You are on page 1of 12

Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur atau

bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan. Limbah padat berasal dari kegiatan
industri dan domestic (MAKALAH TENTANG LIMBAH PADAT Galih Pranowo Jurusan
Matematika Ilmu Komputer FAKULTAS SAINS TERAPAN INSTITUT SAINS &
TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA)
Limbah padat, yang lebih dikenal sebagai sampah. Bentuk fisiknya padat. Definisi
menurut UU No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan seharihari dan/atau proses
alam yang berbentuk padat. Contoh: sisa-sisa organisme, barang dari plastik, kaleng, botol,
dll.
Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti pabrik gula, pulp, kertas,
rayon, plywood, limbah nuklir, pengawetan buah, ikan, atau daging. Secara garis besar
limbah padat terdiri dari : (MAKALAH TENTANG LIMBAH PADAT Galih Pranowo
Jurusan Matematika Ilmu Komputer FAKULTAS SAINS TERAPAN INSTITUT SAINS
& TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA)
1) Limbah padat yang mudah terbakar.
2) Limbah padat yang sukar terbakar.
3) Limbah padat yang mudah membusuk.
4) Limbah yang dapat di daur ulang.
5) Limbah radioaktif.
6) Bongkaran bangunan.
7) Lumpur.
DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH PADAT
Limbah pasti akan berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada
pengolahan yang baik dan benar, dengan adanya limbah padat didalam linkungan hidup
maka dapat menimbulkan pencemaran seperti :
1. Timbulnya gas beracun, seperti asam sulfida (H2S), amoniak (NH3), methan
(CH4), C02 dan sebagainya. Gas ini akan timbul jika limbah padat ditimbun dan
membusuk dikarena adanya mikroorganisme. Adanya musim hujan dan kemarau,

terjadi proses pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana
aerob/anaerob.
2. Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara, dalam sampah yang ditumpuk, akan
terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3 dan methane yang jika melebihi NAB
(Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia. Gas H2S 50 ppm dapat
mengakibatkan mabuk dan pusing.
3. Penurunan kualitas air, karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam
perairan atau bersama-sama air limbah. Maka akan dapat menyebabkan air menjadi
keruh dan rasa dari air pun berubah.
4. Kerusakan permukaan tanah.
Dampak limbah secara umum di tinjau dari dampak terhadap kesehatan dan terhadap
lingkungan adalah sebgai berikut :
1. Dampak Terhadap Kesehatan
Dampaknya yaitu dapat menyebabkan atau menimbulkan panyakit. Potensi bahaya
kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
a) Penyakit diare dan tikus, penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah
dengan pengelolaan yang tidak tepat.
b) Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap.
2. Dampak Terhadap Lingkungan
Cairan dari limbah limbah yang masuk ke sungai akan mencemarkan airnya sehingga
mengandung virus-virus penyakit. Berbagai ikan dapat mati sehingga mungkin lama
kelamaan akan punah. Tidak jarang manusia juga mengkonsumsi atau menggunakan air
untuk kegiatan sehari-hari, sehingga menusia akan terkena dampak limbah baik secara
langsung maupun tidak langsung. Selain mencemari, air lingkungan juga menimbulkan
banjir karena banyak orang-orang yang membuang limbah rumah tanggake sungai,
sehingga pintu air mampet dan pada waktu musim hujan air tidak dapat mengalir dan air
naik menggenangi rumah-rumah penduduk, sehingga dapat meresahkan para penduduk.
PENGOLAHAN LIMBAH PADAT
Pengolahan limbah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya
dapat menjadikan limbah tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan ataupun
kesehatan. Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dapat dibagi menjadi dua cara yaitu
pengolahan limbah padat tanpa pengolahan dan pengolahan limbah padat dengan
pengolahan.

Limbah padat tanpa pengolahan : Limbah padat yang tidak mengandung unsur
kimia yang beracun dan berbahaya dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagai TPA
(Tempat Pembuangan Akhir). Limbah padat dengan pengolahan :
Limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya harus diolah
terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat tertentu. Pengolahan limbah juga dapat
dilakukan dengan cara-cara yang sedehana lainnya misalnya, dengan cara mendaur ulang,
Dijual kepasar loakatau tukang rongsokan yang biasa lewat di depan rumah rumah. Cara
ini bisa menjadikan limbah atau sampah yang semula bukan apa-apa sehingga bisa
menjadi barang yang ekonomis dan bisa menghasilkan uang. Dapat juga dijual kepada
tetangga kita yang menjadi tukang loak ataupun pemulung. Barang-barang yang dapat
dijual antara lain kertas-kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban bekas,
radio tua, TV tua dan sepeda yang usang.
Dapat juga dengan cara pembakaran. Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk
dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara
membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak
tanah lalu dinyalakan apinya. Kelebihan cara membakar ini adalah mudah dan tidak
membutuhkan usaha keras, membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dan dapat
digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap air panas, listrik dan
pencairan logam.
Faktor faktor yang perlu kita perhatikan sebelum kita mengolah limbah padat
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Jumlah Limbah
Sedikit dapat dengan mudah kita tangani sendiri. Banyak dapat membutuhkan
penanganan khusus tempat dan sarana pembuangan.
2. Sifat fisik dan kimia limbah
Sifat fisik mempengaruhi pilihan tempat pembuangan, sarana penggankutan
dan pilihan pengolahannya. Sifat kimia dari limbah padat akan merusak dan
mencemari lingkungan dengan cara membentuk senyawa-senyawa baru.
3. Kemungkinan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Karena lingkungan ada yang peka atau tidak peka terhadap pencemaran,
maka perlu kita perhatikan tempat pembuangan akhir (TPA), unsur yang akan
terkena, dan tingkat pencemaran yang akan timbul.
4. Tujuan akhir dari pengolahan
Terdapat tujuan akhir dari pengolahan yaitu bersifat ekonomis dan bersifat

non-ekonomis. Tujuan pengolahan yang bersifat ekonomis adalah dengan


meningkatkan efisiensi pabrik secara menyeluruh dan mengambil kembali
bahan yang masih berguna untuk di daur ulang atau di manfaat lain.
Sedangkan tujuan pengolahan yang bersifat non-ekonomis adalah untuk
mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
PROSES PENGOLAHAN LIMBAH PADAT
Dalam memproses pengolahan limbah padat terdapat empat proses yaitu
pemisahan, penyusunan ukuran, pengomposan, dan pembuangan limbah.
1. Pemisahan
Karena limbah padat terdiri dari ukuran yang berbedan dan kandungan bahan
yang berbeda juga maka harus dipisahkan terlebih dahulu, supaya peralatan
pengolahan menjadi awet.
Sistem pemisahan ada tiga yaitu diantaranya :
Sistem Balistik. Adalah sistem pemisahan untuk mendapatkan keseragaman
ukuran / berat / volume.
Sistem Gravitasi. Adalah sistem pemisahan berdasarkan gaya berat misalnya
barang yang ringan / terapung dan barang yang berat / tenggelam.
Sistem Magnetis. Adalah sistem pemisahan berdasarkan sifat magnet yang
bersifat agnet, akan langsung menempel. Misalnya untuk memisahkan
campuran logam dan non logam.
2. Penyusunan Ukuran
Penyusunan ukuran dilakukan untuk memperoleh ukuran yang lebih kecil
agar pengolahannya menjadi mudah.
3. Pengomposan
Pengomposan dilakukan terhadap buangan / limbah yang mudah membusuk,
sampah kota, buangan atau kotoran hewan ataupun juga pada lumpur pabrik.
Supaya hasil pengomposan baik, limbah padat harus dipisahkan dan
disamakan ukurannya atau volumenya.
4. Pembuangan Limbah
Proses akhir dari pengolahan limbah padat adalah pembuangan limbah yang
dibagi menjadi dua yaitu :
a) Pembuangan Di Laut
Pembuangan limbah padat di laut, tidak boleh dilakukan pada sembarang

tempat dan perlu diketahui bahwa tidak semua limbah padat dapat
dibuang ke laut. Hal ini disebabkan :
1. Laut sebagai tempat mencari ikan bagi nelayan.
2. Laut sebagai tempat rekreasi dan lalu lintas kapal.
3. Laut menjadi dangkal.
4. Limbah padat yang mengandung senyawa kimia beracun dan
berbahaya dapat membunuh biota laut.
b) Pembuangan Di Darat Atau Tanah
Untuk pembuangan di darat perlu dilakukan pemilihan lokasi yang harus
dipertimbangkan sebagai berikut :
1. Pengaruh iklim, temperatur dan angin.
2. Struktur tanah.
3. Jaraknya jauh dengan permukiman.
4. Pengaruh terhadat sumber lain, perkebunan, perikanan,
peternakan, flora atau fauna. Pilih lokasi yang benar-benar tidak ekonomis lagi
untuk kepentingan apapun.

Klasifikasi Limbah
Padat
(Sampah), menurut
istilah teknis:
a. Sampah organik mudah
busuk
(garbage)
yaitu: limbah padat semi
basah,

berupa bahan-bahan
organik yang
mudah membusuk atau
terurai oleh
mikroorganisme.
b. Sampah anorganik dan
organik tak
membusuk (rubbish)
yaitu: limbah padat
anorganik atau
organik cukup kering yang
sulit
terurai oleh
mikroorganisme,
sehingga sulit membusuk.

c.Sampah Abu
(ashes)
yaitu: limbah padat
yang

berupa abu,
biasanya hasil
pembakaran.
d. Sampah bangkai
binatang
(dead animal)
yaitu: semua limbah
yang
berupa
bangkai
binatang.
Sampah sapuan
(street
sweeping)
yaitu: limbah padat
hasil

sapuan jalanan yang


berisi
berbagai sampah
yang
tersebar di jalanan
f. Sampah industri
(industrial
waste)
yaitu: semua limbah
padat
yang berasal dari
buangan
industri
http://angga.staff.ipb.ac.id/files/2011/04/11.-Pengolahan-Limbah-Padat.pdf
Teknologi Pengolahan Limbah Padat Angga Yuhistira Teknologi dan Manajemen
Lingkungan.
Permasalahan yang berkaitan dengan adanya limbah padat:
1. Menimbulkan kesan tidak estetik/indah
2. Pembuangannya membutuhkan lahan yang luas

3. Dapat menjadi sarang/ tempat berkumpulnya penyakit/penyebab


penyakit
4. Mencemari udara mis. abu, debu
5. Mencemari air
6. Adanya resiko kebakaran mis. mudah terbakar
7. Menimbulkan bencana banjir
8. Biaya pengolahan/penanganan cukup mahal
Limbah padat merupakan sisa atau hasil sampingan dari suatu usaha /
kegiatan yang berbentuk pada. Limbah padat sering juga disebut
sampah.
A. Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Sampah
1. Faktor jumlah penduduk
2. Faktor geografis
3. Faktor waktu
4. Faktor sosial, ekonomi, dan budaya.
5. Kebiasaan masyarakat
6. Kemajuan teknologi
7. Jenis sampah
B. Klasifikasi limbah padat (sampah)
Secara umum, limbah padat (sampah) dapat diklasifikasikan
menjadi :
1) Garbage
Yakni sampah basah organik mudah membusuk dan terurai dengan
cepat.
Contoh : sampah sayuran, sampah buahbusuk,dll.
2) Rubbish
Yaitu sampah kering anorganik / organik yang sulit membusuk dan
terurai alami.
Contoh: kayu (mengandung kolenkim), plastik, kertas, kaca, logam.
3) Street sweping (sampah sapuan)
Sampah dari jalan atau trotoar akibat aktivitas manusia.
4) Dead animal (bangkai binatang)
Bangkai binatang. Jika terjadi bencana alam sampah ini akan
banyak jumlahnya.
5) Ashes (sampah abu)
Biasanya hasil dari pembakaran.
6) Contruction waste
cara Berasal dari sisa-sisa pembangunan gedung.
Contoh : puing-puing, pecahan tembok, genteng, dll.
7) Industrial Waste (sampah industri)
8) House hold refuse
Sampah campuran dari perumahan.

B. Dampak negatif limbah padat


1. Dampak terhadap lingkungan:
a. Munculnya gas beracun seperti
b. Mencemari udara
c. Hj
2. Dampak terhadap kesehatan:
3. Dampak komplek
Cara penanganan limbah domestik:
Penanganan langsung dari sumbernya:
1. Pengurangan sumber
2. Penggunaan kembali
3. Pemanfaatan/daur ulang:
Organik : menjadi pupuk/pakan ternak
Anorganik : menjadi kerajinan yang bernilai
4. Pengumpulan sampah yang tidak bisa di daur ulang:
diabakar/diangkut ke mobil sampah
C. Pengelolaan limbah padat:
1. Cara umum
Secara umum pengelolaan limbah padat dapat dilakukan dengan 3
cara; Pengumpulan, pengangkutan, pemusnahan.
a. Pengumpulan
Merupakan tahap awal pengelolaan sampah saat sampah masih
berada dalam sumbernya (domestik, industi, RS, dll). Pada tahap
ini sampah dikumpulkan dalam tempat sampah. Ada beberapa
kriteria tempat sampah yang sesuai:
- Kuat (tahan bocor dan pecah)
- Mempuunyai tutup yang mudah dibuka tanpa mengotori
tangan.
- Ukurannya sesuai sehingga mudah diangkut.
Setelah itu, sampah yang sudah terkumpul dimasukkan ke Dipo
(rumah sampah domestik) yakni semacam bangunan kecil yang
digunakan untuk menampung sampah agar mudah diangkut oleh
mobil sampah.
Kriteria Dipo yang sesuai:
- Dibangun pada area tanah yang tinggi agar sampah mudah
diangkut/dialihkan ke mobil sampah.
- Memiliki 2 pintu (pintu masuk dan keluar sampah)
- Memiliki kran air pembersih.
- Mudah dijangkau oleh masyarakat
Keberadaan dipo biasanya dikelola oleh pemerintah. Namun saat
ini dipo sudah diganti dengan bak sampah yang tidak permanen,
sehingga mudah diangkut oleh truk sampah.
b. Pengangkutan

Pada tahap ini, sampah yang telah terkumpul akan diangkut oleh
mobil sampah yang kemudian akan dibawa ke TPA (tempat
pembungan akhir)
c. Pemusnahan
Ada beberapa cara/metode, antara lain:
1. Sanitary landfill, dengan cara meletakkan atau membuang
sampah pada tanah lapang jauh dari pemukiman,
kemudian
diratakan
dan
dipadatkan,
kemudian
ditutup/ditimbun denga tanah selapis demi selapis.
2. Individual incineration, membakar sampah dengan cara
sederhana seperti di pedesaan.
3. Incineration (pembakaran dengan suhu tinggi)
Alatnya disebut incinerator
Keuntungan:
- Lebih terkendali
- Volume sampah dapat diperkecil menjadi abu
- Tidak dipengaruhi musim hujan
- Sampah apapun bisa (kecuali batu/logam)
- Tidak membutuhkan lahan luas
4. Composting
(dibuat
kompos),
dengan
bantuan
mikroorganisme
pengurai
sehingga
menjadi
kompos/pupuk.
2. Cara khusus
D. Penanganan sampah secara modern
1. Konsep zero waste
Yaitu pengolahan sampah sedekat mungkin dengan sumbernya,
sehingga mulai dari produksi sampah sampai berakhirnya proses
produksi dapat dihindari munculnya sampah atau diminimalisir
munculnya sampah. Dalam konsep ini berlaku sistem 5-R.
Contoh umum penempatan zero waste:
- Sistem pengolahan sampah terpadu
- Teknologi pengomposan
- Teknologi pembakaran sampah dengan incinerator
- Teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan
ternak
- Daur ulang sampah plastik/anorganik
- Peuang usaha daur ulang
2. Prinsip 5-R
1. Reduce : mengurangi sumber limbah
2. Reuse : menggunakan kembali, hindari pemakaian barang
yang sekali pakai

3. Replace : mengganti : misalnya mengganti kantong plastik


dengan keranjang belanja, mengganti barang yang ramah
lingkungan
4. Recycle : mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang
bermanfaat
5. Replant : penanaman kembali atau penghijauan
E. Pengaruh Pengolahan Sampah
1) Pengaruh positif :
Memberikan keuntungan ekonomi, membuka lapangan kerja
Mengurangi biaya pengangkatan sampah dan kelola TPA
Mengurangi lahan TPA dan lingkungan menjadi asri
Dapat untuk menimbun/menutup lahan semacam rawarawa, jurang dataran rendah, seperti cara sanitary landfill
Dapat dijadikan kkerajinan, pupuk, pakan ternak, dll
Mengurangi tempak berkembangnya wabah penyakit
2) Dampak negatif, karena pengolahan sampah tidak baik :
Menjadi tempat berkembangnya wabah penyakit
TPA yang tidak dikelola dapat merusak keindahan
lingkungan
Pembakaran sampah secara terkendali memunculkan polusi
Penumpukan sampah memunculkan udara tidak normal
Modul IPA kelas XI SMK Syafii Akrom Pekalongan (A.
Syukron) 2013