You are on page 1of 1

ABSTRAK

Hardika Mustika Adi. 2013. Pengaruh variasi Holding Time Proses Annealing Pada Sambungan
Las Shielded metal ARC Welding (SMAW) Terhadap Kekuatan Bending Baja K-945 EMS 45.
Pembimbing I Heri Yudiono S.Pd., M.T., Pembimbing II Drs. Sunyoto, M.Si.
Kata Kunci: SMAW, annealing, holding time, struktur mikro, defleksi, bending.
Energi panas yang digunakan pada proses pengelasan menyebabkan banyak
permasalahan. Proses pengelasan yang terjadi menjadikan logam disekitar lasan mengalami
siklus termal cepat yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan metalurgi yang rumit,
deformasi, dan tergangan-tegangan termal. Usaha yang dilakukan untuk mengurangi
permasalahan tersebut adalah proses annealing. Annealing membutuhkan proses holding time
yang tepat agar suhu dipastikan homogen pada semua bagian material dan ada waktu yg cukup
untuk perubahan struktur.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh variasi holding time proses
annealing pada sambungan las shielded metal arc welding terhadap kekuatan bending baja K945 EMS 45 akibat proses pengelasan, 2 mengetahui pengaruh variasi holding time proses
annealing pada sambungan las shielded metal arc welding terhadap defleksi baja K-945 EMS 45
akibat proses pengelasan, 3) mengetahui pengaruh variasi holding time proses annealing pada
sambungan las shielded metal arc welding terhadap struktur mikro baja K-945 EMS 45 akibat
proses pengelasan.
Metode yang digunakan untuk pengumpulan data pada penlitian ini adalah metode
eksperimental. Teknik analisa data pengaruh variasi holding time proses annealing pada
sambungan las SMAW terhadap struktur mikro, kekuatan bending, dan defleksi berupa
perbandingan prosentase dan rata-rata antara data-data yang mengalami variasi penahanan waktu
dengan yang tidak mendapatkan perlakuan annealing. Persentase penurunan kekuatan bending
terkecil pada variasi holding time 90 menit dengan persentase 11,26%. Persentase kenaikan
defleksi terbesar pada variasi holding time 60 menit dengan persentase 36,11%. Penurunan
persentase kekuatan bending dan kenaikan persentase defleksi disebabkan oleh meningkatnya
jumlah struktur ferit dibandingkan struktur perlit yang menyebabkan material menjadi lunak
setelah proses annealing.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan data yang didapat bisa memberikan
sumbangan positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu logam, bermanfaat
sebagai bahan kajian atau informasi bagi dunia kerja khususnya pengelasan, dan memberikan
kontribusi pada dunia pengelasan logam, khususnya untuk logam baja K-945 EMS 45, yang pada
akhirnya dapat bermanfaat untuk kemajuan dunia industri dan teknologi.