You are on page 1of 6

Anatomi dan fisiologi Hati

Hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh, yang terletak di bagian teraratas dalam
rongga abdomen sebelah kanan di bawah diafragma. Hati secara luas dilindungi iga-iga.
(Pearce, 2011)
Hati adalah organ intestinal dengan berat antara 1,2-1,8 kg atau lebih 25% berat badan
orang dewasa dan merupakan pusat metabolisme tubuh dengan fungsi sangat kompleks yang
menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen. (Budiono, 2012)
Hati terbagi dalam dua belahan utama, kanan dan kiri. Permukaan atas berbentuk
cembung dan terletak di bawah diafragma; permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan
lekukan, fisura transversus. Permukaannya dilintasi berbagai pembuluh darah yang masukkeluar hati. Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri di permukaan bawah
sedangkan ligamen falsiformis melakukan hal yang sama di permukaan atas hati. Selanjutnya
hati dibagi-bagi dalam empat belahan (kanan, kiri, kaudata, dan kuadrata). Dan setiap belahan
atau lobus terdiri atas lobulus. Lobulus ini berbentuk polihedral (segibanyak) dan terdiri atas
sel hati berbentuk kubus, dan cabang-cabang pembuluh darah diikat bersama oleh jaringan

hati. Hati mempunyai dua jenis persediaan darah, yaitu yang datang melalui arteri hepatika
dan yang melalui vena porta. (Pearce, 2011)

Menurut dr. Setiadi Budiono, 2012. Hati adalah organ terbesar dan terpenting di
dalam tubuh. Organ ini penting untuk sekresi empedu, namun juga memiliki fungsi lain
antara lain:
1. Metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein setelah penyerapan dari saluran
pencernaan.
2. Detoksifikasi atau degradasi zat sisa dan hormon serta obat dan senyawa asing
lainnya.
3. Sintesis berbagai macam protein plasma mencakup untuk pembekuan darah
dan untuk mengangkut hormon tiroid, steroid, dan kolesterol.
4. Penyimpanan glikogen, lemak, besi, tembaga, dan banyak vitamin.
5. Pengaktifan vitamin D yang dilaksanakan oleh hati dan ginjal.
6. Pengeluaran bakteri dan sel darah merah yang sudah rusak.
7. Ekskresi kolesterol dan bilirubin.

Hati tersusun menjadi unit-unit fungsional yang dikenal sebagai lobulus yaitu susunan
heksagonal jaringan yang mengelilingi sebuah vena sentral. Hati memiliki bagian terkecil
yang melakukan tugas diatas disebut sel hati (hepatosit), sel-sel epithelial sitem empedu
dalam jumlah yang bermakna dan sel-sel parenkimal yang termasuk di dalamnya endotolium,
sel kupffer dan sel stella yang terbentuk seperti bintang. Tugas aktifitas fagositik langsung
dengan darah dari dua sumber. Darah vena yang langsung datang dari saluran pencernaan dan
darah arteri yang datang dari aorta. Darah dari cabang-cabang arteri hepatika dan vena porta
mengalir dari perifer lobulus ke dalam ruang kapiler yang melebar disebut sinusoid.
Darah vena memasuki hati melalui hubungan vaskuler yang khas dan kompleks yang
dikenal sebagai sistem porta hati. Vena yang mengalir dari saluran cerna tidak secara
langsung menyatu pada vena cava inferior akan tetapi vena dari lambung dan usus terlebih
dahulu memasuki sistem vena porta. Pada sistem ini produk-produk yang diserap dari saluran
cerna untuk diolah, disimpan, dan didetoksifikasi sebelum produk-produk tersebut kembali ke
sirkulasi besar. (Budiono, 2012)

DAFTAR PUSTAKA
Budiono, S. (2012). Anatomi Tubuh Manusia. Bekasi: Laskar Aksara.
Pearce, E. (2011). Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka
Utama.

GAMBAR SIROSIS HEPATIS