You are on page 1of 2

KEWASPADAAN ASPIRASI (ASPIR)

Definisi : Pencegahan atau minimisasi faktor risiko pada pasien pada risiko aspirasi.
Aktivitas :
1. Pantau tingkat kesadaran, refleks batuk, refleks muntah, dan kemampuan menelan
2. Pantau status paru
3. Mempertahankan jalan napas
4. Posisi tegak 90 derajat atau sejauh mungkin
5. Jauhkan trakea manset meningkat
6. Jauhkan pengaturan hisap tersedia
7. Pakan dalam jumlah kecil
8. Periksa NG atau penempatan tabung gastrostomy sebelum menyusui
9. Periksa NG atau tabung gastrostomy sisa sebelum menyusui
10. Hindari makan, jika residual tinggi
11. Tempatkan "dye" di NG tube feeding
12. Hindari cairan atau menggunakan bahan pengental
13. Menawarkan makanan atau cairan yang dapat dibentuk menjadi bolus sebelum menelan
14. Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil
15. Permintaan obat dalam bentuk obat mujarab
16. Istirahat atau menghancurkan pil sebelum pemberian
17. Jauhkan kepala tempat tidur ditinggikan 30 sampai 45 menit setelah makan
18. Sarankan pidato patologi berkonsultasi, yang sesuai
19. Sarankan barium kue menelan atau video yang fluoroscopy, sesuai
Bacaan Latar Belakang :
1. Ackerman, L.L. (1992). Intervensi yang terkait dengan perawatan saraf. Dalam G.M. Bulechek & JC
McCloskey (Eds.), Simposium Intervensi Keperawatan. Klinik Keperawatan Amerika Utara, 27 (2),
325-346.
2. American Nurses 'Association Council dalam Praktek Keperawatan Medical-Surgical & American
Association of Neuroscience Perawat. (1985). Neuroscience praktik keperawatan: Proses dan hasil
untuk diagnosis yang dipilih. Kansas City, MO: American Nurses Association.
3. Maas, ML, Buckwalter, KC, Hardy, MD, Reimer, TT, Titler, MG, & Specht, JP (2001) Perawatan Orang
Dewasa Lama: Diagnosis, Hasil, dan Intervensi (hal. 167-168). St Louis: Mosby.
4. Sands, J.A. (1991). Insiden aspirasi paru pada pasien diintubasi menerima nutrisi enteral melalui
wide-dan sempit-menanggung tabung nasogastrik. Jantung & Paru, 20 (1), 75-80.
5. Schwartz-Cowley, R., & Gruen, A.K. (1988). Menelan disfungsi pada pasien dengan mobilitas diubah.
Dalam P.H. Mitchell, L.C. Hodges, M. Muwaswes, et al. (Eds.), AANN yang Neuroscience Nursing
(hlm. 345-357). Norwalk, CT: Appleton & Lange.

Taylor, T. (1982). Suatu perbandingan dua metode pemberian makan tabung nasogastrik. Journal of
Nursing bedah saraf, 14 (1), 49-55.
NIC Definisi & Kegiatan Page 9 9-2006