You are on page 1of 2

Agonis Nonbenzodiazepine GABA

A

Dahulu, benzodiazepin telah dijadikan untuk pengobatan gangguan tidur, namun
memiliki banyak kekurangan. Grup hipnotik sedativ lain yang mempunyai kesamaan dengan
benzodiazepin yaitu agonis nonbezodiazepin seperti zaleplon, zolpidem, dan zopiclone telah
dikembangkan afinitasnya terhadap reseptor GABA. Hal tersebut memberikan efikasi yang lebih
baik dan efek samping yang kecil dibandingkan dengan benzodiazepin. Zaleplon, zolpidem, dan
zopiclone secara struktural berbeda, mereka digunakan sebagai hipnotik sedativ aksi cepat pada
negara USA dan Eropa. Mereka bereaksi pada reseptor GABA
A
lebih baik dibanding
benzodiazepin tapi dengan spesifikasi yang berbeda. Karena variasi ikatan terhadap reseptor
GABA, ketiga senyawa ini memberikan perbedaan terhadap efek tahapan tidur dan juga sebagai
antiepilepsi, ansiolitik, dan amnestik.







Ketiga senyawa ini mempunyai sifat sangat lipofilik, terabsorbsi cepat, dan tidak adanya
metabolit aktif pada plasma maupun jaringan otak. Ketiganya dapat diberikan secara oral tanpa
adanya makanan, tapi pemberian yang disertai makanan berlemak tinggi sebelum tidur harus
dihindari karena menurunkan potensial absorpsi dan menurunkan efikasi proses tidur. Obat-obat
ini dimetabolismenya tergantung pada metabolisme hati agar menghasilkan ion metabolik yang
lebih larut air untuk bersihan pada ginjal, meminimalkan adanya akumulasi ataupun efek residu.
Durasi dan level pada plasma bergantung pada profil farmakokinetik masing-masing obat
tersebut, sehingga menentukan waktu efikasi obat dan penggunaan dosis pada pasien usia lanjut,
pasien dengan gangguan hati, dan pasien gangguan ginjal. Masing-masing senyawa ini
mempuyai profil farmakokinetik yang unik dengan bioavaibilitas, volume distribusi, dan waktu
paruh yang berbeda.
Zaleplon dieliminasi secara cepat, sehingga efek residu yang dihasilkan akaibat
pemberian dosis tunggal pada waktu tidur sangat kecil. Zolpidem dan zolpiclone mempunyai
waktu eliminasi lebih lambat, sehingga efek yang dihasilkan lebih lama. Hal ini dapat
mengurangi efek sedasi dan efek samping, tapi mungkin berguna pada pengobatan insomnia.
Terdapat pula perbedaan potensiasi berdasarkan konsentrasi plasma dan perbedaan ikatan
terhadap reseptor GABA. Meskipun zaleplon mempunyai bioavaibilitas lebih rendah (~30%),
dosis yang digunakan sama seperti dosis zolpidem dan zopiclone (bioavaibilitas~70%), hal
tersebut dikarenakan potensi dari zaleplon.
Farmakokinetik dan farmakodinamik dari ketiga obat ini berbeda sekali dengan
benzodiazepin. Zaleplon mempunyai indikasi yang lebih baik terhadap onset tidur, sedangkan
zolpidem dan zopiclone memberikan indikasi yang lebih baik dalam mempertahankan proses
tidur.