You are on page 1of 2

ABSTRAK

Pengadukan (agitation) merupakan operasi yang menimbulkan gerakan pada


suatu bahan (fluida) di dalam sebuah tangki, sehingga membentuk pola sirkulasi.
Tujuan praktikum tangki berpengaduk adalah mempelajari korelasi antara
parameter-parameter dalam sebuah proses pengadukan, seperti jenis pengaduk,
penggunaan sekat dalam tangki dan pola aliran yang terjadi, serta kebutuhan
daya dalam proses pengadukan dan pencampuran dalam tangki berpengaduk.
Praktikum menggunakan fluida berupa air yang diaduk menggunakan satu set
alat pengaduk yang menggunakan impeller, yaitu paddle, propeller dan turbin
serta menggunakan sekat dan tanpa sekat. Pola aliran yang terjadi untuk
impeller tipe propeller adalah aksial, untuk impeller jenis paddle adalah radial,
dan untuk impeller jenis turbin adalah tangensial. Hasil percobaan didapat
kebutuhan daya pengaduk jenis propeller dan turbin. Untuk impeller propeller
pada fluida air dan CMC tidak terjadi perubahan daya baik pada tangki yang
menggunakan sekat maupun yang tidak bersekat. Tetapi terjadi perubahan daya
pada impeller turbin. Untuk fluida air dengan menggunakan sekat terjadi
perubahan daya pada laju putaran 18,32 rad/detik dengan besar daya 0,5038
watt, sedangkan pada tangki tidak bersekat terjadi perubahan daya pada laju
putaran 41,87 rad/detik dengan besar daya 0,230285 watt. Untuk impeller turbin
pada fluida CMC dengan menggunakan sekat terjadi perubahan daya pada laju
putaran 13,08 rad/detik dengan besar daya 0,07194 watt, sedangkan untuk tangki
tanpa menggunakan sekat terjadi perubahan daya pada laju putaran 36,63
rad/detik dengan besar daya 0,201465 watt. Daya yang dibutuhkan untuk
menggerakkan impeller pada sistem berpenyekat lebih besar dari pada sistem
tanpa penyekat. Dimana pada impeller turbin bersekat pada larutan CMC daya
yang dibutuhkan sebesar 7,138835 Watt sedangkan untuk impeller tanpa sekat
memiliki daya 0,5757125 Watt. Besarnya daya bergantung pada bentuk impeller,
kecepatan putar, dan sifat fisis fluida. Penggunaan sekat dan tanpa sekat juga
akan mempengaruhi pola aliran yang terbentuk dan daya yang dibutuhkan.
Kata kunci: Daya, fluida, impeller, pengadukan, pola aliran

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
1.

Pola aliran yang dihasilkan pada pengaduk propeller, paddle dan turbin baik
yang bersekat maupun tidak berturut-turut adalah aksial, radial dan

2.
3.

tangensial.
Tidak terjadi perubahan daya pada pengaduk jenis propeller.
Untuk fluida air pada pengaduk jenis turbin dengan menggunakan sekat
terjadi perubahan daya pada laju putaran 23,55 rad/detik dengan besar daya
10,70 watt, sedangkan pada tangki tidak bersekat terjadi perubahan daya pada

4.

laju putaran 36,63 rad/detik dengan besar daya 0,2015 watt.


Untuk impeller turbin pada fluida CMC dengan menggunakan sekat terjadi
perubahan daya pada laju putaran 20,93 rad/detik dengan besar daya 0,115
watt, sedangkan untuk tangki tanpa menggunakan sekat terjadi perubahan

5.

daya pada laju putaran 34,02 rad/detik dengan besar daya 0,187 watt.
Daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan impeller pada sistem
berpenyekat lebih besar dari pada sistem tanpa penyekat. Dimana pada
impeller turbin bersekat pada larutan CMC daya yang dibutuhkan sebesar

6.

7,5988 Watt sedangkan untuk impeller tanpa sekat memiliki daya 1,612 Watt.
Kecepatan pengaduk, sekat, jenis impeller dan jenis fluida merupakan faktorfaktor yang dapat mempengaruhi daya yang diperlukan dalam operasi
pengadukan.

4.2 Saran
1. Pada praktikum ini diharapkan kepada praktikan untuk berhati-hati dalam
melakukan bongkar pasang impeller dan sekat, karena tangki di letakkan di
tempat yang cukup tinggi.