You are on page 1of 7

KEMITRAAN DALAM AGRIBISNIS

Kemitraan merupakan jalinan kerjasama antara berbagai


pelaku agribisnis, mulai dari tingkat produksi sampai
dengan tingkat pemasaran (Elizabeth, 2008).
Menurut Hafsah (1999) Kemitraaan merupaka suatu
strategi bisnis yang dilakukan oleh dua belah pihak atau
lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih
keuntungan bersama dengan prinsip saling
menguntungkan dan membesarkan.
Menurut UU No. 9 Tahun 1995 dan PP No 44 tahun 1997,
kemitraan adalah kerjasama usaha antar usaha kecil
dengan usaha menengah atau dengan usaha besar
disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha
menengah atau usaha besar dengan memperhatikan
prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan
saling menguntungkan

a.

b.

c.

Azaz kemitraan: persamaan, kedudukan,


keselarasan, dan peningkatan keterampilan
kelompok mitra oleh perusahaan mitra melalui
perwujudan sinergi kemitraan yang:
Saling memerlukan dalam arti perusahaan mitra
memerlukan pasokan bahan baku dan kelompok
mitra memerlukan penampungan hasil dan
bimbingan.
Saling memperkuat dalam arti baik kelompok mitra
maupun perusahaan mitra sama-sama
memperhatikan tanggung jawab moral dan etika
bisnis
Saling menguntungkan, baik kelompok mitra
maupun perusahaan mitra memperoleh peningkatan
pendapatan, dan kesinambungan usaha

Dasar kemitraan: adanya kebutuhan yang


dirasakan oleh pihak yang akan bermitra, adanya
persoalan internal dan eksternal yang dihadapi
dalam mengembangkan agribisnis dan kegiatan
yang dilaksanakan akan memberikan manfaat
yang nyata bagi pihak yang bermitra.
Adanya perbedaan dalam penguasaan sumber
daya (lahan dan modal) antara masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Adanya perbedaan hubungan biaya per satuan
output dengan skala usaha pada masing-masing
subsistem agribisnis


1.

2.

3.

4.

Unsur-unsur kemitraan:
Kerjasama usaha; didasari oleh kesejajaran kedudukan
dan derajat yang sama bagi kedua belah pihak yang
bermitra
Usaha besar atau menengah dapat bekerjasama yang
saling menguntungkan dengan pelaku ekonomi lain
yaitu usaha kecil untuk mencapai kesejahteraan
bersama
Pembinaan dan pengembangan oleh usaha besar atau
menengah terhadap usaha kecil berupa pembinaan
mutu produksi, peningkatan SDM dan sebagainya
Prinsip saling memerlukan, memperkuat, dan
menguntungkan yang akan terjalin karea para mitra
akan mengenal keunggulan dan kelemahan masingmasing mitra


1.

2.

3.

Tujuan Kemitraan
Mengembangkan pembangunan yang mandiri
dan berkelanjutan dengan landasan dan struktur
perekonomian yang tangguh dan berkeadilan
dengan ekonomi rakyat sebagai tulang
punggung utama.
Meningkatkan pendapatan usaha kecil dan
masyarakat, meningkatkan nilai tambah dan
pemberdayaan masyarakat dari usaha kecil
Menjalin kerjasama yang harmonis antara usaha
besar dan usaha kecil dan diperoleh manfaat
dalam bentuk transfer teknologi, distribusi, dan
kepemilikan


1.

2.

3.

Pola Kemitraan
Pola Inti Plasma; hubungan antara usaha kecil dan
menengah atau usaha besar dimana dalam hal ini usaha
kecil adalah sebagai plasma sedangkan usaha besar atau
menengah sebagai inti membina dan mengembangkan
usaha kecil yang menjadi plasmanya.
Pola sub kontrak; hubungan kemitraan antara usaha besar
dengan usaha kecil yang didalamnya usaha kecil
memproduksi komponen-komponen yang dibutuhkan oleh
usaha besar atau menengah sebagai bagian dari
produksinya.
Pola dagang umum; hubungan kemitraan antara usaha
kecil dengan usaha menengah atau usaha besar yang di
dalamnya usaha menengag atau usaha besar
mememasarkan hasil produksi usaha kecil atau usaha
kecil memasok kebutuhan yang diperlukan oleh usaha
besar atau menengah

4.

5.

6.

Pola waralaba; hubungan kemitraan dimana


pemberi waralaba memberikan hak penggunaan
lisensim merk dagang, dan saluran distribusi
usahanya kepada penerima waralaba dengan
bantuan bimbingan manajemen.
Pola keagenan; hubungan kemitraan yang
didalamnya usaha kecil diberikan hak khusus
untuk memasarkan barang dan jasa yang
diproduksi oleh usaha besar atau menengah.
Pola kerja sama operasi; perjanjian antara dua
pihak dimana masing-masing sepakat untuk
melakukan suatu usaha bersama dengan
menggunakan aset dan atau hak usaha yang
dimiliki secara bersama menanggung resiko
usaha tersebut