You are on page 1of 95

AKHLAK

Pengertian:

Suatu keadaan yg melekat pada jiwa


seseorang (gharizi/instink), untuk melakukan
perbuatan dg mudah, tanpa melalui proses
pemikiran, pertimbangan, atau penelitian.
Tingkah laku yg lahir dari manusia dg
sengaja, tidak dibuat-buat, dan telah menjadi
kebiasaan.

Hakikat Akhlak
1. Muncul dari dorongan jiwa.

2. Gerakan refleks,
3. Muncul secara spontan.
denyut jantung, kedipan mata
Bukan hasil pemikiran mendalam,
pertimbangan, dan sejenisnya

bukan akhlak).

ILMU AKHLAK
Ilmu yg mempelajari dan memberikan
petunjuk-petunjuk bagaimana berbuat
kebaikan dan menghindarkan keburukan
sesuai dg tuntunan syariat Islam

KEDUDUKAN AKHLAK
Setiap aspek dari ajaran
Islam selalu berorientasi
pada pembentukan dan
pembinaan akhlak yg mulia
(Akhlak Karimah)`

Dasarnya:
Hadits Nabi:

Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia



Orang mukmin yg paling sempurna
imannya adalah yg terbaik
akhlaknya.


Akhlak Nabi adalah al-Qur`an

Ayat al-Quran:


Dan sesungguhnya kamu benar-benar
berbudi pekerti yg agung.

PERBEDAAN
AKHLAK, ETIKA, MORAL
DAN SUSILA

ETIKA

MORAL/SUSILA
BUDI PEKERTI

Tolok
pikiran/hati

AKHLAK

Ukur

norma-norma/adat yg
tumbuh dan berlaku di
masyarakat

Wahyu dan
akal sehat

Obyek
Perbuatan
manusia
Secara umum

perbuatan
manusia bersifat
lokal dan
individual

Perbuatan
manusia
secara
menyeluruh

Bentuk
filosofis dan
berbentuk
konsep konsep

Sebagai realitas dan


muncul dlm
tingkah laku yg
berkembang di
masyarakat/budaya
lokal

Konsep dan
peraturan yg
mesti
dilakukan/ditingg
alkan

Sanksi Pelanggaran

Duniawi

Duniawi

Duniawi dan ukhrawi

Sifat

relatif, sesuai
dg
perkembangan
zaman

relatif, sesuai dg
tuntutan
masyarakatnya

Tetap,
Universal, dan
menerima yg
relatif selama
tidak
bertentangan dg
prinsip umum

lebih banyak
bersifat teoritis
Menjelaskan
ukuran baik
dan buruk.

lebih banyak
bersifat
praktis Baikburuk
perbuatan itu
sendiri

Teoritis dan
praktis
Baik-buruk
dalam semua sisi
kehidupan
manusia dan
hubungan

KESAMAAN
ETIKA, BUDI PEKERTI,
MORAL, SOPAN SANTUN, DAN AKHLAK

Untuk menentukan hukum atau nilai dari


suatu perbuatan yg dilakukan manusia
untuk ditentukan baik buruknya.
Semuanya bertujuan menghendaki
terciptanya keadaan masyarakat yg baik,
teratur, aman, damai, dan tenteram
sehingga sejahtera lahiriah dan
batiniahnya.

PEMBAGIAN AKHLAK
Mahmudah/Karimah
Terpuji/Mulia

Madzmumah/Sayyi`ah

Sesuai dg Tuntunan
al-Quran dan Hadits

Bertentangan dg alQuran dan Hadits

Tercela/Buruk

Akhlak Mahmudah/Karimah

Taat kepada Allah dan rasul-Nya.


Berbakti kepada kedua orang tua
Saling menolong dan mendoakan dalam kebaikan
Menepati janji.
Menyayangi anak yatim
Jujur
Amanah
Sabar

Ridha
Ikhlash
dll

Akhlak Madzmumah/Sayyi`ah
Membangkang Allah dan Rasul-Nya
Durhaka kepada kedua orangtua
Saling bertengkar dan dendam.
Mengingkari janji
Tidak peduli pada anak yatim
Curang
Khianat
Putus asa
Tidak menerima putusan Allah
Riya
dll

SASARAN AKHLAK
LINGKUNGAN

ALLAH
MANUSIA

AKHLAK BAIK
KEPADA ALLAH
Ibadah,
Taat
Tauhid,
Tawakkal,
Syukur
Ikhlash
Husnuzh zhan
Dll

AKHLAK BURUK
KEPADA ALLAH

Kufr, syirk, murtad,


Nifaq/munafiq
Berputus asa
Rakus, Thama
Riya, sumah
Suuzh Zhan
dll

RASULULLAH

AKHLAK
KEPADA
MANUSIA

ORANG TUA

DIRI SENDIRI
TETANGGA

WUJUD AKHLAK
KEPADA RASULULLAH

Mengimaninya
Taat dan mengikuti sunnahnya.
Mencintainya
membaca shalawat dan salam
Memuliakan
Menghormati pewarisnya

WUJUD AKHLAK
KEPADA ORANG TUA
Orangtua masih hidup:
Memelihara keridhaan mereka.
Berbakti, menaati, dan melayaninya
Memelihara etikat pergaulan:
merendahkan hati, berkata lembut, tidak
menyakitinya.
Menghormatinya

Orangtua Sudah Meninggal:


a. Melaksanakan wasiatnya.
b. Menjaga nama baiknya.
c. Meneruskan cita-citanya yg baik.
d. Meneruskan silaturrahim dg handai
tolannya.
e. Memohonkan ampun kepada
Tuhan.

WUJUD AKHLAK
KEPADA DIRI SENDIRI
a. Sabar.
b. Jujur.
c. Iffah (Menjaga kesucian dan kehormatan diri).
d. Qanaah (menerima pemberian Allah dan
menganggapnya = terbaik).
e. Tawadhu (merendahkan hati).
Dll.

HAK BERTETANGGA
KELUARGA/SAUDARA
MUSLIM

NON-MUSLIM

Hak sebagai
Hak sebagai
Tetangga
Saudara
Sesama
muslim

Tetangga
Saudara

BUKAN KELUARGA/SAUDARA
MUSLIM

NON-MUSLIM

Hak sebagai

Tetangga
Sesama muslim

Hak sebagai
Tetangga

WUJUD AKHLAK SECARA


UMUM

Tidak menyakiti
Tidak mengzalimiya
Tidak menyebarkan rahasianya
Tidak membuat tindakan yg dapat mengganggu
ketenangan mereka.
Selalu memberi nasihat
Saling tukar hadiah atau pemberian
Berbuat ihsan: taziyah, tahniah, menengoknya jika
sakit.
Jika membuat bangunan tidak mengganggu mereka
Membantu kesulitan-kesulitan mereka.
Dll.

AKHLAK TERHADAP
SESAMA MUSLIM
Menghubungkan silaturrahim
Saling tolong menolong
Membina persatuan
Waspada dan menjaga keselaman bersama.
Berlomba mencapai kebaikan.
Bersikap adil
Tidak mencela/menghina.
Tidak menuduh dg cap kafir atau fasiq.
Dll.

Tidak marah dan saling mendiamkan.


Memenuhi janji
Saling memberi salam
Menjawab/mendoakannya saat bersin bersin
Melayat dan merawat jenazah.
Tidak bersikap iri dan dengki.
Melingdungi keselamatan jiwa dan harta.
Tidak bersikap sombong.
Bersifat pemaaf.
Dll

WUJUD AKHLAK TERHADAP


MASYARAKAT
a. memelihara perasaan/kepatutan umum.
b. Berperilaku disiplin dalam urusan publik
c. Memberi kontribusi secara optimal
sesuai dg tugasnya.
d. Amar maruf nahi munkar.

WUJUD AKHLAK
KEMANUSIAAN
a. Memperlakukan manusia sebagai
manusia.
b. Melindungi hak-hak kemanusiaan (5
aspek)
1. Melindungi jiwa raga nanusia.
2. Melindungi akalnya.
3. Melindungi keyakinannya (agama)
4. Melindungi hartanya.
5. Melindungi keturunannya.

AKHLAK TERHADAP
LINGKUNGAN
AKHLAK TERHADAP TUMBUHAN:
Menjaga kelestariannya
Tidak menebangnya jika tidak diperlukan.
Tidak kencing di bawahnya yg dijadikan sebagai
tempat berlindung.
Menanam yg bermanfaat
Membayar zakatnya.
Dll.

AKHLAK TERHADAP BINATANG


Memberi makan dan minum.
Tidak mempermainkannya.
Menyembelihnya dg baik
Tidak membebaninya dg yg terlalu berat
Tidak menyiksanya.
Ida memberi tanda dg besi panas pada
bagian mukanya.
Membayar zakatnya.
dll

ADAB DLM MAKAN DAN


MINUM
Berwudhu.
Membaca basmalah sebelum dan hamdalah sesudahnya.
Mencuci tangan sebelum akan.
Makan dg tangan kanan
Memuji makanan yg dihidangkan.
Bila dijamu orang lain, hendaknya mendoakannya.
Memungut makanan yg terjatuh jika memungkinkan.
Tidak terlalu besar dg suapannya.
Makan dg tenang, tidak terburu-buru.
Tidak memperhatikan suapan temannya.
Tidak mencela makanan
Tidak terlalu kenyang.
Dll.


TASAWUF

Asal Kata Bentukannya:


Shaff ()
=
Barisan dlm shalat berjamaah

Mendapat pahala &


kemuliaan

2. Ahlush-shuffah ()
=
Kaum Muhajirin yg tinggal di serambi
Masjid Nabawi (krn tak punya rumah
tinggal, tetapi mereka sangat kuat
beribadah dan berjihad)

3. Shafa ( )
=
Bersih/suci Sifat yg dimiliki para sufi

4. Shuf ()
=
Wol Kasar (Kebiasaan berpakaian
(lambang kesederhanaan hidup para
sufi)
5. Sophos (Yunani) = Hikmat

ASPEK
KAJIAN ILMU
TASAWUF

ASPEK KAJIAN
ILMU TASAWUF
1. ASPEK LAHIRIAH
- Berada di serambi Masjid Nabawi
- Berpakaian bulu domba yang kasar
- Orang tidak lagi terlalu mengutamakan keduniaan
2. ASPEK BATINIAH/ROHANIAH
- Suci, bersih
- Shaff dalam shalat
- Orang akan mendapat keistimewaan di hadirat
Tuhan

ILMU TASAWUF
Mempelajari cara & jalan bagaimana
seorang muslim dapat berada sedekat
mungkin dg Allah
TUJUAN
BERTASAWUF

Seseorang berada dekat


di hadirat Allah

OBYEK
TASAWUF
Hati Manusia

MANFAAT
BERTASAWUF
1.
2.
3.
4.
5.

Membersihkan hati dalam berhubungan dg Allah


Membersihkan jiwa dari pengaruh materi
Menerangi jiwa dari kegelapan
Memperteguh & menyuburkan keyakinan beragama
Mempertinggi akhlak manusia

SUMBER TASAWUF
1. DARI LUAR ISLAM:
- Kebiasaan para Rahib Kristen
- Pengaruh Ajaran Hindu
- Pengaruh Ajaran Budha
- Pengaruh Filsafat Yunani (Filsafat
Plotinus)

2. DARI SUMBER
AJARAN ISLAM:

Al-Quran & AlHadits

Al-Quran & Al-Hadits


Antara lain:



...

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu

tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku


adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang
yg berdoa, apabila ia memohon kepada-Ku, ....
(QS. Al-Baqarah (2:186)

....
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat,
maka kemana pun kamu menghadap di
situlah Wajah Allah ..... (QS. Al-Baqarah
(2:115)

Ajaran Al-Quran agar manusia


banyak melakukan:
Taubat
Sabar
Syukur
Mahabbah (Cinta kepada Allah)
Khauf (Takut kepada Allah)
Ikhlas
Tawakkal
Ridha
dll.

Sumber al-Hadits:
Antara lain:
1. Hadits Qudsi:

Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi,


kemudian Aku ingin dikenal, maka Ku ciptakan
makhluk dan mereka pun mengenal-Ku melalui diriKu.


Siapa yang mengenal
dirinya, pasti ia mengenal
Tuhannya.

Juga Tercermin dalam:


- Peri kehidupan Nabi
- Peri kehidupan para Sahabat Nabi
- Peri kehidupan para Ulama & orangorang shaleh

A. Peri kehidupan Nabi terdiri atas 2


fase:
Fase I: Sebelum Kerasulan:
- Bertahannuts di Goa Hira
- Menjauhi keramaian hidup
- menghindari kelezatan & kemewahan dunia
- menghindari makan & minum yg berlebihan
- merenungi & menghayati alam semesta.

Kalbu menjadi
bersih

Fase II: Sesudah Kerasulan:


- Kezahidan/Asketisme
- Kuat beribadah
- Berakhlak mulia

Tipe ideal bagi seluruh


muslimin, khususnya
kaum sufi

Perintah Rasul Agar


Berzuhud
Bersyukur
Bersabar
Bertawakkal
Ridha.
Taubat.
dll.

Jalan yg harus ditempuh


Untuk dekat kepada Allah

KEHIDUPAN PARA SAHABAT NABI


(KHULAFAH AL-RASYIDIN)
Tercermin dalam bentuk:

Doa-doa & ucapan mereka


Kezahidan
Keridhaan
Khauf
Banyak Ibadah
Kerendahhatian
Kerendahhatian

merupakan
sifat-sifat dan
ajaran Sufi

JALAN UNTUK DEKAT


KEPADA ALLAH
Melalui:

1- MAQAMAT ( )/ STATIONS:
2- AHWAL ( )/ STATES:

MAQAMAT ( )/ STATIONS
Jalan panjang yg harus ditempuh oleh
seorang sufi untuk berada dekat dg Allah.
Seperti :
-

Taubat
Zuhud
Sabar
dll.

AHWAL ( )/ STATES
Keadaan mental sorang sufi saat menempuh
maqamat
seperti:

Khauf (Rasa takut kepada Allah)


Tawadlu (Rendah Hati)
Taqwa (patuh)
Ikhlash
al-Uns (rasa berteman)
al-Wajdu (gembira hati)
dll.

ZUHUD
Keadaan meninggalkan dunia dan hidup
kematerian

TAUBAT
Memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan disertai janji
yg sungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa
tersebut,
dan disertai melakukan amalan kebaikan.
swerta tidak akan membawa kepada dosa lagi.

AL-WARA
Meninggalkan segala yg di dalamnya terdapat
keragu-raguan antara halal dan haram
(syubhat).

KEFAKIRAN
Tidak meminta lebih dari apa yg telah ada,
meminta rezki hanya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban,
tidak meminta meski tidak punya, kalau diberi diterima.
-Tidak meminta tetapi tidak menolak.

SABAR
Sabar dalam menjalankan printah Allah,
menjauhi larangan-Nya, dan dalam
menerima segala cobaan yg ditimpakan.
Sabar menunggu datangnya pertolongan
Tuhan.

TAWAKKAL
Menyerahkan diri kepada qada dan
keputusan Allah.
Selamanya dalam keadaan tenteram.
Jika mendapat apa-apa, bersabar dan
menyerah kepada qadha dan qadar Alah;
Tidak mau makan jika ada orang lain
yang lebih memerlukannya.
Percaya kepada janji Allah.

RIDHA
Tidak berusaha;
Tidak menentang qadha dan qadar Allah;
Menerima qadha dan qadar Allah dg senang;
Mengeluarkan rasa benci dalam hatinya sehingga yg
tinggal hanya rasa senang.
Merasa senang saat menerima malapetaka
sebagaimana merasa senang saat menerima nikmat;
Tidak berusaha sebelum turunnya qadha dan qadar,
Tidak merasa pahit dan sakit sesudah turunnya qadha
dan qadar,
Justru perasaan cinta bergelora di waktu turunnya bala.

YANG MAHA SUCI


Ridha

Tawakkal

Sabar
MAQAMAT/
STATIONS

Kefakiran
Zuhud
Wara
Taubat

MANUSIA
(BERSIFAT KOTOR

TIGA
TAHAPAN LANGKAH DASAR
YG DIJALANI SUFI
1. TAKHALLI ():
Pengosongan diri dari sifat-sifat tercela,

al:
al-Hasad (Dengki)
al-Kibr (Sombong)
Hubbud Dunya (Cinta Dunia)
al-Ghadhab (Marah)
al-Kidzb (Dusta)
al-Namimah (Mengadu-adu),
dsb.

TAHALLI ()
Mengisi dg sifat-sifat terpuji; taat lahir & batin;
seperti:
Taubat
Khauf (takut)
Zuhud
Sabar
Syukur
Ikhlas
Mahabbah
Tawakkal
Ridha
Dzikr al-Maut (ingat mati

TAJALLI ()
meresapkan rasa ke-Tuhanan;
terbukanya hijab (penutup) dan melihat
kehadiran Tuhan
INSAN KAMIL
(Manusia sempurna)

BERAKHLAK DG AKHLAK ALLAH


(merefleksikan seluruh sifat-Nya dalam diri manusia
sesuai dg kadar kemanusiannya)

PEMBAGIAN AJARAN
TASAWUF
AMALI

FALSAFI

((

((

TOKOH SUFI AMALI MASA


AWAL
Antara lain:

Abu Dzar al-Ghiffari


Hasan al-Basri (21 - 110 H )
Misr al-Hafi
(767 - 841 M )
Ibrahim bin Adham (W. 777 M).
Dll.

SUFI-SUFI FALSAFI BESAR


DAN PEMIKIRAN TASAWUFNYA
RABIAH AL-ADAWIYAH (714 - 801 M)
ABU YAZID AL-BUSTAMI (W. 874 M).
AL-HALLAJ (875-922 M)
ABU HAMID MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN AHMAD
AL-GHAZALI (450-550 H/1034-1111 M)

RABIAH AL-ADAWIYAH
(714 - 801 M )
Faham tasawuf yg dibawanya Al-Mahabbah
(takut & pengharapan yang ditingkatkan
sedemikian rupa sehingga terwujud menjadi
Zuhud dan Cinta yang murni.
Aktualisasi dari cintanya yg murni itu = banyak
beribadat, bertobat, menjauhi kehidupan
duniawi, menolak segala bantuan materi.

Di antara, Syairnya yg menggambarkan


rasa cintanya kepada Tuhan:

Buah hatiku, hanya Engkaulah yang kukasihi


Beri ampunlah pembuat dosa yang datang ke hadirat-Mu
Engkaulah harapanku, kebahagiaanku, dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

ABU YAZID AL-BUSTAMI


(W. 874 M)
Faham tasawufnya Al-Ittihad yang

dicapai melalui pintu al-Fana


(penghancuran kesadaran tentang dirinya
dan makhluk sekitarnya) dan diikuti oleh
al-Baqa (Kelanjutam wujud dalam diri
Tuhan).

Ketika Al-Bustami sampai ke ambang


pintu al-ittihad (merasa dirinya telah
bersatu dg Tuhan, yg disadari hanya satu
wujud= Tuhan), keluarlah ucapan-ucapan
ganjil (Syathahat):


Maha Suci Aku, Maha suci Aku, Maha Besar Aku.

AL-HALLAJ
(875-922 M
Faham tasawufnya =

al-Hulul
Tuhan memilih tubuh-tubuh manusia
tertentu untuk mengambil tempat di
dalamnya. Caranya, manusia harus
menghancurkan sifat-sifat kemanusiannya
sehingga terdapat dalam dirinya sifat-sifat
ke-Tuhanan.

Saat hulul terjadi, keluarlah pernyataan:


Aku adalah Yg Maha Benar

Dzunnun al-Mishri,
Ibnu Arabi,
dll.

ABU HAMID MUHAMMAD BIN MUHAMMAD


BIN AHMAD AL-GHAZALI
(450-550 H/1034-1111 M)

Membawa faham Al-Marifah (mengetahui


rahasia Tuhan dan mengetahui peraturanperaturan-Nya mengenai segala yang
ada).

al-Marifah dan al-Mahabbah tingkat

tertinggi yg dapat dicapai oleh seorang


sufi.

Pokok-pokok ajarannya, antara lain,


dipaparkan dalam buku:
Ihya Ulum al-Din.


TARIKAT

Arti Asal Tharikat


Sistem dalam rangka mengadakan latihan jiwa,
membersihkan diri
dari sifat-sifat yg tercela dan mengisinya dg
sifat terpuji dan memperbanyak zikir dg ikhlas.
Jalan yg harus ditempuh sufi dalam tujuan
berada sedekat mungkin dg Tuhan

Penggunaan Istilah
Cara-cara mengajar atau mendidik
Dalam perkembangannya:
Organisasi Pengamal Tasawuf

Asas Berorganisasi:
Kekeluargaan, kumpulan yg mengikat
penganut-penganut sufi yg sefaham dan
sealiran.

Tujuan Berorganisasi:
Memudahkan menerima ajaranajaran dan latihan-latihan dari
pemimpinnya dalam satu ikatan.

DASAR/POKOK BERTARIKAT
Mencari ilmu untuk dilaksanakan
Mendampingi guru dan teman untuk
meneladani
Meninggalkan rukhshah dan takwil untuk
kesempurnaan.
Mengisi semua waktunya dg doa dan
wirid.
Mengekang hawa nafsu dari berniat
salah dan untuk keselamatan.

SILSILAH PERKEMBANGAN
AJARAN TARIKAT
SUNNAH NABI
(PEKERJAAN DAN CARA
NABI MELAKUKAN)

SHAHABAT
TABI TABIIN
- KITAB-KITAB HADITS
- ATSAR
- KITAB-KITAB ULAMA

ULAMA/GURU
PENGIKUT
TARIKAT

Guru Tarikat
Syaikh/Mursyid/Guru:
Orang yg mengajar dan memimpin muridnya

Keabsahannya:
Telah mendapat ijazah (mandat sah) dari
gurunya sebagaimana tersebut dalam
silsilahnya.

Wakilnya :
Khalifah

Tugas dan Ketentuan bagi Murid:


Mempelajari ilmu pengetahuan yg berkaitan dg
syariat agama.
Berusaha semaksimal mungkin mengikuti jejak
guru, melaksanakan perintah dan meninggalkan
larangannya.
Tidak mencari-cari keringanan dalam beramal
agar mencapai kesempurnaan yg hakiki.
Mengisi waktu seefisien mungkin dg wirid dan
doa.
Mengekang hawa nafsu agar terhindar dari
kesalahan yg dapat menodai amal.

AKTIVITAS BERTARIKAT
Tempat Kegiatan:
Ribath/Zawiyah/Taqiyah.

Upacara Ritual
Antara lain:

SULUK

SULUK
Latihan-latihan yg dilakukan dalam jangka waktu
tertentu untuk memperoleh sesuatu keadaan mengenai
ahwal dan maqamat dari orang yg melakukan
tarekat/salik/muqarrabin.
Yg Dilakukan dalam Menjalani Suluk

Tobat bersama-sama di depan mursyid.


Berbekal takwa (menjalankan taat, meninggalkan
maksiat)
Membawa senjata (membaca dzikir).
Berkendaraan himmah (kesungguhan hati menjalani
suluk terus menerus)`

Bila Diperlukan:

Riyadhah
(Latihan diri dg tirakat):
1. Menahan lapar.
2. Mengurangi tidur malam dg
beribadat.
3. Berdiam diri.
4. Berkhalwat dari keramaian.

DZIKIR
Bentuk dan Caranya Pelaksanaannya,
Antara lain:

Ziikir, mengingat Allah dg hati dan menyebutnya


dg lisan.
Ratib, mengucapkan la ilaha illallah dg gaya,
gerak, dan irama tertentu.
Muzik, membaca wirid dan syair tertentu diiringi
dg musik tertentu.
Menari, gerak yg mengiringi wirid-wirid dan
bacaan tertentu untuk menimbulkan kehidmatan
Bernafas, mengatur cara bernafas pada waktu
melakukan dzikir tertentu.

TARIKAT YG BERKEMBANG
DI INDONESIA
Antara Lain:

Tarikat Syuhrawardiyah, pendiri= Dhiyauddin Abu


Najib as- Suhrawardi.

Qadiriyah, pendiri = Abdul Qadir Jailani

Naqsyabandiyah, pendiri = Muhammad bin


Bahauddin al-Uwaisi

Rifaiyah, pendiri = Ahmad ibn ar- Rifai.

Sadziliyah, pendiri = Abu Hasan Ali asy-Syazili.

Mauliyah, pendiri = Jalaluddin Rumi.

Dll.