You are on page 1of 1

Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ‫( )ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري‬lahir:

873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.

Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy'ari sempat
berguru pada guru Mu'tazilah terkenal, yaitu al-Jubba'i, namun pada tahun 912 dia
mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang
kemudian dikenal sebagai Asy'ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung
pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujatul
Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.

Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat


muslim yang mengikuti pemirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung
pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada
nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang
mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang
dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan
sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di
pesantren-pesantren yang berbasiskan Nahdlotul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-
sekolah formal pada umumnya.