You are on page 1of 1

Konjungtivitis Bakteri

Ningrat Maha Priatna Sari, Nyoman Swardyana, Putu Widya Anita Sari, Mega
Sidhiarta, Sammana Hafidz, Kewen Lupereira, IB Janantara Wirakusuma, IGA Made
Putri Hitasari, Putu Yuni Mentari, Indra Dwi Putra
Abstrak
Konjungtivitis merupakan peradangan yang terjadi pada konjungtiva, dan biasanya
ditandai dengan mata berwarna sangat merah. Konjungtivitis akibat bakteri atau
konjungtivitis bakteri adalah yang terbanyak ditemukan, dengan penyebab tersering
yaitu Staphylococcus, Pneumococcus, dan Haemophilus. Konjungtivitis bakteri tidak
hanya bersifat akut dan kronis, melainkan juga dapat bersifat subakut dan hiperakut,
salah satunya akibat dari infeksi Neisseria gonorrheae. Selain mata merah, yang
menjadi tanda khas adalah adanya eksudat atau sekret purulen yang berwarna
kekuningan, sehingga kelopak mata sulit dibuka. Gejala dan tanda lain juga dapat
muncul sesuai dengan bakteri penyebabnya.. Untuk pengobatan, antibiotik topikal
spektrum luas seperti polymyxin-trimetrhopin, dapat diberikan, sambil menunggu
hasil pemeriksaan penunjang laboratorium agar dapat diberikan terapi spesifik. Pada
konjungtivitis bakteri yang hiperakut, penanganan yang cepat dan tepat sangat
diperlukan agar tidak terjadi komplikasi yang serius pada mata.
keywords: konjungtivitis, konjungtivitis bakteri, polymyxin-trimetrhopin