You are on page 1of 31

Chapter VIII

Chapter VIII

PIPE SPAN CALCULATION

Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

8.1. PENDAHULUAN
Allowable span maksimum pada sistem pipa horisontal
dibatasi oleh 3 faktor utama, yaitu : bending stress,
vertical deflection, and natural frequency.

Allowable span yang dihitung berdasarkan natural


frequency dan limitasi defleksi, dapat diambil sebagai
batas bawah dari allowable span yang dihitung
berdasarkan bending stress dan defleksi

Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

8.2. SPAN LIMITATIONS, SL


Formula dan persamaan yang digunakan untuk menghitung SL
bergantung pada asumsi kondisi tumpuan ujung-pipa yang diambil.
Untuk suatu kasus pipa lurus dianggap beam dengan asumsi tumpuan

sederhana (simply supported) pada kedua ujung-pipa, maka persamaan


menghitung SL adalah (Ref. 2)

0,33ZSh
L
baseonlimitation
of stress (8.1)
w
E I
L4
baseonlimitation
of deflection(8.2)
22,5 w
Asumsi kondisi tumpuan di atas memberikan tegangan dan lendutan
yang lebih besar shg menghasilkan span yang konservatif.
Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

Untuk suatu kasus pipa lurus dianggap beam dengan beban uniform
dengan asumsi tumpuan sederhana (simply supported) pada kedua
ujung-pipa, maka persamaan menghitung SL adalah (Ref. 3)

0,4ZSh
baseonlimitation
of stress
w

(8.3)

E I
L
baseonlimitation
of deflection(8.4)
13,5 w
4

Kedua persamaan di atas dapat juga digunakan untuk kondisi


tumpuan pipa fixed-fixed pada kedua. Karena kedua rumus di atas
diturunkan sebagai nilai rata-rata dari kedua kasus tersebut.

Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

Keterangan :
L allowable
pipespan,feet
Z modulus
of pipesection
( cI ), in.3
Sh allowable
tensilestressfor thepipematerial
at
design
temperatur
, psi(known
ashotallowable
hot stress)
w totalweightof pipe,lb/ft
metalweight content
weight insulation
weight
allowable
deflection
or sag,in.
I areamoment
of inertiaof pipe,in.4
E modulus
of elasticity
of pipematerial
at design
temperatur
, psi.
(known
ashotmodulus
of elasticity
)
Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

Asumsi:
Sistem pipa adalah dalam keadaan statik, kecuali untuk

gerakan yang diakibatkan oleh perubahan temperatur.


Pengaruh pulsasi (pulsation), getaran, sway, atau
gempa tidak diperhitungkan.

Beban terkonsentrasi seperti katup tidak diperhitungkan


pada keempat persamaan tersebut.

Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

8.3. NATURAL FREQUENCY, NF


Hubungan natural frequency, fn [siklus/detik] sebagai fungsi dari defleksi
maksimum, [in.] dapat dituliskan sbb.

1
fn
2

g 3,12

(8.5)

dengan g = percepatan gravitasi = 386 in./det2 (=32,12 ft/det2).


NF beam sederhana dengan defleksi maksimum (sag) sebesar 1 in.
sama dengan 3,12 cps (cycle/sec).
Salah satu alasan melakukan pembatasan defleksi pada sistem pipa
adalah untuk menaikkan NF sehingga fenomena resonansi dapat
dihindarkan.

Untuk kebanyakan pipa refinery, NF sebesar 4 cps sudah cukup untuk


menghindarkan resonansi dalam jaringan pipa non-pulsating.
Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

NF yang dihitung dari rumus (8.5) memberikan nilai yang lebih rendah
dari kenyataannya, karena
1) Rumus tsb. mengabaikan efek ends moment. Efek momen ujung
dapat menaikkan NF sebesar 15%,
2) Critical span yang dibatasi tegangan umumnya jarang tercapai,

3) Berat pipa yang diasumsikan sering lebih besar dari nilai aktual.
Dengan menghubungkan besaran NF dan limitasi defleksi, maka span
maksimum dapat dihitung sebagai nilai yang lebih kecil yang diperoleh
dari persamaan (8.3) dan (8.4).
Span yang diperoleh di atas kemudian dikalikan span reduction factor,
f . Pada Gb. 8.1 diberikan berbagai susunan konfigurasi pipa dan
pada tabel 8.1 diberikan span reduction factor. Seperti dapat dilihat
pada tabel 8.1 span reduction factor adalah lebih kecil 1,0.
Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

Gb. 8.1 Berbagai susunan konfigurasi pipa


Pipe Stress Analysis

Chapter VIII

Table 8.1 Span reduction factor f for valve location (using eq. 8.8)

Wc

w (a b )


0.05

0.1

0.15

a
L

0.2

0.25

0.3

0.4

0.5

0.10

0.97

0.95

0.94

0.93

0.92

0.92

0.92

0.93

0.20

0.95

0.92

0.89

0.87

0.86

0.86

0.86

0.88

0.50

0.93

0.82

0.78

0.75

0.74

0.73

0.73

0.76

0.75

0.845

0.76

0.71

0.68

0.655

0.655

0.66

0.68

1.00

0.81

0.71

0.66

0.63

0.61

0.6

0.61

0.63

1.25

0.776

0.67

0.615

0.585

0.565

0.56

0.565

0.54

1.50

0.74

0.64

0.58

0.55

0.53

0.52

0.53

0.55

1.75

0.715

0.605

0.555

0.525

0.505

0.495

0.495

0.525

2.00

0.69

0.58

0.53

0.5

0.48

0.47

0.47

0.5

2.50

0.65

0.54

0.49

0.45

0.44

0.43

0.43

0.46

4.00

0.56

0.45

0.4

0.37

0.36

0.35

0.36

0.38

5.00

0.52

0.41

0.37

0.34

0.33

0.32

0.32

0.34

Pipe Stress Analysis

10

Chapter VIII

Dengan mengasumsikan pipa adalah ditumpu sederhana pad kedua


ujungnya dan valve diletakkan pada tengah jarak tumpuan (case 6
pada Gb. 8.1, a=b=L/2), dapat diturunkan persamaan sbb.

1,5wL2 3Wc L
Tegangan bending
Z
22,5wL4 36Wc L3
Defleksi
EI

(8.6)

(8.7)

dengan Wc = beban terkonsentrasi seperti valve (dalam pounds)

Persamaan (8.6) dan (8.7) dapat digunakan untuk menghitung


tegangan bending dan defleksi jika span pipa diketahui atau
diasumsikan diketahui.

Pipe Stress Analysis

11

Chapter VIII

Untuk menghitung allowable span pipa dengan berat terkonsentrasi


yang umum (case 6 pada Gb. 8.1), span reduction factor, f dapt
digunakan.
Untuk kasus beam dengan tumpuan ujung dijepit (fixed ends), span
reduction factor diperoleh dengan rumus (Ref. 4)

f '

12

(
1

dengan

Wc
;
w (a b )

1
2

(8.8)

a
b

Pada Tabel 8.1 diberikan nilai span reduction factor, f untuk berbagai
nilai dan .

Pipe Stress Analysis

12

Chapter VIII

8.4. DRAINAGE
Pada instalasi sistem pipa sering diperlukan adanya drainage akibat

gravitasi (lebih disukai pada arah normal aliran). Untuk maksud ini,
setiap span harus di-pitch sedemikian sehingga sisi keluar (outlet)
lebih rendah dari defleksi (sag) maksimum pipa.
Pitch dari span pipa didefinisikan sebagai rasio antara beda
ketinggian (drop in elevation) dengan panjang span. Besaran ini juga
disebut gradien rata-rata yang dinyatakan dalam inch per foot, sbb.

drop in elevation in.


Gradien rata rata, G
ft
length of span

(8.9)

Syarat untuk memperoleh drainage yang baik adalah


Gradien rata rata, G

4(defleksi maksimum)
length of span
Pipe Stress Analysis

(8.10)
13

Chapter VIII

Dalam menghitung modulus penampang Z dan momen inersia penampang


I, maka corrosion allowance dapat dimasukkan, sehingga menghasilkan
span yang sedikit lebih panjang.
Pada tabel 8.2 diberikan material untuk isolasi pipe (mass-type) yang umum
digunakan. Tipe material yang lain dikenal sebagai reflective-type dan
digunakan di dalam bangunan reaktor pusat pembangkit nuklir.
Untuk memberikan ilustrasi terhadap penggunaan persamaan-persamaan
sebelumnya akan dibahas contah soal sbb.

Table 8.2 Common pipe insulation materials (mass type)

Pipe Insulation Type

Density (lb/ft3)

Calcium silicate

12.25

Foam Glass

8.25

Polyurethane

2.00

Fiber glass

3.25

Polystyrene

2.00
Pipe Stress Analysis

14

Chapter VIII

Contoh 1 :
Hitunglah allowable span untuk pipa 10 in. dengan ketebalan standard
dan beroperasi pada 400oF. Material pipa adalah baja karbon A106
Grade B. Pipa berisi crude oil dengan specifi gravity (Sg) = 1,2 dan
dengan isolasi dari material calcium silicate setebal 2 in. dan density
sebesar 11 lb/ft3. Metal weight, content weight, and insulation weight
juga dapat diperoleh dari standard lain. Asumsikan bahwa defleksi
maksimum yang diijinkan adalah 5/8 in.
Jawab :
Dari standard pipa untuk pipa 10 in. (Std.) diperoleh besaran sbb.
OD=10,750 in.; ID=10,02 in.; Z=29,9 in.3; I=161 in.4; A=11,9 in.2
Pipe self weight, wp=40,5 lb/ft = self weight of pipe.
Fluid/content weight, wf = 1,2 x 34,1 lb/ft = 40,92 lb/ft
Sh = 22.900 psi (untuk baja karbon A106 Grade B pada 400oF
(menurut code B31.3).
Pipe Stress Analysis

15

Chapter VIII

Perhitungan insulation weight, wi

2
2
wi

OD

ins

OD (density )

14,75

11
10,752 3 0,51 lb 6,12 lb
in
ft
12

Berat total pipa, w

w w p w f w i 40,5 40,92 6,12 87,54 lb

ft

Memakai pers. 8.3 (based on limitations of stress) diperoleh span L :

0,4ZSh
0,4(29,9)(22.900)

55,93 ft
w
87,54

Memakai pers. 8.4 (based on limitations of allowable deflection :


6
5
EI
8 ( 27 10 )(161)
L4
4
38,94 ft
13,5w
13,5(87,54)

Jadi panjang span, L = Min (55,93; 38,94) = 38,94 ft.


Pipe Stress Analysis

16

Chapter VIII

Table of Span
Untuk memberikan satu referensi tentang nilai span, pada
Tabel 8.3a. dan 8.3b diberikan beberapa nilai span untuk
suatu kasus dengan asumsi sbb.
1. Material pipa adalah baja karbon A53 Grade A. Tabel 8.3a
berlaku secara konservatif untuk jenis baja yang lain.
2. Range temperatur adalah nol s/d 650oF. Pada 650oF, Sh=12 ksi.
Modulus elastisitas, Eh=25,2 x 106 psi (dari piping code)
3. Sp. gravity fluida adalah 1.0 (water)
4. Density dari isolasi adalah 11 lb/ft3
Tebal isolasi adalah 1,5 in. untuk pipa 1-4 in.
2.0 in. untuk pipa 6-14 in.
2,5 in. untuk pipa 16-26 in.
Pipe Stress Analysis

17

Chapter VIII

5. Pipa diasumsikan sebagai beam horisontal, ditumpu di kedua


ujungnya, menerima beban uniform yang sama dengan jumlah
berat pipa, berat fluida (water) dan berat isolasi.
6. Defleksi statik maksimum adalah 1.0 in. dan frekuensi natural
adalah 3,12 cps.
7. Tegangan bending maksimum = allowable weight stress =
setengah allowable hot stress, Sh.

Untuk nilai allowable stress, defleksi, dan frekuensi natural


yang lainnya, nilai span pada tabel 8.3a perlu dikalikan
dengan span calculation factor C1, C2, dan C3 seperti
diberikan pada tabel 8.3b.

Pipe Stress Analysis

18

Chapter VIII

Table 8.3a Maximum span of horizontal pipe lines (ft)


(select smaller of L and L)a
Pipe Size (in.)

Schedule 10

Schedule 20

Schedule 30

Standard

Schedule 40

Schedule 60

1.5

10

12

14

16

18

20

24

13

15

17

20

22

25

29

30

32

37

38

39

39

41

13

16

18

21

24

28

31

34

37

41

42

44

46

48

33

35

36

39

41

42

45

47

33

37

39

42

44

46

49

52

34

37

39

42

43

46

49

52

34

38

41

43

45

48

51

55

13

16

18

23

26

31

35

38

41

42

43

44

45

47

13

16

18

23

26

31

35

38

41

43

45

47

49

52

13

16

18

23

26

31

35

38

41

43

46

49

51

56

13

16

18

23

26

31

35

38

42

44

45

50

52

57

36

40

43

46

49

52

55

60

35

39

43

45

48

51

54

59

aSpan

L was calculated using eg. 8.1, with limiting bending stress of Sh divided by 2
Span L was calculated using eg. 8.2, with limiting static deflection of 1 in.

Pipe Stress Analysis

19

Chapter VIII

Table 8.3a Maximum span of horizontal pipe lines (ft) (cont)


(select smaller of L and L)a
Pipe Size (in.)

Extra Strong

Schedule 80

Schedule 100

Schedule 120

Schedule 140

Schedule 160

1.5

10

12

14

16

18

20

24

13

17

19

24

27

33

37

41

43

44

46

48

49

51

13

17

19

23

26

32

36

40

43

44

46

49

51

54

13

17

19

24

27

33

37

42

46

48

52

55

58

63

13

17

19

23

26

32

36

40

44

46

50

52

55

61

38

43

47

49

53

56

59

65

37

41

45

47

50

53

56

61

28

34

39

44

48

51

54

57

61

67

27

32

37

41

45

47

51

54

57

62

28

34

40

44

49

51

54

58

61

67

27

33

37

42

45

48

51

54

57

62

13

17

20

25

29

35

40

45

49

51

55

58

62

68

13

17

19

23

27

33

37

42

45

48

51

54

57

63

aSpan

L was calculated using eg. 8.1, with limiting bending stress of Sh divided by 2
Span L was calculated using eg. 8.2, with limiting static deflection of 1 in.

Pipe Stress Analysis

20

Chapter VIII

Table 8.3b Calculation factors (C1, C2, and C3) for Spansa
If the allowable stress
Sh is

Multiply the span L


By C1 =
If the allowable
deflection (in).is

Multiply by the span L


by C2 is
If the minimum
allowable freq. fn is

Multiply the span L


By C3 =

2,000

4,000

6,000

8,000

10,000

12,000

14,000

16,000

18,000

20,000

0.408

0.577

0.707

0.816

0.913

1.000

1.080

1.155

1.225

1.291

1/8

3/8

5/8

7/8

0.595

0.707

0.782

0.841

0.883

0.930

0.967

1.000

1.057

1.106

3.12

10

15

20

1.000

0.883

0.790

0.720

0.668

0.625

0.589

0.559

0.456

0.395

aSpan

L was calculated using eg. 8.1, with limiting bending stress of Sh divided by 2
Span L was calculated using eg. 8.2, with limiting static deflection of 1 in.

Pipe Stress Analysis

21

Chapter VIII

Ketentuan penggunaan Tabel 8.3b adalah


1. Untuk setiap allowable stress, Sh yang lain, maksimum span
adalah C1L, dengan C1=(Sh/12000)1/2.
2. Untuk defleksi selain dari 1 in., maksimum span adalah C2L,
dengan C2 = (/L)1/4.
3. Untuk frekuensi natural f selain dari 3,12 cps, maksimum
span adalah C3L, dengan C3 = (3,12 /f)1/2.

Calculation factor diberikan pada Table 8.3b untuk


beberapa nilai Sh dan f.
Calculation factor ini hendaknya dibedakan dengan span
reduction factors, f yang diberikan pada Gb. 8.1

Pipe Stress Analysis

22

Chapter VIII

Contoh penggunaan Tabel 8.3a dan 8.3b.


1. Dengan menggunakan Tabel 8.3a, hitung span maksimum yang
diijinkan untuk pipa 14 in. sch 40. (asumsikan Sh=12000 psi,
defleksi=1 in. dan f=3,12 cps.
Span L, jika memperhatikan tegangan fari Table 8.3a = 43 ft.
Span L, jika memperhatikan defleksi dari Table 8.3a = 44 ft.
Jadi L = Min (43; 44) = 43 ft.
2. Hitung span maksimum jika Sh=10000 psi.
Dari Tabel 8.3b, diperoleh calculation factor, C1 = 0,913, sehingga
span = 0,913 (43 ft) = 39,2 ft.

3. Hitung span maksimum jika defeleksi = in.


Dari Tabel 8.3b, diperoleh calculation factor, C2= 0,841, sehingga
span = 0,841 (44 ft) = 37,0 ft.
4. Hitung span maksimum jika frekuensi, f = 8 cps.
Dari Tabel 8.3b, diperoleh calculation factor, C3= 0,625, sehingga
span = 0,625 (44 ft) = 27,5 ft.
Pipe Stress Analysis

23

Chapter VIII

8.5. DYNAMIC LOADING


Perhitungan allowable span untuk kasus beban dinamik
tidak sesederhana seperti kasus statik. Salah satu formula
konservatif untuk menghitung jarak tumpuan (restraint
spacing) diberikan oleh rumus (Ref. 5)

Sh Z
L 2,19
12Kw

(8.11)

dengan K = koefisien seismik yang tergantung pada


puncak dari floor response spectra (multiple of
acceleration, G)
Pipe Stress Analysis

24

Chapter VIII

Kriteria defleksi dinamik (Ref. 4) dapat digunakan untuk


menghitung allowable span untuk beban dinamik. Untuk
kasus simply supported single span beam, defleksi
maksimum dengan mengambil satu mode saja diberikan
oleh rumus

4m L4
Maximum 5
Aan
EI

(8.12)

yang mana :
m massa pipa, lb/ft
E modulus elastisita s bahan pipa, psi
I

momen inersia penampang pipa, in.4

Aan percepatan gempa pada pipa, ft/sec 2


Pipe Stress Analysis

25

Chapter VIII

8.6. GUIDE SPACING FOR WIND LOADING


Jarak tumpuan pengarah (guides spacing) maksimum untuk
pipa vertikal diberikan pada Tabel 8.4.

Tabel 8.5 memberikan jarak tumpuan (support spacing or


span) yang dianjurkan oleh ASME Nuclear Code, Section III,
Division 1, Subsection NF-3133.1-1

Pipe Stress Analysis

26

Chapter VIII

Table 8.4 Maximum Spacing of Guides

Nominal Pipe Size (in.)

Guide Spacing (ft)

22

1.5

23

24

27

29

33

37

10

41

12

45

14

47

16

50

18

53

20

56

24

60

Notes :
1.

Guides should be kept about 40 pipe


diameters clear of corner or loops.

2.

Use of pipe guides on hot lines must be


investigated to assure that no higher forces or
stresses are transmitted to piping system due
to the location of the guide.

3.

Calculation of wind loads on pipes is given in


reference 6.

Pipe Stress Analysis

27

Chapter VIII

Table 8.5 Suggested pipe support spacing

Nominal
Pipe Size
(in.)

Suggested Maximum Span (ft)


Water
Service

Steam, Gas, or
air Service

10

13

12

15

14

17

17

21

19

24

12

23

30

16

27

35

20

30

39

24

32

42

Notes :
1.

Suggested maximum spacing between


pipe supports for horizontal straight runs
of standard and heavier pipe at maximum
operating temperature of 750oF.

2.

Does not apply where span calculations


are made or where there are concentrated
loads between supports such as flanges,
valves, and specialties.

3.

The spacing is based on a maximum


combined bending and shear stress of
1500 psi and insulated pipe filled with
water or the equivalent weight of steel pip
for steam, gas, or air service and the pitch
of the line is such that a sag of 0.1 in.
between supports is permissible.

Pipe Stress Analysis

28

Chapter VIII

8.7. DESIGN RULES FOR PIPE SUPPORTS


Tumpuan pada sistem pipa dengan sumbu longitudinal yang
mendekati posisi horisontal harus diatur jaraknya untuk
mencegah terjadinya tegangan geser berlebih akibat dari
defleksi (sag) dan momen lentur karena adanya konfigurasi
beban yang khusus, misalnya beban terkonsentrasi akibat
adanya katup, flens, dsb.
Jarak maksimum tumpuan yang disarankan oleh ASME
Code untuk pipa standard dan yang lebih berat diberikan
pada Tabel 8.5

Pipe Stress Analysis

29

Chapter VIII

Reference :
1.

Sam Kannappan, P.E., Introduction to Pipe Stress Analysis, John Wiley &
Sons, 1986.

2.

Barc W. et al., Pipe Supports for Industrial Piping Systems, Procon Inc.,
1963.

3.

Fluor Design Guide and Q. Truong Seminar on Piping Systems, A&M


University, Texas

4.

Niyogi, B. K., Simplified Seismic Analysis Methods for Small Pipe, ASME 78PVP-43.

5.

Stevenson et al., Seismic Design of Small Diameter Pipe and Tubing for
Nuclear Power Plants, Paper #314, Fifth World Conference of Earthquake
Engineering, Rome, 1973.

6.

ANSI standard A58.1, Wind Loads for Building and Other Structures

Pipe Stress Analysis

30

Chapter VIII

TERIMA KASIH
Pipe Stress Analysis

31