You are on page 1of 15

1

PENGKAJIAN SISTIM PERSYARAFAN


( Assesment Of the nervous System)
Oleh : Simon Sani Kleden, Skep, Ns
Banyak penyakit sistemik

memiliki manifestasi neurologik. Oleh

karena itu, biasanya pengetahuan tentang sistim persyarafan

sangat

dibutuhkan dalam melakukan pengkajian. Individu dengan permasalah


sistim neurology membutuhkan pengkajian yang akurat oleh tenaga
terlatih baik itu perawat maupun dokter. Pengkajian sistim persyarafan
dapat dilakukan secara umum ataupun secara khusus baik oleh perawat
maupun

dokter

independent

dan

ataupun

data

dikumpulkan

kolaborasi

untuk

dapat

dilakukan

membantu

secara

memberikan

pelayanan yang terbaik bagi pasien. Pengetahuan dasar tentang


anatomi fisiologi sistim persyarafan adalah persyaratan mutlak yang
harus dimiliki dan dipahami sebelum menangani seorang pasien.
Dua systim yaitu sistim syaraf dan endokrine mempunyai fungsi yang
bersamaan

dalam mengatur respon tubuh terhadap perubahan

lingkungan. Kedua sistim mempunyai cara kerja

/ mechanisme kerja

yang sangat berbeda namun mempunyai satu tujuan utama

yaitu

menjaga tubuh tetap dalam keadaan normal. Sistim endocrine bekerja


dengan mengeluarkan hormone kedalam sirkulasi dan bekerja pada
reseptor khusus (organ target) yang selanjutnya mengatur keseluruhan
kerja dari sistim tubuh. Sistim saraf mengatur kerja sistim tubuh melalui
impuls impuls sarafnya. Bila dibandingkan dengan sistim endocrine,
kerja sistim saraf jauh lebih cepat.
Homeostasis merupakan suatu keadaan seimbang dan terkontrol
pada lingkungan internal tubuh yang merupakan dasar dari kehidupan.
Keadaan homeostasis ini penting untuk menjaga keberhasilan kerja dari
sel sel tubuh. Terciptanya keadaan ini merupakan fungsi yang
terintegrasi dari sistim tubuh secara keseluruhan.

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

2
Kunci utama dalam mempelajari dan memahami sistim persyarafan
adalah : neuron, Synapsis, konduksi, jalur motorik, jalur sensorik dan
organ organ efektor.

ANATOMI DAN FISIOLOGI


Fungsi :
Secara fungsional, sistim saraf menyerupai sistim conduksi elektrik :
Mengatur dan mengontrol semua aktivitas tubuh. Secara umum , fungsi
dari sistim saraf dibagi atas 4 bagian yaitu :
1. Menerima rangsangan / informasi dari lingkungan internal dan
eksternal melalu serabut saraf afferent atau melalui jalur sensori.
2. Mengkomunikasikan informasi yang diterima ke sistim saraf
pusat.
3.

Memperoses informasi yang diterima pada otak dan spinal cord


untuk menetukkkan respon yang spesifik terhadap rangsangan.

4. Mentrasmisikan informasi ke saraf efferent atau jalur motorik ke


organ efektor.

Neuron

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

Myelin

Akson Tunggal

Badan sel
Dendrit

Gambar Neuron
Neuron adalah : Struktur dasar dan unit fungsional dari sistim
persyarafan. Neuron ini terdapat pada seluruh sel tubuh

dan

memberikan efek secara biologi dan biokimia pada tubuh. Sel sel saraf
ini bervariasi dalam ukuran dan bentuk sesuai fungsinya masing masing. Masing masing sel mempunyai nucleus serta granula dan
fibril didalam sitoplasmanya. Neuron bertindak seperti miniature sistim
saraf dan nempunyai sifat yang sangat khas untuk fungsi elektrik.
Secara mikroskopik neuron terdiri dari : sel body atau soma ,
akson dan dentrit. Soma, akson dan dendrit ini diselubungi oleh
membrane sel, yang memisahkannya dari bagian luar sel. Adanya
permukaan yang luas pada membrane sel membuatnya menjadi lebih
mudah menerima sejumlah besar kontak

sinaps pada satu waktu.

Dendrit : adalah serat yang pendek melekat pada sebelah luar sel,
tempat masuknya impuls dari sel ke sel yang lain. Akson adalah : Serat
dimana impuls saraf keluar sel untuk ditransmisikan ke sel yang lain.
Jumlah akson ini biasanya satu.

Membran Sel
Membran sel adalah suatu membran yang membatasi isi sel dan
sekitarnya. Banyak fungsi penting dari neuron terletak dalam membran
sel itu sendiri. Struktur membran sel terdiri dari protein dan lemak
dimana

materialnya

dapat

berpindah

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

pindah.

Memberan

sel

Simon S

4
mempunyai perbedaan dalam permebialitasnya, dimana permibialitas
terhadap Oksigen, Karbondioksida dan ion ion organic serta tidak
permiabel terhadap protein dan ion anorganik. Perbedaan permebialitas
ini terjadi karena adanya distribusi atau perpindahan ion ion. Dalam
sel lebih banyak mengandung Kalium dan diluar sel lebih banyak
mengandung natrium. Masuk keluarnya natrium dan kalium dari dan ke
sel (mekanisme aktif pompa natrium kalium) menyebabkan perbedaan
permebilitas membran sel ini. Penyeberangan ion melalui mebran sel ini
menyebabkan terjadinya perbedaan muatan listrik diluar sel (lebih ++)
disebut : Potensial membrane istirahat. Sel dalam keadaan ini, setiap
saat bisa mengalami potensial aksi yang disebut polarisasi. Polarisasi :
perbedaan muatan listrik antara mebran sel bagian luar dan dalam (luar
menjadi dan dalam menjadi +)

Excitability
Excitability adalah : Postensial istirahat pada neuron dalam keadaan
tidak stabil. Contohnya : membrane saraf bereaksi terhadap stimulus,
zat kimia yang masuk dan kerusakan mekanik. Keadaan tidak stabil ini
akan menyebabkan potensial aksi. Potensial aksi ini terjadi dengan
mekanisme sebagai berikut : Bila neuron dirangsang, permebialitas
membrane sel

terhadap Na

secara signifikan meningkat, dan akan

menyebabkan perpindahan mendadak Na


Keadaan

ini

menyebabkan

muatan

kedalam membrane sel.

dalam

sel

menjadi

positif

(Depolarisasi). Pada saat Na+ masuk, maka K+ juga bergerak keluar sel.
Transport aktif yang membawa kalium dan natrium bergerak ke keadaan
semula disebut : Repolarisasi . Potensial aksi terjadi dalam 1 2 msec.

Myelin
Myelin

merupakan

pembungkus

akson

Sebenarnya

myelin

itu

diselubungi atau dilindungi lagi oleh sel yang disebut Schaw sel.
Fungsinya sebagai insulator : Mencegah mengalirnya ion lewat akson
dan membrannya.

Sepanjang 1 mm dari myelin terdapat Nodus of

Ranfier yang merupakan area yang bebas.


Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang
Kleden, SKep, Ns

Simon S

Synapse
Hubungan antara satu neuron dengan neuron yang lain disebut
Synapse. Synapse ini merupakan titik komunikasi antara neuron yang
satu dengan yang lainnya.Transmisi impuls pada synapse ini terjadi
secara kimiawi. Pada saat impuls datang pada sinaps, transmitter kimia
dibebaskan, baik yang bersifat eksitasi dan mengeluarkan zat untuk
merangsang neuron atau bersifat inhibitor dan mengeluarkan zat untuk
menghambat neuron.

Pembagian sistim Saraf


Secara makroskopik, sistim saraf dibagi dalam dua bagian besar yaitu
Susunan saraf Pusat dan sistim saraf perifer.
1. Sistim Saraf Pusat
Sistim saraf pusat terdiri dari neuron neuron yang berhubungan
secara terorganisir dalam otak dan spinal cord. Pada area otak
terlihat jelas dimana sel sel tubuh (soma) terkonsetrasi didalam
nuclei (inti) dan kumpulan akson yang berada pada saluran yang
saling berhubungan. Sistim saraf pusat terdiri dari otak dan spinal
cord.
1) Otak (Brain)
Otak

merupakan

alat

tubuh

yang

sangat

penting

karena

merupakan pusat pengaturan dari semua organ tubuh. Jaringan


otak dibungkus oleh selaput otak dan tulang tengkorak. Otak
terdiri dari tiga bagian besar yaitu : Otak besar, Batang otak dan
Otak kecil.

Bagian bagian Otak terdiri dari :


Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang
Kleden, SKep, Ns

Simon S

6
a. Otak besar (cerebrum/korteks cerebri)
Fisura

Precentral Gyrus

Sulkus

Postcentral Gyrus
Lobus Parietal

Lobus Frontalis

Lobus Occipital

Fissura cerebral Lateral


Lobus Temporall

Gambar : Lobus otak


Merupakan bagian terluas dan teratas dari otak. Terdiri dari dua
belahan yang disebut hemisfer yaitu ; hemisfer kiri dan hemisfer
kanan.Kedua hemisfer otak ini dibungkus oleh struktur yang disebut
: korpus kalosum. Permukaan yang berlekuk lekuk disebut girus
dan celah diantara kedua lekukan itu disebut sulkus atau fisura (bila
panjang).
Masing masing Hemisfer otak dibagi dalam daerah daerah
(Lihat Gambar) :

Lobus frontalis
Fungsi

Konseptualisasi.

Abstraksi,

kemampuan

gerak, kemampuan menulis kata, pertimbangan,


pendapat.

Lobus parietalis
Fungsi
persepsi

pusat

integrasi

dan

intrprestasi

kemampuan

untuk

dan

coordinasi

informasi

mengenal

untuk
sensori,

anggota

tubuh,

keseimbangan, sensasi, tekanan.

Temporal
Fungsi : penyimpanan memori,

integrasi terhadap

stimulus auditory.

Occipital

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

7
Pusat penglihatan, memahami arti tulisan.
Pada hemisfer kiri terdapat area bicara : Adalah bagian dari
korteks yang berhubungan dengan sapek aspek bicara.
Area ini mencakup bagian bawah dari lobus parietal dan
frontalis serta bagian atas lobus temporalis.
b. Otak kecil (cerebelum)
Terletak di fosa cerebri dibawah tentorium cerebelum yaitu
durameter, yang memisahkannya dari oksipitalis cerebrum.
Disebelah

ventral

dari

serebelum

Beratnya kurang dari 150

terdapat

batang

otak.

gram (8-9 % dari berat otak

seluruhnya. Terdiri dari dua hemisfer yang berhubungan satu


dengan lainnya pada vermis (bagian tengah)Fungsi umum dari
cerebellum yaitu : menghasilkan gerakan, mempertahankan
keseimbangan,

menyokong

postur

tubuh

yang

normal.Cerebelum berhubungan dengan medulla oblongata


melalui korpus restiforme, dengan pons melalui pontis dan
dengan mesenfalon melalui brakium konjungtivum.
c. Batang Otak
Batang otak terdiri dari :
Diensephalon

Merupakan bagian paling atas dari batang otak yang


terdapat antara cerebellum dan mesenfalon.

Dibagian tengahnya terdapat Ventrikel III.

Terdapat dua struktur penting yaitu hypothalamus dan


thalamus. Hipothalamus memegang peranan penting
dalam mengeluarkan RH dan IH. Thalamu berfungsi :
Kewaspadaan, sensasi emosi.
Mesenfalon (Mild Brain)

Merupakan penghubung posn dan cerebrum


Pons

Mempengaruhi fungsi pernapasan.

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

8
Medula oblongata

Bagian paling bawah dari batang otak, persis diatas


spinal cord.

Terdapat pusat cardiac dan respirasi.

Peredaran darah Otak


Arteri Cerebral

Arteri carotis Interna


Arteri Vertebral

Arteri Facial

Arteri Cervical

Arteri carotis comunis


Arteri thyroid inferior

Arteri Subclavia

Suplai darah ke otak berasal dari arkus aorta melalui arteri


inominata kanan, arteri carotis comunis kiri dan arteri sublavia
(Lihat gambar). Arteri yang mengantar darah ini termasuk : 1)
Arteri carotis internal : Mensuplai darah ke hemisfer cerebral,
basal ganglia dan 2/3 bagian atas basal ganglion. 2) Arteri
vertebral ; Mensuplai darah ke batang otak, 1/3 bagian bawah
diencephalon, , cerebellum dan lobus oksipital.
anastomisis

pada

lingkaran

willis.

Sistim

Ada 2 sistim
anatomisis

ini

mengkonmpensasi setiap gangguan aliran darah ke otak.


Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang
Kleden, SKep, Ns

Simon S

9
Lingkaran willis ini penting karena memberikan sirkulasi yang
bilateral. Sedangkan pembuluh darah yang langsung masuk
kedalam substansi otak mensuplai makanan ke neurons.
Sistim vena pada otak dibagi atas dua yaitu : 1) Vertebral vena :
mengalirkan darah dari cerebrum dan 2) Cerebelar vena :
mengalirkan darah dari cerebellum. Sistim vena otak ini tidak
mempunyai katup. Semua vena otak ini berakhir didalam sinus
dural dan kemudian mengosongka diri ke vena cava melalui
vena jugularis.
2) Medula Spinalis
Bersambungan dengan medulla oblongata. Mempunyai panjang
sekitar 45 cm, mulai dari bagian bawah medulla oblongata
setinggi korpus vetebralis servikalis I dan memanjang hinggal
korpus vertebralis lumbal I II. Medulla spinalis mempunyai dua
alur konduksi yaitu : Asending

(Spinal cord ke otak) dan

decending (otak ke spinal cord). Dari medulla spinalis servikal


keluar 8 pasang saraf spinal, bagian thorakal 12 pasang, lumbal 5
pasang, sacral 5 pasang dan kosigeal 2 atau 3 pasang.

SUSUNAN SARAF PERIFER


1. Susunan saraf Cranial
Yang dimaksudkan dengan saraf otak adalah ; saraf saraf yang
neuron pertamanya berakhir atau berpangkal dibatang otak atau
otak (Lihat Gambar dibawah ini) . Saraf otak yang berhubungan
dengan otak adalah : nervous I : Olfactorius dan Nervous II :
Opticus. Sedangkan sepuluh saraf lainnya berhubungan dengan
batang otak.
Sebagian saraf otak merupakan saraf sensoris ( I, II, VIII), sebagian
lagi merupakan saraf motoris (III, IV, VI, XI dan XII) dan yang lain
mengandung saraf sensoris dan motorik (V, VII, IX dan X)

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

10
Cerebrum

Thalamus

Hypothalamus
Kel. Pituitary
Olfaktori (I)
Optic (II)
Oculomotor (III)
Trochlear (IV)
Trigeminal(V)
Abducens(VI)

Cerebelum

Facial (VII)
Auditorius (VIII)
Glasopharygea (IX)
Vagus (X)
Accesory (XI)
Hipoglossal (XII)

Gambar : Pembelahan lateral otak : Meperlihatkan Lokasi saraf Cranial

12 pasang saraf Otak :


NAMA SARAF
I.
Olfaktori

SIFAT SARAF
Sensorik

FUNGSI
Merangsang bau-bauan

II.

Sensorik

Melihat

III. Oculomotor

Motorik

Menggerakkan mata

IV. Trochlear

Motorik

Menggerakkan mata

V.

Motorik dan sensorik

Sensasi diwajah, kulit, kepala dan

Optic

Trigeminal

pipi. Gerakan mengunyah


VI. Abducens

Motorik

Memalingkan mata

VII. Facial

Motorik dan sensorik

Rasa

kontraksi

otot

wajah

dan

expresinya
VIII.

Auditorius

Sensorik

IX.

Glasopharyge

Sensorik

al

motorik

dan

Mendengarkan dan keseimbangan


Sensasi

di

tenggorokan

rasa,

gerakan menelan an sekresi saliva


IX. Vagus

Sensorik
motorik

X.

Spinal Accesory

XI. Hipoglossal

dan

(air luah)
Organ-organ abdomen dan thorax.
Menelan, suara, nadi lambat. Dan

Motorik

peristaltic naik.

Motorik

Gerakan-gerakan

bahu,

gerak

memutar kepala.

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

11
Gerakan lidah

2. Susunan Saraf Spinal :


Sumsum tulang belakang adalah bagian dari susunan saraf pusat
yang dikelilingi dan dilindungiu oleh oleh tulang belakang. Tulang
belakang yang lentur terdiri dari serentetan ruas tulang yang terdiri
Dri tujuh vertebra servilakils, 12 vertebra thorakal , 5 vertebral
sakralis yang bersatu dengan sacrum dan kogsigis. Pada kedua sisi
tulang belakang terdapat lubang berpasangan yang dinamakan
foramen antarvetebra (Foramina intervertebralia).
Susunan saraf spinal terdiri dari :

8 pasang Servikal

12 Pasang thorakalis

5 pasang Lumbalis

5 Pasang sakralis

1 pasang Koksigeal

Sistim saraf Autonom


Sistem saraf autonom adalah bagian dari sistem persarafan yang
mengatur fungsi involunter (tak sadar) misalnya nadi, kontraksi
lambung dan usus dan sekresi kelenjar kelenjar. Dengan kata lain,
saraf motorik yang mengontrol tindakan tindakan volunter dari otot
otot tukang, kadang kadang disebut SISTEM SARAF SOMATIK.
Menurut fungsinya susunan saraf otonom terdiri dari dua bagian
yaitu :
1. Sistem saraf simpatik
Fungsi utamanya sebagai satu sistem emergency.
2. Sistem saraf parasimpatik
Fungsi utamanya mengontrol organ organ tubuh dalam
keadaan normal.
Fungsi fungsi dari kedua saraf Autonom
Effector-effector

Kontrol simpatik

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Kontrol parasimpatik

Simon S

12
vesceral
Otot jantung
Otot tak sadar
Pembuluh
pembuluh darah
Pembuluh
darah di otot dan
tulang.
Saluran
pencernaan
-

Sphincterara
nal (anus)

Kantong
kemih
(Urinari bladder)
Sphincter
urinary

pembuluh Normal
Normal

Dilatasi
Naikkan peristaltik
Turunkan peristaltik
Menghambat defekasi
Stimulus
sphincter

Inhibisi,
membuka
menutup sphincter untuk defekasi.
Stimulus
:
kontraksi
bladder.
(relaksasi Inhibisi
:
membuka
sphincter untuk BAK.
Stimulus : kontriksi pupil.

Stimulus
:
serabutserabut radial, dilatasi Stimulus : akomodasi
pupil.
untuk penglihatan dekat
(lensa cembung)
Inhibisi
:
akomodasi
untuk penglihatan jauh
Tidak ada serabut para
(lensa mendatar)
simpatik

Mata : Iris
Ciliary

Kontriksi
darah

Inhibisi
bladder)
Stimulus
(menutup sphincter)

Naikan denyut jantung

Stimulus : bulu roman


Rambut,
otot

otot berdiri.
plamotor

Kelenjar
kelenjar
Medula
adrenal
-

Kelenjar
keringat

Kelenjar
digestivus

Peningkatan
epinephrine.

sekresi Tidak ada

Meningkatan
keringat.

sekresi

Tidak ada
Meningkatkan sekresi
(Juice) digestivus.

Menurunkan sekresi
(Juice) pencernaan.

Pengkajian Sistim persyarafan


1. Data Subyektif

Riwayat
Pengkajian tentang riwayat status kesehatan sangatlah penting dan sangat
membantu dalam prosedur pemeriksaan lainnya. Hal hal perlu dikaji

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

13
dalam kaitannya dengan sistim neurologis adalah Riwayat penyakit yang
berkaitan dengan sistim persyarafan terutama kelainan sistim endocrine.
Bila ada keluhan yang spesisfik yang menjurus ke gangguan neurologist,
pertanyaan perlu dikembangkan dengan sistimatis menyangkut, kapan
keluhan tersebut muncul, kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan
munculnya keluhan,

lamanya, lokasi, apakah berulang atau tidak, jika

berulang tanyakan jangka waktunya, apakah keluhan yang sama atau ada
perubahan. Hal lain yang perlu ditanyakan ditanyakan yaitu ; terpaparnya
terhadap agent kimia atau zat zat tertentu yang dapat menyebabkan
gangguan neurologist . Keluhan yang biayanya dilaporkan adalah : Nyeri,
sakit kepala dengan karakteristik tertentu, , kejang, vertigo, perubahan
penglihatan dan kelemahan pada anggota tubuh tertentu.

Status mental
Pengkajian pada status mental lebih menjrus kekeadaan yang akan
ditemukannya gangguan organic pada otak. Hal hal yang dikaji dalam
hubungannya dengan status mental adalah :
Tingkat kesadaran.
Kaji tingkat orientasi pasien terhadap waktu, tempat dan orang.
Disorientasi menunjukkan adanya gangguan pada cerebral. Hal ini
penting karena status diorientasi berhubungan langsung dengan
tekanan atau terpengaruhnya kortex cerebri. Pengkajian lanjut
aspek status mental biayanya diikuti dengan pemeriksaan fisik.
Identifikasi Mood dan perilaku
Emosi yang labil sering ditemukan pada individu dengan
gangguan bilateral (diffuse) penyakit otak. Euphoria adalah
gangguan yang paling sering ditemukan. Perubahan perilaku
biayanya menyertai perubahan emosi. Perilaku yang agresive
sering dihubungkan dengan adanya kerusakan atau lesi pada
frontal inferior dari sistim limbic.
Gangguan Proses Pikir
Gangguan proses berpikir merupakan masalah yang juga sering
ditemukan. Untuk mengetahui adanya gangguan ini, tanyakan

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

14
pada pasien dengan pertanyaan yang mudah atau dengan
menyuruh pasien untuk mengulang kata kata tertentu. .

Fungsi Bahasa dan Bicara


Pengkajian pada kemampuan berbahasa dan bicara ditujuhkan untuk
mengkajia adanya Aphasia dan Dysarthia. Aphasia merupakan bentuk
umum dari gangguan fungsi bahasa. Dysarthia adalah gangguan yang
berhubungan dengan artikulasi dan kemampuan bicara.

Aphasia
Aphasia dibedakan atas 3 tipe umum yaitu :
1) Fluent aphasia
Adalah gangguan dalam berbicara dan menulis bahasa.
Ada 3 tipe yaitu :
(1) Wernickes
Merupakan gangguan ringan dari fluent aphasia.
Tempat lesi : Area Wernickes pada hemisfer kiri.
Manifestasi ; Bicara lancar dengan ritme normal, grammar
lengkap, tetapi kekurangan konteks bahasa. Disertai
dengan perilaku verbal tanpa kata kata.
(2) Anomic
Tempat lesi : Area angular gyrus .
Manifestasi ; Bicara lancar tetapi pasien tidak dapat memberikan
nama pada obyek . Pasien mencoba dengan
mendefinikan atau menggambarkan obyek tersebut.
(3) Conduction
Tempat lesi ; Arcuate Fasicullus
Manifestasi ; Bicara meloncat loncat.
2) Nonfluent
Adalah : Ketidakmampuan untuk mengungkapkan satu atau lebih
kata dalam berbicara atau menulis.
Lesi ; pada motor cortex area broca.
Manifestasi : Bicara terhenti pada kata tertentu dan mencoba untuk
melanjutkan kata atau menghasilkan kata. Tidak

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S

15
mampu mengoorganisasi kata untuk bicara atau
menulis.
3) Global
Terjadi karena kerusakan total dari area bicara.
Lesi : pada beberapa tempat terutama pada pusat bicara.
Dysathria

Keadaan ini terjadi karena gangguan pada saraf V, VII, IX, X dan XII.
Yang menyebabkan kemampuan bicara tidak teroraganisisr karena
gangguan pada otot otot untuk bicara.

Percepsi

Kuliah Saraf JurusanKeperawatan Kupang


Kleden, SKep, Ns

Simon S