You are on page 1of 14

Membahas evaluasi penggunaaan

Agenda Rapat

energi satu tahun


Oktober 2014, Ruang Rapat

Waktu dan tempat

Gedung Pertemuan PT. Pupuk

Peserta Rapat

Organik Indonesia Lt. II


Senior Manajer
Manajer Keuangan
Manajer Pemasaran
Manajer Ketenagakerjaan
Manajer Unit Operasi
- Laporan Audit Keuangan

Dokumen Pendukung

Topik Diskusi

Perusahaan
Laporan Audit Energi
Laporan Personalia Bagian

Ketenagakerjaan
Laporan Pemasaran

Tindakan dan Keputusan


-

Pemimpin Rapat : Bayu Fajri (Senior Manajer)


Peserta Rapat : 1. Mutiara Putri (Bagian keuangan)
2. Dyan Mentary (manajer Pemasaran)
3. Yandri Hadinata (Manajer operasi)
4. Ahmad Banuaji (manajer Ketenagakerjaaan)

Permasalahan : Terjadinya Pemborosan penggunaan daya pada industri pupuk


organik sehingga menyebabkan peningkatan dalam pengunaan bahan bakar pada
unit utilitas khususnya pada unit pembangkit.

Umpan Balik Pelanggan


Notulen adalah sebuatatan tentang perjalanan suatu kegiatan baik rapat, seminar,
diskusi, atau sidang yang dimulai dari awal sampai akhir acara yang ditulis oleh
seorang Notulis, yang akan dilaporkan oleh Ketua kegiatan, dan akan dipertanggung
jawabkan suatu saat pada seluruh anggota atau peserta acara. Notulen adalah
naskah dinas yang membuat catatan jalannya acara (kegiatan) mulai dari
pembukaan, pembahasan masalah, sampai dengan pengambilan keputusan, serta
penutupan.
Notulen sekurang-kurangnya berisi:
1. Tujuan kegiatan
2. Pikiran-pikiran yang akan dibahas dalam kegiatan
3. Saran dan keputusan dalam kegiatan
4. Waktu pelaksanaan
5. Pihak-pihak yang hadir dalam kegiatan.
Susunan kepala notulen dilakukan agar para notulis dapat dengan mudah mengerti
bagaimana cara penulisan notulen dengan baik dan benar. Selain itu, juga agatr
notulen dapat tersusun dengan rapi dan sistematis.
a. Kepala Notulen
Kepala Notulen merupakan bagian-bagian yang pertamakali harus diingat dalam
penulisan tanpa tertinggal. Adapun kepala notulen terdiri atas :

1. Nama atau tema yang akan dibahas


2. Hari dan tanggal acara dilaksanakan
3. Waktu (Jam) pelaksanaan acara
4. Tempat pelaksanaan acara
5. Acara saat berlangsung
6. Unsur-unsur yang terlibat dalam rapat, yaitu Ketua dan Wakil
Ketua,Sekretaris, Notulis, Peserta
b. Isi Notulen
Isi Notulen merupakan suatu bagian dari susunan notulen yang isinya berupa halhal yang dianggap penting dalam kegiatan tersebut, tanpa ada yang
tertinggal.Maksud dari pembuatan isi notulen adalah agar dapat membedakan dari
susunan matematis dalam notulen tersebut.
Adapun susunan sistimatika dalam penulisan notulen adalah :
1. Kata pembukaan
2. Pembahasan
3. Pembacaan Keputusan dari Hasil
4. Waktu (Jam) penutupan
c. Bagian Akhir Notulen
Bagian Akhir dari notulen merupakan penulisan atau penjelasan tentang hal-hal
yang berada pada akhir penulisan notulen. Namun, walaupun letaknya diakhir,
pengertian dan kedudukannya sangat penting dalam penulisan notulen.
Susunan sistematika dari bagian akhir notulen adalah :
1. Nama Jabatan
2. Tanda tangan
3. Nama pejabat, pangkat, dan NIP
d. Penandatanganan
Penandatanganan merupakan kumpulan tanda tangan orang-orang yang dianggap
penting terhadap pertanggung jawaban acara yang dilaksanakan.
Berikut adalah penjelasan tentang penandatanganan :

1. Notulen yang ditanda tangani oleh pejabat dilingkungan sekretariat daerah


dibuat dalam kertas ukuran folio dengan menggunakan kop naskah dinas
sekretariat.
2. Notulen yang ditanda tangani oleh pejabat dilingkungan satuan organisasi
dibuat dalam kertas ukuran folio, dengan menggunakan kop naskah dinas
satuan organisasi yang bersangkutan.
3. Notulen ditanda tangani oleh Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Notula.
Catatan hasil diskusi dituliskan dalam bentuk notulen. Notulen merupakan catatan
singkat mengenai jalannya diskusi, hal-hal yang diputuskan dalam diskusi tersebut,
serta pembicaraan penting lainnya. Hasil catatan tersebur dapat dijadikan rujukan
pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati. Oleh karena itu, selama berjalannya
diskusi, notulis harus mampu mencatat hal-hal penting dan hasil-hasil yang dicapai.
Berikut disajikan contoh :
Notulen hasil diskusi atau seminar.
Tanggal
Waktu
Tempat
Tema
Tujuan

:
:
:
:
:

19.00 s.d 23.00 WIB


Ruang Rapat SMA Negeri 1 Tarakan
"Remaja dan Pergaulan Bebas"
Mencermati perkembangan pergaulan remaja yang
cenderung mengarah pada pergaulan bebas serta

Pembicara
Ketua/ Moderator
Notulis
Jumlah Peserta

Susunan

:
:
:
:

menentukan langkahlangkah pembinaan.


M. Ramzy, Nanda, Rachmat Dwi Alfian
Disella
Tri Ayu
60 Orang

acara :

1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Tanya jawab
4. Penutup
Pokok permasalahan yang dibicarakan:
1. Perkembangan remaja dalam konteks masa kini

2. Tinjauan sisi positif dan negatif pergaulan remaja saat ini


3. Meminimalisasikan pergaulan negatif remaja untuk menghindari pergaulan
bebas yang bertentangan dengan agama dan nilai-nilai moral masyarakat
4. Menumbuhkan motivasi remaja mengembangkan potensi dirinya
Kesimpulan:
Semakin maraknya pengaruh budaya Barat berakibat pada kehidupan pergaulan
remaja saat ini. Oleh karena itu, kita harus mampu menyaring pengaruh-pengaruh
negatif budaya tersebut agar tidak terjerumus pada kesesatan yang akan
merugikan diri kita di dunia dan akhirat.
Diskusi merupakan pembahasan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk
memecahkan suatu permasalahan atau untuk mencapai kesepakatan. Dalam
diskusi, ide diperdebatkan sehingga tampak kekurangan dan kelebihan dari ide
tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam diskusi akan dikaji sedemikian rupa
sehingga dapat ditarik kesimpulan yang dapat dipahami oleh seluruh peserta
diskusi.
Perdebatan/pengkajian masalah dalam diskusi biasanya diwarnai dengan pro dan
kontra, setuju dan tidak setuju, serta sanggahan dan penolakan pendapat. Hal-hal
tersebut wajar dalam sebuah diskusi asalkan disampaikan dengan penuh tanggung
jawab disertai bukti/alasan yang kuat. Selain itu, seseorang yang menyampaikan
pendapatnya dalam diskusi harus
menyampaikannya secara santun, misalnya :
1. Maaf, saya kurang setuju dengan pendapat Saudara. Menurut saya,
pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak.
2. Maaf, Saudara Amin, usul Anda sebenarnya menarik, tetapi perlu diingat
bahwa kita tidak mempunyai dana yang cukup.
3. Maaf, saya tetap tidak setuju dengan pendapat Saudara, tetapi bukan berarti
bahwa saya tidak akan bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang
diputuskan dalam forum ini.

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) adalah perusahaan yang didirikan sebagai


pelopor produsen pupuk urea di Indonesia pada tanggal 24 Desember 1959 di
Palembang Sumatera Selatan, dengan nama PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Pusri
memulai operasional usaha dengan tujuan utama untuk melaksanakan dan

menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan


pembangunan nasional, khususnya di industri pupuk dan kimia lainnya. Sejarah
panjang Pusri sebagai pelopor produsen pupuk nasional selama lebih dari 50 tahun
telah membuktikan kemampuan dan komitmen kami dalam melaksanakan tugas
penting yang diberikan oleh pemerintah.
Selain sebagai produsen pupuk nasional, Pusri juga mengemban tugas dalam
melaksanakan usaha perdagangan, pemberian jasa dan usaha lain yang berkaitan
dengan industri pupuk. Pusri bertanggung jawab dalam melaksanakan distribusi dan
pemasaran pupuk bersubsidi kepada petani sebagai bentuk pelaksanaan Public
Service Obligation (PSO) untuk mendukung program pangan nasional dengan
memprioritaskan produksi dan pendistribusian pupuk bagi petani di seluruh wilayah
Indonesia. Penjualan pupuk urea non subsidi sebagai pemenuhan kebutuhan pupuk
sektor perkebunan, industri maupun eksport menjadi bagian kegiatan perusahaan
yang lainnya diluar tanggung jawab pelaksanaan Public Service Obligation (PSO).
Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas kelangsungan industri pupuk
nasional, Pusri telah mengalami berbagai perubahan dalam manajemen dan
wewenang yang sangat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah. Saat ini
Pusri secara resmi beroperasi dengan nama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan
tetap menggunakan brand dan merk dagang Pusri.

PKT Kembangkan Pabrik Pupuk Organik

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) meresmikan pengoperasian pabrik pupuk organik berkapasitas
3.600 ton per tahun.

"Saya berharap tidak hanya sampai 3.600 ton, tapi bisa naik jadi 10 ribu ton. Apalagi kalau bahan
bakunya tersedia," kata Dirut PKT Hidayat Nyakman pada peresmian pabrik pupuk dengan merek
dagang Zeorganik di Banyuwangi, Jawa Timur, pekan lalu.
Pabrik pupuk tersebut, menurut Hidayat, merupakan satu dari lima pabrik yang dikembangkan
dengan sistem [franchise] atau waralaba. Untuk pengadaannya, PKT bekerja sama dengan CV
Panen Raya. Dalam hal ini, PKT bertindak memberikan bimbingan teknis kepada rekanan tentang
cara memproduksi dan menjaga kualitas.
Ia menyebutkan angka investasi untuk membangun pabrik pupuk organik secara waralaba
mencapai Rp700 juta hingga Rp1 miliar. PKT sendiri telah bekerja sama dengan mitra usahanya
membangun lima pabrik pupuk organik di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Banyuwangi, Jawa Timur,
Demak, Jawa Tengah, Lombok Timur, NTB, dan Badung, Bali.
Terkait dengan semakin berkembangnya penggunaan pupuk organik oleh petani, ia mengakui
banyak perusahaan yang antre untuk bekerja sama dengan PKT memproduksi Zeorganik. "Banyak
[waiting list] yang mau kerja sama. Ada lima sampai enam yang sudah ada (beroperasi) sekarang,"
ujarnya.
Sementara itu, pemimpin CV Panen Raya, Michael Ediharyanto, mengaku telah mengeluarkan dana
total Rp3 miliar untuk membangun pabrik tersebut. Menurutnya, penyerapan pupuk organik di
wilayah Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, cukup besar. Karena itu, ia berharap PKT mau
menaikkan kuota produksi yang saat ini baru mencapai 3.600 ton per tahun. Kapasitas terpasang
pabrik saat ini, lanjut Michael, mencapai 10 ribu per tahun. Ketersediaan bahan baku sendiri
khususnya di Banyuwangi sangat baik sehingga mereka tidak khawatir terhenti produksi.
Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari menambahkan, potensi pertanian di wilayahnya cukup baik,
seperti padi, buah, palawija, dan holtikultura. Bahkan sektor pertanian mampu menyumbang 46%
dari total produk domestik bruto (PDB) di Banyuwangi.
"Kebutuhan pupuk organik, kami memang inginnya [pure] ke organik. Kami bantu dengan
menggerakkan keekonomian masyarakat. Kami dorong semua ke sana (menggunakan pupuk
organik)," ujar Ratna.
Pihaknya sendiri, lanjut Ratna, telah memberikan bantuan dana bergulir kepada kelompok pembuat
pupuk organik agar semakin berkembang, dengan memanfaatkan sampah, kotoran hewan, batang
padi, hingga limbah ikan.
Antisipasi El Nino Di kesempatan yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
Subur Budi Santoso mengatakan petani diminta untuk siaga menghadapi gagal panen sebagai
dampak dari El Nino pada 2010.

"Mudah-mudahan tidak terlalu berat El Nino tahun depan (2010). Jadi, petani harus hati-hati, pabrik
pupuk juga harus sediakan stok," kata Subur.
Dampak dari El Nino, menurut Subur, memengaruhi ketersediaan air untuk pertanian. Ancaman
gagal panen selalu ada. Untuk itu, ia meminta agar petani bersiaga sementara pabrik pupuk dan
pembibitan dapat menyediakan stok untuk mengantisipasi gagal panen.
"Pabrik pupuk harus sediakan stok. Kalau petani gagal panen, harus mulai dari awal. Kebutuhannya
bisa besar," lanjutnya.
Sebelumnya, disampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan dana siaga pangan sekitar Rp2
triliun hingga Rp3 triliun dalam APBN 2010 untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk El
Nino pada 2010. Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi
mengatakan dana siaga pangan itu tidak hanya untuk satu jenis komoditas pangan seperti beras,
tetapi juga lainnya untuk stabilitas pangan.
(E-4) timothy@mediaindonesia.com

Terobosan Pusri Menuju Efisiensi Penggunaan Energi


27 Desember 2013HARGA harga bahan bakar minyak (BBM) yang cenderung terus
naik, membuat dunia usaha menoleh ke sumber energi alternatif yang lebih murah
dan tersedia melimpah.
Salah satunya batu bara. Indonesia mempunyai cadangan bahan tambang itu
dalam jumlah besar, yakni sekitar 19,3 miliar ton. Hingga kini, pemanfaatannya di
dalam negeri masih kecil. Dari produksi rata-rata 131,72 juta ton per tahun yang
dipergunakan baru 32,91 juta ton per tahun, sedangkan sisanya diekspor. Biaya
pemakaian sumber energi itu jauh lebih murah ketimbang BBM.
Untuk memproduksi 1 ton steam jenuh 5 bar per jam berbahan bakar batu bara,

misalnya, bisa menghemat biaya Rp 415 juta lebih per tahun. Sementara itu,
penggunaan batu bara untuk boiler pada industri serat sintetis, mampu
menurunkan biaya energi sebesar 30%, sedangkan pada pembangkit listrik
penurunannya mencapai 40%.
Memang perlu diakui, selain keunggulannya, batu bara punya kelemahan.
Pembakarannya menghasilkan CO2 yang merupakan gas rumah kaca dan
berbahaya bagi lingkungan. Di samping itu, menghasilkan sulfur dioksida ketika
dibakar.
Di atmosfer, senyawa tersebut menjadi asam sulfur, yang memicu iritasi paru dan
merupakan komponen utama hujan asam. Meski demikian, saat ini sudah tersedia
teknologi untuk mengatasi kelemahan tersebut. Para pakar juga terus mengkaji
agar dampaknya terhadap lingkungan menjadi nol. Ke depan, dengan pertimbangan
efisiensi dan berbagai kelebihan yang dimiliki, batu bara dipastikan akan kian dilirik
oleh kalangan industri.
PT Pusri Palembang, contohnya, telah menggandeng produsen batu bara PTBukit
Asam Tbk dalam mengurangi penggunaan gas untuk kebutuhan sehari-hari di luar
bahan baku. Kedua pihak sudah melakukan Head of Agreement (HoA) untuk
melakukan studi kelayakan proyek gasifikasi.
Bukit Asam menyatakan sanggup mengalokasikan area khusus untuk proyek
tersebut. Gasifikasi membutuhkan konsistensi pasokan batu bara minimal selama
20 tahun, sehingga dibutuhkan lokasi khusus. Kurang dari angka itu proyek tidak
bankable, sehingga sudah mencari pendanaan.
TEROBOSAN
Apabila semua berjalan lancar, empat tahun ke depan proyek gasifikasi bisa selesai.
Diperkirakan efisiensi gas yang bisa dilakukan paling tidak 25% dari kebutuhan
utilitas perusahaan. Saat ini, Pusri Palembang yang memasok pupuk urea bersubsidi
ke Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, Bangka-Belitung, Jateng, dan
Banten, membutuhkan gas hingga 225 juta kaki kubik per hari.

Namun, karena pasokan dari Pertamina EP, Medco, dan Pertagas hanya 200-205
juta kaki kubik per hari, kapasitas pabrik yang termanfaatkan hanya 90%. Kendati
demikian, Pusri tetap mampu memenuhi pasokan urea pupuk bersubsidi yang
merupakan penugasan pemerintah sebesar 1,293 juta ton pada tahun ini. Sulfa
Ganie, Manajer Humas PT Pusri Palembang menyatakan, pihaknya telah banyak
melakukan terobosan dalam upaya efisiensi.
Dari penggunaan gas untuk operasional sehingga mengefisiensikan penggunaan
listrik, mengurangi penggunaan energi gas dengan substitusi energi dari batu bara,
sampai revitalisasi pabrik tua dengan membangun yang baru. Peletakan batu
pertama pabrik baru yang diberi nama Pabrik II-B dilakukan April 2013. Fasilitas itu
untuk mengganti Pabrik II yang hampir berusia 40 tahun.
Pabrik II-B akan menambah kapasitas produksi sebesar 660.000 ton pupuk amoniak
serta 907.500 ton pupuk urea per tahun. Lebih dari itu, pabrik baru akan
menghemat konsumsi energi gas bumi hampir 12 million metric british thermal unit
(mmbtu) per ton urea dari 33,98 mmbtu per ton urea menjadi 22 mmbtu per ton
urea.
Tak kalah penting, Pabrik II-B sangat ramah lingkungan dan insya Allah berope rasi
Desember 2015 mendatang,jelasnya. Terobosan lain terkait dengan efisiensi
adalah penerapan proyek Steam Turbin Generator boiler batu bara (STG) atau
substitusi dari gas bumi ke batu bara. Melalui STG, Pusri menghemat pemakaian
gas bumi sebesar 17 million cubic feet per day standard (mmscfd), yang akan
dialokasikan ke gas proses Pabrik II-B.
OPTIMALISASI
Dari sisi biaya, penggunaan batu bara juga menurunkan biaya steamsekitar 6 dolar
AS per ton, serta menghemat biaya listrik 0,12 dolar AS per kilo watt hour (KWh).
Pusri juga telah lama melakukan optimalisasi pemanfaatan tail gas yang diolah
melalui unit pengolah limbah gas atau Purge Gas Recovery Unit (PGRU). Jika

sebelumnya ada yang terbuang ke atmosfer, sekarang tail gas dimanfaatkan


sebagai gas bakar. Nilai penghematan energinya mencapai 0,4 mmbtu per ton
NH3.
Belum lama ini dilakukan penggantian unit PGRU Pusri-IV dari cryogenic menjadi
membrane dengan penghematan energi 3,79 mmbtu per ton NH3 atau setara
20.000 dolar AS per hari. Pada intinya, perusahaan berkomitmen terus menjadi
perusahaan yang efisien dan ramah lingkungan.
Program-program yang berkaitan dengan kedua hal itu terus digalakkan. Jadi, tak
mengherankan kalau BUMN tersebut menerima berbagai penghargaan yang
berhubungan dengan lingkungan dan efisiensi, khususnya energi.
Penghargaan yang diperoleh selama tahun ini adalah Proper Hijau untuk kinerja
lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Lalu, Industri Hijau dari
Kementerian Perindustrian dan Efisiensi Energi Nasional kategori inovasi khusus
dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Di samping itu, Indonesia Green Award kategori pelestari keanekaragaman
hayati; serta pelopor pengolahan sampah dan pencegahan polusi.
PRODUSEN PUPUK GRESIK JAWA TIMUR INDONESIA

PRODUK PUPUK DALAM KEMASAN CV.BUMI ARGO FERTILIZER

1.Urea Pusri Non subsidi 4800/kg


2.NPK Real 15-15-15,komposisi Nitrogen:15%,Phospat:15,kalium:15% harga
Rp.4800/kg
3.NPK Real 16-16-16, komposisin:16%,p:16%,k:15% harga Rp. 7000/kg.
4.POG pupuk organik kandungan C organik 20% harga Rp.1100/kg.
5.NPK 15-15-15 warna Pink Curah harga Rp.1500/kg.Komposisi: Nitrogen
1,5%,phospat 1,5%, Kalium 1,5%
plus mikro MgO 18%,kalsium 20% Sulfur 5%.
6.NPK 16-16-16 warna blue curah harga Rp.1500/kg.komposisi:Nitrogen 3%,
Phospat 10%, kalium 3% plus mikro.
7.SP-36 curah harga Rp.1100/kg komposisi :phospat 12%, Shulfur 5% plus mikro.
8.Dolomite mesh 60 harga Rp.150/kg
9.dolomite mesh 80 harga Rp.280/kg
DAFTAR HARGA PRODUK PUPUK DOLOMITE
1.KAPUR AKTIF MESH 200 Rp.950/Kg
2.KAPUR AKTIF MESH 100 Rp.850/Kg
3.KAPUR AKTIF SIZE 1-7 Cm Rp.780/Kg
4.DOLOMITE MESH 60 Rp.150/Kg
5.DOLOMITE MESH 80 Rp.280/Kg
6.DOLOMITE MESH 100 Rp.350/Kg
7.DOLOMITE MESH 325 Rp.380/Kg
8.DOLOMITE MESH 400 Rp.400/Kg
9.DOLOMITE MESH 500 Rp.440/Kg
10.DOLOMITE MESH 800 Rp.480/Kg
11.KAPTAN MESH 100 Rp.350/Kg
12.DOLOMITE BAKAR MESH 100 Rp.850/Kg
13.CALCIUM CARBONAT MESH 100 Rp.380/Kg
14.CALCIUM CARBONAT MESH 200 Rp.400/Kg
15.CALCIUM CARBONAT MESH 300 Rp.420/Kg
16.CALCIUM CARBONAT MESH 400 Rp.450/Kg
17.KISRITE MgO 24% MESH 100 Rp.1800/Kg
18.KISRITE MgO 36% MESH 100 Rp.2500/Kg

19.DOLOMITE BAKAR SIZE 1 - 7 cm Rp.630/Kg


DAFTAR HARGA PUPUK PRODUKSI PETROKIMIA GRESIK (DENGAN KEMASAN
pemesan)
1.SP-36 komposisi sulfur 5%, phospat 36% Rp.4800/kg
2.NPK petrokimia 15-15-15 Rp.4.800/kg
3.KCL petrokimia komposisi K2O 60%,Rp.6500/kg
DEMIKIAN PENAWARAN DARI KAMI
WASALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Nb:

-harga sewaktu waktu dapat berubah.

-harga locco sidayu gresik.

-harga tersebut langsung dari pabrik.

-bea kirim gresik-lampung Rp.500/kg, gresik-palembang 900/kg.gresikrejanglebong bengkulu 1250/kg,gresik - air molek Riau Daratan Rp.1500/kg,
gresik-pontianak Rp.580/kg

Belum Termasuk Ongkir

PT. Tiara Kurnia didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk
organik di Indonesia. Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya
penggunaan pupuk organik untuk peningkatan kualitas tanah semakin tinggi,
sehingga kebutuhan masyarakat petani akan pupuk organik yang berkualitas
semakin tinggi pula.
Perusahaan kami menawarkan produk berupa pupuk organik dengan merek
KURNIAGANIK yang telah mendapatkan sertifikasi dari Sucofindo Surabaya Jawa
Timur dan Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Jurusan Tanah dengan
mutu memenuhi persyaratan sesuai SK Menteri Pertanian tentang Pupuk Organik
dan Pembenahan Tanah.
Sejarah Perusahaan
Ide awal pendirian PT. Tiara Kurnia adalah untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk

organik di Indonesia khususnya di Jawa Timur sejak tahun 2000. Penelitian dari
organik sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2000, berbagai uji coba dilakukan di
bagian produksi pupuk organik PT. TIARA KURNIA di kompleks kebun percobaan
(Buncob) Malang. Awalnya, pupuk yang bisa meningkatkan panen padi dan
tanaman lainnya ini berbentuk serbuk yang mirip kompos.
Bidang Usaha
PT. Tiara Kurnia adalah salah satu produsen pupuk organik di Indonesia telah
melakukan riset dan

mengembangkan inovasi untuk mengantisipasi akan adanya peningkatan


kebutuhan pupuk organik tersebut, adapun varian pupuk baru yang kini telah
dikembangkan oleh PT. Tiara Kurnia adalah pupuk KURNIAGANIK. Sesuai dengan
namanya, bahan pupuk non kimiawi tersebut berasal dari kotoran hewan, kompos,
blothong (limbah tebu dari pabrik gula), dan mixtro. Mixtro adalah bahan suplemen
yang harus digunakan dalam pembuatan pupuk organik guna mengurai dan
memudahkan unsur pupuk diserap tanah.
Visi :
1. Menjadikan PT. Tiara Kurnia sebagai salah satu produsen pupuk yang dikenal
dalam skala nasional.
2. Mengembangkan sistem pertanian organik di Indonesia
Misi :
1. Menggunakan sistem waralaba dalam pembukaan pabrikpabrik baru di daerah
demi meningkatkan ekonomi daerah.
2. Menghasilkan produk pupuk organik yang berkualitas dan mudah didapat oleh
masyarakat.