You are on page 1of 3

Nama: ANISA

Kelas : XI-IPS4
Berikut ini adalah pengertian dan definisi lingkungan hidup
menurut para ahli:
1.PROF DR. IR. OTTO SOEMARWOTO

Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang
yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita
2. S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF

Lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika
yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan
reproduksi organisme
3. MICHAEL ALLABY

Lingkungan hidup diartikan sebagai: the physical, chemical and biotic condition
surrounding and organism.
4.PROF. DR. ST. MUNADJAT DANUSAPUTRO, SH

Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia
dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan
mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
5. SRI HAYATI

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk
hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya
6.JONNY PURBA

Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya


bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya
dengan simbol dan nilai

1.Kumpulan yang kurang menyenangkan adalah orang-orang yang antri tiket


dan sebagainya.
Lady Gaga akan menggelar konser di Jakarta pada 3 Juni 2012. Kedatangan Lady Gaga ke
Indonesia hanya satu dari serangkaian kegiatannya di Benua Asia. Untuk konser bertajuk The
Born This Way Ball ini, penyanyi asal Amerika itu diurus oleh promotor Big Daddy, yang
sebelumnya sudah mendatangkan Linkin Park dan Roxette ke Jakarta.
Meski perhelatan akbar baru dieksekusi Juni mendatang, penjualan tiket sudah mulai dibuka hari
ini, Sabtu 10 Maret 2012. Guna mengakomodasi kebutuhan tiket calon penonton, Big Daddy
membuka loket pada tiga kota: Jakarta di FX Senayan; Surabaya di My Ticket Outlet dan Grand
City; serta Bandung di Jalan Junjuan Dalam No. 11.
Di Jakarta, penjualan tiket dilakukan sejak pukul 10.00.Tapi nyatanya pelataran FX sudah dibanjiri
calon pembeli tiket sejak dini hari tadi, tepatnya sekitar pukul 02.00. Entah karena mereka tidak
sabaran atau takut kehabisan tiket, namun mereka rela menginap di ruang terbuka untuk Lady Gaga.

2 Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (panic crowds) :


Merupakan orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu
bahaya, misalnya lari karena ada gempa.

Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) yang berpusat di Aceh juga membuat masyarakat di
Medan berhamburan keluar rumah. Selain itu, pegawai di kantor pemerintahan, karyawan hotel
maupun pengunjung di pusat perbelanjaan, memilih keluar dari dalam gedung. Mereka melakukan
ini karena mengkhawatirkan gempa yang dirasakan sangat kuat itu membuat gedung maupun rumah
masyarakat rubuh. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut.
Rabu sore, situasi di Jl S Parman Medan mengalami kemacetan akibat karyawan maupun
pengunjung di Grand Swiss - Belhotel, salah satu hotel maupun pusat perbelanjaan di kawasan itu,
memadati jalan tersebut. Sebagian pengunjung keluar dari dalam gedung karena merasakan getaran
yang sangat kuat. Ada yang turun dari lantai atas dengan menggunakan jalur tangga darurat.
Kondisi ini juga terdapat di kawasan Jl Perintis Kemerdekaan Medan.

3. Kerumunan Demonstran (acting mobs).


Kerumunan-kerumunan semacam ini bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan
mempergunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat.
Seperti yang telah diramalkan oleh berbagai media, iklim perpolitikan hari itu pun kian memanas
oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa. Rencananya mereka akan menggelar
demo besar-besaran atas kekecewaan terhadap pemerintah.Aku pun tak mau melewatkan momen
ini. Maka, meluncurlah aku ke lokasi utama yang rencananya akan disambangi oleh para
demonstran. Yaitu Istana Negara.
Benar saja, di situlah para masyarakat berkumpul, mencoba menyuarakan nasibnya kepada
pemerintah. Banyak cara yang dilakukan para demonstran, mulai dari membuka Pasar Lupa yang
berisikan para kerabat korban pelanggaran HAM, hingga aksi teatrikal mengenai kegagalan SBY
dalam memberi penghidupan yang layak untuk rakyatnya. Tak lupa mereka juga menggunakan
berbagai spanduk dan poster bikinan sendiri yang ertuliskan bermacam tuntutan.
Polisi ternyata habis kesabaran juga dalam menghadapi para demonstran, mereka pun

menyemprotkan gas air mata, yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Kemacetan karena aksi demonstrasi terjadi di beberapa ruas jalan, salah satunya di Jalan
Diponegoro, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Markas Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera),
disebabkan para demonsran terlibat bentrok dengan polisi.
Usai menyuarakan berbagai rasa kecewa mereka terhadap pemerintahan SBY-Boediono, para
demonstran pun pulang menggunakan transportasinya masing-masing. Yang tersisa hanyalah pagar
pengaman berduri yang telah porak poranda serta beberapa orang pemulung sampah.
Tuntutan serta teriakan para demonstran pun tampaknya menguap begitu saja seiring kepulangan
mereka. Mimpi para mahasiswa untuk dapat menggelar demo besar-besaran seperti saat Reformasi
1998, nampaknya memang masih menjadi mimpi.