujuan konflik tersebut lebih lanjut oleh aul 2onn di kategorikn menjadi tiga.pertama ialah
bah!a pihak pihak yang terlibat di dalam konflik mempunyai tujuan yang sama,yaitu sama sama ingin
mendapatkan.kedua satu pihak ingin mendapatkan sedangkan pihak lain ingin mempertahankan apa yang
selama ini dimiliki dan ketiga ialah pihak pihak yang terlibat dalam konflik berusaha mempertahankan
apa yang telah ada
4
&enurut 5alf #ahrendorf pengaturan konflik yang efektif sangat bergantung oleh tiga
faktor
6
.pertama,kedua belah pihak harus mengakui kenyataan dari situasi konflik yang terjadi anrtara
mereka $adanya pengakuan atas kepentingan yang di perjuangkan oleh pihak lain%.kedua,kepentingan-
kepentingan yang diperjuangkan harus terorganisasikan secara rapi,tidak tercerai berai dan berkotak kotak
sehingga masing masing pihak memahami dengan jelas lingkup tuntunan pihak lain .ketiga,kedua pihak
menyepakati aturan main $rules of the game% yang menjadi landasan dan pegangan da7lam hubungan dan
iterraksi di antara mereka.ketika ketiga syarat dipenuhi maka berbagai bentuk pengaturan konlik dapat di
buat dan dilaksanakan "alu 5alf #ahrendorf menyebutkan tiga bentuk pengaturan konflik.
pertama,bentuk konsiliasi untuk berdiskusi dan berdebat agar mencapai kesepakatan tanpa ada paksaan
kehendak dan monopoli,kedua bentuk mediasi dimana kedua pihak sepakat mencari nasehat dari pihak
ketiga tetapi nasihat dari mediator tidak mengikat.ketiga bentuk pengaturan konflik.
&enurut 'ordlinger
8
engetaturan konflik dapat dilakukakan dengan cara cara berikut.pertama
Koalisi pemerintah diantara partai partai politk di upayahkan stabil.koalisi ini melibatkan organisasi
organisasi utam yang berkonflik kedua enerapan prinsip proporsionalitas,yaitu posisi posisi
pemerintahan yang penting dididistribusi kepada golongan golongan masyarakat sesuai dengan porsi
jumlahnya dalam keseluruhan penduduk.ketiga penerapansistem saling veto,yaitu sustu keputusan tidak
dapat diambil tanpa disetujui semua pihak yang berkonflik.keempat para pemimpin kelompok yang
berkonflik sepakat tidak melobaatkan pemerintah dala bidang bidang kebijakan umum yang
mempengaruhi nilai nilai dan kepentingan berbagai kelompok yang berkonflik.kelima semua pihak yang
berkonflik bersedia saling menyesuaikan diri dengan kepentingan dan nilai pihak lain.keenam
konsensi,yaitu system kelompok memberikan konsensi kepada kelompok kelompok yang lain yaitu
kepada kelompok kelompok yang lemah.

Pen/a.uran Kon0lik Dala1 Proses 2oli.ik
Konflik merupakan gejala serba hadir dalam kehdupan manusia masyarakat dan bernegara.
Sementra itu, salah satu dimensi penting proses politik adalah penyelesaian konflik yang melibatkan
pemerintah. roses penyelesaian konflik politik yang tidak bersifat kekerasan ada tiga tahap. )dapun
ketiga tahap ini meliputi politisasi atau koalisi, tahap pembuatan keputusan, dan tahap tahap pelaksaaan
dan integrasi. )pabila dalam masyarakat terdapat konflik politik di antara berbagai pihak, dengan segala
motivasi yang mendorongnya maka masing-masing pihak akan berupaya merumuskan dan mengajukan
tuntutan kepada pemerintah selaku pembuat dan pelaksana politik. )gar tuntutan didengar oleh
pemerintah lalu para kontestan akan berusaha mengadakan politisasi,artinya memasyarakatkan tuntutan
seperti melalui media massa sehingga menjadi isu politik. #engan kata lain hal tersebut akan menjadi
bahan pembicaraan dikalangan pengemuka pendapat sehingga pemerintah memperhatikan masalah
tersebut.
emerintah selaku pembuat keputusan politik tentu tidak begitu saja menerima tuntunan dari
masyarakat.dalam hal ini terdapat dua kemungkinan ketika menanggapi tuntutan berbagai kelompok
masyarakat.
*.menolak kemungkinan dengan tiga, alasan pertama tuntutan kelompok masyarakat tidak
menyenangkan dirinya$alasan subyektif%,kedua tuntutan kelompok masyarakat menepati urutan prioritas
yang rendah$alasan pragmatis% dan yang terakhir tuntutan kelompok masyarakat bertentangan dengan
ideology bangsa$alasan konstitusi% penlolakan suatu tuntutan dapat secar menyeluruh atau sebagian saja
+.menerima tuntutan kelompok masyarakat secara tuntas maupun secara marginal.maksudnya
menerima secara tuntas ialah keputusan yang dibuat pemerintah dalam menanggapi suatu tuntunan
masyarakat dapat menyelesaikan konflik secara menyeluruh dan mengakar.lalu yang dimaksud dengan
menerima secara marginal ialah kepusan yang dibuat pemerintah dalam dalam menanggapi suatu
tuntunan masyarakat hanya menyelesaikan beberapa permasalahan sehingga tidak mampu menyelesaikan
suatu konflik secara tuntas.
)pabila pemerintah menerima sebagian atau seluruh tuntutan berbagai kelompok yang berkonflik maka
tahap berikutnya melaksaanakan kepusan itu dalam kenyataan politik.keputusan politik biasanya
menguntungkan lapisan ba!ah.hal ini berakibat dapat menimbulkan ketegangan karena lapisan atas
memiliki sarana yang lebih banyak, mengeluh dan mengritik tindakan pemerintah.untuk mengatasi
ketengangan yang tidak hanya dapat mengurangi dukungan kepada pemerintah,lalu pemerintah akan
berusaha mengintergrasiakan pihak pihak yang terlibat dalam konflik agar menerima keputusan
pemerintah dengan berbagai pendekatan.pelaksanaan suatu keputusan konflik politik harus diikutu
langkah langkah meniadakan ketegangan sehingga intergritas politik terjamin
&enurut 'ordlinger
8
engetaturan konflik dapat dilakukakan dengan cara cara berikut.pertama
Koalisi pemerintah diantara partai partai politk di upayahkan stabil.koalisi ini melibatkan organisasi
organisasi utam yang berkonflik kedua enerapan prinsip proporsionalitas,yaitu posisi posisi
pemerintahan yang penting dididistribusi kepada golongan golongan masyarakat sesuai dengan porsi
jumlahnya dalam keseluruhan penduduk.ketiga penerapansistem saling veto,yaitu sustu keputusan tidak
dapat diambil tanpa disetujui semua pihak yang berkonflik.keempat para pemimpin kelompok yang
berkonflik sepakat tidak melobaatkan pemerintah dala bidang bidang kebijakan umum yang
mempengaruhi nilai nilai dan kepentingan berbagai kelompok yang berkonflik.kelima semua pihak yang
berkonflik bersedia saling menyesuaikan diri dengan kepentingan dan nilai pihak lain.keenam
konsensi,yaitu system kelompok memberikan konsensi kepada kelompok kelompok yang lain yaitu
kepada kelompok kelompok yang lemah.
2ontoh Kasus 9
Kegaduhan olitik :isa &erusak
;)K)5/), K-&)S.com - <akil residen :oediono mengakui bah!a tahun +=*0 merupakan
tahun politik sehingga dinamika politik pun akan meningkat. Situasi akan semakin hangat saat memasuki
tahun +=*1, yang merupakan tahun penyelenggaraan pemilihan umum. 'amun, <apres mengingatkan
semua pihak agar tetap menaati rambu-rambu. /ahun +=*0 merupakan tahun politik, apalagi tahun +=*1.
)da banyak sekali kegiatan politik. Itu oke dan penting. 'amun, kalau bisa, semua itu dilakukan dalam
rambu-rambu untuk menjaga ketenangan dan kestabilan bahtera, ujar :oediono, di :ursa >fek Indonesia
$:>I%, ;akarta, 5abu $+3*%. <apres mengungkapkan hal itu ketika memberikan sambutan seusai membuka
perdagangan hari pertama :>I pada tahun +=*0. &enteri Keuangan )gus &arto!ardojo, &enteri
erdagangan ?ita <irja!an, dan Ketua #e!an Komisioner -toritas ;asa Keuangan &uliaman # (adad
hadir dalam acara itu. /ahun +=*0 memang akan disibukkan dengan aktivitas politik karena setahun
sebelum emilu +=*1. artai politik akan menguras energi untuk merebut suara rakyat. )ktivitas politik
yang marak itu diduga akan menimbulkan friksi atau konflik. residen Susilo :ambang @udhoyono
bahkan mengingatkan menterinya untuk bekerja tuntas dalam dua tahun terakhir ini. Kerja partai agar
tidak mengganggu kerja kabinet. :elum lagi beberapa kasus korupsi yang belum selesai sampai saat ini.
Soal politik yang gaduh juga pernah diungkapkan :oediono saat berbicara dalam acara Kompas*== 2>-
,orum di ;akarta, akhir 'ovember +=*+. &enurut :oediono, jangan sampai terjadi kegaduhan politik.
:elajar dari pengalaman negara lain, kegaduhan politik hanya akan menyebabkan kebuntuan politik
hingga berujung pada konflik yang akhirnya menimbulkan keguncangan domestik.Saat di :>I kemarin,
:oediono mengatakan, Indonesia memiliki kondisi makroekonomi yang positif sehingga bisa bertahan
menghadapi krisis global. (al itu dimungkinkan berkat konsistensi Indonesia menerapkan kebijakan
ekonomi makro yang prudent atau hati-hati. 'amun, kata :oediono, bangsa Indonesia juga harus mampu
menjaga situasi di dalam negeri. )rtinya, jangan sampai keributan atau kegaduhan yang diciptakan orang
Indonesia sendiri membuat bahtera rusak. Kalau kita menghadapi situasi badai dari luar dan kita tidak
mampu *== persen berhasil, mungkin masih bisa dimaafkan. 'amun, kalau kita merusak bahtera kita
sendiri, dosanya dua kali. Sangat menyesakkan kalau kita melakukan hal seperti itu. :ayangkan
seandainya cuaca cerah tetapi kapal gaduh. 'anti kapal tetap akan karam. Keributan di dalam membuat
kapal karam, kata <apres. <akil Sekretaris ;enderal artai #emokrat Saan &ustopa menyadari
intensitas politik tahun +=*0 akan meningkat. Kompetisi antarparpol juga akan semakin ketat sehingga
ada kemungkinan timbul kegaduhan. )palagi, potensi kegaduhan politik masih ada. Salah satunya adalah
kasus dana talangan :ank 2entury sebesar 5p 6,8 triliun. Kasus tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh
parpol-parpol tertentu untuk menyerang parpol lainnya. &eski demikian, Saan berharap, tingginya
dinamika dan intensitas politik tidak sampai menimbulkan kegaduhan. Salah satu caranya adalah dengan
tidak memolitisasi kasus-kasus hukum. Kami meminta agar kasus 2entury tetap ditangani secara hukum.
;angan ditarik kembali ke ranah politik. Kami tidak ingin kasus itu dipolitisasi, katanya. :egitu pula
kasus-kasus hukum lainnya diharapkan tidak ditarik ke ranah politik. Saan berharap, semua kalangan
membiarkan proses hukum yang dilakukan lembaga penegak hukum berjalan secara independen tanpa
ada intervensi. eneliti politik dari /he Indonesian Institute, (anta @uda, menilai, peringatan yang
disampaikan :oediono sebenarnya mencerminkan kekha!atirannya terhadap kegaduhan politik yang
akan timbul pada +=*0 dan +=*1. Kegaduhan itu terutama disebabkan oleh koalisi gemuk yang dibangun
residen Susilo :ambang @udhoyono, yang terbukti tidak efektif. Ketidakefektifan koalisi terlihat dari
munculnya sejumlah isu, seperti isu :ank 2entury yang mengiringi perjalanan pemerintahan @udhoyono-
:oediono sejak mereka terpilih pada +==A. Koalisi menjadi tidak efektif karena partai-partai koalisi
bertumpu di atas dua pijakan. (al kedua yang menjadi kekha!atiran :oediono, menurut (anta, adalah
ancaman terhadap kekompakan kabinet pada +=*0 dan +=*1. &anuver sejumlah menteri dari parpol
untuk mempersiapkan diri menghadapi emilu +=*1 dapat menimbulkan kegaduhan yang mengganggu
efektivitas pemerintahan. (anta mengatakan, kegaduhan merupakan bagian dari persoalan demokrasi
yang belum mapan dan sistem presidensial yang berdiri di atas struktur multipartai. 'amun,
bagaimanapun, situasi gaduh juga dipengaruhi faktor gaya kepemimpinan @udhoyono yang terkesan
kurang tegas. :agi pengamat politik dari "embaga Ilmu engetahuan Indonesia, Syamsuddin (aris,
sebaiknya parpol berpegang pada variabel politik yang sehat dan etis. Bariabel sehat tentu bertolak pada
kepentingan publik, bukan hanya kepentingan kelompok. Saya tidak mengerti mengapa pimpinan parpol
atau politisi tidak belajar dari kehidupan politik kita, katanya. Kegaduhan politik itu adalah kegagalan
sistem demokrasi internal parpol sehingga kekece!aan dan ketidakpuasan disalurkan secara publik.
&estinya yang namanya parpol itu harus tampak kompak dalam gagasan dan langkah-langkah politik
yang diambil, kata Syamsuddin.
A
Kesi12iulan9
konflik adalah perbedaan pendapat, perdebatan, persaingan, bahkan pertentangan dan perebutan
dalam upaya mendapatkan dan atau mempertahankan sumber sumber yang dianggap penting.dengan
banyaknya konflik yang muncul akan memacu kekehidupan menjadi makin dinamis kea rah terciptanya
perubahan perubahan yang makin baik berdasarkan pemikiran pemikiran baru.apabila dapat dikeloal dan
dala proses politik dapat mende!asakan diri pada kehidupan berbangsa dan bernegara .
Da0.ar Pus.aka
5amlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, ?ramedia, ;akarta, *AA+
#rs.Sudijono Sastroatmojo,Perilaku Politik,Ikip Semarang ress,
3a.a.an Kaki9
*.Surbakti,5amlan.dasar dasar ilmu politik,Surabaya,)irlangga Cniversity ress,*AD1,hal 84
+.5amlan Surbakti, &emahami Ilmu olitik $;akarta9 /. ?ramedia <idiasaran Indonesia%, hal *1A-*4=
0.5amlan Surbakti, &emahami Ilmu olitik $;akarta9 /. ?ramedia <idiasarana Indonesia%, hal *40
1.5amlan Surbakti, &emahami Ilmu olitik $;akarta9 /. ?ramedia <idiasaran Indonesia%, hlm *41
4.2onn.-p. cit (al D+
6.#ahrendoft. -p. cit hal ++D-+0=
8.&engenai pengaturan konflik,lihat >ric 'ordlinger,dalam op. cit,hal *6+-*60
D.&engenai pengaturan konflik,lihat >ric 'ordlinger,dalam op. cit,hal *6+-*60
A. Kompas 2etak.0 ;anuari +=*0.Kompas.com